Ellena

Ellena
23


__ADS_3

Keesokan harinya Ellena terbangun, sudah tak ada Dav disampingnya. Entah jam berapa Dav selesai mengoceh dengan segala keluh kesahnya, Ell sudah tertidur sebelum dia pergi. Di tetap Dav yang dulu, Dav yang mencuri hatinya hanya dengan kata kata lembutnya tapi dia bukan Davnya lagi. 


Setelah dinyatakan sehat dan dapat pulang, akhirnya Ellena dapat menghirup udara luar lagi.


Ellena sempat bingung, tak ada siapapun yang bisa membantunya.


Seperti ini rupanya kalau tak punya orang terdekat. Akan pulang dari rumah sakitpun sendirian tak ada yang menemani.


Aku akan pulang kemana? Rumah mama papa? No. Rumah Al? Dia akan menikah tak bisa diganggu. Rumah Dav? Ayolah dia sudah kukirimi surat cerai. Rumah Leo? Dia kan duda baru, bagaimana kalau dia cari mangsa. Apartemen? Apa masih bisa dihuni lama gak kesana.


Kata kata itu yang dipikira Ellena, sangking bingungnya dia terus saja bergumam tak jelas.


Setelah dipikir lagi, sepertinya kembali ke apartemen saja, mungkin apartemen itu agak berdebu.


.


Setelah menaiki taksi yang memang jarak rumah sakit dan apartment jauh, akhirnya dia sampai diapartment.


Sampai di apartemen rupanya memang berdebu, saatnya bersih bersih walau agak nyeri di bagian perut tapi harus kuat. Untung apartemennya terbilang tak terlalu luas jadi 30 menit saja sudah selesai. Saatnya kebawah makan di restoran cepat saji dan mampir ke mini market membeli kebutuhan rumah.


Ya, Ellena memang suka memplaining semua hal yang akan dilakukan, dan itu sudah menjadi kebiasaan.


Entah kenapa ada yang kurang dimakannya kali ini, apa karena dia sendirian. Terbiasa dengan kehadiran Dav makanpun bisa terasa sepi padahal pengunjung disini lumayan banyak. Dipercepat acara makannya dan segera pulang, waktunya belanja.


Didorong stroller belanjanya, dipilih segala sesuatunya dan ini kebiasaan yang membuat Dav, Leo ataupun Al jengkel. Katanya memilih garam saja lama.


Sayur, kebutuhan dapur, sabun, shampoo, sikat gigi, camilan, kali ini dia memborong banyak sekali belanjaan. Untung mini market ini tak jauh dari apartementnya.


"EL"


"Leo, kamu dari mana?"


"Aku mencarimu kemana mana, rupanya disini"


"Iya aku milih tinggal di apartemen saja"


"Kenapa gak tinggal dirumahku aja? Aku juga sendiri"


"Nah itu, karena kamu sendiri"


"Hahaha aku tau maksudmu El, aku juga mau kok"


"Apanya?"


"Masakan kamu lah"


"Hmm"


"Sini kubantu, pasti jahitan diperutmu lumayan kerasakan?"


"Terima kasih Leo, sudah lebih baik, tadi sudah aku minum obat anti nyerinya"


"Oh, kamu sekarang tinggal sendiri dijaga kesehatannya"


"Siap komandan"


"Hmm apartemenmu tetep seperti dulu ya"


"Iya lah, belum aku dekorasi ulang, mungkin serba putih bagus"


"Bagus kok, aku pulang dulu ya, ada rapat sebentar lagi"


"Iya, makasih ya"


"Sama sama sugar"


Haiiss,, Leo sama seperti dulu. Tetap suka menggoda.


Dibaringkan tubuhnya disofa, jahitan diperut ini kenapa seperti menyayat nyayat, dia minum lagi obat anti nyerinya dan lekas tidur.


.


.


.


.


.


.


Ting tong ting tong


"Ugh,,, berapa lama aku tertidur, siapa diluar sana. Sepertinya hari sudah mulai malam"


Dibuka pintu, tak ada siapa siapa hanya ada bunga dan makanana


.


Indah seperti kau sayang

__ADS_1


Dav.


Kenapa lelaki itu kesini, dibuang semua itu ditong sampah depan. Dia tak mau menjanjikan apapun ke dav. Cukup sudah dia menyakitinya.


"El"


"Kenapa kau kemari?"


"Aku ingin mengulangi semuanya"


"Baik, ulangi dari kau tak mengenalku dan pergilah"


"Tapi El,aku sungguh mencintaimu"


"Pergi!"


Ya dia langsung pergi begitu saja, tanpa memberi alasan apapun lagi. Dasar lelaki.


1 minggu berlalu dengan biasa biasa saja. Diapartemen sendiri dan sesekali Leo datang menjenguk. Tanpa lelaki brengsek itu.


1 bulan berlalu dengan tenang. Saatnya shopping.


Dimasuki sebuah mall besar, hari ini berbelanja dari outlet satu ke yang lain. Ini mengasyikkan, dia lama tak merasakan hal semenyenangkan ini.


Ehm... setelah sampai didepan outlet baby shop Ellena melihat pasangan yang sangat dia kenal, Dav dan Lea. Pasangan serasi.


Pasangan yang membuat mata disana iri semua. Mereka tertawa bersama memilih pakaian bayi. Dasar seorang bajing*n dan pel*cur itu sangat serasi.


