Ellena

Ellena
44


__ADS_3

Setelah penjelasan Leo tadi, Ellena tetap diam. Dia malu dan juga lega. Entah kenapa ada perasaan lega saat Leo menjelaskan tentang hubungan lelaki itu dengan dokter Anastasha.


Dan Leo juga diam saja, tak tahu menanggapi wanita satu ini. Dari sekian banyak mantan kekasihnya, ya hanya Ellena yang membuatnya pusing.


Mereka berdua sudah sampai di kamar rawat milik Ello. Mereka disambut dengan kerutan didahi kedua anaknya. Kenapa diam diaman?


Itu yang coba ditanyakan kedua anak itu tapi sayangnya, mereka tak berani.


"Kita pulang nanti sore ya"


"Yeah... akhirnya aku juga bisa jalan jalan sama daddy"


"Emm.. Ello jalan jalannya ditunda sebentar ya... Daddy harus terbang ke London nanti malam"


"Apa kami boleh ikut?"


Leo melirik Ellena, yang sejak tadi hanya menjadi penonton. Apa Ellena mau diajak ke London?


"Mom... ayo kita ikut daddy"


"Tapi sayang kerjaan mommy disini banyak..."


"Yahhh... gak bisa ikut dong .."


"Nanti setelah mommy menyelesaikan semua pekerjaannya, kalian boleh juga kesana"


"Benar dad... tapi dad, bisakah daddy bujuk mommy untuk mau ikut?"


"Nanti daddy coba"


**


Setelah menyelesaikan semua administrasi, mereka berempat pulang ke Busan. Ya sebenarnya Leo sudah menawari penthousenya tapi Ellena tak mau, dia nyaman dirumahnya sendiri.


Hari beranjak malam, Leo masih setia di rumah Ellena. Setelah makan malam, dan juga menidurkan anak anaknya. Leo ikut duduk Ellena diruang tengah sedang menonton film.


"Ell"


"Emm"


"Maafkan aku"


"Untuk?"


"Semuanya... maaf karena tak percaya padamu saat itu, maaf aku tak bisa mempertahankanmu"


"Semua sudah terlanjur dan berubah"


"Tapi Ell, aku tetap mencintaimu"


"Untuk apa bilang seperti itu? Untuk menutup semua kesalahanmu?"


"Tidak, aku mengatakkan apa yang ingin kuucapkan, aku tetap bersalah"


"Leo jangan berbelit belit, ucapkan apa yang penting saja"


"Baiklah, aku akan pulang ke Inggris nanti, ada kendala disana"


"Lalu?"


"Selama aku pergi tolong, jangan pernah pergi jauh dari pengawal pengawalku"


"Aku tak butuh pengawal"


"Kau butuh Ell! Alleo masih berkeliaran jadi tolong mengertilah"


"Dia musuhmukan, sedangkan aku adalah adiknya, kenapa aku harus berlindung dari Alleo?"


"Karena kalian kelemahanku"


"Aku tak peduli Leo, urus saja urusanmu"

__ADS_1


"Ell mengertilah, nyawa kalian juga dipertaruhan dalam hal ini"


"Leo, seandainya kau tak datang dan membiarkan kami hidup tenang, mungkin Hal ini tak akan terjadi"


"Maafkan aku"


"Lebih baik kamu pergi"


"Aku akan pergi, tapi tolong terima pengawal pengawalku dan juga Roy"


"Baiklah, asal mereka mengikuti aturanku"


"Ya, asal mereka tetap bisa menjagamu"


"Hm"


"Aku pergi, titip salam untuk anak anak, aku belum pasti kapan kembali"


"Terserah"


"Sebelum aku kembali tolong, jangan pergi dari Korea apalagi terbang ke Inggris"


"Gampang"


Leo menghembuskan nafasnya kasar, didepan sudah ada Liam yang menunggu dengan wajah sedikit gusar lalu tersenyum saat melihat Ellena dari kejauhan. Dia tahu wanita itu sebenarnya khawatir pada sang arjuna. Tapi mau bagaimana lagi? Gengsi masih nomor satu.


Ellena melihat Leo sudah disambut Liam dan beberapa anak buahnya di luar sana yang segera menyerahkan beberapa file penting.


Ellena menghela nafas kasar. Dia baru sadar lelaki itu semakin berkuasa. Lelaki itu semakin gagah dengan mantel hitam itu.


Ya Ellena akui, pertama kali melihat Leo dirumah sakit saat itu tak memperhatikan semakin gagahnya lelaki itu, tapi hari ini dengan kaos polo dan celana pendeknya, dia baru tahu kalau muscle lelaki itu makin terlihat. Dan juga mungkin absnya juga. Ya ampun Ellena, kenapa harus memikirkan bentuk tubuh lelaki itu?


