Ellena

Ellena
13


__ADS_3

Ellena terbangun saat sinar matahari mulai memasuki retinanya. Dia menggeliat manja. Ellena membuka matanya. Melihat sekeliling, tak ada siapapun. Dav sudah berangkat kekantor.


Dinakas sudah ada roti dan susu vanila, dan sebuah kertas.


****Makanlah, maaf tak membangunkanmu, kamu pasti lelah..


Aku berangkat kerja, sampai jumpa nanti malam...


Dav**


Manisnya lelaki ini. Ellena tersenyum menatap sebuket bunga mawar disambing nampan. Mengambilnya dan menghirupnya sebentar.


"Bisa romantis rupanya"


Ellena segera mandi dan sarapan. Entah apa yang akan dia lakukan untuk menunggu suaminya itu.


Akhirnya dia memilih membuat popcorn dan maraton nonton film. Ellena memilih menonton film komedi dan aksi, dia tertawa terbahak bahak akibat film yang ditonton dan kadang histeris akibat adegan saling tembak para pemain.


Melihat jam sudah jam 2 siang, ya Ellena paling betah menonton tv. Ellena kedapur lagi dan membuat telur mata sapi dan salad sayur.


Mengirimi pesan Dav untuk mengingatkan makan siang, tapi tak kunjung dibalas.


Bosan. Dia akhirnya duduk dibalkon kamar dan membuka jejaring sosialnya. Dia lama tak membuka itu.


Ada sebuah laman yang membuat matanya berbinar, investasi berlian. Dia ingin membuka usaha itu secara diam diam. Akhirnya dia mengikuti cara disana dan mengikuti kelas bisnis itu. USD 1 juta, nominal yang banyak tapi ditabungannya masih ad lebih dari itu. Ya, investasi itu disponsori oleh perusahaan berlian terbesar dieropa, jadi dia tak mungkin salah.


Di akhir laman itu ditanyakan nama toko online yang akan dibuka.


"Coba nama apa yang bagus, dan tak ada yang tahu....emmm ah ya EL'S"


Ellena menulis nama itu dan tersenyum saat tulisan itu sudah terdaftar dalam deretan bisnis dengan latar belakang berlian kelas atas.


"Kenapa kamu disana?"


"Hanya melihat pemandangan, sudah pulang?"


"Sudah, tak mungkinkan aku meninggalkanmu sendiri"


"Daritadi pagi aku sendiri suamiku"


"Kukira kamu akan jalan jalan"


"Aku belum mendapat ijinmu untuk keluar"


"Aku memperbolahkanmu kemana saja sayang asal jangan tinggalkan aku dan khianati aku"


"Tak akan"


Ellena sudah didalam kamar membantu suaminya melepas dasinya.


"Mau makan apa?"


"Apapun, masakanmu pasti enak"


"Akan kubuatkan ayam panggang ya dengan wine?"


"Baiklah, kamu tadi minum?"


"Pasti minumlah"


"Maksudku yang diatas mini bar"


"Tidak, aku seharian ini maraton film"


"Hmm..kemungkinan kita lebih lama disini"


"Tak apa, aku akan kerumah temanku besok dan juga akan ke toko berlian"

__ADS_1


"Mau kuantar?"


"Tak usah, aku naik bis saja..."


"Kalau begitu aktifkan terus ponselmu dan juga bawa credit cardku saja"


"Aku masih punya uang"


"Itu kewajibanku"


"Baiklah ..."


Ellena keluar dan segera memasak. Memotong sayur dan buah. Dan memanggang ayam yang dibumbuinya.


Oven sudah ditimer, sambil menunggu ayam matang, Ellena segera naik lagi keatas untuk mandi. Dav sudah diatas ranjang memegang laptopnya dengan serius, Ellena hanya melewatinya begitu saja dan segera mandi.


Setelah 20 menit dikamar mandi, dia keluar dari walk in closet sudah memakai dress tidur tipisnya dengan rambut basah.


"Dav.. belum selesai?"


"Kenapa sayang, sebentar lagi aku selesai"


"Aku tunggu diruang makan"


Dav tak menjawab dan menoleh, Ellena sedikit kesal, segera pergi begitu saja.


Ellena sudah menyiapkan makan malamnya dan tinggal menunggu Dav. Ellena masih setia didepan masakannya, menunggu Dav.


15 menit,


30 menit,


1 jam,


1 jam 30 menit,


Ellena bosan menunggu, Ellena naik lagi kekamar untuk memanggil suaminya.


