
Manhattam- New York
Akhirnya mereka semua sampai di rumah mewah milik Leo. Ya alasan dia memilih tempat ini, karena lumayan aman dan juga semua jaringan komputer disini.
Mereka semua segera masuk dan sudah disambut oleh para pelayan dan juga anggota keluarga lain lebih tepatnya Hana, Mei dan juga Rio, anak Liam.
"Kenapa tak diapartment saja"
"Terlalu sempit, kasihan anak anak"
"Tapikan lebih gampang kita awasi"
"Tenang disini ada Ello yang menjaga"
"Ello? Anak umur 4 tahun?"
"Hampir 4 tahun... kau meragukan anakku?"
"Tidak... baiklah, kita rencanakan sekarang?"
"Tunggu Ello laporan"
"Baiklah.."
Setelah satu jam Ello dikamar, akhirnya dia keluar untuk memanggil sang daddy.
"Mau Laporan?"
"Emm.. ikut aku sebentar dad"
"Baiklah"
Ello dan Leo masuk kekamar anak itu.
"Ada apa?"
"Ini"
Ya Ello memperlihatkan data data didalam laptopnya. Dan semua itu adalah aset yang telah dikorupsi, file file perusahaan yang penting, dan juga informasi rahasia.
"Kamu dapat dari mana?"
"Milik X, X itu siapa?"
"Tangan kanan daddy"
"Kemungkinan dia juga bersekongkol dengan musuh daddy"
"Bagaimana kamu tahu?"
"Dad,, bayangkan dia memiliki file yang seharusnya hanya daddy sendiri yang punya, termasuk kontrak kontrak kerja yang batal ini"
"Emm mungkin... Ello bisa membuat keamanan ganda yang mengecoh mereka"
"Akan Ello coba"
"Jadi sistem keamanan disini, Ello yang pegang kendali ya"
"Baiklah"
"Jadi kalau ada penyusup..."
"Musnahkan"
"Pandai"
"Semua pengawal disini tetap sama, tak berganti?"
"Sama kecuali mereka ditarik keluar"
"Bisa berikan Ello data mereka termasuk pelayan"
"Bisa"
__ADS_1
Leo sedikit pening dibuat oleh anak kecil ini, kelak jika dia sudah besar mau jadi apa dia?
Tapi Leo juga sedikit bangga memiliki anak sejenius ini. Ayolah siapa yang tak mau anak sehebat ini?
Leo sedikit terjengat saat Ello kembali membuka akun pribadi milik X, dia hafal dengan salah satu file itu. Itu file kekayaan miliknya yang semua orang tak ada yang tahu, kenapa ada disana?
"Ello... buka file ini"
"Baik dad"
Dan taaarrraaa.. memang benar, ini file rahasia, kenapa bisa didata pribadi milik X?
"Ini akun milik X bukan?"
"Ya dad...ada apa?"
"Bisa lenyapkan file ini? Ini file milik daddy yang sangat penting"
"Baiklah"
Sebelum Ello mentransfer virus trojan, Ello menyalin file itu beserta yang lainnya terlebih dulu, mungkin penting sewaktu waktu.
Setelah selesai, Ello ganti membuat pertahanan keamanan yang bisa memanipulasi orang lain. Dan untungnya sistem pengamanan rumah ini sudah canggih jadi dia tinggal menambahkan sistem selundupan lainnya. Sistem buatan Ello ini sifatnya memanipulasi. Dalam artian si pembobol berfikir kalau sistem sudah terbuka semua padahal tetap terkunci dan alarm akan tetap berbunyi saat ada hal yang tak beres.
Leo memang hanya menyuruhnya membuat itu tapi tanpa sepengetahuan daddynya, Ello mencari tahu hal lain karena memang rasa penasarannya yang tinggi.
Mungkin mereka bertanya, kenapa harus Ello yang menjalankan sistem? Karena Ello sangat aman, tak ada orang luar yang berfikir kalau Ello-lah mata mata yang sesungguhnya, dan juga Ello masih murni tak mungkin dia berpaling. Dan sebenarnya Leo sudah curiga pada X yang sangat gampang memata matai Alleo dan juga gampang kehilangan jejaknya.
"Bisa carikan tentang Alleo, dia kunci dari semua kekacauan ini"
"Alleo? Baiklah"
"Alleo Lopez"
"Lopez? Itu keluarga grandpa Reynal?"
"Iya, tolong carikan ya"
"Siap"
Sedangkan Leo menyelinap masuk kekamar Ellena. Dan melihat wanita itu ditengah ranjang sedang sibuk dengan macbooknya.
