Ellena

Ellena
41


__ADS_3

Ella terbangun dari tidurnya, setelah mendengar sayup sayup seseorang berbicara. Ella mendudukkan badannya dan melihat sekitar, ini dimana?


Dan tepat dikanannya, suara itu berasal. Daddynya sedang duduk di bawah? Saat melihat jam dinakas masih dini hari. Kenapa dia disana?


Tapi setelah pendengarannya dipertajam lagi, Ella tahu daddynya berbicara Arab, karena teman playgroundnya juga bisa berbahasa Arab. Daddynya masih terbata saat berbicara, tapi kenapa berbicara sendiri, apa sedang belajar?


"Daddy..."


Ella memanggilnya, dan Leo berhenti sejenak, menyudahi acara beribadahnya. Lantas dia berbalik, tersenyum pada anak gadisnya.


"Ella bangun? Pasti berisik ya?"


"Daddy sedang apa?"


"Daddy sedang berdoa"


"Kenapa daddy tak membangunkan aku? Aku juga ingin berdoa"


"Sekarang sudah bangun, kenapa tak berdoa?'


"Emm, biasanya mommy mengajakku dan Kak Ello ke gereja"


"Sayang berdoa dimana saja boleh okey, yang terpenting doa kita tentang kebaikan"


"Iya dad, tapi dad kenapa daddy berbicara bahasa Arab?"


"Daddy sedang berdoa, bukan berbicara bahasa Arab"


"Hah?"


Leo mengambil Al-Qurannya, dan memperlihatkan Al-Quran itu pada Ella yang masih bergelung dengan selimut tebalnya.


"Mommy, Ella dan Ello punya Bible, dan daddy punya Al-Quran"


"Daddy bukan christian?"


"No... dulu daddy christian, tapi sekarang daddy muslim"


"Mommy tahu?"


"Kemungkinan besar belum tahu?"


"Kalau daddy muslim, jadi tak bisa bersatu dengan mommy"


Leo terkejut saat melihat wajah sedih Ella, dia tak menyangka gadis kecil ini mengerti masalah sepelik ini.


"Kenapa tak bisa?"


"Karena mommy dan daddy berbeda:


"Siapa bilang daddy dan mommy sama"


"Dad, aku tak mau punya daddy orang lain, takut mereka jahat seperti Uncle Lee Hyun"


"Memang siapa yang akan memberimu daddy lain, hemm? Anak anak daddy hanya milik daddy Leo dan mommy Ellena"


"Janji?"


"Janji, sekarang Ella tidur okey? Ini masih dini hari"


"Hmm"


Ella memposisikan badannya lagi untuk tidur, dan Leo juga sama. Mendekap tubuh kecil itu  dan kembali lagi untuk bermimpi.


Mereka tidur sampai ketukan pintu kamar membangunkan mereka.


Leo mengerjapkan matanya, dan lekas bangun secara perlahan agar tak membangunkan putri tercintanya.


Leo membuka pintu itu, Liam ada diluar dengan berkas berkas yang menumpuk


"Pagi pagi sudah datang saja kamu!"


"Kalau tak gara gara map map sialan ini, aku ingin pulang ke London menemui Hana dan Rio"


"Ajak saja mereka kesini! Toh ya ini masa liburan disana"


"Hana tak mau, karena disinipun pasti kutinggal bekerja"


"Hmm"

__ADS_1


"Tumben kamu baru bangun, biasanya tengah malam sudah bangun"


"Tidur lagi"


"Sekarang punya penyakit malas ya?"


"Bukan, Ella disini tadi dini hari dia ikut bangun jadi kutemani tidur lagi"


"Ellena sudah luluh?"


"Belum, semalam kubawa paksa karena kasihan Ella tak nyaman tidur disofa dan Ellena tidur sambil duduk"


"Oh.. kalaupun dia luluh memang dia mau mengerti tentang status muslimmu?"


"Entah, kenapa dengan map map itu?"


"Yang dua map Ini tentang tawaran pembangunan kelab malam serta casino elit di Chicago dan Abudabi"


"Tolak"


"Tapi ini nilainya berjuta juta dollar loh!"


"Liam! Kau tahukan aku tak mau terlibat lagi di tempat tempat seperti itu!"


"Baiklah, kalau yang ini pembangunan penthouse di Manhattam, dan pembangunan hotel di Las Vegas"


"Aku periksa dulu"


"Okey, dan 8 map lain laporan laporan dari proyek yang sedang kau tangani tinggal tanda tangan"


"Okey... ada kabar tentang Alleo?"


"Alleo? Kabar terakhir dari X dia terdeteksi di daerah kumuh Mexico, Kau tahu daerah itu?"


