Ellena

Ellena
46


__ADS_3

Leo terbang menuju mansion keluarga di Manchester, tempat kelahirannya.


Leo disambut para anak buahnya dan juga mamanya yang menangis.


"Ada apa ma?"


"Leo,,, orang tua Ellena sayang..."


"Ada apa?"


"Mereka menjadi korban kebakaran digudang minyak Keluarga Lopez"


"Mama tenang dulu ya, kita akan melihat keadaannya nanti, mama sakarang istirahat, dan dirumah saja"


"Baiklah... kasihan Ellena"


"Ellena dan cucumu baik baik saja ma, tenang saja"


"Ellena punya anak? Cucuku?"


"Jangan bilang kalau kau menghamilinya Leo"


Itu suara Barack Dominic, papa dari Leonard Dominic. Suara berat nan menggelegar itu mengitrupsi dari dalam mansion, pertanda lelaki tua itu sedang marah.


"Aku akan menikahinya setelah semua masalah ini selesai"


"Ellena memang mau menerima kamu yang berbeda keyakinan?"


"Dia pasti mau, aku harus kembali bekerja, kalian jaga diri"


Leo meninggalkan kedua orang tuanya, dan menyuruh seluruh anak buahnya untuk memperketat keamanan.


Leo mengendarai mobil super sport modifikasinya membelah jalanan Manchester. Leo diikuti Liam dan Roy beserta anak buah handalnya.


"Kau akan habis Alleo"


Leo menyeringai, sudah cukup selama ini dia disusahkan oleh lelaki tak berguna itu.


Leo berhenti dipinggiran kota, gedung didepannya ini dulu bekas penyimpanan minyak. Informannya menyuruhnya kesini.


Tapi sebelum Leo keluar dari mobil, Aer-piece miliknya berbunyi menandakan Ello mengirim pesan.


"Dad,,, sepertinya didalam ada yang tak beres, karena sinyal radioaktifku menandakan merah"


Leo tersenyum, rupanya memang benar, X berkhianat.


Leo tetap didalam mobil, sampai suara tembakan itu memekakkan telinga. Leo dipancing untuk turun.


Semua orang milik Leo tak ada yang turun, sampai menit ke sepuluh, semua penembak itu pergi. Waktunya Leo pergi.


Leo memutar balik mobilnya, dan tepat setelah Leo dan rombongan menjauh gudang itu meledak.


Leo melajukan mobilnya mengikuti para komplotan itu untuk melihat kemana mereka lari.


Dan akhirnya mereka sampai dibekas pelabuhan. Ada sebuah kapal disana, sepertinya mereka mengangkut barang.


"Narkoba"


Ya, itu kata Liam.


"Pelabuhan ini tempat para penyelundup dan mafia beroprasi, Dan kapal itu berkode Mexico"


Roy ganti mengintrupsi, oh jadi ini tujuan mereka membuat ledakan tadi agar tak gagal.


Leo segera keluar dari persembunyiannya, membawa pistol pistolnya dan menembaki para awak kapal.


Jangan salah, Leo juga seorang penembak jitu dan itu menguntungkannya pada saat saat seperti ini.


Tembakan demi tembakan melesat. Mereka baku tembak tanpa ampun, tapi sayang lawan Leo harus kalah karena hampir semua anak buahnya pandai menembak. Dan semua anak buahnya adalah bagian dari mercenary.


Leo tersenyum mengerikan. Leo segera masuk kedalam kapal. Melihat lihat didalam kapal. Dan tepat dikabin kapal ada seorang perempuan muda dengan keadaan yang mengenaskan, tangan dan kaki terikat, mulut disumpal dengan kain dan juga tanpa busana.


Leo memalingkan muka, lantas memanggil seorang sniper wanita untuk membantu wanita itu dan memberikannya jasnya.


"Bawa dia kemarkas, kita introgasi"


"Siap"


Leo melanjutkan langkahnya, setelah dilihat tak ada apapun. Dia menyuruh mereka membawa barang barang itu kemarkas.


"Untuk apa? Kita tak berurusan dengan Narkoba"

__ADS_1


"Untuk mainan"


"Terserahmu saja, wanita itu bagaimana?"


"Kita lihat saja nanti"


"Asal tak kau jadikan istri kedua saja"


"Sudah cukup Ellena"


"Pandai"


**


Sial, hari ini Leo tak menemukan jejak Alleo. Ellopun juga tak memiliki informasi apapun.


Leo masuk kekamar milik wanita yang ditemukannya tadi, wanita itu sudah lebih baik.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Baik tuan, terima kasih telah menyelamatkan saya"


"Katakan, bagaimana kamu bisa disana"


"Saya dijual oleh ayah saya, dan saya dijadikan budak sex oleh pembeli saya, dan saya digiring kekapal itu"


"Bagaimana ciri ciri pembelimu"


"Lelaki itu seperti berdarah british, setinggi anda, dan dia mempunyai tato naga dilengan kanannya"


"Kau tahu dimana rumahnya?"


