
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka tiba di Bora Bora Island.
Mereka tampak bahagia saat di suguhkan pemandangan yang begitu memanjakan mata.
Dari kejauhan, terlihat banyak bengalau yang berjejer rapi di atas perairan.
"Amazing.." ucap Jenni begitu antusias seraya memandangi keindahan tempat itu.
"Kamu suka sayang?" tanya Alex seraya menoleh ke arah Jenni dengan menampilkan senyum manis nya.
"Hm.. aku suka sekali tempat ini sayang, terimakasih sudah mengajak ku kesini." Jenni menganggukkan kepala kemudian menghadap ke arah Alex, bibir itu tak henti menyunggingkan senyum.
Alex merengkuh tubuh istri nya hingga mereka saling menempel satu sama lain.
"I love you my wife." bisik Alex tepat di telinga Jenni.
Kepala Jenni langsung mendongak menatap manik mata Alex sambil tersenyum.
"I love you more my husband." Jenni tak kalah
Cinta
satu kata yang tak bisa ia jabarkan dengan kata namun begitu bermakna dalam hatinya.
Entah berapa kata yang harus ia lontarkan, tetap saja tidak bisa menyamai rasa cinta yang tersemat di hati nya.
"Tuhan aku ingin selalu berada di sampingnya, bisakah kau mengabulkan permohonan ku kali ini? hanya kali ini saja. Jangan pernah kau ambil kebahagiaan ku yang satu ini tuhan, aku sangat mencintai nya. Tapi entah mengapa, aku merasa badai akan datang setelah ini, jangan biarkan itu terjadi tuhan. Sungguh aku tak sanggup bila kekhawatiran ku terjadi.." Jenni memejamkan matanya saat merasakan firasat aneh dalam diri nya.
Rasa cintanya begitu besar, hingga ia tak akan sanggup jika harus kehilangan nya.
Ia memegangi dada nya yang terasa sakit dan sesak tapi juga tak bisa ia jabarkan.
"Ya Tuhan..pertanda apa ini."
"Sayang..kamu kenapa?" tanya Alex saat melihat ekspresi Jenni tiba-tiba berubah murung dengan tangan yang memegang dada sebelah kiri nya.
"Aaah..tidak apa sayang.." Jenni menyunggingkan senyum manis nya pada Alex.
Kemudian mereka melihat hamparan laut di sana dengan bengalau yang terletak di atas perairan itu berjejer rapi.
"Waahh bagus sekali sayang.." Jenni begitu antusias melihat pemandangan itu, tanpa mengingat firasat yang baru ia rasakan.
__ADS_1
Walaupun Alex masih merasa janggal, namun ia mengurungkan untuk bertanya lagi saat melihat wajah bahagia Jenni.
Jenni memang wanita yang ceria, ia tidak pernah memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi nanti.
Apalagi hanya sebuah firasat, ia lebih memilih menikmati hidup nya dengan tersenyum bahagia.
"Aaaaaa I like it. Sayang..ayo kita berenang disini.." jenni tak henti menyunggingkan senyum nya saat melihat pemandangan disini.
"Tapi kita baru saja sampai, istirahat dulu ya.." Alex mengelus kepala itu dengan sayang.
"Tapi sayang..aku gerah, boleh ya?" rengek Jenni.
Bola mata nya mengerjap beberapa kali, membuat ia terlihat sangat menggemaskan.
Alex menjadi tidak tega untuk melarang nya.
"Baiklah, tapi kau harus ingat jangan kecapean sayang.."
"Oke, aku hanya sebentar." Jenni menautkan jari telunjuk dan ibu jari nya membentuk huruf o pertanda setuju.
"Huft, baiklah.." Jenni menghembuskan nafas nya.
Akhirnya mereka ke resort terlebih dahulu setelah itu, kembali lagi ke pantai.
Saat di tepi pantai Jenni tiba-tiba menceburkan Alex ke dalam air.
byurrr
"Sayang!!" Alex memasang wajah menatap Jenni garang saat sudah berdiri.
"Ahahaha...kamu lucu sekali sayang.. Ahahaha.." Jenni malah menertawai nya saat Alex memasang wajah garang namun terlihat lucu bagi Jenni karena tidak seperti orang marah.
"Kamu!! berani menertawai ku ha!!" Alex sudah bersiap mengejar Jenni yang sudah lebih dulu lari dari sana.
"Ahahaha..ayo kejar aku hahaha..!"
"Kalo sampai aku bisa menangkap mu, siap siap hukuman mu sayang.." Alex begitu bersemangat mengejar jenni karena setelah ini, ia akan memberikan hukuman pada Jenni yang pasti nya hukuman yang sangat enak.
__ADS_1
Saat Alex hampir saja bisa menangkap nya, Jenni tiba-tiba kembali berlari walaupun dengan nafas yang tak beraturan.
"Hahaha...ayo kejar aku sayang..hukum aku kalau kamu bisa hahaha.."
Alex semakin semangat untuk mengejar Jenni yang sudah lari sangat jauh dari nya.
"Ayo sini sayang...ahahaha.." Jenni terus berlari sambil menengok ke belakang, hingga tak melihat ada batu besar yang berada di depan nya.
brukk
Jenni jatuh karena tersandung batu, ia meringis saat melihat lutut nya sedikit lecet.
"Sayang..!!" Alex berteriak saat melihat Jenni terjatuh dan langsung berlari mengejar nya, ia takut Jenni terluka parah.
"Auuhh sshhh.." Jenni berusaha bangkit dari tanah.
"Ya ampun sayang..! lutut mu berdarah, kenapa kau lari cepat sekali huh. Akhirnya kamu terluka sayang bahkan sampai berdarah seperti ini!!" Alex seperti orang tua yang sedang mengomeli anaknya karena bandel.
"Sayaang.. jangan hukum aku." Bukannya takut dengan karena di marahi Alex, ternyata Jenni justru memikirkan hukuman nya.
"Tentu kau harus mendapatkan hukuman sayang, apalagi kau sampai terluka seperti ini. Maka bersiaplah aku akan mendapatkan hukuman yang lebih berat." Ucap Alex sambil mengusap kaki Jenni yang terdapat pasir.
Sedetik kemudian Alex mengakat tubuh Jenni dari sana.
"Aaaa..sayang, kita mau kemana..aku belum berenang." Jenni berteriak saat tiba-tiba tubuhnya melayang, kemudian mengalungkan tangannya di leher Alex.
"Tentu akan membawa mu kembali ke resort dan menghukum mu sayang. Kita berenang di resort saja, sambil menerima hukuman dari ku" Alex membisikkan tepat di telinga Jenni hingga membuat nya meremang merasa kegelian.
**Senin pada dapet vote kan ya..
Vote nya mau di apain nih
Yang gak kepakai buat aku mau😂🤣
...❤️❤️❤️...
...TBC...
See you next chapter👋**
__ADS_1