Ellena

Ellena
16


__ADS_3

Ellena dan Dav sudah sampai dinegri sakura, Ellena cukup senang dan sedikit melupakan masalahnya saat sampai dipintu keluar bandara tadi.  Bukan karena akan honeymoon yang berisi malam panas tapi lebih senang karena ini adalah impiannya, menikmati musim semi di Jepang.


Ellena terus saja menatap jendela mobil, menikmati kota Tokyo yang sangat ramai dan bagus. Ya ini lebih mirip New York kalau saja bangunan bangunan khas Jepang ini tidak ada.


Tangan kiri Ellena terus saja digenggam oleh Dav. Dia sesekali tersenyum saat Ellena tersenyum melihat takjub kota tempatnya tinggal dulu.


Dav tahu beban yang ditanggung Ellena tapi dia juga tak berani menguranginya, gengsinya lebih tinggi daripada pengakuannya. Ya, Dav tahu kalau dia cacat, Dav tahu dari bulan pertama mereka menikah, tapi tak menyangka orang tuanya terus menerus menghina Ellena.


Mobil mereka sudah sampai dipelataran apartment mewah.


"Apartment?"


"Iya, apa istriku ini lupa kalau aku dulu pernah tinggal disini?"


"Emm tidak lupa, bagaimana dengan Roy?"


"Roy juga punya unit disini, Roy mengikutiku sejak aku kuliah"


"Oh"


Entah perasan Ellena atau bagaimana, Roy terlihat lebih diam dan kadang kadang menegang saat berpapasan dengan Wanita.


"Roy, are u okey?"


Roy tetap diam, menandakan dia tak berkonsentrasi dan sedikit melamun. Dav menepuk pundak Roy, dan seketika Roy telonjak kaget.


"Tak apa"


Menurut Ellena itu bukan pertanyaan tapi sebuah pernyataan yang membuat Roy sedikit rileks.


"Ya tuan"


Ada apa mereka berdua?


"Roy, tolong laksanakan tugasmu"


"Tapi tuan.."


"Tak ada bantahan, aku butuh itu"


"Ba..baik tuan"


Ellena menatap kedua lelaki itu heran. Setahu Ellena, Roy tak pernah ragu dalam mengerjakan tugas dari Dav ataupun Ellena, tapi ini dia ketakutan?


Dav mengajak Ellena masuk dan meninggalkan Roy yang sedang menelpon.


"Tugas apa yang kau berikan sampai Roy ketakutan?"


"Mencari seorang penjahat"


"Penjahat?"


"Ya, dia mencuri sebagian hal yang penting dariku"


"Apa?"


"Tak perlu tahu, ayo masuk ke tempatku mengabiskan beberapa tahun di Jepang"


"Hmm..."


Ellena tak ambil pusing itu, toh urusan Dav begitu banyak dan rumit.


Ellena memasuki kamar unit itu, kesan pertama adalah luas dan mewah. Semua perabot disini bisa dikatakkan bernilai tinggi.


Ellena mengerjapkan matanya saat  melihat kearah balkon, dari sana Bisa melihat pohon pohon sakura yang berbunga disepanjang jalan.

__ADS_1


"Kau akan lebih tercengang saat malam hari"


"Emmm.. apa bagus?"


"Sangat, karena kita ada ditengah tengah kota Tokyo"


"Oh... aku lapar"


"Makan mie dingin?"


"Mie dingin?"


"Iya...kau mau?"


"Ramen?"


"Bukan, mie dingin itu jenis makanan berbeda..."


"Emmm boleh.."


Akhirnya mereka berdua turun untuk memakan mie dikedai mie seberang jalan.


Mereka memakannya dengan khidmat. Ellena takjub dengan rasa masakan ini sedangkan Dav melepas rindu dengan mie dingin ini.


Ellena terlihat gembira, dia lupakan semua masalahnya. Selesai makan malam, mereka kembali lagi kedalam unit.


Dav memeluk Ell.menuntun wanita itu kebalkon untuk melihat pemandangan.


"Indah?"


"Ya, sangat indah, ahhh"


Dav mengecup tengkuk Ellena. Ellena pasrah. Tangan Dav terus naik membuka kancing kemeja Ellena.


"Nanti ada yang lihat"


"Dav..."


"Ya sayang"


Akhirnya Dav membalik tubuh Ellena, untuk menghadap Dav. Mereka saling melengkapi dan memuaskan. Angin musim semi cukup membuat tubuh Ellena dengan baju dalam meremang. Dav tahu itu, dia segera mengangkat tubuh Ellena kedalam, menindihnya dan memulai aksi mereka.