Jangan harap ada kata kembali lagi Dav.


Sampai dirumah sudah cukup larut,lelah rasanya. Untung dia sudah makan. Mungkin mandi dapat merilekskan pikirannya. Ritual yang menyenangkan setiap lelah, mandi dengan sabun aroma terapi.


Drrttt drrttttt.


Leo


Haisss dia mengganggu waktu bersantaiku.


"Kau menggangguku!"


"Aku ada didepan apartementmu kedinginan"


"Buka saja passwordnya masih sama , aku malas keluar dari kamar mandi"


"Baiklah"


..


..


..


Ellena mendapati Leo duduk dimini barnya menyesap wine.


"Kenapa kau membuka wine ku?"


"Untuk menghangatkan tubuh, kemarilah"


"Hmm.. ada masalah apa?"


"Aku merindukanmu"


"Hahaha itu sangat menyentuh Leo"


"Minumlah"


Ellena mengambil gelas yang ditangan Leo dan meminum wine itu.   gelas berkaki yang kosong itu mendarat dengan sempurna dimeja bar.


Sreeettt..


Leo memeluk Ell dengan posesive, nyaman, itu yang dirasakan Ellena.


"Aku benar benar merindukan waktu kita dulu"


"Leo"


"Biarkan aku bersamamu malam ini"


Dia menciumi tengkuk Ellena, menuntut Ell untuk mendesah karenanya. Leo, dia tetap memabukkan. Dia menelusup dibalik bathdrob Ell yang notabennya tak memakai apapun.


"Kau selalu tahu sayang"


"Ahhh leo"


Ellena diangkat menuju sofa, meletakkannya secara perlahan seakan takut akan pecah.


Dia menciumi Ell lagi, menciumi bibir tipis itu seakan ini barang yang langka.


Dibuka tali bathrobenya, terpampang jelas Ell tak memakai apapun.


Leo pov

__ADS_1


Tubuh yang selalu ku rindukan, tubuh yang selalu menjadi bayang bayangku.


Putih mulus hanya ada bekas luka jahitan dibawah pusar itu. Aku  mengelusnya perlahan, ini tempat anakku dulu berada.


"Apa masih sakit?"


"Tidak"


"El, bolehkah aku menguasaimu malam ini?'


"Iya Leo, ya..."


Setelah kudapat izin dari El, langsung saja ku ciumi setiap inci tubuhnya. Menuntut dia tetap mengerangkan namaku.


"Ahhh leeooo"


Kuciumi perutnya dan turun kedaerah sensitivnya. Kuciumi daerah itu dan sesekali menggigigitnya. Ini sangat mengasyikkan.


"Ahhh leeeoo,,, ohhhhh"


Dia pasti menggelepar tak berdaya atas aksiku. Menyuruhku lebih keras lagi.


aku berdiri melapas balutan kemejaku dan celana bahanku. Dan menampakkan tubuh atletisku.


Aku tak tahan.


Kudorong tubuh kecilnya, menyender disofa. Ku buka pahanya dan menguasai tubuhnya lagi.


Entah sampai jam berapa aku dan Ell bersama yang pasti aku sangat suka saat saat seperti ini.


Aku terkulai, aku yakin besok aku pasti mengingikannya lagi.


"Tidurlah"


Dia tahu kebiasaanku setelah bercinta pasti menyuruhnya tidur.


Saat pagi tiba, dia tak disampingku mungkin dia didapur. Kulihat ada 1 stel baju kasual hmm dia selalu menjadi calon istri idaman.


Kumelesat kearah dapur dan mendapatinya memakai baju tidur warna pink, mungkin dia belum sempat mandi tadi. Ku memeluknya dari belakang.


"Pagi nyonya Leo dan calon Leo junior"


"Leo jangan bercanda sepagi ini,ini aku buatkan kopi dan juga sarapan"


"Iya, apa kau tak ingin olah raga pagi?"


"Tidak, aku lelah Leo"


"Baiklah baiklah"


"Tidak berangkat kekantor?"


"Kekantor bentar lagi, ada rapat pemegang saham"


"Oh, ayo sarapan dan bersiaplah"


"Emm..."


"Leo..."


"Ya, kenapa?"


"Kenapa Laura meminta berpisah?"


"Dia punya alasan yang tak ingin kamu tahu"


"Maksudmu?"


"Suatu hari nanti kamu pasti tahu, dan aku pastikan kamu tahu..."


"Leo..."


"Ada apa lagi?"


"Apa yang dikatakkan Alleo benar?"


"Aku dominan? Kau sudah tahu jawabannya Ell..."


"Iya aku tahu itu"


"Kalau kau ragu itu, aku tak masalah.. karena seorang lelaki sepertiku pantas mendapat predikat seperti itu"


"Maaf aku menyinggungmu Leo"


'Kau tak pernah menyinggungku Ell... makanlah kau pasti lapar, aku akan bersiap"


"Dilemari baju ada satu stel baju kantor yang masih baru mungkin ukurannya sama"


"Itu untuk Dav"


"Itu pertanyaan atau pernyataan? Itu sudah tersimpan disana dari awal aku kerja, itu aku beli karena ingin saja"

__ADS_1


"Hmm baiklah aku akan pakai..."


*******


__ADS_2