
Ellena melewati hari harinya nampak biasa saja, orang lain lihat dia nampak sempurna apalagi dia akan melahirkan bayi kembar.
Ya, setelah 5 bulan berjalan dia ikut dengan kekasih Ziu mengelola bisnis perhiasannya di Hannam-Dong.
Berjalan dengan perut yang sedikit membesar tetap banyak yang meliriknya. Percampuran darah Inggris dan Turkeynya membuat sebagian orang berdecak kagum.
Dan hari ini dia sudah dijemput Ziu untuk kontrol janinnya.
Ziu tetap menemaninya walaupun sudah akan menikah, dia hanya bilang ini salah satu balas budi untuk keluarga kakek Ellena atas semua jasanya.
"Ziu, kamu tak kekantor?"
"Tidak, aku hari ini mengawal kamu kerumah sakit"
"Hah... kenapa tak keklinik depan saja sih... Kangbuk Samsung hospital itu jauh"
"Kalau kakek tahu calon cicitnya sampai diperiksa ditempat yang tak berstandart internasional, aku bisa dipenggal"
"Kakek tak sekejam itu!"
"Dia sayang dengan kalian, jadi mengertilah dia mau yang terbaik"
"Emmb...baiklah, ayo berangkat'
Ellena memakai dress hamil yang tak seksi tapi memberi kesan feminim dan anggun. Ellena berdandan seadanya. Entah mengapa kadang dia giat berdandan kadang juga malas tak mau menyentuh alat make upnya.
Ellena memasuki mobil McLaren P1 milik Ziu, mobil kesayangan lelaki itu.
Mobil balap ini sungguh mendapat perhatian lebih dari Ziu.
Dan Ellena benci menaiki mobil sport dan sejenisnya, karena itu mengingatkannya pada ayah si kembar.
Sial.
Ellena diam saja. Dia harus bahagia atau sedih. Dia mengelus perut yang membuncitnya.
"Masih mengingat Dominic?"
"Begitulah..."
"Mau bertemu? Hari ini dia ada peninjauan proyek Apartment didaerah Busan"
"Tak mau"
"Kenapa? Bukannya kamu merindukan dia?"
"Tidak, biarkan saja! Aku bahagia dengan calon anak anakku"
"Hmm.. kalau kau berubah pikiran akan kuantar"
"Emb"
Jawaban Ellena hanya seperti itu setiap kali Ziu ataupun Sarah, kekasih Ziu menanyainya.
Ellena hanya ingin membuktikan pada Leo, kalau dia mampu menguris buah hatinya tanpa mengemis pada lelaki itu.
Mobil sport itu membelok pada rumah sakit besar dan segera berhenti diparkiran.
Ellena turun dengan Ziu, banyak orang yang menatapnya karena Ziu lumayan terkenal di Korea, dulu dia pernah menjadi anggota militer saat kerusuhan dengan Korea Utara.
"Ayolah, kau juga jangan menatapku seperti itu"
"Emm.. kenapa kamu berhenti menjadi anggota militer"
"Aku tak berhenti, aku menjadi dokter militer dan sayangnya kakekmu menyerahkan perusahaan saat aku baru menjabat menjadi dokter jadi aku memilih kakek"
'Kau kan bisa bilang kekakek kalau kamu mau jadi dokter"
__ADS_1
"Aku bisa saja membicarakan itu dengan kakek tapi aku tak mau, aku mau kakek selalu bahagia"
Mereka memasuki rumah sakit besar itu dan bersiap untuk menemui dokter kandungan terbaik disana.
Ellena duduk dibangku antrian, dia melihat sekeliling. Ibu hamil dan suaminya. Mereka bercengkrama dengan romantis. Ellena iri. Dia juga ingin.
Ziu tahu kalau wanita disampingnya ini sedih. Ziu memegang tangan Ellena. Menenangkan.
"Ziu"
"Ehm... aku disini, tenang saja"
Ellena hanya diam saja, dia benci saat harus mengingat ayah sang anak.
Sampai tv diruang tunggu itu menampilkan figur yang dirindukan
Berita gosip.
Leo digosipkan akan rujuk dengan mantan istrinya. Ellena terkejut. Sakit rasanya saat Leo hanya menjawab 'doakan yang terbaik'.
Ziu menatap Ellena dalam. Ellena sudah seperti adiknya sendiri dan melihat Ellena sedih membuatnya sakit.
Ellena semakin tercekat saat gambar gambar Leo dan Laura terpampang dilayar itu.
