Ellena

Ellena
62


__ADS_3

Sesuai rencana pagi, Ellena dan Leo sore ini sudah di masjid untuk memperdalam ilmunya lagi.


Leo melihat Ellena dan bu Siti sedang berbincang, entah apa yang diperbincangkan, untung Ellena tahu apa yang dikatakkan bu Siti.


Sedangkan Leo sendiri sekarang sedang menunggu Julia yang menghafalkan surat Ar-Rahman. Leo ganti memandang sekilas pada Julia. Wanita itu memang cantik, kulit kuning langsatnya tertutup sempurna oleh baju serta kerudungnya. Siapapun akan memuji Julia, apalagi dengan kepiawaiannya tentang agama tak diragukan lagi. Tapi setiap manusia tak sempurna, Leo tahu itu. Leo sudah tahu bagaimana sifat Julia dari sekali tatap.


"Maaf menunggu lama mas Leo"


"Tak apa Julia, aku juga hanya ingin berbincang santai dengan pak Rahmad"


"Oh, mbak Ellena juga datang?"


"Iya, dia bersama bu Siti"


"Oh, ya sudah kalau begitu, pasti tata cara sholat"


"Emmbb..."


"Nak Leo, apa kabar?"


"Alhamdulillah baik pak, pak saya mau tanya tanya boleh?"


"Tentu boleh, mau bertanya apa?"


"Apa syarat menikah, pak?"


"Nak Leo akan menikah? Alhamdulillah, semoga dilancarkan! Dalam Islam, ada syarat dan juga rukun menjalankan pernikahan, rukunnya terdiri 5 pilar, yang pertama ada mempelai pria, yang kedua ada mempelai wanita, yang ketiga ada wali nikah untuk mempelai wanita, keempat dua pria sebagai saksi, dan yang terakhir adalah ijab dan qobul, ada pertanyaan Leo?"


"Wali untuk mempelai wanita?"


"Dia yang akan menikahkan kalian, wali itu dari pihak ayah mempelai wanita"


"Kalau ayah kandungnya telah tiada?"


"Siapapun dari pihak ayah yang terpenting masih mahram dengan mempelai wanita"


"Ayah Ellena sudah lama meninggal, dan ibunya memutus persaudaraan sepihak dulu"


"Mungkin ini agak sulit, tapi ini pernikahan kedua Ellenakan?"


"Iya"


"Biasanya bisa diwakilkan oleh orang terdekat"


"Ayah tirinya?"


"Bisa, lalu syaratnya juga ada lima.. yang pertama sepasang mempelai merupakan muslim, kedua mempelai pria bukan mahram bagi mempelai wanita, yang ketiga mempelai pria sudah mengenal wali dari mempelai wanita, keempat tidak sedang berhaji, kelima tidak ada unsur keterpaksaan, mengerti Leo?"


"Saya mengerti pak"


"Kapan pernikahan kalian akan dilaksanakan?"


"Lepas minggu ini pak, kasihan anak anak ditinggal terlalu lama"


"Oh begitu, baguslah, semoga Allah memberi jalan yang terang"


"Aamiin"


Leo dan pak Rahmad terus berbincang dan kadang juga Leo menanyakan hal yang tak paham. Sedangkan dibelakang Pak Rahmad, Julia sedang menahan kesalnya.


Apa bagusnya Ellena?


Julia mulai memikirkan cara bagaimana membuat Ellena ragu dan membatalkan pernikahannya. Setidaknya membuat gagal mereka, dapat memberi celah untuk Julia masuk.


Tapi semua itu sudah terbaca oleh Leo. Julia terlalu meremehkan pasangan ini.

__ADS_1


Setelah beberapa lama, akhirnya Leo dan juga Ellena pamit pulang setelah sholat ashar, karena hari beranjak sore merekapun harus menyelesaikan tugas kantor yang menumpuk.


Setelah perjalanan yang sempat macet, akhirnya mereka sampai dirumah.


Ellena dan Leo segera mandi. Ellena sangat malas masak, akhirnya mereka memesan makanan melalui aplikasi.


Sekarang tersendialah dua porsi nasi padang lengkap dan mereka segera menyantapnya penuh minat.


"Ell...?"


"Iya.. ada apa?"


"Kita segera menikah ya?"


"Tapi aku,,"


"Kita belajar bersama, kita mulai dari awal"


"Aki bersyukur memiliki lelaki sebaik kamu, Leo"


"Aku juga bersyukur memiliki kamu dan anak anak, aku tak ingin kita terpisah lagi"


"Leo.."


"Will u marry me?"


Ellena terkesiap saat Leo mengeluarkan kotak merah dari dalam sakunya. Cincin emas murni yang sangat simple dengan berlian kecil ditengahnya.