Liam menahan senyum, saat melirik Ellena menggeleng gelengkan kepalanya. Liam tahu Ellena memikirkan Leo dan mencoba menampiknya.


Tapi Liam segera memfokuskan lagi konsentrasinya. Gara gara semua masalah ini, dia tak jadi berlibur dengan keluarga kecilnya.


Sedangkan Leo memijat pelipisnya, setelah melihat beberapa file itu, Leo mendapat e-mail dari X, hackernya.


Leo berbalik, melihat Ellena akan menutup pintu. Leo lari kearah rumah hangat itu, karena merasa ada yang mengawasi gerak geriknya.


Dan tepat saat Leo menerobos masuk, dan memeluk Ellena, sebuah tembakan melesat kearah pintu utama. Dan peluru panas itu, merobek lengan kemeja Leo, walau hanya menyerempet tapi itu lumayan membuat darah keluar.


"Leo"


"Hm.. kau tak apa?"


"Lenganmu"


"Tak apa, berbenahlah, kamu ikut aku"


"Tapi.."


"Aku belum keluar dari pekarangan rumahmu dan sudah ada kejadian ini, mau menunggu aku mati agar kamu menurut"


"Baiklah"


Ellena menuju kedapur, mengambilkan kotak p3k untuk Leo.


"Tapi lukamu itu perlu diobati, sebelum melindungiku"


Leo tersenyum dan membuka bajunya. Biarkan anak buahnya yang menangani. Ellena mengobati lukanya dengan telaten dan teliti walaupun hanya serempetan peluru tapi ini lumayan parah.


"Kita akan kemana?"


"New York"


"Katamu ke London"


"Mengamankanmu dulu"


"Tapi aku dengan siapa di New York?"

__ADS_1


"Hana dan Rio disana, serta calon istri Roy"


"Oh..."


"Ziu Ming didepan, juga ikut"


"Bukannya di London?"


"Sarah yang disana"


"Oh..."


Setelah membalut luka lengan Leo dengan perban, Ellena segera kekanar untuk ganti baju.


Ellena mengambil Dressnya, dan segera berganti baju. Tapi sialnya, Leo masuk tanpa permisi. Dan membantu Ellen menaikkan resleting dressnya. Ellena terdiam. Lama dia tak mempunyai hal sedekat ini.


"Jangan bawa banyak barang, nanti disana kusediakan"


"Emmb"


"Aku akan kekamar anak anak"


Leo mengecup pundak Ellena sebentar dan segara keluar sebelum setan menguasainya. Sepertinya puasanya selama ini tak mempan kalau didekat Ellena.


Ellena menghela nafas setelah menahan nafas akibat ulah Leo yang tak tahu aturan.


Sedangkan Leo tersenyum sendiri, kalau saja tak ada masalah bertubi tubi Leo pastikan secepatnya membuat Ellena menjadi istrinya.


Leo masuk kedalam kamar kedua anaknya dan rupanya si kembar sudah bangun.


"Kalian dari tadi belum tidur?"


"Aku takut dad, diluar banyak sekali orang menyeramkan"


"Mereka anak buah daddy,  kalian berkemaslah, bawa barang yang penting saja, dan ikut Daddy ya"


"Mommy?"


"Mommy juga ikut, ayo cepat"


"Okey"


"Ello bawa perangkat laptopmu ya"


"Untuk apa?"


"Dad, punya tugas untukmu, maukan ikut bekerja dengan Daddy?"


"Mau, okey dad aku bawa semua alat perangku"


Ya, Leo tahu kecerdasan anak lelakinya ini luar biasa, dia saja sampai geleng kepala saat sistem keamanannya dibobol oleh sang anak.


"Kalau Ella gimana?"


"Ellakan perempuan, harus dirumah saja  menemani mommy"


"Tapi dad"


"Ella, perempuan itu berharga, biar yang bekerja lelaki saja ya, kalau kak Ello yang terlukakan gak apa apakan, karena laki laki"


"Baiklah, tapi kak Ello sama daddy jangan sampai terluka"


"Tak akan sayang"


Setelah membantu anaknya berkemas, Mereka semua segera meninggalkan rumah itu dengan pengamanan yang ketat.


Sampai mereka didalam pesawat, ada sebuah e-mail masuk yang berisi peringatan tentang keluarganya.


Leo tersenyum kecut, dia ingi berjuang mendapatkan Ellena tapi malah dibuat pusing dengan orang ini.


*******

__ADS_1


__ADS_2