Hentakan demi hentakan serta erangan beriringan entah berapa lama. Yang Ellena tahu dia sangat lelah.


Setelah selesai dengan kegiatan mereka, Dav mendekap erat tubuh Ellena. Dav sangat suka menghirup aroma tubuh Ell... walaupun Ell berkeringat tapi aroma manis itu tetap ada.


Ellena dan Dav sudah pergi kealam mimpi mereka. Dav sangat bahagia setelah satu tahun dirinya tak terlalu banyak mendapat quality time bersama istrinya, tapi sekarang bahkan segala imajinasi liarnya tercapai. Ellena sangat pasrah. Dan Ellena lah yang membuat dirinya bangkit lagi.


Sedangkan Ellena mencoba mengiklaskan apa yang terjadi, semoga setelah bulan madu ini, mereka mendapat anak. Ya Ellena tak pesimis, tapi keluarga Davlah yang membuatnya Pesimis.


**


Pagi menyapa mereka, Dav sudah bangun terlebih dahulu. Dav memandang wajah cantik didepannya percampuran darah Inggris dan Turkey membuatnya memiliki kecantikan tersendiri.


Dav membangunkan Ellena, menciumi wajah wanita itu. Ellena sedikit terusik tapi Ellena segera tersadar saat ada tangan menyusup kedalam selimutA.


"Daav..."


"Yes darl... good morning"


Dav memberi ciuman singkat kebibir Ellena.


"Tanganmu Dav"


"Biarkan saja, tanganku sangat ingin disana'

__ADS_1


"Arrh"


Erangan itu lolos, saat Dav dengan sengaja mencubit daging kecil disana.


,"Mesum"


Ellena membalikkan diri. Dia diatas lelaki itu.


"Ayo"


"Ayo"


Sarapan pagi mereka adalah berperang diranjang. Setelah Dav pikir pikir dia tak pernah olahraga pagi seperti ini selama menikah.


Mereka turun sudah hampir jam 11 sianng, akhirnya mereka mencari makanan yang bisa mengenyangkan perut karena mereka akan segera berpetualang menyisiri Jepang.


Mereka tertawa tawa menyusuri jalanan Tokyo, karena Dav menceritakan betapa konyolnya teman temannya dulu.


"Aku dulu pernah dipuluki pakai rotan"


"Kenapa?"


"Karena aku memecahkan kaca tuan Yukohama"


"Kenapa bisa pecah?


"Ya dulu aku bermain sepak bola dilapangan itu, disebelah kanannyakan rumah khas jepang"


"Iya lalu?"


"Aku dan Luo bermain sepak bola.. tak sengaja bola itu tertendang kerumah tuan Yukohama dan memecahkan kaca serta vasnya"


Seketika Ellena tertawa. Setahu Ellena, Dav tinggal di Jepang saat berkuliah, tapi dia melakukan hal kenakan.


Dav juga menceritakan bagimana dia menjadi pecinta sushi. Baginya sushi adalah makanan keberutungan, itu karena dulu dia membenci sushi dan saat keadaan tak ada uang dia diberi sushi oleh seseorang, semenjak itu dia suka sushi.


Hari sudah beranjak sore, mereka sekarang kembali lagi ke apartment untuk beristirahat. Sebelum naik keatas, Ellena mangajak Dav untuk berbelanja.


"Kita pesan makan saja"


"Aku ingin makan salad sayur"


"Haih... kalau salad kesukaanmu itu disini memang tak ada yang menjual"


"Nah... itu tahu..."


Ellena memutari supermarket yang diikuti Dav membawa troli belanja. Ellena sangat suka pelayanan disini, sangat ramah.


"Ini sudah masuk Asia Ell, jadi wajar mereka lebih ramah"


"Oh..."


Mereka segera naik. Ellena bersiap untuk memasak sedangkan Dav pergi kekamar untuk mengecek tugas untuk Roy kemarin.


30 menit Ellena berkutat dengan dapur, dia segera masuk kekamar dan mandi.


"Loh dimana Dav?"


Setelah mandi, Ellena segera keluar lagi untuk kedapur.


Dav sudah disana menata makanan mereka.


"Kukira kamu kabur"


"Masakan istriku tercium sampai kamar, masa ya aku diam saja"

__ADS_1


"Emmm ayo makann"


******


__ADS_2