Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Obat Perangsang


__ADS_3

"Huft ... akhirnya selesai juga." Kata Jenni sembari tersenyum memperhatikan hasil masakan nya yang akan di berikan pada Alex untuk makan siang.


"Susi, tolong kamu bersihkan dapur ya ... saya ingin bersiap-siap ke kantor." Perintah Jenni pada Susi.


"Baik nyonya." Jawab Susi seraya mengangguk patuh.


Jenni berlenggang pergi menuju kamar sedangkan Susi masih berkutat membersihkan dapur yang sudah seperti kapal pecah.


Tak berapa lama kemudian Jenni keluar dari kamar dengan tampilan rapi seraya menjinjing tas mahal milik nya.


"Susi tolong ambilkan bekal yang sudah saya siapkan tadi," Jenni kembali memberi perintah Susi yang baru akan keluar dari dapur.


Susi hanya mengangguk kemudian berbalik arah mengambil bekal yang sudah tertata rapi.


"Terimakasih," Kata Jenni tulus saat Susi menyodorkan kotak bekal pada Jenni.


"Sama-sama nyonya," Jawab Susi sembari menyeka keringat di kening nya.


"Hari ini pekerjaan mu sudah selesai, sekarang kamu istirahat dulu. Kalau Calvin bangun biar ibu yang mengurus." Jenni sangat tidak tega melihat Susi yang terlihat kelelahan karena sejak pagi ia tidak memiliki waktu istirahat sedikit pun.


"Baik nyonya," Jawab Susi semangat.


"Sekarang kembalilah ke kamar mu." Perintah Jenni lagi dan di detik berikutnya ia pun berjalan keluar untuk pergi ke kantor sang suami.


Setelah sampai di kamarnya Susi kembali ingat sesuatu, ia buru-buru mengecek ponsel nya dan ternyata baterai nya sudah terisi sempurna.


Ia kemudian menghidupkan ponsel itu lalu mencari nomor kontak Alex untuk mengirimkan video rekaman yang sempat ia ambil tadi pagi saat Bella memarahi Calvin.


"Akhirnya terkirim juga." Gumam Susi tersenyum lega setelah ia berhasil mengirimkan video berisi pengakuan Bella tadi pagi.


Akhirnya beban nya sedikit hilang, jujur saja Susi sebenarnya sangat takut dengan ancaman Bella.


Ia tahu orang seperti Bella pasti akan melakukan segala cara untuk mewujudkan ambisi nya termasuk melenyapkan Susi.


Tapi sekarang ia tidak perlu takut lagi karena tidak akan lama lagi Alex mengetahui semuanya.


***


Sedangkan di tempat lain seorang pengusaha muda sedang fokus berkutat pada berkas-berkas yang menumpuk sejak kemarin karena tidak sempat mengurusi pekerjaan nya.


Kaca mata hitam itu masih setia bertengger di hidung mancung bak perosotan yang semakin menambah ketampanan pria itu.

__ADS_1


Di detik berikutnya tatapan nya teralihkan saat mendengar suara pintu diketuk dari luar, namun belum sempat ia mempersilahkan masuk tiba-tiba saja seorang wanita muncul dari arah pintu.


Alex tampak terkejut melihat wanita itu, apalagi saat memperhatikan penampilan nya yang sangat terbuka membuatnya semakin geram melihat nya.


Wanita itu berjalan mendekati Alex dengan senyum mengembang, ia sengaja berjalan dengan melenggak-lenggok kan tubuh nya dengan dadda yang di busungkan ke depan dengan belahan dadda rendah membuat sesuatu yang seharusnya terbungkus itu justru terlihat dengan jelas seperti tidak tertutup.


Sedangkan paha mulus nya terekspos sempurna karena ia menggunakan rok mini yang sangat ketat hingga membentuk lekuk tubuh nya itu begitu terlihat.


"Hai Alex," Sapa wanita itu dibuat selembut mungkin di depan Alex, namun itu semakin membuat Alex merasa jijik dengan wanita itu.


"Ada apa kau kemari?" Kata Alex to the poin, bahkan jika pantas ia ingin mengusir orang itu sekarang juga.


Tapi Alex tidak sekejam itu pada orang, ia masih memiliki stok kesabaran untuk meladeni orang tidak penting seperti wanita dihadapan nya itu.


"Alex, aku bawakan makanan ini khusus untuk mu. Sudah waktunya makan siang, ayo istirahat dulu." Kata Bella sembari menjinjing kotak bekal untuk di tunjukkan pada Alex.


