Ellena

Ellena
48


__ADS_3

Doorrr...


"Itu untuk pengkhianat"


Semua orang terkejut dengan tembakan itu, termasuk Leo. Mereka semua melihat kearah pintu utama. Ellena berdiri disana.


Ellena begitu menakutkan walau dia memakai dress putih dan juga jaket kulit hitam.


Lelaki itu tumbang. Tewas ditempat.


"Ellena"


Alleo memanggil adiknya dan bersiap untuk menerjang serta memeluk Ellena.


"Berani maju?"


Alleo berhenti saat Ellena mengacungkan desert eagle koleksi Leo kearah Alleo. Ellena siap melesatkan missile miliknya kalau Alleo berani maju satu langkah saja.


"Aku sangat merindukanmu Ellena, aku Lama menunggumu"


"Benarkah? Aku tersanjung dengan pengakuanmu kak"


"Ellena aku mencintaimu!"


"Aku juga membencimu Alleo sampai aku ingin menyumpahimu!"


"Aku tulus! Kenapa kamu malah membela ******** ini!"


"Kalau Leo ********, kamu apa?"


"Ellena, kembalilah pada keluarga Lopez dan hidup bahagia bersamaku"


"Hahaha... kamu bercanda Alleo? Kau sendiri yang membuatku membenci keluarga Lopez!"


"Ellena, aku hanya ingin yang terbaik"


"Dramamu sangat buruk Alleo!"


Ya, Alleo terus saja membujuk Ellena dengan wajah sedihnya, berharap Ellena percaya.


"Ellena! Kau membela dia yang selama ini menjebak keluarga kita agar bangkrut!"


"Lalu, apa keluarga Lopez bangkrut? Tidak bukan?"


"Ell..."


"Kau hanya sebatas penjahat dan penyelundup obat obatan Alleo, jangan pernah bermimpi untuk menjatuhkan Leo"


"Aku tak melakukan itu Ell, aku meneruskan usaha papa"


"Oh benarkah? Bukannya kamu danĀ  lelaki yang kutembak tadi fugitive dari international intellegency agent?"


"Kau bercanda Ellena!"


"Kalau tak percaya lihatlah kearah jam 9, kau akan melihatnya sendiri"


Alleo dan semua orang melihat kearah Yang ditunjukkan Ellena. Ya diseberang mereka ada orang orang berseragam dengan senjata laras panjang ditangan.


Alleo tak bodoh, mereka bukan mercenary milik Leo, tapi memang benar benar Agent yang dia hindari selain Leo.


Merasa terancam, Alleo tak berkutik. Sampai dia melawan, pasti tak akan berakhir baik.


Tapi dendamnya belum terbalas.


Dorrrr....


Alleo tanpa aba aba, menembakkan timah panasnya kearah Leo.


Leo terhuyung kebelakang, sontak seluruh pengawal Leo bersiap saat Leo tertembak.


Leo terkapar.


Ellena terbelalak kaget. Geram dengan lelaki upnormal didepannya ini.


"Kau!"


"Kalau aku tak mampu mendapatkanmu, jangan harap Leo bisa mendapatkanmu"


"Kau memang psikopat Alleo!"


"Itu nama tengahku Ell, setidaknya aku ingin menghabisi lelaki sok berkuasa ini!"


"Kau"


Dorrr...


"Enyahlah Alleo!"


Ellena melesatkan timah panasnya kearah perut Alleo. Biar dia sekarat.


Setelah melihat Alleo terjatuh. Ellena segera menghampiri Leo yang sudah jatuh. Ellena memangku kepala Leo, bertepatan semua agent masuk untuk menangkap para serangga pengacau.


"Leo.. bangun"

__ADS_1


"Ayolah... Leo!!! Aku kesini demi membelamu!!!"


"Leoo!!!"


"Aku mencintaimu"


Ellena terisak saat tak melihat ada pergerakan dari sang lelaki.


"Aku juga mencintaimu"


Ellena tersentak. Melihat Leo yang masih terpejam. Apa dia berhalusinasi?


"Ini nyata"


"Leo..."


Leo membuka matanya dan tersenyum senang.


"Kau tak apa?"


Leo tetap diam saja, tapi Leo melepas jasnya dan membuka kemeja hitamnya.


"Bullet proof vest, kau membohongiku"


"Aku tak membohongimu! Hanya ingin melindungi diri"


"Kamu jaha... emmb"


Leo mencium sekilas bibir Ellena. Roy yang melihat itu segera pergi dan menunggu diluar.


"Ada yang luka?"


"Ada ... lihatlah"


Jaket bagian Lengan kanan Ellena sobek cukup panjang. Leo seketika panik.


Leo membuka jaket kulit itu dengan perlahan dan membuangnya.


Leo menggeram.


Ellena kemari hanya dengan dress tak berlengan pula.


Mengeyahkan pikiran aneh, Leo segera melihat luka dilengan Ellena.


Tak terlalu parah tapi pasti lumayan perih.


Leo segera memakaikan jasnya pada Ellena dan mengangkatnya untuk kemobil.


Ellena yang diperlakukan seperti itu sangat bahagia. Ini seperti ekspetasinya di drama Korea.


"Kau berhutang banyak penjelasan sayang"


Ellena tak menjawab, luka goresannya sekarang baru terasa sangat perih.


