
Ya, setelah kemarin Leo beserta keluarganya makan malam besar bersama para pengawalnya yang mereka lalu secara hangat. Karena memang tak ada rasa canggung dari mereka semua, apalagi Ello dan Ella sangat pintar membangkitkan suasana yang nyaman sedangkan Ellena sangat ramah, jadi seketika atmosfir dominan sang boss hilang tergantikan senyum yang indah.
Lalu hari ini, pagi pagi Ellena dan Leo sudah dikejutkan dengan kedatangan Luna.
Ellema yang sedang mengurus anak anak seketika terdiam saat melihat Luna dengan balutan jeans kasual serta kemeja putih datang dengan beberapa map.
"Pagi nyonya Dominic, apa saya mengganggu anda?"
"Tak apa, ayo silahkan duduk, biarkan saya ganti baju dulu"
"Baiklah, saya akan menunggu anda"
Ellena segera berjalan cepat kearah tangga, segera berganti baju dengan dress harian serta menyisir rambutnya.
Ya, kedatangan Luna membuat Ellena merasa gugup. Ini tak benar.
Leo yang baru saja keluar dari kamar mandi dibuat heran dengan tingkah sang istri.
"Darl, what happend?"
"Luna datang"
"Lalu?"
"Aku takut, kalau terjadi masalah"
"Jangan suka menebak, temui saja dulu siapa tahu ada kabar bagus"
"Baiklah, kamu tak turun?"
"Aku akan ganti baju dan segera turun"
Ellena baru sadar kalau sang suami hanya memakai handuk saja. Ya ampun.
"Aku tunggu dibawah"
"Iya"
Ellena keluar begitu saja, dan segera menghampiri Luna yang sedang melihat kedua anaknya bermain.
"Ello, bisa ajak adikmu main didalam kamar?"
"Bisa mom.. Ella, ayo kutunjukkan game terbaruku"
"Ayo, apa aku boleh mencobanya?
"Tentu boleh"
Ello dan Ella segera menaiki tangga, untuk bermain. Ya, Ello lebih paham situasi jadi dia akan menyuruh Ello daripada Ella. Ella akan manja terlebih dahulu.
Sedangkan dua wanita dewasa itu sudah saling berhadapan. Menyesap teh masing masing.
"Jadi bagaimana perkembangan kasusnya, nyonya Lee?"
"Panggil saja Luna, kita mungkin tak terpaut jauh"
"Baiklah, panggil saja aku Ell, Luna"
"Baiklah Ell.. gugatan kita sudah keluar, dan minggu depan sudah mulai sidang"
"Bagaimana buktinya?"
"Aku telah mengamankan bukti itu"
"Terima kasih, Luna"
"Its Okey, jadi siapkan saja dirimu.. jangan sampai terhasut"
"Iya, aku akan ingat saranmu"
Setelah mengatakkan itu, Luna segera pergi begitu saja karena harus menyelesaikan penyelidikannya.
Dan beberapa lama setelah Luna pergi, datanglah Reynald Lopez.
"Papa? Ada apa kemari?
"Ellena, tolong bebaskan mamamu.. mamamu ceroboh, mohon maafkan dia!"
"Pa, apa papa sadar dengan perkataan papa?"
"Nak... dia tetap ibumu!"
"Aku tahu, tapi kalau bukan dengan cara seperti ini, bagaimana mama sadar pa?"
"Nak... tolong"
__ADS_1
"Papa lebih baik pulang, jangan sampai para pengawal menyeret papa keluar"
"Aku harap, kamu memiliki hal baik untuk ibumu"
"Pa, kapan aku memiliki hal atau niat buruk untuk mama? Papa tahu itu!"
"Papa mertua, pulanglah, anakmu bukan anak yang durhaka"
Ya, Leo berjalan dari arah tangga untuk menemani sang istri tapi rupanya Reynald ada disana sedang mendesak sang istri untuk membatalkan gugatan.
"Kamu jangan ikut campur!"
"Ellena istriku, aku hanya melindunginya.. siapapun yang mencoba mengganggunya akan berurusan denganku!"
"Aku ayahnya! Aku berhak berbicara dengan anakku!"
"Kau bukan bicara ayah mertua, tapi menghasut! Dan ingat ini, ayah Ellena hanya Arsyid, dia lebih pantas dipanggil dengan sebutan ayah!"
"Kau!!"
"Aku hanya takut tuan Reynald juga terseret dikasus ini!"
"Maksutmu apa?"
"Secara tak langsung, kasus ini akan beruntun dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, apalagi tuan Asryid masih hidup, ini namanya penipuan catatan sipil dan pengambilan paksa hak hidup seseorang!"
