
**Happy reading 💞
🍁🍁🍁**
Sudah dua hari waktu yang dihabiskan sepasang suami istri yang sedang menikmati indahnya bulan madu.
Hari ini adalah hari terakhir mereka berada di sana, karena Alex hanya mengajukan cuti selama 3 hari mengingat banyak pekerjaan yang terbengkalai.
Terlebih lagi, dia memiliki tanggung jawab mengajar yang tak mungkin terus menerus mengabaikan mahasiswa nya.
Semenjak Alex menikah dengan Jenni, dia seringkali bolos mengajar.
Alex hanya ke kampus saat Jenni juga kesana, ia takut istri nya yang menggoda itu dimakan para buaya kampus.
Jenni sudah menyelesaikan skripsi nya, dan besok lusa adalah sidang skripsi nya.
Maka dari itu, mereka tidak ingin berlama lama di Bora Bora mengingat Jenni akan segera melakukan sidang skripsi.
Selama dua hari ini mereka banyak menghabiskan waktu di resort, meski Jenni terus merengek untuk menjelajahi pulau ini, namun Alex tak pernah menghiraukan nya sebelum Jenni memuaskan nya hingga tak berdaya.
Jenni pun akhirnya pasrah walau hati nya terus menggerutu karena belum semua tempat ia kunjungi, namun waktu mereka di sana hampir berakhir.
Waktu telah menunjukkan pukul 10 pagi, namun Jenni dan Alex baru akan melakukan sarapan akibat aktivitas panas keduanya.
Jenni melayani Alex dengan sangat baik, mulai dari pakaian, makanan, maupun dalam hal ranjang Jenni selalu bisa memuaskan nya dan Alex sangat bersyukur mendapatkan Jenni.
Jenni sebenarnya sangat kelelahan karena dari malam hingga pagi lagi terus di pacu oleh sang suami yang seperti tidak memiliki rasa lelah sedikitpun.
Alex benar benar laki laki perkasa tiada duanya, bisa memacu istrinya selama dua hari dua malam tanpa henti.
Beberapa menit kemudian, baru saja Alex ingin menyelesaikan suapan terakhir nya tiba-tiba ponsel nya berdering.
Saat Jenni ingin mengambilkan untuk nya, sudah lebih dulu di ambil oleh Alex dan segera menjauhkan dari Jenni.
"Sayang..aku angkat telepon sebentar." Alex berjalan keluar dari meja makan membuat Jenni bertanya tanya dengan sikap Alex yang akhir akhir ini terlihat aneh.
Alex seringkali mengangkat telepon di tengah malam dan menjauh dari Jenni.
Meski Jenni sering mengetahui nya, tapi ia enggan menanyakan pada Alex.
"Apa ada sesuatu yang dirahasiakan dari ku??" batin Jenni bertanya tanya.
Namun Jenni selalu menepis semua hal buruk yang menyarang di benak nya.
Jenni tahu kalau Alex sangat mencintai nya, jadi ia percaya kalau Alex tidak akan pernah membuatnya terluka apalagi menyakiti hati nya.
Beberapa saat kemudian Alex sudah kembali kehadapan Jenni.
"Sayang, maaf kita tunda dulu ke Leopard Raya Trench nya ya..aku ada urusan sebentar." Tutur Alex terlihat tampak gugup saat ditatap Jenni.
__ADS_1
Jenni hanya menatap nya dengan menautkan kedua alisnya.
"Memang nya ada urusan penting apa disini? bukankah kamu tidak memiliki pekerjaan disini??" Tanya Jenni menyelidik.
"Bu..bukan begitu sayang, tadi pihak.. tour guide menelpon ada yang harus diurus sebelum kita mengunjungi Leopard Raya Trench." Alex semakin gelagapan saat menjawab asal tanpa dipikir lebih dulu.
"Sangat tidak masuk akal." batin Jenni.
Walaupun Jenni bodoh tapi dia tidak mungkin bisa dibodohi dengan hal sekecil itu.
Kali ini Jenni tidak percaya dengan Alex, apalagi melihat tingkah nya yang sangat aneh membuatnya semakin dilanda curiga.
"Kalau begitu kita ke sana berdua saja, sekalian bisa langsung pergi ketempat." Tawar Jenni dengan santainya yang sengaja ingin melihat tingkah Alex selanjutnya.
"Ti..tidak perlu sayang, kamu istirahat dulu, aku tahu kamu sangat kelelahan. Nanti aku kembali lagi kesini untuk menjemput mu."
Jenni semakin yakin, ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Alex saat ini.
