Ellena

Ellena
66


__ADS_3

Istambul-Turki


Sore ini setelah menyelesaikan segala urusan di Indonesi, Leo dan Ellena sekarang sudah di Istambul menuju kediaman mr. Arsyid, ayah dari Ellena.


"Apa masih jauh?"


"15 menit lagi kita sampai..."


"Emm... kota ini indah ya.."


"Kamu akan menemukan percampuran budaya Eropa dan Asia disini"


"Benarkah?"


"Ya, wilayah ini terbentang dari semenanjung Anatolia dari Asia barat daya sampai Balkan di Eropa tenggara"


"Kamu mencari di google?"


"Itu pengetahuan umum, darl"


"Oh.... sudah waktunya makan siang, ayo makan dulu! Aku lapar"


"Ayo... aku rekomendasikan kofte


"Kofte? Apa itu?"


"Its main course from Turkey.. ayo kubuat kamu meleleh dengan makanan khas negara transkontinental ini"


"Kamu banyak tahu ya tentang Turki ya?'


"Aku tinggal disini beberapa bulan dulu"


"Untuk apa?"


"Untuk bisnis, tapi juga sudah lama tak kesini"


"Oh... kamu sudah berkeliling dunia ya?"


"Lumayan, ayo turun kita makan dulu"


Ellena turun dari mobil, melihat sekeliling. Ini kafe atau restoran? Bangunan ini hampir sama dengan bangunan lain yang khas Turki. Saat masukpun, sedikit tercengang. Gaya retro vintage sangat kental.


"Kita benar akan makan disini?"


"Tentu... ayo duduk, aku pesankan"


"Emm..."


Leo memanggil pelayan dan segera memesan makanan yang seluruh makanan itu Ellena tak tahu.


"Kamu pesan apa?"


"Nanti kuberi tahu..."


Leo tersenyum pada Ellena, sebentar lagi wanita cantik ini akan menjadi miliknya. Besok, ya jadwal pernikahannya besok. Tanpa sepengetahuan Ellena, Leo sudah melamar Ellena lewat sang ayah.


Lewat 20 menit, akhirnya semua makanan tersaji. Ellena seketika menganga.


"Sebanyak ini?"


"Iya... kenapa? Ayo makan!"


"Apa tak terlalu banyak?"


"Tidak... ayo, akan ku beritahu namanya..."


Leo memengambil nampan berisi roti pita dan sebuah saus. Leo menyobek sedikit roti itu dan dicelupkan sedikit kesausnya. Tak lupa menyuapkannya pada Ellena.


"Aakkk..."


"Emmmm.. ini apa? Rasanya agak asam serta sedikit pedas"


"Ini namanya hummus dan roti pita, hummus ini terbuat dari kacang arab (chickpeas), olive oil, air perasaan lemon, lada, serta garam, enak?"


"Enak..."


"Ini makanan pembuka yang aku sukai"


Leo ganti mengambil nampan lain. Mengambil sebuah makanan dan menggulungnya.


"Ini pizza?"


"No... its lahmacun, ayo rasakan, ini enak"


"Emmm... rotinya beda dengan pizza tapi isiannya..."


"Seperti topping pizza pada umumnya, tapi ditambah dengan acar, tomat, paprika, bawang bombay, daun selada serta terong bakar ditengahnya... dan tak ketinggalan makanan ini pasti diberi  air perasan lemon, ayran, atau salgam"

__ADS_1


"Lalu ini apa?"


Ellena menunjuk sebuah mangkuk kecil disamping nampan.


"Bubuk cabai, kalau ingin pedas tinggal ditaburkan saja diatasnya"


"Wow..."


"Mari kita nikmati main course kita"


"Yang mana"


"Kamu pilih yang mana? Kebab, dolma dan kofte"


"Aku hanya tahu kebab ini!"


Ellena mengangkat nampan berisi kebab. Leo tersenyum. Lalu Leo mengangkat piring yang berisi beberapa gulungan.


"Ini dolma, akkk.. ayo cicipi!!"


Ellena membuka mulutnya, dan segera mengigit gulungan itu.


"Ini tadi daun apa?"


"Daun anggur, orang sini biasa membungkus dolma menggunakan terong, paprika, tomat, kol serta daun anggur"


"Bisa dimakan?"


"Buktinya kamu memakannya"


"Tak akan keracunankan?"


"Apa ada berita orang sini keracunan gara gara daun anggur? Tidakkan?"


"Baiklah, lalu ini mini steak?"


"Ini yang aku bilang main course tadi, Kofte... makanan ini hampir sama dengan steak, tapi daging kambing ini digiling dan dicampur dengan bumbu khusus, tidak seperti steak yang merupakan daging sapi murni..."


"Oh... ini apa?"


"Memakan kofte itu dengan salad, nasi dan saus"


"Semua makanan ini berat..."


"Tidak, kita masih punya makanan penutup.."


"Yups...sebentar lagi akan dihidangkan"


"Kamu tahu sebanyak ini?"


