Ellena

Ellena
19


__ADS_3

Hampir 1 bulan mereka disini, menghabiskan waktu tak jelas. Ya memang tak jelas, Dav sibuk dengan pekerjaannya dan juga Lea. Ya wanita itu masih ada, bahkan mereka makin lengket.


Ellena sampai muak melihatnya, Lea setiap sabtu akan datang dengan segala macam keunggulannya, dia tahu apapun tentang Dav.


Lea bahkan menyaingi Ellena secara terang terangan. Ellena tak ambil pusing itu, dia hanya tahu kalau Lea hanya seorang selingkuhan bukan yang sah.


Lea terus saja membuat Dav berpaling sampai hari ini Ellena memergoki mereka secara langsung diapartment, ini keterlaluan.


Ranjang mereka dibagi dengan wanita itu? Menurut Ellena pel*curpun masih memiliki harga dari pada Lea yang seperti itu.


Mereka tak ada beban saat bergumul diatas ranjang yang hampir sering dibuat Ellena dan Dav berhubungan.


Tak habis pikir, bisa bisanya Dav berselingkuh dikamar mereka.


Ayolah, ini tak bisa ditolerir. Ellena muak dan mual melihat mereka.


Ellena keluar begitu saja. Roy tahu itu,  Roy juga berpikir kalau otak Dav memang disel*ngk*ngan. Bisa bisanya mereka berselingkuh saat istrinya pergi berbelanja. Ayolah, dia sangat muak.


Ellena merogoh sakunya, Ellena menghubungi Leo.


"Hai Ell, ada apa?"


"Aku mau pulang"


"Kenapa kamu?"


"Aku mau pulang"


Ya, Leo tahu saat Ellena mengulangi ucapannya seperti ini berarti ada yang tak beres. Leo segera mengirim helikopter, dan Ellena menunggu diatas gedung karena disana ada helipad.


Leo juga ikut dipenerbangan itu karena Leo juga akan pulang.


Leo melihat Ellena yang berdiri diseberangnya, Ellena tak baik baik saja.


"Kamu sakit? Kamu sangat pucat"


"Aku tak apa, ayo pulang"


"Emmm...ayo"


Saat akan berjalan Ellena sudah ambruk dan ditangkap Leo. Wanita ini lemah, Leo ingat betul bagaimana kondisi fisik Ellena setelah trauma itu terjadi.


Leo segera membawanya ke bandara untuk berganti pesawat pribadi dan juga memberikan Ellena dokter.


Setelah terbang menuju bandara, Ellena dipindahkan kedalam pesawat pribadi milik L's Enterprise.


Ellena mendapat perawatan disana. Ellena makin kurus saja itu dipikiran Leo saat melihatnya sebelum ditangani Dokter.


Leo duduk dikursi penumpang sambil menunggu Ellena yang diperiksa oleh dokter pribadinya.


"Boss.."


"Bagaimana?"


"Keadaannya lemah, dia kurang vitamin dan juga janin didalam perutnya sangat rentan"


"Janin? Dia hamil?"


"Iya tuan, dia hamil, usianya baru 2-3 minggu, dia terlalu banyak menanggung beban pikiran dan juga pola makannya tak terjaga"


"Lalu?"


"Saya harap setelah tahu kalau dia hamil, bisa lebih dijaga lagi"


"Baiklah"


"Saya sudah meninggalkan resepnya pada asisten Liam"


"Hm"


Leo cukup terkejut, Ellena hamil, anaknya? Leo segera menghubungi Roy untuk memastikan itu semua.


"Ya boss, perlu bantuan?"


"Pemeriksaan Dav waktu itu siapa saja yang tahu?"


"Hanya saya dan juga anda boss, ada apa?"


"Jangan beritahu siapapun, dan jug Ellena bersamaku untuk sementara, kau tahu yang harus kau lakukan"


"Siap boss"


Setelah mematikan panggilannya, Leo masuk kedalam kamar kabin. Melihat Ellena yang tertidur dengan tenang membuatnya tersenyum.


Leo berbaring disampingnya, mendekap  perut Ellena.


Didalam sini kemungkinan besar tumbuh anaknya, anak yang bertahun tahun tak diberikan istrinya, dan sekarang malah tumbuh dirahim Ellena.


Mengusapnya perlahan.


"Tumbuh dengan sehat ya nak, Daddy akan memperjuangkanmu dan mommy"


Ya itu rapalan kata yang diucapkan Leo, dia akan merebut kembali Ellena.


Setelah mendarat di Manchester airport, Leo mengajak Ellena yang sudah bangun kemansion pribadinya lebih tepatnya mansion keluarga yang sudah lama tak dikunjungi karena Leo sekarang memilih tinggal di New York.


Ellena tahu kalau dia hamil, tapi sayang berita bahagia itu tertutup oleh erangan dua orang menjijikan.


Ellena dulu pernah kesini saat masih remaja. Dan baru datang lagi sekarang. Disana tetap sama ada orang tua Leo yang menghabiskan masa tuanya di Old Trafford, Manchester.


