
Hari berganti begitu cepat, Ellena dan keluarganya masih betah berada dikediaman Russel. Ya, Ellena masih berlama lama dimansion tua ini.
Seperti saat ini, Ellena memilih duduk menyendiri dibelakang mansion, lebih tepatnya di bawah pohon ek yang sindang. Melihat dengan tatapan kosong danau buatan didepannya.
"Kenapa melamu disini?"
Ellena menoleh, rupanya sang suami telah menemukan persembunyiannya.
"Melihat danau"
"Kamu melamun sayang, bukan melihat danau"
"Emmm?"
"Aku dari tadi mengamatimu dan kamu tak menyadarinya"
"Aku hanya memikirkan, bagaimana nasibku selanjutnya"
"Kenapa?"
"Kalau gugatanku tak berhasil bagaimana?"
"Kamu punya aku, dan juga anak anak"
"Lalu?"
"Kami akan melindungimu sebisa mungkin"
"Leo, aku beruntung memiliki kalian"
"Sayang, kamu segalanya untukku, kalaupun aku kehilangan semua hartaku demi kamu dan anak anak"
"Kamu jangan terlalu royal denganku, Leo... aku-"
"Apa? Kamu istriku Ell.. kamu separuh agamaku, jadi aku patut memberikan yang terbaik untukmu"
"Leo... terima kasih"
"Everything for you"
Ellena segera memeluk Leo, entah kenapa dia merasa beban yang ada sekarang berkurang begitu saja.
****
Disisi lain, sepasang anak kecil tengah berdebat. Entah apa yang diperdebatkan sampai semua orang tak ingin ikut campur.
"Ella, kenapa kamu memakai gaun sepanjang itu?"
"Aku seorang young lady, kak... lihat aku begitu anggun!"
"Anggun dari mana? Kamu masih banyak tingkah mau jadi young lady?"
"Lihatlah, aku begitu cantik.. gaun ini sangat elegan"
"Ella, jangan mengibas ngibaskan bajumu seperti itu!"
"Ini bukan baju kak, tapi gaun..."
"Iya, gaunmu itu mengenai komputerku, Ella!"
"Kak, aku tak pernah protes ya dengan semua kegiatanmu, kamu jangan protes!"
"Kenapa kak Sean begitu lama, seharusnya dia segera membawamu pergi"
"Hari ini libur kak"
"Hah.. aku harus mencari kak Sean"
"Kenapa mencarinya?"
"Membatalkan hari liburmu, Ella"
__ADS_1
"Kakak!! Kamu jahat.. aku setiap hari sekolah lalu ke grammar... aku bisa bertemu denganmu hanya hari libur"
Baiklah, Ella akan segera menangis sebentar lagi. Dan saat itupun, Ello segera memeluk sang adik. Dia tak mungkin membuat sang adik menangis.
"Ella... bukannya kakak tak mau bertemu denganmu, tapi kakak sedang sibuk jadi jangan ganggu dulu"
"Tapikan.. aku ingin main dengan kak Ello"
"Biarkan kakak menyelesaikan ini dulu ya, nanti kita main... kamu mau kemana?"
"London Eye"
Seketika Ello menggeleng, inilah adiknya. Dia akan berubah mood dalam sekejap.
"Baiklah, nanti aku bilang mommy dan daddy"
"Baiklah, kakak sibuk saja dulu.. aku akan mencari kak Sean"
"Untuk apa?"
"Memperlihatkan gaunku, dan memberitahunya kita akan jalan jalan"
"Baiklah, tapi kalau kak Sean sibuk jangan ganggu dia"
"Oke"
Ella langsung lari begitu saja meninggalkan Ello, sedangkan sang kakak hanya bisa tersenyum.
"Baiklah, ayo main lagi"
Ello segera membuka komputernya lagi, dan melanjutkan tournament game onlinenya.
Ya, mereka masih anak anak. Sejenius apapun Ello dan Ella, mereka tetap anak kecil.
***
Setelah melewati beberapa perdebatan, akhirnya sang daddy mau menuruti keinginan sang anak. Ya, kalau dipikir pikir memang di London Eye tak ada yang menarik. Tapi kedua anaknya belum pernah kesana. Jadi diturutilah mereka berdua. Dan Ello juga ingin menyiapkan kejutan untuk mommy dan adiknya, jadi dia memberikan ide pada sang daddy.