"Sepertinya saat kita menjelajahi negara tak lengkap kalau tak mengupas makanannya bukan? Seperti di Indonesia kemarin, aku mengenal soto, pecel, sate, gulai, rondè, dawet, dan banyak lagi..."


"Jadi perjalananmu disetiap negara pasti seperti ini?"


"Ya, kecuali Korea.."


"Kenapa?"


"Aku punya waktu luang beberapa waktu yang lalu, tapi hadiah dari Tuhan datang, jadi aku tinggal membuka kado itu"


"Kado?"


"Kamu dan anak anak"


Blusss.... lelaki ini pintar merayu.


"Permisi, ini makanan penutupnya.."


"Terima kasih.."


Terhidang dua makanan, es krim dan permen.


"Emmm.... es krimnya boleh dimakan?"


"Makan saja..."


Ellena lekas menyendok hidangan dingin itu, tapi malah sendoknya yang tak bisa diambil.


"Kenapa tak bisa, kamu menjailiku Leo!"


"Tidak! Bagaimana aku menjailimu, kebabku saja belum habis"


Leo terus saja mengunyah kebabnya, sedangkan Ellena masih sibuk menamati es krimnya yang tak bisa dimakan.


"Bisa tidak?"


"Tidak, lihat! sendokku malah menyangkut!"

__ADS_1


Leo akhirnya mengambil es krim itu dari tempatnya.


"Ellena, umurmu hampir 29 tahun dan memakan es krim begini tak bisa?"


Ya, Leo mengambil es krim itu, dan menjilatnya. Ellena saja yang tak terlalu tahu. Es krim itu memiliki wafer kerucut, kenapa tak mengambilnya seperti memakan es krim biasa saja.


Ellena memukul dahinya pelan, dia dipermainkan oleh es krim.


"Es krim ini namanya dondurma"


" kenapa bisa lengket?"


"Karena dondurma beri salep berupa campuran tepung akar anggrek usia muda serta mastic yang merupakan getah dari tumbuhan"


"Tumbuhan apa saja?"


"Aku tak tahu kalau itu, dan yang dimangkuk ini merupakan Lokum Atau Turkis Delight, coba cicipi!"


"Manis... seperti jelly tapi lebih liat? Permen karet?"


"Bukan, ini manisan.. terbuat dari gel pati serta gula, setelah itu dipotong potong dan diberi taburan gula halus agar tak lengket"


"Ini diberi apa? Ada biji bijiannya serta ada asamnya?"


"Ini diberi potongan kurma, kacang-kacangan seperti hazelnut, walnut, atau pistachio, serta bahan perasa seperti lemon, kayu manis, atau mint, rosewater, atau jeruk Bergamot sebenarnya manisan ini juga ada di Yunani, Romania, Amerika Utara, Brazil, serta Inggris dan negara persemakmurannya. Tapi kita jarang menjumpainya direstoran"


"Oh... Rose water?"


"Emmm.. rosewater bukan hanya untuk kecantikan tapi untuk makanan juga, orang orang zaman dahulu banyak yang mengolah bunga menjadi makanan, seperti teratai"


"Oh... aku seperti butiran debu didepanmu"


"Kenapa?"


"Pengetahuanmu sangat luas"


"Emmm.... aku akan menjadi suamimu, jangan minder seperti itu"


"Iya iya, setelah ini kita akan kemana, calon suamiku?"


"Kerumah calon mertuaku, ayo!"


Setelah membayar tagihan makan mereka, Leo melesatkan mobilnya kekawasan penduduk pedagang.


Ellena mengernyit, apa kehidupan papanya sangat miris, tempat tempat ini sangat sederhana.


Mobil Leo berhenti didepan sebuah toko buku yang lumayan ramai.


"Ayo turun..."


"Emmm..."


Leo menggandeng Ellena setelah turun dari mobil. Leo mengajaknya masuk dan segera menuju layanan kasir.


"Permisi, apa mr. Arsyid ada disini?"


"Oh ada, sebentar saya laporkam dulu, silahkan duduk!"


"Iya..."


Leo mengajak Ellena untuk duduk, terlihat berbagai pasang mata menatap mereka antusias.


"Oh apa dewa dan dewi yunani datang?"


"Apa rupa para dewa juga seperti mereka?"


"Tapi wanita itu mirip sekali dengan tuan Arsyid"


"Benar benar"


Ellena mengerjapkan matanya, kenapa dia bisa tahu yang mereka bicarakan?"


"Ada apa?"


"Aku mengerti bahasa mereka"


Leo hanya tersenyum dan menggenggam tangan Ellena.


"Permisi, tuan Arsyid sedang diruang atas, mari saya antar"


Leo dan Ellena hanya mengangguk, dan lekas mengikuti pekerja itu.


Jantung Ellena semakin berdetak kencang saat undakan tangga paling atas dia pijak. Pekerja wanita itu terus saja berjalan, tanpa mengucapkan apapun.


Tiba dipintu coklat kayu jati, dan pekerja itu mempersilahkan Leo dan Luna masuk.


Jantungnya nyaris lompat dari tempat dengan pemandangan didepannya.

__ADS_1


*******


__ADS_2