Ellena

Ellena
43


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang singkat, Ella dan Leo sudah membuka pintu kamar inap milik Ello.


"Kalian jahat!"


Ella dan Leo saling bertatap, kenapa dengan lelaki kecil ini?


"Ella! I miss u... aku bosan seharian disini sendiri"


"Mommymu dimana?"


"Mommy pagi pagi tadi sudah pergi ke galery, dia kata ada sedikit masalah"


"Masalah?"


"Iya... dan kalian jalan jalan tak kenal waktu"


"Oh... hero... kamu cemburu? Ella berikan oleh olehmu"


"Siapa kemarin yang bilang mau istirahat kalau Ella gak ada, Ella itu berisik ganggu terus.. ini belum sehari loh kak, nih Daddy membeli transforman kesukaanmu"


"Iya iya... maaf deh.. jangan pergi pergi lagi ya adikku"


Leo tersenyum melihat tingkah kedua anaknya, mereka sungguh menggemaskan.


"Terima kasih dad.. ini benar benar menakjubkan, oh iya besok aku sudah boleh pulang dad"


"Oh benarkah? Wah.. kita bakal jalan jalan lagi nih..."


"Besok siang pulangmu Ello?"


"Iya dad, besok jemput ya..."


"Sepertinya daddy tak bisa, bisanya sore, bagaimana kalau daddy susul kerumah saja?"


"Yahhh.. daddy tidak asyik... memang besok ada urusan apa sih sampai tak bisa jemput Ello?"


"Besok hari jumat sayang, daddy waktunya beribadah"


"Beribadah?tidak pagi?"


"Kak Ello, daddy itu seperti Yusuf.."


"Benarkah dad? Daddy muslim?"


"Iya sayang.. kenapa?"


"Tak apa, Ello ingin sekali masuk ke masjid di Itaewon"


"Belum, tak boleh masuk kalau tak beribadah"


"Memangkan begitu, di gerejapun juga begitukan? Tempat beribadah itu untuk ibadah bukan untuk main main"


"Yah.. daddy juga begitu..."


"Kak Ello ikut jadi muslim aja"


"Bolehkah dad?"


"Kalian masih kecil, diskusikan dengan mommy kalian"


"Mommy bilang kalau daddy datang harus menemui dokter Natasha"


"Baiklah, daddy akan menemui dokter Natasha... Ella temani Ello dulu ya"


"Iya dad..."


Leo mengecup kening kedua anaknya dan segera keluar ruangan untuk menemui dokter Natasha.


Setelah Leo keluar, datanglah Ellena dengan sekantung makanan untuk mereka berempat. Menurut Ellena berbuat baik pada Leo tak apa bukan, toh dia sudah mau membantunya mengurus sikembar nakal itu.


"Ella sudah datang? Mana daddy kalian?"


"Menemui dokter Natasha mom,"


"Oh, ya sudah mommy akan menyusul daddy, dan juga akan mengurus administrasi"


"Okey mom...."


Setelah Ellena juga keluar, Ella terdiam. Baru mengingat sesuatu, kemungkinan besar mommynya itu sedang mengawasi daddy dan dokter Natasha. Tiba tiba Ella tertawa terbahak, mengingat itu.


"Kamu kenapa?"

__ADS_1


"Mommy itu sedang cemburu kak, karena daddy dan dokter Natasha bertemu"


"Bukannya dokter Natasha sudah bersuami?"


"Kakak tahu dari mana?"


"Dokter Natasha sendiri yang bilang, kalau suaminya seorang tentara Amerika dan sekarang dia sedang hamil"


"Hamil? Wah... sebenarnya mommy cemburu tak jelas"


"Begitulah"


Setelah itu mereka tak ada pembicaraan apapun, mereka sibuk dengan mainan masing masing.


Belum sampai 20 menit mommy mereka sudah kembali, tapi sepertinya dengan suasana hati yang sedikit tak baik.


Kedua anak itu seperti tahu apa penyebabnya. Mommy mereka seperti menahan marah dan juga tangis secara bersamaan.


"Mom... what happened?"


"Nothing... ayo makan"


"Tak menunggu daddy?"


"Tak perlu"


Kedua anak itu saling berpandangan, lalu menatap mommy mereka lagi. Mereka tahu apa yang terjadi, mommy mereka sedang cemburu tak jelas.


Saat dipertengahan acara makan, Leo masuk kedalam kamar yang semua orang disana diam semua.


Leo mengerutkan keningnya. Lalu beralih menatap anak kembar itu. Sambil bertanya, berbisik.


"Ada apa?"


