Dosenku Sang Casanova

Dosenku Sang Casanova
Honeymoon 1


__ADS_3

Happy reading 💞


🍁🍁🍁


Jenni dan Alex sudah sampai di bandara.


Mereka akan melakukan penerbangan ke Bora Bora Island.


Yah, mereka sudah memutuskan untuk honeymoon ke Bora Bora.


Salah satu tempat wisata alam terbaik dunia yang belum mereka kunjungi.


Jenni dan Alex sudah memasuki pesawat.


Mereka memang menggunakan pesawat umum, karena kebetulan Alex belum memiliki Jet pribadi.


Walaupun Alex memiliki banyak uang, tapi dia tidak memiliki Jet pribadi karena memang tidak minat untuk membelinya.


Selama ini ia hanya pergi kemana pun sendiri, jadi lebih praktis menggunakan pesawat umum.


Tapi saat ia akan berlibur dengan Jenni, Alex mulai berfikir untuk menyediakan Jet pribadi.


Supaya nanti jika liburan keluarga bisa lebih nyaman, apalagi jika Alex sudah memiliki anak bersama Jenni nantinya.


"Sayang..kamu pusing hm..?" Tanya Alex begitu perhatian saat mendapati Jenni sedari tadi diam dan terlihat tidak bersemangat.


"Hanya mengantuk dan sedikit mual." Ucap Jenni lirih sambil membenamkan wajah nya di dada bidang Alex.


"Ya sudah..kamu tidur dulu." Alex mengusap rambut Jenni dengan lembut.


Hal itu membuat Jenni langsung terbang ke alam mimpi.


Alex terus mengelusi kepala Jenni hingga ia pun tanpa sadar ikut terlelap.


.


.


Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya pesawat yang di naiki Alex dan Jenni sudah mendarat sempurna di Tahiti yang sebelumnya sudah beberapa kali transit.


Agar bisa sampai ke pulau Bora Bora, mereka harus menaiki kapal pesiar terlebih dahulu.


Jenni yang sudah menghabiskan beberapa jam untuk tidur, kini ia terlihat lebih segar dari sebelumnya.

__ADS_1


Apalagi saat di suguhkan pemandangan indah saat menaiki kapal pesiar, ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya saat melihat pemandangan yang begitu indah di depan mata nya.


Jenni bahkan sudah berganti pakaian, dan Alex yang melihat nya pun langsung ingin menelan nya hidup hidup saat melihat Jenni menggunakan pakaian begitu s*eks*i yang memperlihatkan paha mulus dan perut datar nya itu.



Ditambah dengan tato yang terletak di sepanjang paha kanan nya membuat ia terlihat begitu menggoda.


Saat Jenni ingin bersiap-siap untuk mencebur ke kolam, tangan nya langsung di cekal Alex.


"Sayang..kamu belum makan sejak tadi, nanti saja renang nya ya.. setelah kita sampai di sana." Alex mendudukkan Jenni kemudian menyodorkan makanan pada Jenni.


Jenni hanya mengangguk dan langsung mengambil jus yang di bawakan Alex karena ia memang merasa sangat kehausan.



"Kamu haus hm..?" tanya Alex sambil melingkarkan tangan nya ke perut Jenni.


"Iya..aku haus sekali dari tadi." Jenni menghabiskan satu gelas jus dalam sekali tegukan.


Alex yang melihat nya langsung menganga, namun detik kemudian Alex terkekeh gemas saat melihat sudut bibir Jenni yang belepotan berwarna kuning.


"Sayang..aku bersihkan dulu mulut kamu." Baru saja Jenni ingin menjawab, tapi bibir nya langsung di bungkam oleh bibir Alex.


Alex terus me ma ngut bibir itu, mengeksplor seluruh rongga mulut itu, membuat Jenni serasa melayang terbang ke atas awan.


Ia menyatukan kening nya pada kening Jenni sambil memandangi wajah cantik istri nya yang masih mengatur nafas.


"Sayang..apa kamu suka..?"


"Tentu aku suka sayang.. tempat ini begitu indah. Aahh aku tidak sabar ingin segera sampai ke sana." Ucap Jenni dengan senyum mengembang seraya merekatkan pelukan nya pada tubuh Alex.


"Aku sangat bahagia, sayang bisa melihat wajah mu yang ceria seperti ini." ujar Alex dengan sudut bibir yang masih terangkat ke atas.