Mobil itu melesat tanpa ampun ditengah malam kota Manchester.


Membelah kota, dan menuju apartment penuh kenangan.


*


Leo memarkir mobil itu diparkir khusus miliknya dan kembali menggendong Ellena sampai unit apartmentnya.


"Leo, aku bisa berjalan sendiri"


"Jangan membantah"


Setelah sampai diunitnya, Ellena segera didudukkan di sofa ruang keluarga.


"Tunggu disini"


Leo mengambil kotak kesehatan dan juga minum untuk Ellena.


Sedangkan Ellena mengedarkan pandangannya. Unit ini masih sama. Dan lihat....


Banyak sekali foto fotonya disini.


Ellena merasa sangat tersanjung dan malu.


"Minumlah"


Leo menyodorkan jus jeruk untuk Ellena dan wanita itu segera menenggak habis untuk menetralisir rasa gemuruh di hatinya.


Leo membuka jas yang tersampir di bahu Ellena.


Melihat luka yang Ellena miliki..


Leo segera membersihkan luka itu dengan cairan antiseptik dan membubuhinya dengan obat luka serta membalutnya dengan perban.


Setelah selesai Leo berdiri dan membuka kemeja serta rompi anti pelurunya.


.


Ellena yang melihat pemandangan itu sedikit kikuk. Antara mau dan tak mau.

__ADS_1


Ya sejujurnya Ellena sangat kagum dengan bentuk tubuh Leo. Diumurnya 36 tahun tubuhnya malah semakin atletis daripada saat remaja dulu. Bahkam tendon ditubuh itu terlihat semakin menonjol dibagian yang diinginkan.


Entah hal dari mana yang mendorongnya untuk melangkah maju, tapi yang pasti tangannya ingin menyentuh muscle yang menakjubkan itu.


Ellena melangkah kearah balkon dan dengan tangan sedikit bergetar memeluknya dari belakang.


"Ellena"


"Biarkan seperti ini"


"Kenapa?"


"Tak apa... Leo?"


"Emm ya love?"


Ellena menyentuh pundak kiri Leo saat menyadari luka yang lebar seperti luka bakat.


"Ini kenapa? Sakit?"


"Bekas tato, its okey"


"Tato?"


"Kau lupa aku dulu memiliki tato"


Ellena terdiam mengingat tato yang dimaksud Leo. Dan seketika Ellena ingat, dulu Leo memiliki tato bergambar tengkorak dan naga serta dilengan atasnya terdapat tulisan kanji, dengan arti 'penguasa sebenarnya'..


"Kenapa?'


,"aku hanya ingin bersih tanpa noda itu Ell"


"Tapi itu membuatmu mendapat luka sebesar ini"


"Aku tak mempermasalahkannya, Ellena"


"Leo... kenapa kamu melakukan ini semua"


Leo masih terdiam, sedangkan Ellena tetap memeluknya dari belakang menyentuh tendon yang menonjol dan keras di bagian bagian tertentu apalagi otot perut yang dia sentuh.


"Apa kau percaya aku ingin menua dengan nyaman bersamamu?"


"Leo.."


"Ellena aku ingin menikahimu, tapi..."


"Apa?"


"Aku muslim"


Ellena mematung, Sejak kapan? Mengapa?


"Leo, sejak kapan?"


"Beberapa tahun yang lalu, saat masalah menerpaku, saat kau hilang dan aku tak bisa bersamamu, aku memilih menyendiri dan mengikuti sahabatku memeluk islam"


"Tapi Leo, aku tak bisa menerimamu dengan itu semua"


Leo menegang, Ellena melepas pelukannya. Leo tahu betapa besar pengaruh pernyataannya untuk Ellena bagaimanapun juga islam adalah agama sang ayah.


Leo berbalik ganti memeluk Ellena yang bergetar.


"Aku tahu, kau pasti sulit menerimaku, tapi biarkan seperti ini saja sampai kita bersatu ataupun menyerah dan memilih jalan masing masing"


"Leo... kenapa? Kenapa kau memilih itu!!".


"Karena aku yakin Ellena.. Ellena aku tak memaksamu untuk menerimaku dengan keadaanku sekarang tapi tolong,, biarkan aku tetap disisimu melindungimu dan anak anak"


Ellena tak menjawab, dia masih bergetar didalam pelukan Leo.


Leo melepas pelukannya. Mencium kening Ellena dengan penuh sayang. Dan menghapus air matanya..


"Ellena.. ayo kita kemarkas, kau lebih bisa beristirahat disana"


"Emm.. tapi orang tuaku?"


"Dia sudah aman"


"Anak anak?"


"Dia akan menyusul kesini besok"


"Baiklah"


Leo mengambil kaos putih dilemari pakainnya dan juga kemeja untuk menutupi bahu mulus Ellena.


Setelah mamakai kaos itu, Leo menghampiri Ellena dan memakaikan kemejanya.


Ellena bersemu tapi saat mengingat fakta besar itu, Ellena menampik keras rasa berbunga bunganya.


Ellena akan belajar sendiri lagi...


*****************

__ADS_1


**maaf ya baru update... harusnya kemarin tapi naskah hilang tanpa jejak jadi buat ulang deh...


aku sayang kalian**....


__ADS_2