Ellena

Ellena
78


__ADS_3

"Tapi ayah bilang, yang kecelakaan itu sopir baru, kenapa menjadi paman Arsya"


"Hah... karena ada Fatimah disana kemarin, tapi yang pasti mamamu salah mengenali wajah Ell


Saat itu ayah terpaksa pergi ke Turki kembali tanpa sepengetahuan kalian, karena usaha keluarga yang disana mengalami krisis dan Arsya tak bisa menyelesaikannya..


Reynald sudah merencanakan tentang perselingkuhan ayahmu, sengaja menghubungi nomor ayahmu dan berkata kata mesra.. tepat saat itu Arsya menerima telpon dari istrinya mengabarkan


Ya, paman Arsya ganti yang menjaga kalian. Aku sudah bilang untuk tak mengantarkan kalian karena ada pegawai baru, tapi malah dia yang berangkat dengan alasan demi keselamatanmu dan juga mamamu.. kalian menjadi tanggung jawabnya saat aku menitipkan kalian pada Arsya...


Siapa yang sangka, Ami bertengkar dengan Arsya dan menuduh Arsya berselingkuh padahal dia mengirimi pesan untuk kekasihnya, yang siap dinikahinya. Arsya tak bisa menjawab karena akan membuat malu Ami..


Sampai akhirnya Ami mengajakmu pulang ke Salford, na'as saat pulang dari sana rem itu sudah blong dan tanpa disengaja masuk ke jurang. Jasadnya tak ditemukan.


Wanita yang aku cintai bertahun tahun, tak bisa mengenaliku.. dan malah membuat saudaraku meninggal Ell..


Bagaimana aku tak merasa bersalah, aku menanggung malu, bahkan aku  merawat Fatima bertahun tahun tak bisa menebus pengorbanan Arsya..


Aku bahkan seperti orang gila saat tahu mobil itu masuk ke jurang dan orang  yang disana tak menemukan siapapun"


Semua orang masih diam saja, menanti akhir cerita dari Tuan Arsyid.


"Aku tahu kalau kamu dihipnotis Ell, bahkan kepercayaanmu, dan wajah ayahpun tak tahu.. ayah tahu semua perbuatan buruk ibumu...


Sifat baik ibumu lenyap sejak dulu, saat sudah mengenal apa itu sosialita.. menghabiskan uang untuk berfoya foya.. bahkan toko kue pemberiankupun bisa bangkrut karena sikap borosnya,


Gara gara dia, aku terpisah dengan anakku.. gara gara dia, Fatima menjadi anak yatim. Aku depresi, Fatima tak mengenal siapa ayahnya, dia diasuh oleh pamanku, sebelum aku sembuh. Kalau kamu pikir aku iklas dibuat seperti ini, kamu salah Ami.. aku hampir gila saat Reynald memblokir aksesku, aku bahkan mengutuk kalian yang memisahkanku dengan Ellena berpuluh puluh tahun ini"


Semua orang terdiam, Ellena bungkam. Ellena bingung dengan fakta yang rumit ini.


"Pengacara Luna, tolong selesaikan masalah ini melalui jalur hukum!"


"Baik nyonya Dominic!"


Semua orang tercengang. Ellena bisa mengambil jalur ini.


"aku tak tahu mana yang benar. Yang aku tahu hanya satu, yang salah akan mendapat hukuman... selesaikan  saja.. ambil buah yang kalian tanam"


Ellena menuntun kedua anaknya untuk pergi dari sana, dan diikuti sang suami. Leo tahu ini tak adil dan begitu berat, tapi masalah ini akan menjadi kacau kalau tak diakhiri.


"Leo, ayo kerumah keluarga Russel"

__ADS_1


"Ayo..."


Selama perjalanan, semua orang terdiam. Si kembarpun tak banya bicara, tahu suasana hati orang tuanya tak baik.


Ellena hanya menatap lurus dijalanan, dia tak tahu kalau akan serumit ini. Dan dia hampir menyerah saat masalah ini seperti benang kusut.


45 menit, akhirnya mereka sampai. Ellena menggiring kedua anaknya untuk masuk, Leo juga ikut masuk. Mereka sudah disambut oleh beberapa pelayan.


"Dimana kakek?"


"Diruang kerja nona"


"Emm"


Leo menepuk pundak Ellena. Tersenyum pada wanita itu.


"Masuklah, mintalah penjelasan"


"Baiklah"


Ellena mengecup pipi kedua anaknya dan juga mengecup sekilas bibir Leo. Ellena tersenyum, begitupun sikembar dan juga Leo. Menyemangati Ellena.


Ellena segera naik keatas dan mencari sang kakek.


"Ellena, kamu datang.."


"Iya kek"


"Duduklah, kamu sudah minum?"


"Nanti saja kek"


"Ada apa? Kamu seperti ada masalah?"