"Sibuk?
"Kenapa kamu disini?"
"Aku bosan"
"Bukannya kamu mau menyelesaikan masalahmu?"
"Nanti, biarkan aku istirahat disini ya"
"Kalau begitu aku akan istirahat dikamar anak anak"
"Jangan, biarkan seperti ini. Aku tak akan macam macam, hanya istirahat"
"Baiklah"
"Ell..."
"Emmbb"
"Jaga diri ya, aku akan pergi lama"
"See.. kamu meninggalkan aku bertahun tahun aku tetap sehat dengan si kembar, lalu kenapa kau berkata seperti itu?"
"Hanya jaga jaga kalau terlalu cerdik Alleo"
"Terserah"
Tak ada percakapan lain lagi, Ellena sibuk dengan desain desainnya sedangkan Leo ketiduran setelah memperhatikan wajah cantik Ellena.
Ellena menoleh sekilas kearah Leo, lelaki itu sudah tidur.
__ADS_1
Dia pasti lelah....
Ellena menyelimuti tubuh Leo dan dirinya sendiri.
Entah mengapa, rasanya enggan meninggalkan kamar ini. Lelaki ini membayar rindunya dengan sebuah hal yang indah. Ya, bukan hal romantis tapi hal sesuai nalar dan membuat kedua anaknya mendapat kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.
Ellena juga ikut tertidur setelah mengusap pipi Leo dengan perlahan tanpa membangunkan lelaki itu.
*
Hari masih dini hari tapi Leo sudah terbangun dari tidurnya, bukan karena kegiatan ibadahnya tapi lebih tepatnya ponsel disaku celananya bergetar. Ada panggilan.
Ya, niat hati hanya istirahat sebentar tapi malah ketiduran dikamar Ellena, dan melihat wanita cantik ini tidur menghadapnya, anggap saja keberuntungan.
Leo mengangkat panggilan itu setelah sang penelpon tak bosan menghubunginya dari tadi.
Liam...
"Ada apa?"
"Kita harus bergerak sekarang, Alleo menyandera Orang tua Ellena"
"Baiklah, aku akan segera turun"
Leo mematikan panggilannya, menatap wanitanya sebentar.
"Kenapa saat aku ingin memperjuangkanmu pasti ada saja halangannya?"
Leo bergumam, menghela nafasnya kasar dan segera bangkit dengan perlahan, takut Ellena akan terbangun.
Leo menuju walk in closet-nya, dan mengganti baju casualnya dengan setelan jas beserta sepatu mengkilatnya. Desert eagle dan colt 1911 kebanggaannya telah tersemat dijasnya, ear-piece terpasang ditelinganya dan sudah tersambung dengan Liam, Roy dan juga Ello.
Leo keluar dari dalam sana dan masih melihat Ellena tertidur diatas ranjang dengan damai.
Menaiki ranjang, dan segera mengecup dahi Ellena. Menghela nafas kasarnya. Dia ingin tinggal.
"Tolong, jaga dirimu dan juga anak anak dengan baik , dan aku akan membawa pulang sebuah perdamaian yang membuat kita bersama selamanya"
Leo mengecup bibir Ellena sekias, dia berpamitan dengan Ellena yang masih tidur dan keluar begitu saja.
Dan sebenarnya, Ellena sudah terbangun sedari Leo mengangkat panggilan tadi tapi Ellena memilih diam saja.
Ellena meneteskan air matanya saat Leo benar benar pergi.
Bohong jika Ellena tak kehilangan Leo yang pergi meninggalkannya. Beberapa jam lalu Ellena sangat bahagia saat Leo tidur disampingnya, tapi sekarang itu hanya sebuah perpisahan.
**
Leo menuruni tangga dan mendapati Liam sudah ada dibawah siap untuk menuju helipad.
"Roy?"
"Sudah di Manchester"
"Alleo juga disana?"
"Menurut X, dia tak disana"
"Berjaga jaga, kemungkinan dia ada disana"
"Menurutmu informan kita tak falid?"
"Mungkin, ayo kita berangkat"
Leo dan Liam segera kehalaman belakang untuk menuju helipad, Leo tahu ini akan menjadi perselisihan yang panjang.
Leo tersenyum saat Ellena mengintip dari jendela kamar mereka.
"Aku akan pulang"
*********
Maafkan author yang update tak teratur, lagi mager.. dan memperbaiki bab yang sebelumnya...
__ADS_1
Jadi.. kalian kalau mau membaca dengan cerita yang lebih rapi, silahkan download ulang....
Terima kasih.. jangan lupa vote dan like....koment juga...