"Ini tak mahal bahkan jauh dari kata mewah, tapi cincin ini melambangkan cintaku.. sederhana dan penuh ketulusan, Ellena maukah kau menjadi istriku yang menemani setiap langkah berdarahku?"


"Aku mau Leo, aku mau"


Leo tersenyum, dan memasangkan cincin itu dijari Ellena.


"Kita akan melaksanakan pernikahan kita secepatnya"


"Kita hanya menikah, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan, setelah kita pulang, aku akan meresmikannya kembali dengan seluruh keluarga hadir"


"Leo, ugh aku tak bisa mengungkapkannya, tapi I LOVE U"


"I love u too darl..."


Ya, setiap yang berlebihan itu tak baik. Leo tahu itu, tapi Leo tak bisa mencegah cintanya pada Ellena yang selalu berlebihan.


Ellena yang membuatnya hidup kembali, Ellena yang memporak porandakan hidupnya, Ellena yang mewarnai harinya dan Ellena pula yang mengikat hatinya untuk tetap menngikutinya.


Entah bagaimana, Tapi yang pasti Ellena sangat berpengaruh dihidupnya.


Leo sadar betul itu, dan dia takut Ellena tiba tiba pergi kalau tak segera dinikahi.


Ugh... entah kenapa setelah mendengar kata Dav, hati dan fikiran Leo menjadi tak enak dan sedikit cemas.


Hari beranjak malam, setelah melakukan skype dengan Liam dan Roy untuk menemuinya minggu depan sebagai saksi serta menanyakan pergerakan perusahaan Wira yang rupanya sudah berhasil mengakusisi wilayah Amerika Latin. Leo harus memutar otaknya lagi akhirnya Leo memilih tidur. Meninggalkan masalahnya.


**


Pagi harinya Ellena siap dengan rok plisket panjangnya serta blouse putih untuk kekantor. Ellena sekarang lebih memilih baju yang tertutup, tapi itu malah membuatnya seperti gadis 22 tahun bukan lagi wanita dengan umur hampir 29 tahun.


Ellena sudah dimeja makan, menyiapkan kopi milik Leo serta bacon dan telur mata sapi.


"Pagi darl..."


"Pagi Leo, ayo sarapan"


"Emm... apa acaramu hari ini?"

__ADS_1


"Aku beberapa hari ini mengejar seluruh pesanan"


"Lalu belajarmu bagaimana?"


"Mungkin aku lusa baru belajar lagi, tapi aku sudah mengirim pesan untuk Julia"


"Ya sudah kalau begitu, sepertinya aku harus kembali ke Inggris"


"Apa anak anak membuat masalah?"


"Tidak, ada urusan perusahaan sedikit"


"Biasanya sudah diurus Liam?"


"Liam sedang di New York"


"Oh, kapan kesini lagi?"


"Aku kembali mungkin satu minggu lagi"


"Lama.."


"Aku janji setelah urusan ini selesai, kita akan segera menikah dan hidup bahagia"


"Emm.. janji?"


"Janji... ayo aku antar kekantor!?"


"Ayo.. ah iya, kalau kembali kesini anak anak diajak ya?"


"Kalau mereka tak sibuk dan juga tak sekolah, kamu tahukan mereka sekarang bagaimana?"


"Emmm.. mereka sibuk"


"Tak apa, itu akan melatih mereka untuk bertanggung jawab"


"Emm.. oh iya, kenapa Ella memiliki pengawal pribadi?"


"Kamu pasti tak ingin dengar!"


"Ceritakan Leo!! Aku ibunya!"


"Baiklah, jadi begini..."


Leo menceritakan kejadian Ella yang menembak Sean, pengawalnya yang sekarang. Dan Sean malah ingin bekerja lebih tulus dan ingin menjaga Ella. Jadi dia mau menjadi pengawal pribadi Ella. Dan Leo juga menceritakan identitas Sean sebenarnya. Ellena lumayan terkejut.


"Kalau Sean berbuat macam macam bagaimana?"


"Sean itu buronan keluarga Jordan, tak mungkin membuat masalah dengan keluarga Dominic yang lebih unggul dari keluarga Jordan, apalagi Sean tahu betul siapa aku sebenarnya"


"Tolong jaga anak anak, Leo"


"Darl.. tanpa kau suruhpun, aku akan menjaga mereka walau nyawaku taruhannya"


"Terima kasih"


"Jaga diri baik baik, aku sudah menempatkan agen agen terbaik milik Roy"


"Ini berlebihan!"


"Tidak, kau tak tahu seberapa banyak orang yang tak ingin kita bersama Ell, jadi jangan coba coba untuk mengecoh mereka"


"Baiklah"


"Kamu tenang saja, 50 orang itu tak akan mengikutimu, mereka memantaumu dari jauh"

__ADS_1


"Baik baik Leoku sayang"


*******


__ADS_2