Sedangkan Ellena tak tahu kalau Leo dalam proses bercerai dengan istrinya, karena Laura mengakui  hamil dengan Alleo bukan Leo.


Ellena disambut oleh Keluarga Leo dengan hangat, keluarga seperti inilah yang diinginkan Ellena.


Setelah makan dan berbincang, Ellena kekamarnya untuk istirahat. Saat dia melamun didekat jendela sepasang tangan besar melingkar keperutnya.


Ellena tahu siapa itu, dia terlalu merindukan pelukan ini, dan ini terlalu nyaman.


"Aku merindukanmu"


"Leo nanti ada yang lihat"


"Tak akan ada, biarkan seperti ini, biarkan aku menyentuh perutmu sebentar"


Ya Leo mengusap pelan perut Ellena, yang menjalarkan sebuah sensasi yang nyaman.


Leo tahu itu, dia bisa merasakan kenyamanan yang dirasakan Ellena.


Leo menuntun Ellena untuk keranjang.


"Ayo istirahat, kasihan janinmu"


"Emmm"


Ellena menurut, dan dia cepat tidur saat Leo memeluknya serta mengusap pelan perutnya.


Leo bahagia, dia yakin ini anaknya.


**


Keesokan harinya, Ellena kekeh ingin pergi karena memang dia perlu waktu untuk sendiri.


"Ell kamu yakin gak mau bibi panggilin orang tuamu ataupun Dav?"

__ADS_1


"Tak usah bi, aku bisa sendiri, papa dan mama jangan sampai tahu ya"


"Baiklah, tapi sarapan dulu ya, dari kemarin kamu gak makan lo,"


"Aku makan diapartemen aja"


"Hmmm kamu tetap keras kepala El, kalau begitu jangan lupa kabari bibi atau Leo ya.."


"Hm iya bi...aku pulang bi"


"Hati hati Ell.."


_____


Setelah  menaiki taksi, akhirnya Ellena sampai diapartment lamanya.


Lama tak kesini setelah menikah, ya walaupun  setiap hari ada yang membersihkan, apartemen ini masih saja sepi dan keadaan sepi ini membuat hati Ellena sedih lagi.


Ditatap wajahnya didepan cermin, matanya bengkak, dan terlihat berantakan. Ellena sepertinya perlu  berendam air hangat dan sabun aromaterapi.


_____


Unit apartment Dav, Jepang..


David POV*


Tok tok tok


Kubuka  mataku, dan aku masih telanjang dikamar Lea, semalam aku lepas kendali lagi, sialan. Bahkan aku sudah mati matian mengendalikannya tapi tetap saja hilang kendali


Tok tok tok


Ku pakai celanaku, dan kuselimuti tubuh Lea,


Ku buka pintu itu, terlihat Roy dan beberapa pengawal disana,


"Ada apa?"


"Gawat tuan, nyonya muda hilang"


"Kok bisa?"


"Tak tau tuan, kami menemukan ponsel nyonya tergeletak di helipad gedung ini"


"Apa? Bagaimana kamu menjaganya hah?"


"Ampuni saya tuan (Roy berlutut dihadapan dav) nyonya sudah tau kalau tuan menginap dikamar hotel sejak pertama tuan!"


"APA? Kenapa tak memberi tauku?"


"Nyonya melarangnya tuan"


"Sial, kerahkan semua pengawal mencari ellena di seluruh jepang, dan juga negara X"


"Baik tuan"


"Ada apa dav? Kenapa kamu panik?"


"El kabur Lea"


" itu terdengar bagus, kamu tak perlu repot-repot menyingkirkannya"


"Lepaskan lea, aku harus pergi"


"Kau tinggalkan aku sendiri"


"Ya"


.


.


.


Dan ini hampir setengah hari kenapa mereka belum ada kabar


Kriiinngg


"Hallo.. ada kabar apa?"


"Nyonya terlihat masuk ke apartemennya dulu tuan"


"Baik siapkan pesawat kita berangkat sekarang"


45 menit


Aku sampai di apartemen lama ellena, aku tak sabar memberi penjelasan pada El, aku harus minta maaf atas kecerobohan ku.


Kugedori pintunya, dan kuteriaki namanya tak ada jawaban, dalam pikiranku berkecamuk macam macam, aku harus masuk, kubuka pinnya dan masuk..


Sepi


Sunyi


Tak ada pergerakan orang,


Ku masuk kamar, lampu kamar menyala, itu baju El, apa dia dikamar mandi ya.


Deg


Deg


Deg


Kubuka pintu kamar itu, dan terlihat Ell tak sadarkan diri didalam kolam mandi, bibirnya membiru dan wajahnya pucat sekali.


"Ell,, bangun sayang"


"Elll"


Kuangkat tubuh El, dan kuselimuti tubuhnya, ku bawa tubuhya kemobil dan menuju rumah sakit.


"Ell bertahanlah, maafkan aku"


"Ell"


Sesampai dirumah sakit, Ell segera dibawa ke unit gawat darurat setelah itu dibawa ke ruang ICU.


"Bagaimana keadaannya?"