Dav tidur.


Dia sengaja tidur, melihat laptop dan berkas berkasnya sudah tertata disamping nakas.


Ellena keluar lagi dan tidur didepan tv.


Apa Dav tak dengar yang dia ucapkan?


Tadikan sudah bilang kalau dia akan memasak dan makan malam bersama..


Ellena menonton tv, acara bisnis lebih tepatnya gosip para pebisnis.


Leo menjadi topik utama karena berhasil mengakusisi salah satu perusahaan besar di New York. Usaha kontruksinya berkembang pesat.


Berita selanjutnya adalah Dav yang memasuki hotel dengan seorang wanita cantik. Mata Ellena terbelalak kaget bercampur sedih. Walau video itu tak jelas tapi Ellena tahu itu suaminya, kemeja itu yang dikenakan Dav tadi. Dav mencium wanita lain.


Ellena menangis sejadi jadinya, dia tak tahu kalau Dav memiliki sifat sebrengsek itu.


Ellena tidut meringkuk disofa depam tv.


**


Matahari menyingsing, Dav menggeliat melihat kesamping wajah istrinya tak ada, dia bergegas bangun dan menuruni tangga.


Kaget. Dimeja makan masih ada makanan semalam, sial dia terlalu lelah sampai lupa kalau diberjanji makan dengan Ellena, dan sepertinya makananĀ  itu tak tersentuh.


Dav mendengar suara tv. Ellena meringkuk disana dengan baju setipis itu. Niat hati ingin membangunkan Ellena, dia mendapati wanita itu habis menangis dan demam.


Dav panik, dia segera menghubungi Roy untuk membawakannya dokter Mella.

__ADS_1


Dav segera mengangkat tubuh Ell kekamar, membaringkannya dan menyelimutinya.


Dav segera memesan bubur dan sarapan untuk dirinya dan Ellena.


Kenapa bisa seceroboh ini.


Setelah 15 menit dia menunggu akhirnya dokter itu datang dan memeriksa keadaan Ellena.


"Keadaannya lemah, kalian habis bertengkar?"


"Tidak... aku semalam ketiduran dan lupa kalau ada janji makan malam dengan Ell"


"Jelaskan kedia agar dia tak stress dan terbebani, dan juga dia demam karena kedinginan, aku memberikan resep obat asam lambung, demam dan vitamin.. kalau sudah sadar cepat beri dia makan dan obatnya, aku permisi"


"Terima kasih"


"Ah ya mungkin dia tahu kamu sudah masuk hotel dan berciuman dilobi dengann wanita lain"


"Maksudmu?"


"Berita itu ditayangkan di stasiun televisi"


Bagai sambaran petir, Ellena kemungkinan besar tahu akan hal itu, karena sampai pagi tv itu menyala.


Sial.


Hal yang berusaha dia tutupi malah diketahui Ellena, apa yang akan dia jelaskan pada Ellena.


Tunggu dia sadar, dan menuntut jawaban dari berita itu atau tidak, kalau dia diam saja Dav akan diam, ya itu kata hati Dav, dia tak tahu harus menjelaskan seperti apa.


Dav segera mandi dan berganti baju, dia ada meeting penting nanti.


"Kau akan berangkat kekantor?"


Itu suara Ellena baru bangun tidur. Dav menghampirinya dan segera duduk disamping Ell.


"Aku ada meeting nanti, bagaimana keadaanmu? apa pusing?"


Ellena hanya menggeleng, sebenarnya dia merasakan sangat pusing karena selain demamnya dia setelah menangis tertidur jadi semakin pusing.


"Makanlah, aku tadi sudah memesankan bubur"


"Emb"


Dav menyuapi buburnya, setelah hampir habis setengah mangkok Ellena sudah merasa kenyang.


"Aku berangkat ya"


"Iya, hati hati"


Dav mencium kening Ellena sebentar dan bergegas pergi.


"Ah ya Ell.. apa perlu kusuruh Ana kesini?"


"Tidak"


"Baiklah, jaga dirimu kalau semakin sakit hubungi aku ya"


"Emb..."


Ana, yang benar saja semalam diberita itu dengan Dav adalah Ana. Ana tahu pernikahan Dav tapi kenapa Ana masih mau seperti itu. Bahkan di berita itu, Dav segera mempersunting Ana.


Ayolah, Dav sudah beristri.


Dav sialan.


*******

__ADS_1


__ADS_2