Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Jenni ditemukan


__ADS_3

"Lihat lah istri mu Alex, dia sangat menyedihkan. Sekarang pilihan nya ada pada mu, ingin melihat istri dan calon anak mu tidak bernyawa atau ...,"


"Kau mau melayani ku saat ini juga dan kita berbagi keringat bersama." bisik Bella sembari berjinjit kemudian menghembuskan nafas nya di tengkuk Alex.


Mau tidak mau Alex menuruti keinginan wanita itu saat Bella menggerayangi tubuh nya dan menggiring nya ke dalam ruang kerja nya.


Setelah sampai di ruang kerja Bella tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat Alex terpancing gai rah.


Ia melahap bibbir Alex dengan agresif, Bella benar-benar melahap benda kenyal itu dengan brutal apalagi saat mendapati respon Alex yang biasa saja, tidak membalas ataupun merespon permainan itu bahkan terkesan datar.


Bella semakin bersemangat untuk membuat Alex mengeluarkan suara eraangan karena diri nya.


Tangan nya tak tinggal diam, ia terus menyusuri tiap jengkal tubuh kekar Alex yang masih berbalut kemeja berharap Alex segera membalas permainan itu.


Hampir satu menit Bella menikmati permainan itu, namun Alex masih saja belum membalas permainan nya hingga ia hampir kehabisan nafas baru lah Bella menghentikan aksi nya.


Bella menatap sebal pada Alex yang tidak merespon ciuuman nya itu, "Kenapa kamu tidak membalas permainan ku?" Bella terlihat marah namun tangan nya masih ia lilitkan di tubuh Alex bahkan ia sengaja mengeratkan pelukannya hingga tubuh bagian depan Bella menempel pada tubuh depan Alex sehingga posisi mereka terlihat sangat inttim.


Alex tak menanggapi ucapan Bella dia hanya menatap datar wanita itu tanpa mengeluarkan suara atau pun melawan Bella.


Tanpa Alex duga, Bella kembali mendekatkan bibir nya pada bibir Alex. Ia kembali menyesapp benda kenyal milik Alex dengan penuh gai rah, tangan nya perlahan bergerak membuka kancing kemeja Alex.


Setelah semua kancing baju Alex berhasil dibuka, Bella menyusuri setiap inci tubuh Alex kemudian dengan tidak sabaran Bella membuang kemeja Alex.


Tak berapa lama ia kembali melepaskan tautan bibir itu lalu mendorong tubuh kekar itu hingga terjatuh ke sofa.


Dengan nafas memburu, Bella melepaskan pakaian yang melekat di tubuh nya hingga menyisakan celaana dallam dan brra yang menutupi tubuh nya.


Dengan gerakan cepat ia sudah berada di atas tubuh Alex lalu merapat kan tubuh nya pada tubuh Alex dan meneruskan aksi nya pada Alex yang diam saja dan terlihat pasrah tanpa melawan perlakuan Bella.

__ADS_1


.


.


.


Dion berhasil menemukan ruangan penyekapan Bella, ia mengendap-endap berjalan mendekati kearah para pria bertubuh besar dan bertato sedang menjaga ruangan yang bisa tertutup di sana.


Dion kembali memeriksa ponsel, terlihat gerakan mengetik pada jari nya entah apa yang ia tulis. Setelah itu Dion kembali memasukkan benda pipih itu ke dalam celana dan berjalan cepat ke arah para pria itu seraya menodongkan pistol.


Dorrr


terdengar suara tembakan di sana, para pria suruhan Bella terkesiap saat mendapati sosok laki-laki bertubuh tegap dan gagah mendekat ke arah mereka sambil menodongkan senjata api.


Apalagi saat menyadari salah satu dari komplotan mereka terkapar di lantai akibat tembakan Dion membuat mereka kembali di buat kaget.


"Kurang Ajar!!! beraninya kau melukai anak buah ku!!!" Seorang laki-laki berpostur lebih tinggi dari yang lain dan berbadan proporsional itu terlihat sangat marah saat melihat salah satu teman nya sudah tak berdaya di lantai.


Dorrr


Beruntung Dion sangat gesit hingga berhasil menghindar dari tembakan itu.


Dorr


Tapi tidak untuk kedua kali nya, "Ah sialll!!" Dion mengumpat saat lengan nya berhasil di tembak salah satu dari komplotan mereka.


Darah nya terus mengucur membasahi kain yang ada di tubuh nya namun tak membuat semangat Dion berkurang.


Ia akan tetap berjuang menyelamatkan Jenni meski nyawa nya yang menjadi taruhan nya.

__ADS_1


Dorrr ... dorrr ... dorrr


terdengar beberapa kali tembakan yang berasal dari belakang tubuh Dion namun tak mengenai dirinya.


Ia menoleh ke belakang ternyata anak buah Dion baru saja sampai dan berhasil membuat para musuh tak berdaya karena jumlah anak buah Dion lebih banyak dari pada para komplotan suruhan Bella.


Tidak ada perkelahian karena mereka sibuk dengan senjata api nya masing-masing.


Dion berhasil mengambil celah memasuki ruang penyekapan Jenni saat para musuh nya sibuk menghindari tembakan anak buah nya.


Brakkk ... brakkk ... brakkk


Setelah tiga kali menendang pintu itu baru saja bisa terbuka.


"Nona!!!" Dion kembali dibuat syok saat mendapati luka di sekujur tubuh nona Jenni apalagi melihat banyak robekan di baju nya benar-benar membuat Dion khawatir sekaligus takut jika terjadi sesuatu pada nona Jenni.


Mata Jenni tetap terpejam meski Dion berusaha menepuk pipi nya agar bangun, karena tidak berhasil juga akhirnya Dion melepaskan ikatan rantai yang melilit disekitar tubuh nya kemudian memakai kan jas milik nya dan membawa nya keluar.


...๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™...


...**TBC...


Mau hujat Alex nggak?


buat Dion ?


Pesan untuk Jenni?


kalau untuk Bella?

__ADS_1


Untuk author nya apa?


MARHABAN YA RAMADHAN ๐Ÿ’™๐Ÿงก๐Ÿ’š**


__ADS_2