Alex hanya memandang remeh wanita itu, ia sama sekali tidak tertarik pada apapun yang ada di wanita itu, baik makanan ataupun tubuh yang saat ini seakan ia sodorkan pada Alex.


"Terimakasih, tapi aku tidak tertarik sedikitpun." Jawab Alex sarkas.


"Yakin tidak tertarik? padahal ini masakan istri mu loh." Kata Bella seraya tersenyum.


"Apa maksudmu?" Tanya Alex dengan dahi berkerut.


Alex hanya bisa menghela nafas nya berat. "Tolong letakan saja di meja, aku akan memakannya setelah ini."


"Baiklah, aku akan mengambilkan piring dan air mineral untuk mu." Bella berjalan keluar menuju pantry.


Setelah kembali, Bella langsung menata makanan itu di meja dan menyodorkan pada Alex.


"Makan dulu Alex, lanjutkan pekerjaan mu setelah makan."


Alex tidak menanggapi ucapan Bella tapi ia langsung mengambil piring berisi makanan yang sudah disiapkan.


Baru saja satu sendok suapan masuk ke dalam mulut nya, Alex langsung menghentikan kunyahan nya kemudian mengambil air mineral itu dan meneguk nya habis.


Pandangan nya beralih pada Bella dan menatap nya tajam. "Beraninya kau membohongi ku!!" Seru Alex.


Ting


Suara ponsel dari Alex berhasil mengalihkan perhatian Alex pada Bella.

__ADS_1


Mata nya membulat sempurna setelah melihat layar ponsel itu.


"Dasar wanita munafik!!" Pekik Alex setelah melihat video yang dikirimkan oleh sang asisten rumah tangga.


"Shiiitt ...," Alex kembali mengumpat saat merasakan tiba-tiba tubuhnya panas dan menginginkan suatu kepuasan.


Sedangkan Bella yang melihat wajah Alex memerah kembali tersenyum dan mendekat ke arah Alex.


Ia tahu saat ini obat yang diberikan pada Alex sudah mulai bekerja, apalagi Bella memang sengaja memberi nya dengan dosis tinggi pasti tidak akan lama obat itu bereaksi.


Dan dugaan nya sangat benar saat ini Alex sudah seperti cacing kepanasan, tangan nya terus bergerak untuk membuka pakaian yang melekat pada tubuh Alex.


"Sini biar ku bantu Alex, aku juga merindukan sentuhan mu seperti dulu." Kata Bella sembari duduk di pangkuan Alex, bahkan ia sengaja menggesek-gesek kan bokongnya hingga membuat Alex semakin frustasi.


Sekuat tenaga Alex terus membentengi diri nya agar tetap berpikiran jernih, ia tidak melakukan kesalahan karena pengaruh obat perangsang yang diberikan wanita laknat ini.


Brukk.


Alex mendorong tubuh Bella hingga terjungkal ke lantai saat tangan Bella terus menari-nari di dada bidang Alex yang sudah terbuka setengah nya.


Bella sangat tidak terima mendapatkan penolakan dari Alex, ia bangkit kembali kemudian mulai melepaskan satu persatu kancing baju nya di depan Alex.


"Lihatlah Alex, apakah kamu benar-benar tidak tergoda pada tubuh ku?" Kata Bella dengan senyum kepuasan saat melihat Alex semakin frustasi melihat tubuh setengah telanjang Bella.


"Dasar Jallang!! keluar kamu!!" Pekik Alex yang benar-benar sudah tidak tahan dengan kelakuan Bella.


Alex berjalan keluar karena tidak ingin berlama-lama satu ruangan dengan wanita gila itu.


Bella yang tidak terima melihat Alex keluar begitu saja langsung berlari menghampiri Alex dan membuat langkah Alex terhenti saat tubuhnya di peluk oleh seseorang dari belakang.


Bella langsung membalikkan tubuh Alex dan meraup bibir Alex dengan rakus dan menggebu-gebu.


Alex yang memang sedang menginginkan pun membalas permainan Bella, apalagi melihat tubuh bella yang hanya menggunakan dalamman saja membuat gai rah Alex semakin bangkit.


Namun tidak lama setelah itu pikiran jernihnya mulai kembali, ia langsung mendorong bella hingga membuat wanita itu kembali terjungkal untuk yang kedua kali.


Alex benar-benar sudah tidak tahan segera membuka pintu untuk dari ruangan itu.


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™...


...**TBC...

__ADS_1


papayoo all😘😘😘**


__ADS_2