Ellena

Ellena
74


__ADS_3

Ellena POV


"Made man"


Aku mengeluh, tahu akan arah pembicaraan suamiku ini.


"Lalu apa kita diam saja?"


"Tidak, saat kau dilarikan kerumah sakit, aku menyuruh seluruh mercenary yang aku punyai untuk membasmi seluru hal tentang Dav... dan banyak kejadian yang membuatku jatuh berkali kali saat laporan laporan yang sangat membuatku tercengang masuk"


"Laporan apa?"


"Sembuhlah dulu..."


"Leo! Please.. tell me now!"


"Baiklah, tapi jangan menyela seluruh omonganku"


"Baik"


Leo menceritakan bagaimana seluk beluk kejadian yang menimpa kami, menceritakan juga tentang mamaku yang ikut andil dimasalah itu.


Setiap saat Leo menarik nafas dalam, melihat ekspresikuku. Leo hanya takut, takut aku shock dan membuat kesehatanku memburuk atau keadaan yang memburuk.


"Leo..."


"Hmmm.. bagaimana?"


"Aku mau ada keadilan dalam kasus ini..."


"Ellena..?"


"Tak apa Leo, tak apa kalau mamaku mendapat hukuman.. setidaknya ini membuatnya lebih baik"


"Ellena... ini tentang kekeluargaan"


"Aku tahu, maka dari itu.. aku ingin membuat mamaku lebih baik lagi..."


"Baiklah... kita akan bicarakan dengan tuan Arsyid dan juga tuan Reynald"


"Leo, aku tak sekuat itu, aku wanita dan mamaku juga.. aku ingin memilih kehidupanku, bukan menjadi boneka yang setiap saat dijual untuk mendapat uang.. apa kurang kaya mereka?"


"Ya, mereka kurang kaya, karena aset milikku sudah aku bekukan sejak lama dan milik Reynald sendiri milik Alleo.."


Aku menoleh kesumber suara, suara milik papa dan disampingnya juga ada daddy Reynald.


Aku menahan nafas, menyaksikan kedua lelaki dewasa itu berjalan kearah ranjang tempatku tidur.


Aku mengeluh, kenapa ini semua semakin sulit?


"Maksud papa apa?"


"Selama kamu belum menikah dan mengambil hak itu, mamamu memang tak bisa memakainya"


"Kenapa?"


"Ahli waris"


"..."


"Tapi harta itu kebanyakan sudah diambil alih oleh Ami, cara agar harta itu kembali hanya satu, gugatan"


"Gugatan?"


"Ya, Ami sudah merencanakan segala perbuatan buruk untuk kalian, dan juga pengambilan hak waris, jadi kalian bisa menuntutnya"


"Menuntut.. apa itu tak terlalu berat?"

__ADS_1


"Tidak, biarkan mamamu mendapat pelajaran Ellena.."


Aku menoleh pada Leo yang sedari tadi diam saja, dia hanya mengangguk.


"Siapa yang mau menjadi pengacaranya?"


"Luna Lee.."


"Luna Lee? Aku tak pernah mendengar nama itu?"


"Tentu, karena dia baru menangani kasus kita dan juga dia tinggal di new York"


"Apa bisa diandalkan?"


Ya, sejujurnya aku takut, pengacara ini sangat tak berkompeten tapi Leo tak mungkin memilih orang yang sembarangan.


"Dia seorang mantan polisi senior di New York"


"Oh .. "


"Suamimu orang hebat, tenang saja..."


"Iya pa.."


Aku terdiam saat seorang wanita cantik masuk begitu saja, dia percampuran darah Jerman dan Asia.


"Maaf saya telat"


Aku mengerjapkan mata, suaranya begitu lembut selembut dan seanggun gaun yang dia kenakan. Siapa wanita ini?


"Tak apa, kemarilah"


Aku ganti menoleh pada suamiku ini, kenapa begitu akrab? Tersenyum pula.


"Ell.. kenalkan ini Luna Lee, dia pengacara kita"


"Perempuan?"


"Kenapa?"


"Kan kamu bisa bicara lebih santai"


Aku mengeluh, ayolah, aku perempuan dan aku cemburu.


"Hallo nyonya Ellena Dominic, saya Luna Lee, jangan cemburu, aku sudah menikah"


Aku mengerjapkan mata, wanita ini tahu kalau aku cemburu.


Aku akhirnya hanya tersenyum.


"Kapan kalian akan pulang ke Inggris?"


