
Berbulan bulan setelah kejadian itu, Ellena lebih suka berdiam diri dirumah. Ya dia membeli rumah dipinggiran kota Busan, karena daerah ini lumayan asri. Smith tetap bersamanya, bahkan dia mengajak istrinya untuk menetap bersamanya.
Ellena sudah melahirkan, ya dia menjalani operasi Caesar karena kondisinya yang tak memungkinkan. Ellena kehilangan nafsu makannya selama kehamilannya, jadi dia sangat lemah bahkan saat kandungannya 7 bulan dia harus istirahat total.
Dan anaknya kembar lelaki dan perempuan.
Ello Khabir dan Ella Zahra.
Entah kenapa hanya itu nama yang terlintas tak ingin memberi marga Russel ataupun Lopez, apalagi Dominic, dia hanya ingin ayahnya sendirilah yang memberikannya marga.
3 bulan sudah usianya. Ella dan Ello tumbuh dengan baik. Asi eksklusif serta dibantu susu formula.
Ellena merawatnya bersama istri Smith, Maria. Serta merekrut satu asisten rumah tangga.
Ellena sekarang memulai bisnisnya lagi, membuka galery di daerah Itaewon. Walaupun dibuat kepayang atas harga sewanya tapi Ellena tetap optimis.
Bahkan Ellene mengeluarkan desain desain eksklusif dari galerynya.
EL'S Galery terkenal akibat karya karya terbaiknya. Sedangkan galery milik Sarah di Gangnam telah ditutup karena Sarah harus ikut Ziu pulang ke Inggris.
Kehidupan Ellena lumayan berjalan dengan lancar, kehidupannya tak lagi bertumpu pada kakeknya di Salford. Dia bisa membiayai semua sendiri bahkam membayar gaji Smith dan yang lain.
**
X CAFE~ MANCHESTER CITY- ENGLAND
Disisi lain Leo, mengalami krisis karena orang yang menangani proyek di Irlandia menipunya. Pencucian uang.
Leo mengalami kerugian yang lumayan banyak. Dan itu perbuatan Alleo. Alleo yang menyusun semua rencana itu, tapi bukan Leo orangnya kalau tak memiliki akal untuk bangkit dan balas dendam.
Ya hari ini, Leo meminta Alleo untuk menemuinya. Membahas masalah besar ini.
"Lama tak jumpa"
"Aku sibuk mengembangkan usahaku"
"Wow... menjadi kaya lagi?"
"Begitulah, ada apa?"
"Aku mau kau mengembalikan pinjaman itu! 70 milyar dan bunga menjadi 120 milyar"
"Bunga? Kenapa bunganya hampir sama dengan pinjamanku?"
"Karena kau tak pernah menyicil All, ah apa kau tahu Zack masuk penjara"
Alleo kaget, bagaimana mungkin lelaki itu bisa masuk penjara, bisa bisa dirinya juga masuk penjara.
"Kenapa bisa masuk penjara?"
"Penggelapan uang, dan manipulasi data ... gara gara hal konyol itu aku harus memutar otak, sial"
"Kamu bangkrut?"
"Hampir, jadi aku mau uangku sekarang!"
"120 milyar itu banyak Dom... beri aku waktu!"
"Baiklah, sampai lusa!"
"Baiklah baiklah... lusa aku akan berikan padamu"
Alleo pergi begitu saja tanpa menunggu lama lagi, dia harus memutar otak lagi.
Leo hanya menyeringai. Tak akan mida mengelabuhi Leo.
"Liam..."
"Iya..."
"Ambil hak kita, sebelum dia kabur"
'Membobol rekeningnya"
"Terserah, dengan cara apapun aku mau uangku!"
"Baiklah, tapi ancaman kita polisi sekarang"
"Kau takut polisi? Biar aku yang membungkam polisi polisi itu"
"Baiklah, berapa banyak hakmu?"
"Tanya saja pada Roy!"
"Baiklah"
Leo segera meninggalkan cafe itu dan pergi, dia harus terbang ke Irlandia.
Masalah selalu datang tapi tak mampu menghilangkan jejak Ellena dibenaknya.
Sedang apa dia sekarang?
Ellenanya? Apa masih pantas berkata seperti itu?
__ADS_1
Dia takut untuk mencari informasi tentang Ellena, dia takut Ellena sudah menikah lagi. Opini itu ada karena sekarang harusnya wanita itu sudah melahirkan bukan.
Seharusnya dulu dia menerima Ellena tanpa beban apapun. Ellena pasti sangat terpukul dengan ucapannya saat itu, Ellena pasti sangat terluka.
Leo terus saja melamun sampai dibandara Manchester. Dia harus menumpuk kekayaan lagi dan lagi.
**
BUSAN~SOUTH KOREA
"Maria, aku titip Ello dan Ella ya, aku harus ke Itaewon"
"Iya tenang saja, biarkan Smith yang mengantarmu Ell"
"Baiklah, aku hanya sebentar, hanya wawancara"
"Iya,tenang saja"
Ellena berpenampilan layaknya wanita korea dengan style menarik. Ell tak lupa mengecup kedua anaknya.
"Mommy tinggal yang sayang, jangan rewel"
Hanya kekehan yang terdengar, bayi berusia 4 bulan bagaimana bisa berbicara dengan lancar?
Ellena memang jarang ke galerynya, karena memang jaraknya jauh dan tal tega meninggal terlalu lama. Disana sudah ada para karyawannya.
Hari ini Ellena mendapat pesanan desain khusus untuk para sosialita dan juga wawancara dari majalah bisnis Amerika.
