Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Kondisi Bella


__ADS_3

"Awas Jenni!!!" Alex berteriak keras saat melihat Bella ingin bersiap menancapkan gunting itu ke tubuh nya, dengan cepat Jenni menghindar namun tetap saja ia terkena di lengan nya.


"Auuhh," Ringis Jenni saat merasakan ngilu bercampur perih tangan nya akibat gunting yang sedikit menancap itu.


Sebelum Bella benar-benar kehilangan kesadaran ia berusaha melukai tubuh Jenni, ternyata ambisi nya untuk membuat Jenni terluka tidak pernah surut meski nyawa nya pun saati ini sedang dipertaruhkan.


"Aa..aku ak..kan mati tenang jika meli..hat mu su..sah Jenni, sampai mat..ti pun aku tidak akan rela Alex lebih memilih mu dari pada aku kekasih nya yang sud..dah me..mberik..kan segalanya untuk All..ex," Setelah mengatakan itu Bella tidak sadarkan diri.


Beberapa polisi dan perawat yang baru saja datang langsung membawa tubuh Bella untuk di bawa ke ruang penanganan.


Sedangkan Alex langsung berlari meraih tubuh Jenni sebelum tumbang ke lantai, "Sayang, tetap lah bertahan. Jangan membuat ku takut." Alex terlihat begitu hanya bisa menepuk pipi Jenni untuk membuat istri nya tetap dalam keadaan sadar.


Jenni ternyata masih sadar, ia membuka mata nya kembali dan tersenyum pada Alex. "Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil." Kata Jenni menenangkan Alex.


"Syukurlah kamu masih sadar sayang, ayo kita obati luka mu." Alex menggendong Jenni membawa nya ke ruangan nya kemudian meminta perawat untuk mengobati luka Jenni.

__ADS_1


Beruntung luka Jenni tidak terlalu dalam, mungkin karena pada saat Bella menusuk Jenni sudah kehilangan tenaga lebih dulu jadi hanya luka kecil yang di dapatkan Jenni, tapi itu cukup membuat Jenni banyak mengeluarkan darah.


Sedangkan ibu Anin masih mondar-mandir di depan ruang ICU tempat dimana Calvin di rawat. Ternyata luka anak itu cukup parah dan membutuhkan banyak darah. Tetapi darah yang di miliki Calvin terbilang cukup langka hingga membuat pihak rumah sakit kesulitan mencari nya.


Ibu Anin dilanda kebingungan antara menunggu Calvin disini atau menengok keadaan Jenni.


Di satu sisi ia sangat kasihan melihat anak sekecil itu sedang melawan maut tanpa ada sanak saudara yang menemani. Hanya mereka lah keluarga yang dimiliki Calvin saat ini.


Namun disisi lain ia juga ingin sekali melihat keadaan sang menantu, ia mendapat kabar bahwa Jenni sedang mengalami tekanan mental ditambah tadi tangan nya terluka akibat ulah wanita jahat yang hampir meregang nyawa itu.


Polisi terpaksa menembak nya saat melihat Bella bersiap-siap menusuk Jenni tepat di leher nya, tidak ada pilihan lain selain melakukan hal itu untuk menyelamatkan Jenni.


Tapi entah mengapa nyawa wanita itu cukup kuat, meski sudah mendapatkan tembakan disaat penyakit nya juga menggerogoti tubuh nya tapi ia juga belum kehilangan nyawa nya.


Seperti nya ambisi yang dimilki Bella cukup membuat nya mempertahankan hidup nya.

__ADS_1


Bella sudah melewati masa kritis setelah tim medis berhasil mengeluarkan peluru pada bagian tubuh milik nya.


Itu cukup membuat para tim dokter itu heran dengan keajaiban Tuhan yang di berikan kepada nya.


Bagaimana tidak? memang dokter tidak pernah mengatakan atau menyinggung masalah survival rate Bella, tapi seharusnya orang yang memiliki penyakit mematikan ini seharusnya tidak akan bertahan lama apalagi melihat sikap hidup Bella yang terbilang tidak sehat.


Tapi mungkin ini lah keajaiban Tuhan, Bella masih bertahan hingga saat ini dengan pola hidup nya yang tidak teratur dan banyak nya masalah yang akan membuat nya semakin stress.


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™...


...**TBC...


SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1443H.


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN πŸ™

__ADS_1


Maafin othor yang suka jelek"in lu ya BelleπŸ˜’**


__ADS_2