Sesampainya disanapun, Ella dan Ello tetap ceria seperti tak ada rasa lelah sama sekali.
Ellena yang memakai cropped top off shoulders bercorak floral cerah dengan mini skirt berwarna hitam, sangat pas dengan sepatu kets putihnya, dia seperti gadis lajang.
Sedangkan Leo memakai celana denim selutut serta kaos hitam polos tak lupa kaca mata hitamnya menggandeng tangan Ellena. Mereka seperti berkencan kalau saja kedua anak kembar ini tak berada disamping mereka.
Ella dan Ello memilih memakai kaos yang sama kaos panjang dengan gambar logo salah satu perusahaan pakaian terkenal. Ella memilih membawahi kaosnya dengan rok pendek sedangkan Ello memakai celana danim kembar dengan sang daddy.
"Dad.. kita naik itukan?"
"Tentu, princess... Sean sudah memesan privat capsule untuk kita"
"Asyik..."
Hari sudah malam, banyak yang mengunjungi juga, jadi Sean sudah menyiapkan sebelumnya tiket masuk dan juga memesan privat capsule juga.
"Boss, tempatnya sudah siap"
"Kerja bagus Sean.. ayo semua kita naik"
Leo dan keluarganya segera melangkah kearah capsule, disusul oleh Sean dan beberapa anak buahnya.
Ya, capsule ini muat untuk 25 orang, cukup luas untuk mereka 10 orang.
Ella dan Ellopun juga berlarian kesegala arah. Setelah 2 putaran, capsule itu berhenti dipuncak.
Awalnya Ellena dan Ella takut, karena memang mereka tak tahu ada kejutan apapun.
"Jangan takut, dari sini kamu bisa melihat kota Londonkan?"
"Iya, bigbeng juga terlihat sangat besar dari sini"
"Iya...Ellena"
__ADS_1
"Iya?"
"Aku mencintaimu, aku berharap masalah kita segera usai dan kita kembali bahagia lagi dengan keluarga kecil kita"
"Aku juga berharap begitu, Leo... aku juga mencintaimu"
Dorrr doorrr doorrr...
Seakan Ellena ingin menangis saat melihat kearah big beng, kembang api dengan meriahnya meletus letus disana.
"Aku selama ini sibuk dengan egoku, maafkan aku istriku.. semoga suka dengan kejutan kecil ini"
"Leo... ini sangat indah!"
Ellena memeluk Leo dengan haru bahkan tak ingin lepas.
Sedangkan kedua anak kecil itu, larut dengan acara kembang api itu.
"Kak Ello, terima kasih... sayang kakak"
Ella dengan sangaja naik kepunggung sang kakak, dan tertawa lepas karenanya.
Ella lama tak bermain dengan kakaknya seperti ini.
Ello juga tertawa saat Ella meminta gendong, ya kehidupan Ello dan Ella berubah saat memasuki keluarga Dominic. Jadi Ello seperti kembali kekenangan saat masih di Korea.
Sean dan para pengawal yang melihat keharmonisan itu juga ikut larut dengan kegembiraan sang boss...
Mereka sudah lama mengabdi untuk Leo dan secara langsung mendapat kesempatan seperti ini, begitu mengaharukan.
Ya, sebelum bertemu Ellena, sang boss hidup dengan para senjata dan mafia. Menghabiskan waktu untuk bekerja, dan mengakusisi berbagai kekuasaan.
Dan sejak bertemu sang nyonya, Boss mereka menjadi sedikit memiliki hati untuk menilai orang lain.
Dan hari ini mereka seperti melihat malaikat dengan baik hatinya merubah sang boss menjadi manusia yang manis.
"Sean!"
"Siap boss"
"Siapkan privat room untuk kita semua makan"
"Siap boss, laksanakan"
"Satu ruangan saja!"
"Baik!"
Baiklah, kini para pengawalnya semakin berfikir kalau sang nyonya benar benar seorang malaikat yang menyadarkan iblis.
"Kak Sean, tempatnya yang luas ya"
"Baik nona"
"Makanannya yang enak enak"
"Baik"
"Ah.. iya berikan tempat yang bagus, tepi sungai"
"Baik, saya carikan"
Sepertinya, dua malaikat kecil ini juga ikut andil dengan perubahan sang boss besar.
*******
Hallo semua, jangan lupa vote, komentar, dan like ya..
Baca juga yang "bella" ya....
I love u....
__ADS_1