Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Alex sudah menikah


__ADS_3

**Happy reading 💞


🍁🍁🍁**


Alex sudah sampai di kantor, para karyawan menyapa dan tertunduk memberi hormat pada Alex saat melewati nya.


Alex hanya mengangguk sebagai jawaban sapaan mereka.


Alex yang dulu nya ramah pada semua karyawan terutama karyawan wanita, sekarang sudah berubah menjadi sedikit dingin.


Alex segera masuk keruangan nya, dengan menggunakan lift khusus.


Setelah di depan pintu ruangan, ia seperti mendengar suara berisik dari dalam.


Ternyata disana sudah ada Calvin dan Bella.


"Daddy.." Pekik Calvin senang, ia langsung melangkah maju menghambur ke pelukan Alex.


"Daddy..Calvin kangen sama Daddy.." Ucap Calvin seraya menampilkan ekspresi lucu nya.


Alex hanya terkekeh gemas melihat tingkah Calvin.


"Halo boy.. benarkah kau merindukan Daddy hm..?" Tanya Alex dengan kedua sudut bibir masih terangkat menampilkan senyuman indah pada Calvin.


"Iy--.." sebelum Calvin menjawab perkataan nya, Bella lebih dulu menyela ucapan nya seraya berjalan mendekati kedua nya.


"Hai Alex...maaf pagi pagi kami sudah datang kemari mengganggu waktu kerja mu." Ucap Bella sembari menampilkan senyum manis nya.


"Dari kemarin Calvin merengek minta bertemu dengan mu, tapi aku tidak memiliki nomor ponsel mu. Jadi aku putuskan untuk menghampiri mu disini lagi." Jelas Bella dengan wajah sedikit tertunduk.


Entah mengapa setiap kali Bella memandang wajah Alex, jantung nya tidak baik-baik saja.


Maka dari itu, ia tak berani menatap Alex apalagi berada dalam jarak dekat seperti sekarang.

__ADS_1


"Ya, tidak apa apa. Aku juga merindukan Calvin." Ucap Alex yang terkesan datar dan sorot mata dingin.


Ia sebenarnya tidak ingin berinteraksi dengan Bella lagi.


Tapi mau bagaimana lagi? saat ini ada Calvin di tengah tengah mereka.


Jadi, mau tidak mau Alex harus bersabar untuk berinteraksi dengan Bella sambil menunggu keputusan yang tepat untuk mengambil alih hak asuh Calvin setelah memberi tahu kan pada Jenni.


"Oh iya, ini aku bawain sarapan buat kamu." Bella menyodorkan kotak makanan pada Alex, sesekali melirik Alex sembari mengembangkan senyum.


"Terimakasih, tapi maaf aku sudah sarapan. Sebaiknya kau berikan pada yang lain saja." Tolak Alex halus


"Tapi aku membuat kan ini khusus untuk mu. Ini adalah sandwich kesukaan mu." Kekeh Bella dengan menggigit bibir bawah nya karena menahan kekecewaan saat Alex menolak makanan pemberian nya yang khusus di buat untuk Alex.


"Tolong jangan paksa aku!! aku sudah sarapan dengan istri ku tadi! Sebaiknya kau bawa pulang saja jika tidak ingin memberikan pada yang lain." jelas Alex dengan nada tinggi sedikit membentak nya.


Ia sangat geram dengan tingkah Bella yang terkesan ingin mencari simpati pada nya.


Alex sengaja menekan kata istri, supaya Bella menyadari kalau saat ini Alex sudah tidak lajang lagi dan tidak akan mungkin kembali pada nya.


tes.


tanpa sadar air mata Bella sudah jatuh ke lantai.


Dengan segera Bella menghapus nya kembali sebelum Alex melihat nya.


Ia tak ingin Alex mengetahui kalau saat ini Bella sedang menangis.


"Baiklah, aku akan memberikan pada sekertaris mu." kata Bella seraya memaksakan senyum.


"Ya!" Jawab Alex singkat.


Alex sebenarnya sangat tidak nyaman berlama-lama bersama perempuan mengingat dirinya sudah memiliki istri.

__ADS_1


Di tambah, wanita yang bersama saat ini adalah mantan kekasih nya dan sudah memiliki anak dari nya.


"Jika sudah tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi pada ku, kau boleh pergi dari sini. Biar Calvin yang bersama ku."


Walaupun Alex menolak nya secara halus, tapi tak bisa di pungkiri bahwa ekspresi Alex sangat tidak bisa dibohongi kalau dia sangat tidak suka dengan Bella.


Entah itu hanya rasa tak nyaman atau rasa benci yang masih terasa.


"Aku ingin memberi tahu mu kalau aku akan mendaftarkan sekolah dasar Calvin di dekat sini."


"Apa kau memiliki pandangan sekolah yang tepat untuk Calvin?" tanya Bella.


"Nanti aku yang akan mencarikan nya sekolah, sebaiknya kau pergi dari ruangan ku karena aku ada banyak pekerjaan. Biar Calvin tetap disini dulu." Jelas Alex


"Baiklah..kalau begitu aku permisi dulu."


Bella pasrah karena sudah diusir Alex secara halus.


Ia menentang makanan yang tadi nya ingin di berikan khusus untuk Alex tapi ia harus menelan kekecewaan karena Alex tidak ingin memakan nya.


"See you dear.." Bella mengecup pipi Calvin kemudian pergi.


Setelah kepergian Bella, akhirnya Alex bisa bernafas lega.


"Hufft... akhirnya" Alex menghembuskan nafas lega saat Bella sudah pergi dari ruangan nya.


Segini dulu ya... Author ngantuk bet😴😴


Padahal mau nambah tapi mata gak kuat


...♥️♥️♥️...


...TBC...

__ADS_1


See you next chapter 👋


__ADS_2