Ellena

Ellena
71


__ADS_3

Selat Bosporus- Istambul


Setelah dari Hagia Shopia, Leo mengajak Ellena untuk menaiki cruise untuk mengarungi selat yang memisahkan Eropa Dan Asia. Leo memeluk Ellena dari belakang, menikmati pemandangan yang indah. Sesekali Leo mencium tengkuk Ellena, menyalurkan keinginannya lagi. Seandainya ini yat yang memiliki ruang pribadi, Leo pasti akan dengan senang hati menyeret Ellena kedalam sana dan menghabiskan waktu mereka diranjang yang panas sambil melihat pemandangan yang indah ini. Sayangnya disini hanya ada penyewaan cruise.


"Ellena...."


"Ini indah Leo, kamu selalu tahu apa yang aku suka..."


"Entah mengapa aku ingin selalu melihat senyummu ini... senyum yang menyampaikan seluruh isi hatimu"


"Leo... aku sangat bahagia memiliki kamu sebagai suamiku dan daddy dari anak anak"


"Ellena, aku bukan lelaki yang romantis ataupun yang selalu peka dengan semua keinginanmu, tapi yang pasti aku selalu ingin membuatmu bahagia.. membuat keluarga kecil kita bahagia tanpa secuil kesedihan apapun... aku selalu memimpikan semua hal yang begitu manis tentang kita"


"Leo..."


"Ellena, aku belum pernah melamarmu dengan hal yang mewah, tapi disini, diatas cruise ini dengan saksi selat Bosporus, aku ingin sekali lagi mengajakmu hidup bersama, menyelami lautan bahagia dengan keluarga kecil kita. Membuat kenangan kenangan indah tanpa celah.. maukah engkau?"


"Leo..."


"Aku tak sempurna Ell, aku ingin..."


"Aku mau Leo, tanpa kata kata puitis darimu, aku tetap mau menua bersamamu, merajut kebahagiaan bersama keluarga kecil kita"


Leo membalik tubuh Ellena untuk menghadapnya. Menatap mata teduh Ellena membuatnya nyaman. Leo memiliki mata yang tajam, tapi tatapan itu bisa luluh hanya dengan menatap mata sang istri.


Leo menyatukan keningnya denga kening Ellena, sambil tersenyum Leo mengatakkan hal yang indah.


"Banyak kali aku mengucapkan kata cinta, tapi kali ini aku ingin mengucapkan, ayo cepat punya anak lagi!"


"Leo, kamu merusak suasana romantis ini!"


"Aku tak merusaknya..."


Leo segera mencium Ellena, ciuman yang semula lembut dan hangat semakin lama semakin menuntut dn posesif bahkan terdengar suara decapan dari keduanya.


Ellena mengeratkan pegangannya pada leher Leo, sedangkan Leo semakin menempelkan badan keduanya sambil sedikit meremas pinggang sang istri, untuk menyalurkan rasa gemas pada ciuman mereka.


Tiba tiba Leo melepaskan ciuman itu, dan itu membuat Ellena mengernyit heran. Apa Ellena tak handal berciuman?


"Aku takut akan menindihmu diatas sini!"


"Leo, kamu benar benar membuatku gila"


"Aku juga... kau seperti nikotin bagiku..."


Leo merogoh saku jasnya dan mengambil sebuah kalung dari sakunya. Kalung yang indah. Kalung dengan liontin bergambar bunga persik.


"EL?"


"Ellena, Leo, Ello dan Ella"


"Kau mendisain sendiri?"


"Tentu...dan ini..."


"Shadow of love..."


"Ya..."


"Ini bukannya dipelelangan didapat oleh orang yang bernama El?"


"Iya... itu aku.."

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku ingin memberikannya untuk pendamping hidupku"


"Hmmm?"


"Aku memang sudah menginginkan kita kembali dari dulu Ell"


"Leo.. kau memberiku banyak kejutan"


"Aku harap, aku tetap bisa memberimu kejutan terus menerus Ell, I love You"


"I Love You too"


Leo tetap memeluk Ellena sambil menikmati pemandangan sekitar. Menikmati waktu berdua mereka.


Sangat romantis, sampai Ellena menitikkan air mata. Tak pernah terbayang dalam hidupnya akanĀ  mendapat semua hal ini, apalagi dengan adanya Leo disampingnya.


Cruise yang mereka tumpangi menyusuri sepanjang selat, sampai mereka kembali lagi ke dermaga.


Leo menuntun Ellena untuk melihat pemandangan yang lebih indah lainnya.


**


Camlica Hills- Istambul


Leo menuntun Ellena keatas bukit sambil menutup mata wanita itu. Memberikan kejutan.