Kedua anak itu hanya menggeleng pertanda tak tahu, sedangkan Ella mengangkat bahunya.


"Tanya saja sendiri"


Okey, 36 tahun Leo hidup dan dibuat pusing oleh wanita ya baru kali ini. Dia tak tahu harus bagaimana, karena memang dia tak tahu letak kesalahan ataupun masalah diruangan ini.


"Ell... ada apa?"


"Tak ada apa apa"


"Kukira masih betah disini"


"Hah? Kamu masih mau disini?"


"Terus, melihat kalian bermesraan?"


"Bermesraan? Siapa?"


"Kau dengan kekasihmu!"


"Kamu cemburu?"


"Cinta saja tidak, kok cemburu"


Ellena masih saja membelakangi Leo, sambil menyantap makanannya dengan lahap. Leo dibuat makin bingung dengan wanita ini, ada apa sih?


Sedangkan kedua anak kembar itu menahan tawanya melihat mommy mereka yang menahan kesal, sedangkan daddy mereka terlihat kebingungan.


"Ada masalah?"


"Tak ada"


"Ayo keluar, kita bicarakan diluar"


"Mau bicara apa? Disini saja"


"Tak malu kamu sudah 28 tahun loh, diketawain anak belum genap 4 tahun, mau?"


"Huh"


Ellena melihat kedua anaknya yang menahan tawa, akhirnya keluar dan diikuti Leo.


"Kalian jangan kemana mana, daddy dan mommy akan segera kembali"


"Okey dad..."


Mereka berdua keluar, dan akhirnya duduk di bangku cafetaria. Leo masih saja bungkam, dan Ellena masih saja kesal.

__ADS_1


Leo tersenyum, saat melihat Ellena seperti itu. Teringat dulu dulu saat Ellena cemburu juga seperti ini.


Leo mencubit pipi berisi Ellena, sangking gemasnya. Leo tertawa, saat Ellena mendelik kesal atas perbuatan mantan kekasihnya itu.


"Auuww"


"Kamu sudah 28 tahun sayangku.... tak baik seperti remaja labil"


"Aku tak labil"


"Lalu apa? Cemburu?"


"Tidak, ihhh..."


"Kenapa sih? Ini gara gara Natasha?"


"Aku tak cemburu, mau mesra mesraan sama Natasha aku tak cemburu! Toh dia sudah hamil"


"Dia memang hamilkan? Kenapa kamu yang jengkel"


"Sudahlah Leo, jauhi aku dengan anak anakku, dia juga sudah hamil"


"Kenapa aku harus jauhi kalian, yang hamilkan Natasha"


"Itu anakmukan?"


"Siapa yang bilang?"


"Kamu tadi!"


"Aku? Kayaknya kamu salah paham deh..."


"Salah paham apanya? Jangan lari dari kenyataan"


"Siapa yang lari dari kenyataan? Natasha hamil dengan suaminya bukan denganku! Bodoh dipelihara"


"Maksudmu!!"


"Gini deh,, aku jelasin sayang...."


Flashback on*


Leo keluar dari kamar inap milik Ello, dan menemui dokter Natasha yang kebetulan ditaman samping kamar Ello.


"Tasha..."


"Hai kak... ada apa?"


"Bagaimana keadaan Ello?"


"Dia sudah membaik, nanti sore dia bisa pulang"


"Syukurlah"


"Aku tahu kamu besok siang pasti tak bisa menjemput, jadi kuajukan sore ini saja, tapi harus tetap cek setiap seminggu sekali ya"


"Baiklah... bagaimana kabar Robert di Amerika?"


"Baik, dia bilang akhir bulan baru bisa cuti"


"Tak apa, dia juga membela negara sepertimu"


"Hmmm... aku hamil"


"Benarkah? Berapa bulan?"


'Baru 3 bulan, dan sang ayah malah seperti ini"


"Ya mau bagaimana lagi, keadaannya juga seperti ini.. tugas lain juga menunggu dipertanggung jawabkan"


'Aku tahu,, tapi aku juga butuh kasih sayang"


"Tenang saja, semua akan baik baik baik saja, sementara ini ada Roy bukan?"


"Iya, terima kasih Leo"


"Sama sama Tasha, akan kulakukan apapun agar kau bahagia"


Tasha memeluk Leo yang sudah dianggap seperti kakak itu, tanpa tahu ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka.


Menurutnya Leo tetap sama seperti yang dulu, tak pernah berubah padahal dia hanya mendengar setengah pembicaraan tak seluruhnya.

__ADS_1


************


__ADS_2