
Dipertengahan operasi berlangsung, Dav berlari menuju ruang operasi.
Raut wajahnya terlihat khawatir dan sedih. Leo melihat Dav yang berhenti tepat didepannya tahan untuk memukul wajah lelaki yang membuat anaknya harus pergi. Leo berdiri dan segera mengayunkan tangannya kearah wajahh Dav.
Bugg,, bug,, bug...
"********! Masih ada muka kamu kesini hah!"
"Aku tahu, aku salah Leo... aku sadar"
"Kamu sadar? Setelah bayi Ellena pergi!"
"Pergi? Apa maksudmu ?"
"Janin El terpaksa diambil karena keadaan kritis"
"Kamu bercanda, pasti bercanda"
"Dav, tolong putuskan kamu mau bersama El atau Lea, El sudah sangat menderita"
"Aku serahkan keputusan ini pada El, aku sudah tak sanggup mengambil keputusan"
"Hah... semoga El membuat keputusan dengan benar"
Leo mencoba meredam amarahnya, melihat wanitanya berjuang didalam sana sudah membuatnya sakit apalagi melihatnya menderita, Leo tak sanggup.
______
sudah 3 hari ini El tak sadarkan diri, kata dokter keadaan El sangat lemah terlebih lagi kemarin saat operasi keadaan El kritis.
Dav terus saja menunggu El, bahkan dia meninggalkan kantornya demi El.
"Kau baru sadar setelah dia sekarat Dav?"
"Al, aku salah"
"Tinggalkan adikku, biarkan dia bebas"
"Aku mencintainya"
"Lupakan saja! Lihat wajah El, dia lebih kurus dari terakhir kali aku bertemu, apa kau tak kasihan dengannya?"
"Aku memang salah Al, biarkan El yang memilih"
"Jika El memilih meninggalkanmu, tolong pergilah"
"Ya, apapun yang dikatakan El akan aku lakukan"
×××××
Sudah satu minggu Ellena tak sadarkam diri. Dav mencoba tetap bersabar dari tekanan seluruh keluarga Ellena dan keluarganya.
Apalagi mendengar keeluarganya menyalahkan Ellena karena tak bisa menjaga calon pewarisnya.
Dia merasa sangat bersalah, sungguh bersalah.
"Ughh"
"Ell kamu sudah sadar?"
"Dav"
"Iya sayang, apa yang sakit"
"Lea hamil"
"Biarkan saja"
"Dan anakku meninggal"
"Sayang"
"Pergilah temui Lea"
"aku ingin disampingmu"
"Apa masih kurang kamu menyakitiku?"
"Aku tak akan menyakitimu"
"Pergi dari sini"
Saat semua sudah terlambat mau bagaimana memperbaikinya. Hati ini seperti kertas dia terlihat kuat tapi sekali saja dirobek dia sudah berhamburan sekalipun di satukan lagi dia tak bisa seperti semula.
"Ellena sudah menyuruhmu pergi, pergilah"
Leo sudah diambang pintu, dia sudah mendengar semua percakapan suami istri itu, dan juga Ellena tahu kalau Lea hamil. Lalu apa yang akan ditutupi lagi.
__ADS_1
Dav mendengar itu, dia tak menjawab, dia segera pergi begitu saja.
"Ell"
"Leo,kamu dari tadi disini? kamu gak kekantor?"
"Hmm.. aku khawatir sama kamu"
"Aku tak apa"
"Mana bagian yang sakit?"
"Udah enggak kok"
"Hmmm maafkan aku tak bisa berbuat apa apa saat bayi kita diambil"
"Tak apa, tenang saja mungkin Tuhan lebih sayang, eh.. bayi kita maksudmu apa?"
"Yang menghamilimu aku Ell, bukan Dav"
"Jangan canda!! Aku tak perlu hiburan konyolmu Leo!"
"Apa perlu aku membongkar makam anak kita, dan mencocokkan DNAnya denganku Ell"
"Aku tak pernah berselingkuh denganmu! Kenala bisa..."
"Karena mimpi di Jepang itu nyata Ell...aku menidurimu waktu itu! Maaf aku memang brengsek, tapi aku tak ingin kamu selalu dipojokkan oleh keluarga Dav! Aku tahu Dav tak mungkin bisa menghamilimu sebanyak apapun kalian bercinta"
"Dav? Tak bisa menghamiliku? Tak mung...."
"Karena tes sebenarnya bukan 30% tapi 0% kemungkinan, yang dikandung Leapun juga bukan anak Dav Ell, tolong mengerti itu Ell, aku mencintaimu..."
"Apa yang akan kukatakkan pada mereka kalau seperti ini Leo"
Ellena mulai terisak, dia tak tahu rahasia sebesar ini. Bahkan dia baru tahu ayah kandung anaknya setelah anaknya pergi. Ellena tak habis pikir dengan kenyataan ini.