"Kek, maukah kakek jujur?"


"Jujur tentang apa?"


"Apa masalah mam dan juga ayah? Kenapa menjadi rumit?"


"Haih.. kamu ingin tahu? Mereka tak menjelaskan?"

__ADS_1


"Mereka begitu ambigu..."


"Hah baiklah, tapi jangan memotong perkataan kakek"


"Baik kek"


"Dulu saat Ami masih sekolah di Oldford, dia jatuh cinta dengan pria berkewarganegaraan Turki, dia ayahmu, Arsyid... cinta Ami terbalas tapi sayang mereka berdua berbeda keyakinan.. Ami sendiri tak terlalu tekun dengan ajaran Kristusnya tapi Arsyid seorang anak dari orang besar Muslim, jadi bisa dikatakkan kalau  Arsyid sangat tekun dengan ajarannya... kakek sendiri tak ingin ikut campur, mereka sudah dewasa, tapi orang tua Arsyid menentang perbedaan keyakinan.. akhirnya Arsyid menyerah, dia tak mau melepas agamanya, tapi Ami malah ingin ikut, sebelum menikah Ami sudah meng-iyakan semua syarat yang orang tua Arsyid berikan.. tanpa masa pacaran merekapun menikah, 1 tahun pernikahan mereka tampak harmonis, dan lahirlah kau, Ellena Arsyid... tapi ibumu masih muda, ingin berdandan, berpakaian layaknya orang lain, dan iri dengan masa muda orang lain.. apalagi Ami memakai pakaian yang dianjurkan muslim, jadi dia semakin terkekang.. menjagamu, menjadi ibu rumah tangga, bentuk tubuh yang berubah membuatnya sedikit depresi.. hah.. tapi Ami tetap diam, Arsyidpun tahu itu, dia juga diam membantu Ami, menjelaskan surganya perempuan tapi tak dianggap lagi... demi Ami, Arsyid meninggalkan kekayaannya di Turki, membiarkan saudaranya Arsya mengelola semuanya, selama bertahun tahunpun Arsyid jatuh bangun untuk membiayai semua kebutuhan kalian yang mahal, tanpa bantuanku juga, karena Arsyid pernah berkata, Ami dan juga kamu adalah tanggung jawabnya...


Sampai suatu hari Ami bertemu Reynald, pengusaha Amerika yang sedang meramba dunia perdagangan Inggris, dia terpukau dengan kecantikan Ami, jadi dia mendekati Ami dan Amipun. Amipun juga tertarik dengan lelaki matang itu.


Hubungan mereka terus berlanjut, sampai akhinya Reynald sudah tak tahan. Pada akhirnya Reynald merencanakan perselingkuhan Arsyid, dia tahu Arsyid tak mungkin menemui wanita lain, jadi dia menyuruh seseorang menghubungan nomor Aryid dan berkata mesra.


Sayang sekali, rencana itu sebagian gagal karena Arsyid harus terbang ke Turki untuk menyelesaikan masalah yang tak bisa ditangani Arsya. Dan Arsya ganti menjaga kalian.


Orang suruhan Reynald benar menelpon ke nomor Arsyid yang tengah rapat sedangkan Arsya mendapat telpon dari istrinya mengabarkan kalau dia akan melahirnya, tapi Arsya tak bisa menemani, dan akan menyuruh Arsyid untuk menjaga dan mengadzani sang anak...


Arsya dan mamamu terlibat cekcok, dia takut kalau membuat malu sang saudara ipar, jadi mengikuti alurnya.


Akhirnya kalian pulang kemari, dengan alasan ada pertengkaran, mau menenangkan diri. Aku hanya mempersilahkan masuk, aku tahu dia bukan Arsyid, lalu dia menitipkan kalian karena ada urusan lagi..


Na'as, mobil itu masuk ke jurang dan Arsya tak dapat ditemukan"


Entah Ellena berapa kali menelan ludah dan ingin menangis tapi tak bisa. Otaknya dicuci dia tahu. Setahunya dialah yang meminta sang papa untuk mengantarkannya kemari, kenapa menjadi cekcok?


"Jangan terlalu dipikirkan, Tuhan tak akan membiarkan semua kesalahan itu tertutup"


"Paman Arsya kemana?"


"Entah, tak ada yang menemukannya..."


"Kakek, terima kasih"


"Sama sama nak, walaupun ibumu adalah anakku tapi ini soal keadilan dan kebenaran, lakukan apa yang menurutmu benar"


"Terima kasih kek, aku akan beristirahat"


"Baiklah"


*****


**Hallo... "Bella" sudah rilis disini ya.. akan ada kisah remajanya Bella nih..

__ADS_1


Nanti dipencarian ketik "alister weis" aja biar5 gak repot repot cari...


I love U**


__ADS_2