"Tahu... disana tempat para perampok bukan bahkan ada beberapa pembunuh"


"Untuk apa dia kesana?"


"Entahlah, mungkin bersembunyi, mungkin juga menyusun rencana dan mungkin juga mencari kawan untuk melawanku"


"Dan kau masih bersantai mengejar kekasih kecilmu itu"


"Susun rencana atau bagaimsna begitu"


"Aku punya kamu dan Roy, jadi apa yang dikhawatirkan?"


"Gila kamu!"


"Aku tak gila,,, aku memanfaatkan sahabat sahabatku saja"


"Sialan..."


"Ini sudah selesai semua bukan, pulanglah ke London temui keluargamu"


"Lalu kau disini dengan siapa? Roy juga sibuk dengan acara pernikahannya"


"Kita semua holiday, masih ada manager manager dan lainnya bukan yang bekerja"


"Baiklah, kalau ada apa apa cepat kabari aku, ak..."


"Daddy"


Ella keluar dari kamar dengan keadaan lebih fresh, mungkin dia sudah mandi, hanya saja dia tak memiliki baju bersih ditempat Leo jadi dia memakai baju Leo yang sangat kebesaran.


"Wkwkwkwkwk...itu baju berjalan"


"Daddy, uncle Liam jahat, Ellakan tak punya baju disini"


"Nanti biar dibelikan baju uncle Liam sebagai permintaan maaf ya, princess"


"Yeah....thank you uncle"


"Kenapa aku harus membelikan baju anakmu!! No!!"


"Daddy lihatlah, uncle jahat"


"Liam!!!!"


"Iya iya.... akan aku belikan, tunggu disini dulu, perlu berapa lemari?"

__ADS_1


"Satu setel saja cukup, aku dan daddy akan jalan jalan"


"Kita ke playground dulukan?"


"Kita bolos ya dad? Please...!?"


"Sifatnya sama saja dengan mommynya"


"Apa mommy suka membolos?"


"Tanyakan saja padanya, akan daddy buatkan sarapan"


"Nanti akan kutanyakan"


Leo melesat kedapur untuk membuat sarapan dan juga susu untuk anaknya. Dan segera mengajak sang anak sarapan bersama.


"Setelah uncle Liam datang kita segera ke playground"


"Tapi dad, aku ingin seharian ini bersama daddy"


"Kita akan liburan setelah Ello juga sembuh, okey?"


"Tapi dad..."


"Mau membantah Daddy?"


"No...hah baiklah kit ke playground"


"Ini baru anak gadis daddy"


"Oh iya dad... apa dokter Natasha kekasih daddy?"


"Dari mana anak daddy tahu seperti itu?"


"Emmb... sebenarnya setelah dokter Natasha memeriksa kak Ello, mommy terlihat sedikit marah dan juga jengkel"


"Lalu apa hubungannya dengan pertanyaanmu?"


"Mommy cemburu"


"Hahaha... usiamu belum genap 4 tahun, kenapa kamu sudah tahu kata kata seperti itu?"


"Teman temanku yang bilang, dan juga pengasuh pengganti aunty Maria juga berbicara seperti itu"


"Sepertinya harus cari pengasuh pengganti"


"Aku juga tak mau bersama dia daddy, dia itu suka mencoba coba baju dan make up mommy"


"Mommy tak tahu?"


"Dia selalu bilang kalau aku yang bermain main dengan itu semua dad"


"Nanti daddy bilang ke mommy ya"


"Daddy selalu mengerti aku"


"Ya sudah, cepat ganti baju dan kita berangkat"


"Okey..."


Ella segera mengambil paper bag yang ditinggalkan Liam di sofa ruang tamu untuknya dan segera masuk kamar daddynya lagi untuk berganti baju.


Sedangkan Leo mandi dikamar mandi dapur agar mempercepat kegiatannya, toh disana juga ada pakaiannya.


Ella keluar dari kamar mencari ayahnya bingung, dia tak tahu manapun dan ditinggal sendiri.


"Ya ampun, aku tak tahu ini dimana dan aku sendiri, aku harus telpon mommy, aduh aku lupa nomornya lagi... pemadam kebakaran? Dikira daddy nanti penculik...."


Ella terus bermonolog tak mau berhenti dan juga menggerutu, tanpa menoleh kemanapun, Ella masih saja memegang gagang telpon rumah milik Leo.


"Kau ini kenapa, princess? Daddy tak kemanapun"


"Daddy...kukira kau meninggalkanku sendiri"


"Daddykan sudah berjanju untuk selalu bersamamu"


"Ayo kita berangkat dad"


"Ayo..."

__ADS_1


************


__ADS_2