Ellena

Ellena
61


__ADS_3

Setelah sedikit adu argumen semalam, Ellena dan Leo pagi ini sudah bersiap untuk cek out dan segera menempati hunian barunya.


"Katanya apartment, kenapa menjadi rumah?"


"Apartment didaerah ini tak terlalu luas, kasihan anak anak kalau datang kesini tempatnya sempit"


"Oh.."


Rumah dengan desain minimalis industrial ini lumayan nyaman menurut Ellena. Ya, rumah bertingkat dua itu memiliki kesan yang hangat.


Mungkin Ellena dulu sudah terbiasa dengan mansion ala Victoria ataupun rumah rumah penduduk biasa di Busan. Tapi rumah ini sangat bagus dengan penataan yang indah walaupun lebih kecil.


"Kau suka?"


"Suka"


Bagaimana tak suka, kalau ini begitu bagus. Lantai satu yang berisi ruang tamu, ruang makan dan dapur serta area keluarga, hanya itu lalu lantai dua ada kamar kamar serta rak rak buku. Diarea keluarga sendiri disamping kolam renang, jadi tempat ini bisa untuk bermain anak anak.


"Aku rindu anak anak"


"Aku juga, biarkan saja mereka disana, setelah semua selesai kita pulang"


"Emmm.. sekarang ayo berangkat"


"Ayo"


Ellena dan Leo segera meluncur ke arah masjid tempat merek belajar pada Julia. Sebenarnya Ellena sangat malas bertemu Julia, tapi Leo memaksanya.


"Assalamuallaikum"


"Wa'allaikum salam, oh sudah datang mari mas Leo dan Ellena masuk!"


"Terima kasih"


"Baiklah mari kita mulai kegiatannya tak usah basa basi"


Ellena segera belajar pada Julia, sedangkan Leo belajar pada pak Rahmad.


Julia tersenyum saat melihat Leo begitu keras belajar, mungkin untuk mwndapatkannya?


Ellena hanya diam saja, tak ingin menambah bebannya.


Hari beranjak sore, Setalah sholat ashar Leo dan Ellena pamit untuk pulang. Sedangkan ayah dan anak itu masih ditempat.


"Jaga hatimu!"


Julia hanya diam saja saat ayahnya memperingatinya. Selagi Leo belum menikahi Ellen, itu tak akan menjadi halangan.


**


Ellena dan Leo membelah jalanan padat Jakarta, tertawa tawa sendiri akibat cerita dari Ellena.


"Mau makan apa?"


"Aku ingin seafood"


"Baiklah, ayo kita makan seafood!"


"Oh iya, Leo kamu sangat keras ya"


"Apa?"


"Belajarmu membaca Al-Quran"


"Oh... aku hanya ingin membaca dengan lancar tak harus mengingat ngingat"


"Oh..aku juga ingin cepat cepat bisa!"


"Jadi, belajarlah dengan giat!"


"Baik.."


"Ayo turun, kita makan"


Ellena melihat sekeliling, rumah makan yang sederhana, apa ada seafood?


Tapi sampai didalam Ellena tercengang. Semua menu ada, ini benar benar istimewa dan enak.


"Leo.."

__ADS_1


"Ya darl..?"


"Aku besok pagi harus rapat dengan para pemegang saham"


"Tak apa Darl... aku juga ada video confrence besok"


"Emmm.. kita kesana sore ya"


"Iya..."


****


Setelah selesai makan, Ellena dan Leo segera pulang.


Ellena dan Leo setelah sampai dirumah, segera membersihkan diri. Ya, mereka tidur dikamar terpisah. Itu juga permintaan Ellena, dan Leo menghargai itu.


Leo juga tak menjamin para setan itu tak akan berbuat dosa, bukan?


Malam panjang mereka, mereka lalui dengan tidur diranjang masing masing.


Dan pagi ini setelah membuat sarapan, Ellena diganggu oleh ocehan kedua anaknya.


"Ini masih pagi bukan?"


"Iya aku tahu mom, tapi kalau kami telpon siang, mommy dan daddy tak akan menelpon lama!"


"Tak apa bukan? Doakan urusan mommy selesai dan segera berkumpul lagi!"


"Baik mom, daddy dimana?"


"Sedang bersiap, kalian tak nakal kan?"


"Tidak, mommy tak usah khawatir disini aada aku menjaga adik"


"Baiklah, kalian harus saling sayang dan membantu,okey?"


"Okey"


"Ello, katanya berlatih berkuda? Bagaimana?"


"Aku sudah lumayan bisa mom!! kata daddy, mommy sedang belajar agama ya?"