"Bukalah..."


Ellena membuka penutup kepalanya, dan seketika Ellena membekap mulutnya.


Pemandangan didepannya sangat indah. Kota Istambul terpampang, apalagi dengan adanya selat Bosporus dan juga jembatan Bosporus yang membentang sepanjang 1510 meter. Ini sangat indah, apalagi langit sore yang menawan.


"Tentu indah.."


Ini bukan suara Leo, Ellena berbalik melihat Leo sudah tergeletak ditanah. Sedangkan yang berdiri tepat didepannya adalah..


"Dav, kamu! Kamu apakan Leo?"


"Apa darl? Mantan suamimu ini sangat merindukanmu... tak ingin memelukku dulu...oh, kalau Leo aku tadi menyemprotkan obat bius padanya"


"Pergi!"


"Pergi? Aku akan pergi bersamamu darl..."


"Apa maumu!?"


"Pergi bersamaku, menghabiskan waktu bersama!"


"Mimpi!"


"Ellena jangan menyulut emosiku!"


Dav berjalan mendekat, sedangkan Ellena terus saja melangkah mundur sampai dia menghimpit pagar pembatas.


Ellena melihat kebelakang, ini sangat curam!


"Kalau kamu terus melangkah maju, aku akan melompat kebawah sana!"


"Melompat? Jangan harap"


Tiba tiba Dav menyemprotkan sebuah gas spray yang membuatnya pusing seketika dan semua gelap begitu saja.

__ADS_1


Dav tanpa membuang waktu, segere mengangkat tubuh Ellena dan menancap gas untuk pergi. Membiarkan Leo pingsan sendiri.


**


Entah berapa lama Leo terbangun dari pingsannya. Ini sudah malam.


Ellena? Sial. Kemana wanita itu? Ini ada yang tak beres. Leo berfikir dengan keras, menandakan dia sangat sulit mengingat kejadian tadi.


Ah ya, dia ingat. Dav datang kemari dan tiba tiba Leo pingsan.


Leo segera mengaktifkan aer-piece miliknya agar terhubung dengan seluruh anak buahnya dan juga tehubung dengan Ello.


"Lacak keberadaan Ellena dan Dav,sekarang!"


"Siap boss!!"


Semua anak buahnya serempam mengatakkan itu, termasuk Ello.


'Maafkan daddy nak, daddymu ini belum bisa menjaga mommymu dengan baik..."


Leo menggunakan semua mata mata dan pengawalnya serta meminjam tentara bayaran milik Arsyid.


Waktu sudah akan subuh, tapi tak ada tanda tanda mereka menemukan sang istri.


Leo sangat frustasi. Sampai Liam dan Roy terbang ke Turki untuk membantu sang boss.


"Bagaimana bisa kamu tak tahu kalau Ellena diculik?"


"Aku dibius..."


"Dibius? Dengan tingkat kewapadaanmu itu bisa sampai kecolongan?"


"Hah... di Camlica hills banyak orang, siapa yang akan mengira kalau orang suruhan Dav menyamar sebagai orang hamil dan menyemprotkan obat bius kewajahku"


"Keluarga Rusell akan segera datang"


"Hmmm..."


"Kau pasti akan dihajar oleh kakek tua itu karena menghilangkan cucu tersayangnya"


"Aku akan mencarinya lagi..."


Leo pergi begitu saja, apa iya dia tak bisa menemukan Ellena disetiap sudut negara Turki?


Leo terus saja menekan gas mobilnya agar segera melesat jauh.


Leo sedikit berpikir dalam perjalanannya, bagaimana dia bisa mencari tahu keberadaan Ellena?


Bahkan Ello sudah mengatakkan kalaau Dav menghilangkan jejak dari Mexico dan tak ada data dikedatangan tentang Dav ataupun anak buahnya. Ello dan Ella sampai menangis saat tahu sang mommy hilang. Dan sekarang Leo juga meneteskan air mata. Dia sangat ceroboh.


Tiba tiba Leo menekan remnya secara mendadak, untung mobilnya bisa seimbang tak oleng dan terguling.


"Bodoh, aku ingat!"


Leo segera mengambil macbooknya. Diakan sudah menyelipkan chip dikalung milik Ellena. Bodohnya dia!


Ya, hanya Leo yang tahu kalau kalung itu ada pelacaknya karena memang hanya Leo yang bisa melacak. Teknologi buatan Leo sendiri.


Leo berkutat dengan macbooknya sangat serius. Sampai titik merah terlihat disana.


"Ketemu!"


Leo segera menghubungi Liam dan seluruh anak buahnya untuk diam diam datang kesana. Leo mendapat pikiran buruk!

__ADS_1


********


__ADS_2