"Aku hanya tahu, mansion besar bergaya victoria, dengan banyak foto foto keluarga"


"Oh ... siapa namamu?"


"Diana tuan"


"Oh"


"Tuan, terima kasih telah menyelamatkanku, aku bersedia menjadi budakmu"


'Aku tak butuh, setelah masalahku selesai kau akan bebas"


Wanita bernama Diana itu beranjak dari duduknya dan memegang lengan kiri Leo, sengaja menyenggolkan dadanya kelengan Leo.


"Kau berani berbuat seperti itu rupanya, hmm"


Wanita itu terlihat polos dan tak tahu apapun tapi ternyata iblis.


Leo tersenyum semenawan mungkin.


"Hati hati nona, kau ingin membangunkan singa jantan tidur?kau harus melangkahi mayat singa betina dulu"


Leo melepas paksa tangan Diana dan pergi begitu saja.


"Kau ada apa terlihat marah?"


"Liam, jangan sampai wanita itu mendekatiku"


"Kenapa?"


"Aku mual saat didekatnya, menjijikan"


"Hahahaha... pasti dia menggodamu?"


"Ya.. kalau sampai dia berbuat kelewatan akan kujadikan dia samsak tinju"


'Sabar, dia perempuan"


"Perempuan seperti itu? Dia hanya iblis penggoda"


Hampir saja tadi terkecoh, tapi sayang sekali wanita tadi memperlihatkan belangnya terlebih dahulu.


Leo segera masuk kedalam kamar, membuka kemejanya, menyisakan celana panjangnya saja dan segera membuka macbooknya siap berpanggilan video dengan tercintanya.


"Hallo darl..."


"Leo kau dimana?"


"Di manchester"

__ADS_1


"Kenapa aku malah kau tinggalkan di New York?"


"Sabar ya, sebentar lagi akan kuboyong kalian kesini"


"Benarkah?"


" tentu..."


"Permisi tuan, saya membawakan anda kopi"


Leo menoleh kearah pintu, dan terdapat Diana disana dengan baju yang minim.


"Taruh dinakas"


"Baik tuan?"


Ellena tak tahu kalau yang melayani Leo semenggoda itu karena memang layar mancbook itu menghadap Leo yang duduk bersandar dikepala ranjang.


Leo tersenyum saat melihat tingkah Ellena yang menggemaskan, yang kadang menutupi mukanya dengam bantal. Seperti remaja labil.


Tersenyumnya Leo diartikan lain oleh Diana, karena memang Diana tak tahu kalau Leo sedang melakukan video call.


Diana tiba tiba duduk disisi ranjang dan memijat kaki Leo.


"Kenapa masih disini?"


"Saya ingin melayani anda tuan"


"Kamu lupa pernyataanku tadi?"


"Tapi, saya benar benar ingin tuan"


"Keluar!! Atau kau mau menjadi samsak tinju mencenary milikku!!!"


"Tuan..."


Diana membuka kancing kemejanya, tapi sebelum Berhasil meloloskan bajunya, Leo berteriak lebih dahulu.


"LIAM!!! ROY!!"


"tuan..jangan..saya hanya milik anda"


"Ada apa?"


Liam dan Roy berlari kekamar Leo, dan mendapati wanita itu didalam kamar Leo.


"Apa yang aku perintahkan pada kalian?"


"Maaf, akan kubereskan"


"Kurung dia dibawah tanah!"


"Baik"


"Tuan jangan..."


"Atau mau menjadi samsak tinju?"


"Tuan..."


Diana mengiba, Leo turun dari ranjang dan disambut senyuman oleh Diana, mungkin dia pikir Leo merasa kasihan pada Diana.


"Nona.. aku dulu sekawan dengan Alleo yang memperbudakmu, kekejamankupun juga sama, aku sudah berbaik hati padamu memberimu tempat tinggal yang layak dan aman, jangan pernah kau bermimpi untuk menggodaku kalau kau masih mau hidup!"


"Tuan... tolong... aku hanya ingin membalas jasamu"


"Aku tahu mana ******* dan wanita polos... aku sudh  beranak 3 jadi aku  tahu hal seperti ini"


"Tapi tapi... tuan setahuku kau belum menikah, jangan berbohong tuan"


Leo mengambil macbooknya dn terpampang Ellena yang sedang memangku kedua anaknya.


"Kau lihat ini siapa? Kau pasti tahu.. dia istri dan anak anakku... mau macam macam?"


"Ampun tuan..."


"Sampai kau berulah lagi, bukan aku yang turun tangan tapi anak dan istriku"


"Tuan..."


"Apa? Kurung dia dikamarnya, jangan beri makan!"

__ADS_1


*************


__ADS_2