"Berjanjilah sayang, kamu harus selalu bahagia. Aku tidak ingin melihat mu bersedih, apa kamu akan mengabulkan permintaan ku?" tanya Alex lirih sambil terus memandang wajah cantik istri nya itu.


Jenni mengangguk dengan senyum mengembang di wajahnya


"Aku berjanji sayang, aku akan selalu bahagia bila ada di samping mu dan kamu juga harus berjanji untuk terus membahagiakan ku, jangan pernah sakiti hati ku karena aku akan sangat hancur bila kamu yang menyakiti ku. Biarlah dunia menyakitkan asal jangan kamu yang menjadi sumber dari kesakitan ku."


deg


Jantung Alex berdetak cepat, ia mematung di tempatnya.

__ADS_1


Bagaimana Alex bisa berjanji? sedangkan saat ini ia telah menyembunyikan rahasia besar yang bila Jenni tahu pasti akan sangat melukai hati nya.


Alex tidak sanggup memikirkan itu.


"Sayang..kamu dengar aku?" tanya Jenni sambil melambaikan tangan nya di depan wajah Jenni.


"Bagaimana jika aku lah yang menjadi sumber kesedihan mu, apakah kamu akan memaafkan ku?" tanya Alex dengan wajah serius seraya menatap lekat wajah itu.


Jenni terkekeh saat mendengar pertanyaan Alex yang menurutnya konyol.


"Kamu ini bicara apa sayang..mana mungkin kamu akan menyakiti ku? Aku tahu kamu sangat mencintai ku, jadi mana mungkin kamu akan menyakiti cinta mu ini.." Jenni mengambil nafas sejenak.


"Tapi jika sampai itu terjadi, aku akan pergi dari sisi mu karena hati ku tidak sanggup menerima itu." pandangan Jenni menerawang jauh ke arah laut yang membentang luas.


"Atau mungkin aku akan lebih memilih mengakhiri hidup ku dari pada harus menerima kenyataan bahwa orang yang paling aku cintai dan paling aku sayangi justru membuat ku terluka." lanjut Jenni.


Dada Alex semakin bergemuruh hebat, seakan ada ribuan ton batu yang menghantam ulu hati nya hingga membuat nya merasa begitu sesak.


"Sayang..jangan bicara seperti itu lagi!!! aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi dari ku. Apalagi sampai mengakhiri hidup mu!! jangan pernah mengatakan hal itu lagi sayang, aku tidak sanggup mendengar nya." Alex mengatakan itu dengan meninggikan suaranya, tangan nya menggoncang tubuh Jenni dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Seakan ketakutan itu terus menghantui dirinya hingga membuat nya tidak terkendali saat mendengar ucapan Jenni.


"Sayang..kamu itu kenapa? tentu saja hal itu tidak mungkin terjadi karena kamu lah sumber kehidupan ku, kamu lah kekuatan ku, dan kamu lah yang menjadi sumber kebahagiaan ku. Jadi mana mungkin aku pergi dari mu-.."Jenni tampak diam sejenak untuk melanjutkan ucapannya


"Kecuali jika kamu yang menyuruhku untuk meninggalkan mu." ucap Jenni dengan suara pelan sambil memandang ke arah lain.


Entah mengapa hati nya merasa akan ada sesuatu yang membuat Jenni berpisah dari Alex.


Tapi ia selalu berkomitmen untuk tetap percaya pada Alex dan tak akan meninggalkan nya jika bukan Alex sendiri yang menyuruh nya.


"Aku berharap kita akan selalu bersama, entah dalam suka maupun duka sampai rambut mu tak lagi hitam, kulit mu tak lagi kencang dan gigi mu tak lagi utuh. Bahkan hingga maut pun tak akan bisa memisahkan kita." Alex semakin terenyuh mendengar itu, Ia semakin tak sanggup untuk mengatakan fakta yang sebenarnya.


Bagaimana ini??


**nb: bagi yang merasa kurang sesuai dengan visual Jenni dan Alex anggap saja kalian tidak melihat ya..😂


Karena kalian pasti memiliki imajinasi sendiri, jadi lebih baik bangun visual tokoh dengan imajinasi kalian supaya lebih sesuai dengan kriteria nya.


Terimakasih sudah membaca cerita ku..


Lop lop sekebon cabe rawit pokoknya 😍😘


...♥️♥️♥️...

__ADS_1


...TBC...


See you next chapter 👋**


__ADS_2