"Sudah, aku berangkat dulu. Bye sayang.." Belum sempat Jenni menjawab, Alex sudah mencium kening nya kemudian keluar begitu saja dari resort.
Jenni memandang Alex dengan tatapan nanar.
"Apa yang kamu sembunyikan dibelakang ku Alex? kenapa akhir-akhir ini tingkah mu berubah?" gumam Jenni.
Ia memegangi dada sebelah kiri nya yang terasa begitu sesak, tanpa sadar air matanya tiba-tiba menetes tanpa permisi.
"Ya Tuhan..jangan berikan kami cobaan meliebihi batas kemampuan kami." Jenni berdoa dalam hati saat merasakan firasat nya semakin kuat akan terjadi sesuatu setelah ini.
"Aku harus menyusul Alex, aku ingin tahu apa yang sedang dilakukan Alex saat ini."
Dengan penuh tekad, Jenni keluar dari resort untuk menyusul Alex.
"Ternyata tidak sia-sia juga aku memasang GPS di ponsel Alex." gumam Jenni kemudian diiringi kekehan kecil.
Jenni memang sudah lama memasang GPS di ponsel Alex supaya bisa mengetahui keberadaan nya setiap waktu, dan ternyata benar-benar membantu untuk saat ini.
Saat di luar resort Jenni baru ingat kalau mobil yang disewa nya sudah dibawa Alex, akhirnya ia memutuskan untuk memanggil pihak tour untuk meminta layanan antar-jemput.
Beberapa menit kemudian mobil itu sudah sampai di hadapan Jenni.
"Selamat pagi nona, saya jasa driver touring yang ditugaskan untuk melayani Anda." Ucap driver itu menggunakan bahasa Prancis.
"Pagi pak, Tolong antarkan saya ke tempat lokasi ini" jawab Jenni yang juga menggunakan bahasa Perancis.
"Baik nona, silahkan masuk." sang driver membukakan pintu untuk Jenni.
"Terimakasih.." ucap Jenni saat ia sudah duduk di mobil penumpang.
Driver itu hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
Mobil itu sudah meleset dari tempat nya, dan setelah beberapa menit kemudian Jenni sudah tiba di tepi perairan waktu pertama kali Alex dan Jenni tiba disana.
Jenni mengernyitkan dahi.
"Untuk apa Alex datang kemari?" batin Jenni.
Jenni terus menyapu pandangan di sana, ia belum menemukan Alex.
Kemudian ia melihat GPS di ponsel nya lagi, kalau dilihat dari GPS posisi Alex tidak jauh dari Jenni kemudian Jenni membalikkan tubuhnya.
deg
Nafas nya tercekat, jantung nya seakan berhenti berdetak, darah nya berdesir, sekujur tubuhnya seakan tak berfungsi, mata nya memanas.
Dari kejauhan tampak lah suaminya yang sedang dipeluk seorang wanita dan seorang anak laki-laki kecil di sampingnya.
Jenni mendekati ketiga manusia itu, walau nyatanya hati tidak sanggup untuk menerima yang akan terjadi nanti.
Langkah nya terasa kaku, seakan otot nya tak mampu lagi untuk menopang tubuh itu.
Saat dari dekat Jenni bisa melihat wanita itu menangis di pelukan suami nya.
"Tenanglah, ada aku disini dan juga Calvin anak kita."
Deg
Detak jantung Jenni kembali berhenti, air di pelupuk matanya mengalir begitu saja dengan begitu deras.
Mendengar kenyataan itu hatinya bagai disayat sembilu, sangat sakit.
Jenni menggigit bibir bawahnya untuk untuk menahan Isak tangisnya.
"Aku akan selalu ada untuk mu, Jangan pernah berfikir kalau kamu sendirian. Aku akan selalu ada untukmu." ucap Alex lagi.
"Terimakasih Alex, kamu selalu ada untukmu. Aku bahagia kamu bisa memaafkan ku lagi, apalagi aku memiliki anak dari mu dan aku bersyukur atas kehadiran Calvin." ucap wanita ada dipelukan Alex sambil tersenyum.
"Aunty cantik!" panggil Calvin antusias.
Alex mengurai pelukan nya membalikkan badan ke arah wanita yang di panggil anaknya.
deg
"Jenni!" lirih Alex dengan wajah tegang saat melihat air mata Jenni terus mengalir di pipinya, matanya terlihat sembab membuat Alex tahu Jenni sudah lama berada di sana.
"Jenni, aku...---" belum sempat menjelaskan, Jenni sudah berlari dari sana.
Jangan lupa tinggalkan jejak.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1
...**TBC...
See you next chapter 👋**