Smith mengendarai sedan milik Ell untuk membelah jalanan Busan menuju Itaewon. Cukup lama dan memakan waktu.
"Aku lelah kalau sejauh ini"
"Apa perlu kita cari rumah daerah Itaewon?"
"Tak perlu, di Busan tak terlalu bising"
"Nona, tuan Robert kemarin menelpon"
"Ada apa?"
"Dia ingin bertemu cicitnya"
"Katakan tunggu agar mereka bisa memahami situasi, mama dan All pasti tak terima dengan kenyataan ini"
"Baik nona"
Setelah perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Ellena sampai EL'S Galery. Dia disapa oleh seluruh karyawan dan beberapa tamu galerynya.
Ellena segera keruangannya, dilantai tiga. Ruangan dengan nuansa putih gading itu cukup membuat orang tenang. Tak beberapa lama Smith mengatakkan kalau pihak wawancara sudah datang.
"Selamat siang, silahkan duduk! Smith buatkan minuman untuk tamu saya"
"Baik nona"
Setelah menunggu minuman itu dan sedikit berbasa basi akhirnya wawancara perdana itu dimulai.
"Nona Ellena Russel"
"Iya, itu saya..."
"Sejak kapan anda melakukan bisnis perhiasan ini?"
"Sudah beberapa tahun lalu, tapi hanya sebatas bisnis online"
"Lalu mulai membuka galery?"
"Sudah sejak saya tinggal di Korea, teman saya mengajak join dan saya akhirnya buka galery sendiri"
"Apakah pernah mengalami kebangkrutan atau loss?"
"Sejauh ini bisnis saya tak ada kerugian besar, mungkin pesanan pesanan gagal tapi itu bisa dibuat ulang bukan?"
"Oh begitu, lalu apa anda tak ingin membuka cabang?"
"Belum, sejauh ini EL'S galery hanya disini"
"Apa akan mengeluarkan produk exclusive ?"
"Mungkin, di ulang tahun EL'S pertama saya akan membut desain sendiri"
"Berapa banyak akan anda buat nona?"
"Sama dengan tema hanya 1 buah saja"
"Wah...ini karya yang akan menggemparkan seluruh pecinta berlian"
"Hahaha.. anda terlalu memuji"
"Baiklah, sekarang mungkin nona Ell akan menjawab tentang masalah pribadi?"
"Ya, selama saya bisa menjawab kenapa tidak?"
"Mohon maaf, saya teliti dari tadi wajah anda sedikit timur tengah tapi kenapa anda beraksen british?"
__ADS_1
"Oh, ayah saya dari Turkey dan ibu saya Inggris, saya tumbuh di Inggris"
"Oh, perpaduan yang sangat indah dan cantik"
"Terima kasih"
"Baiklah, apa anda sudah memiliki tambatan hati"
"Sudah..."
"Oh, siapa dia? Selama ini anda tak mempunyai skandal apapun"
"Itu rahasia pribadi, kami memiliki dunia sendiri sendiri yang terpenting cinta bukan?"
"Anda benar nona, lalu anda tinggal di Korea dengan pasangan anda?"
"Tidak, dia diluar negri... saya disini dengan kedua anak saya"
"Oh benarkah? Kasihan sekali diluar sana menunggu anda rupanya sudah menikah"
"Hahaha apa sebanyak itu yang menantiku?"
"Mungkin, kalau boleh tahu siapa nama anak anda nona?"
"Ello Khabir dan juga Ella Zahra"
"Sebentar, nama marganya tak ingin anda sebut?"
"Kalau tahu marganya, pasti kalian bisa menebak siapa ayahnya"
"Oh pasti ayah sang anak adalah orang terkenal"
"Aku pastikan itu"
"Hahaha... anda tak ingin mengekspos fotonya atau langsung anda tunjukkan pada media?"
"Umur mereka masih 4 bulan, kasihan kalau harus dibuat bahan lelucon bukan, kelak pasti semua orang tahu"
"Oh benar itu, apa anda berencana membeberkan suami anda kelak?"
"Mungkin"
"Baiklah, semoga bisnis anda makin sukses dan kehidupan rumah tangga anda semakin harmonis, terima kasih untuk hari ini Nona Ellena"
"Saya juga terima kasih pada kalian, saya sangat tersanjung bisa diwawancarai media Amerika"
"Itu profesi kami, kami tahu anda adalah orang yang baik"
"Terima kasih"
*
Setelah melakukan sesi wawancara itu, Ellena segera kelantai dua untuk menemui kliennya. Segerombol wanita sosialita.
"Maaf menunggu lama"
"Tak apa, kami rela mengantri demi bisa bertemu denganmu"
"Oh benarkah? Lalu apa yang bisa saya bantu?"
"Saya ingin dibuatkan karya ekslusif yang hanya dimiliki kami para istri pejabat"
"Anda ingin seperti apa?"
"Elegan"
"Cantik"
"Anggun"
"Berkelas"
"Eksklusif"
"Mencolok"
"Mewah"
"Tidak kampungan"
"Menggambarkan kami seorang kelas atas"
"Oh baiklah, berapa buah?"
"9 buah, kami akan mengambilnya setiap bulan sekali"
"Baiklah, tunggu dulu saya akan gambarkan"
Sebuah kalung, sepasang anting, cincin dan juga gelang, satu set.
Motif bunga mawar putih yang belum terbuka menjadi inspirasinya dan juga akar akar yang mengikatnya terlihat sangat bagus.
Saat melihat sketsa itu, mereka segera setuju dan menyetujui harganya. Bahkan mereka membeli lebih, karena Ell bisa menemui mereka.
__ADS_1
Rejekinya sangat bagus.
********