"Dia sangat lemah, untung dia segera dilarikan dirumah sakit, kalau telat 10 menit saja, mungkin dia akan koma"


"Apa bisa segera bangun dok?"


"Kita lihat dulu perkembangan nya,Baiklah, jangan masuk dulu ya, biarkan dia istirahat"


"Terima kasih dok"


"******** aku ********"


Bruuugg..


Tiba tiba sebuah hantaman mengenai pipi Dav dan disusul hantaman hantaman lain.

__ADS_1


"Kamu memang ******** Dav, kutitipkan El padamu ,kamu malah menyakitinya!"


Bruuug..


" Dia begitu mencintaimu, dan kamu menghianatinyaa!"


Brrruuug


"Dia bahkan tak mau aku tolong, karena takut kehilanganmu"


Brrruuug


"Kau tau, aku ini seorang bajing*n tapi tak pernah memperlakukan Ell seperti rendahan ataupun pengganti sepertimu!"


"Leo sudahlah, jangan kamu pukuli, kasihan El kalau dia tahu"


Sabrina yang tahu duduk masalahnya mencoba melerai, dia kasihan dengan Ellena. Apalagi keadaannya begitu lemah, dia menyesal dulu selalu mempermalukan Ellena didepan umum.


"Aku geram dengan laki laki pecundang ini! Dia bisa bisa nya menyakiti adikku"


Tiba tiba pintu ruang rawat terbuka, seorang suster datang.


"Keluarga nyonya ellena"


"Aku suaminya"


"Silahkan masuk, nyonya Ellena ingin bertemu"


.


.


.


"El"


"Dav"


"Maafkan aku Ell, aku salah, aku hilang kendali"


"Aku maafkan Dav"


"Benarkah? Terima kasih Ell"


"Iya, setelah aku keluar dari sini kau bisa urus surat perceraian kita"


"Aku tak akan menceraikan mu!"


"Lea sudah kembali, aku gak mungkin terus disamping mu!"


"Aku menyesal Ell, aku mencintaimu!"


"Benarkah"


"Iya, jadi kita bersama lagi ya"


"Aku butuh waktu Dav,aku ingin istirahat"


"Baiklah, tidurlah akan ku jaga kamu.


"Iya"


Aku juga ikut tertidur disisi Ellena, tidur disamping El sungguh membuatku nyaman, berbeda dengan Lea ataupun wanita lain.


Entah berapa lama aku tertidur, aku terbangun mendengar suara gaduh diluar. Ada apa sih diluar membuat orang bangun saja!


"Ada apa ini?"


"Dav, mereka semua ingin menyeretku pergi, apa mereka tidak tau kalau aku calon nyonya baru"


"Diam Lea! Roy sudah ada datanya?"


"Sudah tuan, ini!"


"Kamu baca Lea, aku mencintaimu saat kuliah karena kepolosan mu ketulusan mu, tapi sekarang apa cara picik yang membuat orang memandangmu penuh jijik!"


"Kamu tau dav?"


"Ya tau, kamu mengirim itu pada El agar El meninggalkan aku! Ya kan! Apa kamu lupa El statusku apa di jepang? Apa kau ingin mati merusak rumah tanggaku!"


"Tapi Dav kau sendiri yang berjanji menceraikan Ell"


"Iya, karena ku kira aku masih mencintaimu tapi aku salah, aku mencintai Ell, terima kasih Lea sudah membuatku sadar kalau aku mencintai Ell, sekarang pergilah sebelum kamu diburu premanku"


"Awas kau dav!"


"Roy, awasi wanita itu, jangan sampai menyakiti keluargaku"


"Baik tuan"


Roy pergi dan Dav masuk lagi kedalam kamar, dia sudah melihat Ellena yang menyandarkan kepalanya.


"Ell kau sudah bangun?"


"Iya, kenapa Lea tak kau perbolehkan masuk?"


"Ell apa kamu lupa kalau Lea hampir merusak rumah tangga kita?"


"Aku ingat, setauku tamu tak mungkin masuk kalau pemilik rumah tak membukakan pintu"


"Hmm baiklah Ell aku salah, jangan marah ya, kita perbaiki ya"


"Hmm?".


"Tembok pemisah antara kita sudah hancur sayang, sekarang mau ya menjadi Ibu anak anakku sayang?"


"Iya aku mau, tapi jangan ulangai lagi kesakitan ini!"


"Baik sayang, kau tau ada kabar gembira"


"Apa?"


"Diperut ramping ini sudah ada calon bayi kita, jangan buat dia sakit ya"


"Benarkah?"


"Iya, usianya baru 3 week"


"Aku akan jadi ibu"


"Iya sayang kita jaga ya..."


"Iya Dav"


"I love u"


"I love i too, emm Dav kamu baru pertama ini lho bilang gitu ke aku"


"Iya kah, kalau begitu setiap hari akan ku buat kamu penuh dengan kata kata cinta"


"Benarkah Dav?"


"Iya sayang"

__ADS_1


Ya, entah dia cinta atau tidak, Ellena akan bertahan demi anak ini.


**********


__ADS_2