
Duarr !
Seperti tersambar petir mendengar kan lontaran itu, aliran darah Alex seakan berhenti beberapa detik.
"A..apa maksud ibu?" Alex kembali bertanya.
Rasanya seperti mimpi mendengar ucapan sang ibu tadi.
"Jawab pertanyaan ku bu ! apa yang ibu katakan tadi ? ah..seperti nya aku salah dengar." jawab Alex pada diri nya sendiri kemudian di iringi kekehan di akhir perkataan nya.
Sang ibu hanya menggelengkan kepala sambil menatap sendu sang putra.
"Tidak nak, kamu tidak salah dengar. Jeremy bukan lah ayah kandung mu." Sang ibu sedikit mendongak kan kepala untuk menatap wajah Alex yang lebih tinggi dari nya.
Alex masih terdiam di tempat, tak ada suara apapun yang keluar dari mulut nya.
Alex masih berusaha mencerna semua ini.
Ia tidak pernah menyangka dengan kebenaran ini.
Bahkan dalam tidur pun ia tak pernah ingin memimpikan nya.
Sedari kecil Alex selalu menyayangi Jeremy meski sang ayah memperlakukan dengan tidak baik.
Namun Alex selalu beranggapan bahwa Jeremy melakukan itu karena di tinggal oleh sang ibu.
Tapi nyatanya tidak ! Jeremy memperlakukan Alex dengan buruk karena memang dia bukan lah anak kandung nya.
"Tidak ! aku tidak mempercayai nya ! ibu pasti bohong kan ?? aku tahu, ibu tidak menyukai ayah Jeremy maka nya ibu mengarang cerita agar aku bisa memaafkan mu !" Meski Alex mempercayai perkataan ibu nya, namun ia tetap berusaha mengelak kebenaran itu.
Alex sangat terkejut mengetahui hal ini.
Jika bukan Jeremy, lalu siapa ayah kandung Alex ?
Kenapa ibu nya tega meninggalkan diri nya bersama orang asing ?
__ADS_1
Kenapa ayah nya masih bersikap baik pada nya meski sang ibu sudah meninggal kan nya ?
Pikiran Alex di penuhi dengan pertanyaan yang terus muncul membentuk argumen yang ia sendiri tak tahu jawaban pasti itu.
"Terserah kau ingin percaya atau tidak, yang jelas ibu sudah mengatakan dengan jujur. Menurut ibu ini lah saat nya kau harus mengetahui kebenaran ini. Dulu ibu tidak tega mengatakan nya karena kau masih kecil, tapi sekarang kau sudah dewasa dan bisa mencari tahu sendiri jika memang kau masih belum mempercayai nya !" Sang ibu akhirnya sedikit menaikkan nada bicara nya.
Ia pun sedikit geram dengan Alex saat ia masih belum mempercayai hal ini, padahal jelas-jelas sejak dulu Jeremy selalu memperlakukan dengan tidak baik.
"Ibu tahu kamu anak yang pintar, jadi pergunakan lah kepintaran mu untuk berfikir dengan pikiran terbuka. Kamu bukan anak kecil lagi yang bisa di hasut dengan bualan semata. Kamu sangat bisa membedakan antara kejujuran dan kebohongan. Lihat lah dengan mata terbuka, bukan dengan menutup mata ! berpikir lah dengan jernih, jangan jadikan kasih sayang mu itu menjadi kelemahan mu dan mendominasi otak mu dalam berfikir ! kamu butuh logika bukan perasaan !" Sang ibu tampak menghela nafas berat.
Ia masih tidak mengira, setelah apa yang di lakukan Jeremy pada Alex ternyata tak mengurangi rasa sayang pada Jeremy yang notabene nya seorang ayah angkat.
"Mungkin kamu masih tidak percaya nak, tapi itu lah kebenaran nya. Ibu mengatakan ini bukan berarti ibu ingin kau membenci Jeremy. Ibu hanya ingin kau bisa mencari keberadaan ayah kandung mu, aku tidak ingin kau menyesal di kemudian hari." Wanitu itu tampak memelankan ucapan nya di akhir kalimat.