"Lusa.. anak anak masih berlibur"


"Baiklah, aku akan tunggu kalian di Inggris saja.. karena aku meninggal bayi disana"


"Kalau begitu, aku akan mengabarimu kalau sudah sampai disana"


"Baiklah,.."


Wanita itu pergi begitu saja tanpa berkata hal lain, aku segera menoleh pada suami yang hanya tersenyum.


"Kalau kamu cemburuan akan memperlambat penyembuhanmu, sayang"


"Aku tak cemburu!"


"Benarkah? Kalau begitu kenapa kita tak membuat adik untuk si kembar?"

__ADS_1


"Mesum!"


Leo tergelak, dan segera mencium keningku begitu saja.


"Istirahatlah, aku akan menemui dokter"


"Emmm"


*****


Author pov


Setelah Leo pergi, datanglah kedua anaknya dan juga orang tua Leo, mereka baru saja pulang dari Hagia Shopia.


"Jadi apa yang kalian lihat disana?"


"Gereja yang sangat besar!"


"Bukan gereja, tapi masjid Ella!"


"Disana ada patung yesus!"


"Tapi itu dulu, tapi setelah Sultan Mehmed datang ke Istanbul, ia membeli Hagia Sophia dengan uangnya sendiri sebagai simbol penaklukkan dan dijadikan masjid"


"Tapi kenapa sekarang dijadikan museum?"


"Emmm kamu ingin tahu?"


"Tentu"


"Sejarahnya Hagia Sophia itu dibangun pada 537 ketika kaisar Bizantium, Justinianus, membangun gereja besar yang menghadap ke pelabuhan Tanduk EmasDengan kubahnya yang besar.. Hagia Sopia sempat menjadi gereja dan gedung paling besar di dunia.. Gedung ini tetap di tangan Bizantium selama 900 abad kecuali pada satu momen singkat pada 1204 ketika Tentara Salib menyerbu kota. Pada 1453, dalam serangan telak ke Bizantium, Sultan Ottoman (Utsmaniyah) Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih, merebut Konstantinopel yang kemudian disebut Istanbul. Setelah menang, Mehmed II melakukan salat Jumat di dalam Hagia Sophia. Kekaisaran Ottoman segera mengubah bangunan itu menjadi masjid, menambahkan empat menara di bagian luar dan menutupi ikon Kristen dan mosaik emas hiasan dengan panel kaligrafi Arab. Setelah berabad-abad di jantung kerajaan Muslim Ottoman, Hagia Sophia diubah menjadi museum pada 1934 oleh pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk, paham?"


"Siapa Mustafa ini?"


"Dia adalah seorang perwira militer dan negarawan Turki yang memimpin revolusi negara. Ia juga merupakan pendiri dan presiden pertama republik Turki"


"Dia bukan islam?"


"Nah, itu yang mommy belum tahu, nanti tanya saja ya sama daddy"


"Ello tahu! Agama yang dianut oleh Mustafa Kemal ini belum pasti, karena dia tak pernah menitik beratkan pidato pada satu agama saja.. ada yang bilang kalau Mustafa ini seorang agnostik, yang dimaksudkan sebagai deis non-doktrin, atau bahkan sebagai seorang yang berpaham ateisme, dalam artian ini pula beberapa sumber menyimpulkan bahwa keyakinan Mustafa Kemal adalah anti-agama dan anti-Islam pada umumnya"


"Kamu tahu dari mana?"


"Ini"


Ello menaikkan gadgetnya dan memperlihatkan situs yang dia baca. Ellena dan kedua orang tua Leo hanya menggeleng, mereka kira Ello benar benar tahu itu diluar kepala rupanya melihat situs.


Sedangkan Ella menahan marahnya pada sang kakak.


"Kukira kak Ello benar benar pandai, sampai hal inipun juga tahu! Rupanya kakak hanya mengcopy dari situs!"


"Lebih baik aku kan, aku bisa mencari sendiri, daripada kamu yang hanya tanya saja terus!"


"Mommy juga tak keberatan aku tanya terus menerus!"


"Mommykan sakit, kenapa tanya terus?"


Ella terdiam, dan segera menoleh melihat mommynya yang setengah duduk diranjangnya.


"Mommy, maafkan Ella"


Ya, Ella memiliki sifat yang manja dan sedikit rapuh, perkataan dari kakaknya tadi saja sudah membuatnya takut dan sedih.


"Mommy tak apa apa, mungkin besok sudah bisa pulang"


"Mommy jangan sakit ya, biarkan kak Ello dan daddy saja yang melindungi kita"

__ADS_1


"Iya, mommy tahu"


******


__ADS_2