Ellena tak sanggup menahan sakit ini dan tiba tiba kedua bayinya menendang dengan keras.
Ellena mengernyit, apa bayinya tahu?
"Kenapa Ell? Kau tak apakan?"
"Anakku menendang"
"Sehat sehat ya nak, jaga mommymu kelak"
"Terima kasih Ziu kamu selalu ada untukku"
"Sarah beruntung memilikimu"
"Kelak kau akan mendapatkan lelaki yang tulus denganmu Ell"
"Semoga"
Setelah menunggu akhirnya Ellena dipanggil untuk masuk keruang dokter.
Dokter cantik itu memeriksa dengan teliti dan hati hati karena dia tahu pasiennya kali in adalah keluarga perwira besar di tanah Gingseng ini.
"Ibunya sehat dan bayinya juga sehat, mereka sangat aktif, tak ada keluhankan nyonya?"
"Mungkim sedikit pusing"
"Oh, minumlah air putih dan vitaminnya secara teratur, dan jangan banyak memikirkan hal tak penting nyonya.."
"Baiklah"
"Ah iya, seringlah olahraga pagi itu akan membantu metabolisme darah anda"
"Iya"
Setelah diberi resep obat, Ellena dan Ziu keluar. Ellena terus saja mengelus perutnya. Dia tak sabar menunggu 3 bulan lagi.
"Mau berbelanja?"
"Tak usah, kita ke Gangnam saja aku sudah ditunggu Sarah"
"Katanya hari ini kalian tak ada yang ke galery?"
"Iya memang, tapi hari ini aku memiliki jadwal shopping"
__ADS_1
"Kalau begitu aku antar"
"Kenapa sih kamu begitu protektif pada kami"
"Kalian hartaku Ell.. Aku mencintai Sarah dan kau adalah Adikku, paham!"
Saat mereka memasuki mobil, tak disadari Ellena bahwa dia ditatap begitu tajam oleh seseorang dibalik ferarri. Dia mencengkeram sampai tangannya memutih.
Dia Leo.
Dia sangat rindu dengan Ellena tapi dengan mudahnya Ellena mempertahankan bayi itu daripada hidup bersamanya.
Dan apalagi sekarang melihat adegan didepan mata saat Ziu memegang pipi Ellena.
"Kau tetap mencintainya?"
"Aku tak berniat berhenti mencintainya"
"Dia hamil"
"Aku tahu, ikuti saja mereka"
"Baik"
Roy dan Liam hanya bisa patuh, kalau mereka mau, ingin rasanya memukuli bosanya ini. Roy dan Liam saja tahu itu anak siapa tapi malah sang pemberi benih begitu bodoh!
Mereka mengikuti Ellena dan Ziu, sebanarnya Ziu tahu kalau diikuti tapi diam saja. Mereka bukan ancaman.
Sampai didepan galery mereka sudah menemukan Sarah berdiri didepan bangunan besar ini.
"Sarah"
"Ellena, oh i miss u"
Leo bisa mendengar pembicaraan mereka karena Kedua wanita itu bicara tepat disamping mobilnya. Ziu sengaja memarkir agak jauh agar bisa memberi ruang terhadap mobil Leo.
"Aku tak kesini hanya 3 minggu, dan kamu rindu"
"Tentu, kau tahu? Banyak lelaki yang mencarimu katanya ingin menjadi ayah tiri si kembar"
"Ah padahal aku masih ingin mempertimbangkan Artis itu"
"Ah, iya dia juga tampan, kemarin di kesini".
"Lagi?"
"Iya dia membeli kalung untuk ibunya"
"Dia sangat maniskan? Tapi sayang aku masih mempertimbangkan"
"Jangan memikirkan ayah sang kembar! Dia bahkan sudah akan menikah"
"Aku tahu, kita mau pergi kemana?"
"Sekitar sini saja, aku mau membeli peralatan bayi mumpung ada Ziu yang membawa belanjaan"
"Sial,jadi kuli angkut"
"Ohh sayang, sabar ya,, anggap saja latihan untuk bayi kita kelak"
Mereka bertiga tertawa. Dan segera berlalu. Sedangkan didalam mobil itu Roy dan Liam siap tertawa terbahak bahak mendengar pembicaraan Ellena karena secara tak langsung Ellena membuat cemburu sang boss.
"Kita lihat pembuatan apartment!!"
"Siap boss"
*************
__ADS_1