"Leo! Kamu jangan terlalu bangga diri! Aku akan memenangkan kasus ini!"
"Silakam berusahalah... aku akan pergi, kalau sampai kalian menang,, kami semua akan pergi, tak ada marga Dominic di Inggris"
"Aku pegang janjimu, Leonard Dominic.."
Ellena memegang lengan kanan Leo, ini tak benar. Leo tahu Ellena sedang takut, seketika dia memeluk sang wanita.
Reynald pergi begitu saja. Ellena terduduk, lemas seketika.
"Ell... its okay... aku ada untukmu"
"Aku takut, rasanya ingin mati"
"Mati? Aku akan mati bersamamu"
"Leo..."
"Mom... kami ada untuk mommy dan daddy"
Ellena yang mendengar suara anak kecil lantas menoleh. Mereka, mereka hal terbaik yang ada.
"Sayang..."
Ello dan Ella memeluk sang mommy, diikuti oleh sang ayah yang ikut memeluk ketiga malaikatnya.
"Kita hadapi bersama ya, daddy akan menjadi tameng terdepan kalian"
"Ello juga akan menjadi tameng untuk mommy dan Ella"
"Terima kasih para jagoan..."
Seketika, setelah Ellena mengucapkan itu, Ellenaa terjatuh pingsan. Mereka terpekik saat Ellena memejamkan mata.
Leo hampir lupa, kalau sang istri sangat rapuh.
"Kalian kekamar ya, daddy akan membawa mommy kekamar"
"Baik dad..."
***
Entah berapa jam Ellena tak sadarkan diri. Yang pasti saat Ellena membuka matanya, Ellena melihat Leo yang tertidur disampingnya. Hari sudah malam.
"Kau sudah bangun?"
"Emm.. tidurlah lagi, aku akan melihat anak anak"
"Mereka sudah tidur, aku yang menidurkan mereka... kamu tak usah khawatir"
"Leo, terima kasih"
"Tak apa, ada yang sakit?"
"Sedikit pusing"
"Tak apa, ayo program hamil?"
"What?! Leo,,,"
__ADS_1
"Setelah semua ini, mari kita bangun pondasi yang lebih kuat"
"Iya, terima kasih Leo"
"Kenapa kamu banyak sekali mengucapkan 'terima kasih'?"
"Lalu??"
"Aku suamimu, kamu ratuku.. jadi aku berkewajiban membahagiakanmu, Ell"
"Kamu rajaku"
"Ellena, kamu tak pandai merayu, jangan merayu"
"Tapikan..."
"Kamu lapar?"
"Iya..."
"Mau makan apa?"
"Terserah..."
"Masih jam 10, ayo kita keluar, kencan lagi, kita belum pernah kencan"
"Kencan? Kita sudah terlalu tua untuk kegiatan itu Leo"
"Tak apa, ayo pergi, jangan lupa pakai mantelmu"
"Baiklah"
Ellena dan Leo segera bersiap, dan meluncur mencari makan. Ya, Leo menyetir lamborghini veneno dark metalic-nya. Sangat gagah dengan setelan coat musim gugur terbaru. Sedangkan Ellena memilih memakai rok plisket panjang serta mantel bulu putih yang sangat indah.
Mereka menyusuri jalan raya Old Trafold mencari makanan yang bisa dimakan.
"Biasanya kalau di Korea ada food street"
"Emmm kalau begitu ayo berkeliling sampai dapat yang kau mau"
"Hari semakin malam"
"Kalau begitu ayo menginap di hotel saja"
"Untuk apa?"
"Kita belum menghabiskan malam berduakan?"
"Lalu setiap malam yang menemani kamu tidur itu, siapa?"
"Hahaha... tapi sebelum aku puas pasti anak anak mengganggu, Ell"
"Lalu?"
"Mari malam ini kita berdua saja"
"Kamu mesum!"
"Hei... kamu istriku sayang, wajar aku berpikiran mesum tentangmu"
"Gila!"
"Aku suamimu, Ell.. ingat!"
"Iya suamiku.... ayo makan ramen"
"Jam malam makan ramen? Kamu tak takut gemuk?"
"Aku sudah anak dua dan masih badan seperti ini, apa ada indikasi untuk gemuk?"
"Tidak, kalau kamu punya indikasi gemuk, aku bertaruh berat badanmu akan naik berkali kali lipat"
"Sial.."
"Ellena Dominic!"
"Maaf.."
"Hilangkan kebiasaanmu mengumpat!!"
********
Apa kabar, sehat semuakan????
Jangan lupa baca "BELLA"
__ADS_1