"Tak usah kau beritahu mereka, yang terpenting kau tahu dan tolong jangan katakkan yang sebenarnya kalau tak terdesak, karena aku tak mau kamu dihina dan dicaci lagi Ell, tolong"
"Lalu, aku harus bagaimana?"
"Turuti kata hatimu ya, aku selalu mendukungmu apapun yang terjadi..."
"Oh, Al ada dibawa dengan sabrina"
"Iya kah?"
"Akhirnya kakakku menikah"
"Iya sedangkan aku kembali mencari pasangan"
"Hah?"
"Laura meminta cerai dariku"
"Kenapa?"
"Dia tak mencintaiku lagi"
"Yang sabar ya"
"Kau menghiburku El? Kau tahu persis dengan sifatku"
"Kau tetap baik buat aku Leo"
"Hmmm kalau aku baik, kamu harus cepat sembuh dan kita akan terbang ke Jepang"
"Untuk apa?"
"Apa kau lupa impianmu ingin melihat sakura saat musim semi"
"Ah iya, kalau bisa sekalian melihat pohon maple saat gugur"
"Disatu tempat? Sepertinya kita harus menunggu disana dari musim semi ke musim gugur"
"Hahaha... terlalu lama Leo"
"El.."
"Hm?"
"Setelah semua kejadian ini jadilah wanita yang tegar"
"Ya, sudah cukup anakku yang hilang"
"Hmm... iklaskan, suatu hari nanti Tuhan mengganti anak kita"
"Leo, aku minta bantuanmu, tolong Hubungi pengacaraku aku mau dia mengurus surat ceraiku"
__ADS_1
"Tapi kau sangat mencintai Dav El"
"Lea dan anaknya lebih membutuhkan Dav, dan juga cintaku telah hilang saat dia mengkhianatiku"
"Dav pasti sulit menerimanya, tapi itu salah satu hal yang baik juga"
"Itu sudah resiko dia, dia yang menyalakan api harus bisa menanggung kebakarannya"
"Tapi..."
"Sudahlah Leo, mungkin setelah ini aku bisa traveler kemanapun"
"Aku ikut"
"Hmm.. kalau begitu bayarin ya"
"Apapun untuk ellenaku"
"Hmmm.. duda baru ini sudah berani menggoda"
"Hahaha el, kamu tahu kalau aku dari dulu masih mempunyai perasaan yang sama"
"Sudahlah jangan dibahas lagi"
"Ya ya ya ya... kau pasti mengalihkan topik"
"Pulanglah, besok kau harus kerja"
"Siap calon nyonya Leo"
"Leeeeooooooo"
"Hahahaha aku pulang dulu El, cup~"
Leo mencium Ellena,, wanta itu sempat tertegun sekian lama dia masih berdegub saat diciumnya... apa Ell masih mencintainya. Tapi Al akan marah besar kalau tahu.
"El"
Nah, baru saja dibayangkan wajahnya sudah datang..
"Kak, mana sabrina?"
"Dia dirumah istirahat"
"Oh"
"Leo dari sini?"
"Iya"
Aku kok punya perasaan gak enak ya~el
"Jangan dekat dekat lagi sama Leo"
"Kenapa?"
"Istrinya saja minta cerai karena sikapnya, aku takut kalau kamu kembali lagi dengan dia, kamu akan sengsara"
"Kak,aku masih belum cerai jadi jangan takut, dan semua orang bisa berubah"
"Iya aku tahu"
"Lebih baik kakak pulang istirahat dan aku juga akan istirahat"
"Kamu gak ada yang menemani"
"Aku sudah sehat, besok boleh pulang jadi jangan khawatir"
"Baiklah"
Setelah Al pulang, Ellena ingin sekali tidur, saat baru akan tidur ada yang membuka pintu kamar. siapa lagi yang mengganggunya tenang sebentar saja. Tapi dari bau parfumnya Ell kenal, parfum hadiah ulang tahun Dav darinya. Untuk apa dia kesini, apa kurang tadi sudah diusir Ell. Ellena tetap berpura pura tidur.
"El, aku minta maaf"
"Kau boleh berbuat apapun yang terpenting kau jangan meninggalkanku"
Bagaimana kalau dikebiri saja, tapi susah aku dong mau sama siapa coba kalau aku gak pisah dan dav dikebiri~El
"Kau tau El, aku seharian ini hanya memandangi wajahmu saat pernikahan kita"
Tak punya kerjaan lain~el
"Kenapa aku begitu ceroboh menduakanmu, dan membanding bandingkanmu dengan yang lain"
"Padahal sudah cukup jelas kalau kau yang paling unggul"
"Aku menyesal Ell... aku mohon maafkan aku"
__ADS_1
******