"Ibu hanya ingin mengatakan itu, terimakasih sudah memberi kesempatan pada ibu mu untuk berbicara."
"Maaf..ibu tidak bisa mengurus mu saat kau kecil. Ibu tahu kau tidak akan memaafkan nya, dan ibu memaklumi nya. Tapi sekali lagi ibu ingin mengucapkan maaf pada mu." Sang ibu tampak mengalihkan pandangan nya menatap ke arah lain.
Terlihat sedikit kekecewaan pada Alex di sorot mata nya yang sudah berembun lagi.
Jenni yang sedari tadi menyimak hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa bersuara.
Ia bisa merasakan besar nya kasih sayang ibu mertua nya pada Alex.
Tapi mengapa Alex tak merasakan demikian ??
"Kalau pun ibu tak bisa bernafas lagi, ibu sudah bahagia karena sudah melihat mu bahagia. Terus lah bahagia nak, doa ibu selalu menyertai mu. Maaf kan ibu yang tidak bisa orang tua baik untuk mu."
Semakin sakit hati Jenni saat mendengar perkataan sang mertua.
"Ibu berjanji, setelah ini ibu tidak akan pernah menunjukkan wajah lagi di hadapan mu. Boleh kah ibu memeluk mu untuk terakhir kali?" Tanya sang ibu penuh harap.
Alex masih belum merespon dengan baik setelah mendengar ucapan sang ibu.
Detik berikut nya ibu Alex langsung menghambur ke pelukan Alex saat Alex masih terdiam di sana.
__ADS_1
Segala kerinduan sang ibu yang telah ia pendam selama bertahun-tahun akhirnya tersalurkan.
Wanita paruh baya itu tampak begitu bahagia, sudut mata nya terus mengeluarkan air mata.
Bukan kesedihan yang di rasakan saat ini, melainkan air mata kebahagiaan yang di rasakan nya.
Meski sebenarnya ia juga sedih karena tidak akan pernah bisa memeluk anak nya lagi, tapi setidak nya kerinduan yang selama ini ia tahan akhirnya terobati.
"Terimakasih nak sudah mengizinkan ibu memeluk mu." ucap sang ibu seraya terisak di pelukan Alex.
Sedangkan Alex masih belum memberikan respon apa pun, bahkan ia tak membalas pelukan erat sang ibu atau pun melarang nya.
Setelah beberapa detik akhirnya sang ibu kembali melepaskan pelukan itu dari Alex.
"Maaf, ibu membasahi baju mu." ucap sang ibu saat melihat baju Alex sudah basah karena air mata nya.
"Ibu pamit nak, semoga kalian selalu di beri kebahagiaan dalam rumah tangga kalian. Berusaha lah untuk selalu percaya satu sama lain. Semoga kalian segera di berikan momongan." Ucap ibu yang dihiasi dengan senyuman, namun tangan itu masih sibuk mengusap jejak air mata di wajah nya.
Kini pandangan sang ibu beralih pada Jenni kemudian menggenggam tangan nya.
"Nak..ibu titip Alex pada mu. Ibu tahu dari sorot mata Alex pada mu menandakan kalau dia sangat mencintai mu. Maka ibu titip pada mu untuk terus berada di samping nya. Temani Alex dalam suka maupun duka.
"Selama ini Alex tak pernah mendapatkan kasih sayang. Maka ibu mohon pada mu, jangan berhenti mencintai Alex dan selalu sayangi dia. Terus lah bersama hingga meut memisahkan kalian." Setelah mengatakan itu sang ibu kembali beralih melihat kearah Alex.
"Ibu pergi nak, jangan lupa selalu jaga kesehatan." Wanita itu pamit dan beranjak dari sana.
Namun belum selesai melangkah, tangan nya lebih dulu di cekal oleh Alex.
"Apa setelah kau mengatakan hal ini kau ingin pergi begitu saja ?? jangan harap ibu bisa pergi sebelum menjelaskan semua nya !"
Jangan lupa tinggalkan jejak...
...❤️❤️❤️...
...**TBC...
__ADS_1
See you next chapter 👋😜**