"Oke mom.. tapi mom kami juga ingin"


"Iya, setelah mommy dan daddy pulang kalian bisa belajar"


"Yeah.. I love u mom"


"I love u too darl..."


Ellena mematikan sambungan videonya.


Hari ini mungkin Ellena sangat sibuk mengurus galerynya. Hah... sungguh tak bisa dipercaya, dia sekarang sudah menjadi muslim lagi.


Saat asyik dengan lamunannya, Leo turun dengan pakaian kasualnya berbeda dengan Ellena yang memakai dress formal.


"Ayo sarapan!"


"Emm... jadi calon nyonya Dom, hari ini jadwalnya apa?"


"Jadwalnya?? Pagi sampai siang digalery, dan sore hari ke tempat Julia bukan?"


"Aku ikut ke galery ya?"


"Kamu akan mati kebosanan?"


"Tak akan, aku juga akan melakukan Video confrence "


"Baiklah, tapi aku pasti tak bisa menemanimu didalam kantor terus"


"Tak apa, kita satu tempat bukan?"


"Iya juga... cepat habiskan, kita segera berangkat!"


"Oke...."


Ellena dan Leo segera menghabiskan makanannya, dan segera berangkat mengingat jam 8 nanti akan ada rapat para pemegang saham yang ada di Indonesia.


Ellena seperti tersengat listrik saat Leo mencuri cium dari Ellena, sesaat akan keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Leo!"


"Apa? Aku sudah sangat lama tak meminta itu darimukan? Jadi mencuri sedikit cium tak apa!"


"Banyak alasan! Aku akan segera rapat, jangan menggoda karyawanku!"


"Tak ada yang lebih menarik selain perpaduan British dan Turkey, bukan?"


Baiklah, Leo mengacu pada wanita didepannya, Ellena.


"Terserah Leo, kamu perayu yang handal, dan sayangnya aku sudah tak mempan"


"Oh... apa mungkin kamu tinggal terlalu lama denganku?"


"LEO!!! Stop it! Lebih baik kamu hubungi Liam dan Roy!"


"Baiklah, sana sana cepat keruang rapatmu!"


Ellena tak menjawab, tapi malah melangkah pergi begitu saja, menanggapi Leo benar benar membuat jantungnya bersenam.


Sedangkan Leo lekas menyalakan laptopnya. Mmbaca e-mail sekilas dan segera mengadakan skype dengan Liam dan juga Roy.


"Kukira kamu sudah tak ingat kami!"


"Bukan tak ingat, tapi aku terlalu sibuk!"


"Oh iya, bagaimana rencanamu itu?"


"Rencaku? Ditunda dahulu saja!"


"Kenapa? Sudah terpikat dengan orang Indonesia?"


"Bukan, Ellena masih belajar"


"Belajar, kenapa? Dia masuk Islam?"


"Begitulah, jadi bagaimana perusahaan?"


"Saham stabil, dan tak ada kendala.. hanya...."


"Perusahaan Wira kembali merangkak naik, setelah Davidson menghilang itu dia kembali lagi"


"Ada pergerakan yang mencurigakan?"


"Tidak, dia selalu mengembangkan inovasi baru"


"Biarkan saja, kita pada misi yang dulu saja"


"Baiklah, lalu kapan kamu pulang?"


"Belum tahu, menunggu Ellena saja"


"Hati hati, terlalu lama kamu disana bisa membuat Ello dan Ella memiliki adik"


"Tak mungkin, kalau kami belum menikah dia tak mau sekamar denganku!"


"Bukannya dari Ellena pergi kamu sudah berpuasa, dan sekarang masih berpuasa?"


"Jangan banyak omong, laksanakan saja tugasmu!"


"Baiklah, lalu bagaimana dengan anak anakmu?"


"Dia bersama orang tuaku! Aku tutup!"


Leo menutup sambungan itu begitu saja, dan segera mengerjakan laporan laporan dari perusahaannya. Dan juga menghubungi Ello melalui e-mail.


Hero,, periksa tentang Davidson Wira!


Ya, hanya itu. Tak perlu dijelaskan, Ello akan paham. Apalagi di biodata Dav pasti tertera nama Ellena juga.


Leo tak akan membiarkan Dav menggagalkan semua rencana yang dia rancang selama ini.


Leo lalu mengirim e-mail pada Roy dan Liam.


Percepat akusisi didaerah Mexico, kita harus mendapatkan kekuasaan didaerah rawan.


Leo menghembuskan nafas kasar, semoga kedua orang itu bisa diandalkan, kalau tidak bisa. Ya, mungkin akan mendapat kerugian yang lumayan.


********

__ADS_1


__ADS_2