
Ellena mengernyit heran, kenapa lelaki ini begitu marah.
"Kenapa?"
"Ada serangga kecil"
"Apa serangga itu lebih menarik dariku sampai harus diusir?"
"Dia seperti sebutir debu kalau disampingmu"
"Leonard kau begitu perayu"
"Ya mau bagaimana lagi, kadang aku seperti remaja labil saat bersamamu"
"Ya setidaknya bukan tua yang menyebalkan"
"Ellena,"
"Ada apa?"
"Persiapkan dirimu, sepulang dari sini aku akan mengganti namamu"
"Mau diganti apa?"
"Ellena Dominic"
"Apa kamu sudah yakin?"
"Sudah,,, aku tak akan menunda untuk itu"
"Terima kasih sudah mau menerimaku dan juga anak anak"
"Seharusnya aku yang berkata seperti itu, terima kasih sudah membuat lembaran baru untuk lelaki brengsek sepertiku"
"Leo..."
"Emm sayang... sayang nanti aku hubungi lagi, aku akan menangkap para hama"
"Hati hati... pulanglah dengan selamat"
"Pasti"
Leo memutus sambungan video itu, Ellena menghela nafas saat teringat bagaimana dulu kisah cintanya dengan Leo dan sekarang, Leo memperjuangkannya sebeginu besar.
Beberapa tahun tak bertemu dan sekarang Leo semakin kaya dengan usaha yang dia rintis. Bahkan dia seperti ratu disini.
Disisi lain, Ello sedang berkutat dengan laptopnya mencari keberadaan musuh ayahnya.
Terlihat dari satelit, ayahnya telah keluar dari mansionnya. Ello mengamati seluruh gerakan mencurigakan dari sekitar sana.
Sampai sang ayahnya mengabari kalau dia akan kemansion keluarga milik Lopez dan Russel, jadi dia harus memantau disana.
Saat dipertengahan memantau, Ello melihat data yang mencurigakan di mansion Lopez. Tak ada kehidupan disana dan terdapat van masuk kehalaman mansion, dan itu Alleo, sendirian.
Dia segera mengabari sang ayah. Dan ayahnya bergerak ke arah kaluarga Lopez.
**
Lopez's Mansion- Manchester City
Leo keluar dari mobil dengan jarak tak terlalu jauh dari mansion. Anak buahnya dan juga sniper andalannya sudah siap diposisi.
Leo, Liam dan Roy masuk dari 2 arah. Liam dari pintu samping. Leo dan Roy dari pintu utama untuk mengecoh.
Leo menekan bel rumah berpura pura bertamu dengan Roy, ini keuntungan kemana mana tak bawa pengawal banyak, dia bisa berpura pura tanpa pengawal.
Pintu itu terbuka, dan keluarlah seorang lelaki tambun dengan keadaan yang ambrul adul.
"Cari siapa?"
__ADS_1
"Saya mencari keluarga Lopez, apa ada?"
"Tak ada"
"Kamu siapa?"
"Aku pemilik baru rumah ini"
"Oh, tapi Alleo tak mengabari kalau dia pindah, Roy coba kamu hubungi Alleo kalau aku datang"
"Baik tuan"
"Kau temannya Alleo?"
"Bukan teman lagi, aku dan dia sahabat dari kecil.. sayang aku harus pindah ke Amerika 7 tahun lalu"
"Oh, dia ada didalam masuklah"
"Oh Alleo ada, terima kasih"
Ting..
"Dad... hati hati didalam ada banyak senjata berbahaya dan juga banya orang jahat"
Ello mengintrupsi, dan Leo menekan jam tangannya seperti melihat jam, tapi dia menekan tombol siaga untuk seluruh anak buahnya, dimanapun mereka berada, di mansion Dominic, Rusell, Lopez, dan juga di mansion yang ditinggali Ellena.
Leo masuk kedalam hunian itu, sangat kumuh. Bekas bekas botol minuman keras, bekas makanan, dan juga bekas mereka mengkonsumsi ganja(?) Dan narkoba.
Leo ingin muntah rasanya, dia akan mempertimbangkan untuk minum lagi kelak.
Lelaki tambun itu berteriak memanggil Alleo. Alleopun keluar dari kamarnya. Mematung.
"Hai.. lama tak bertemu"
"Hmm..ada apa?"
"Aku mencari uncle Reynal untuk menandatangani perjanjian dulu"
"Perjanjian tentang pembelian pulau pribadi untuk hari tua uncle Reynal"
"Mana perjanjiannya?"
"Roy..."
"Siap tuan"
Roy memberikan map kuning itu, dan setelah membacanya Alleo membelalak. Pulau pribadi diberikan cuma cuma untuk si tua Reynal, dengan harga USD 156 juta. Ini fantastis, ini melebihi kekayaan milik keluarga Lopez dan Rusell.
"Kenapa kamu memberikan pulau ini?"
"Alasannya klise sih, karena aku ingin menikahi anaknya"
"Kamu bermimpi Leo, Ellena hanya milikku"
"Tentu, tapi saat dia sudah menikah dia bukan lagi milikmu"
"Ellena hanya akan menikah denganku"
"Kau kakaknya bukan?"
"Kau!! Aku bukan kakaknya, aku akan menikahi Ellena"
"Oh... kalau begitu kita akan saling melawan bukan?"
"Leo!"
"Ya... oh bagaimana keadaan mantan istriku itu, apa kau sudah bosan?"
"Hahahaha.. kau merindukannya? Akan kuberitahu, dia sekarang di Skotlandia, rehabilitasi"
__ADS_1
"Wow... kau hebat... kau berani mengasingkan wanita itu didaerah kekusaanku"
"Maksudmu apa?'
"Oh apa kau tak tahu L's Enterprise itu milikku serta pangkalan mercenary disana itu milik siapa?"
"Hahahaha kau memiliki Mercenary? Mimpi kau Leo, mercenary itu milik kawanku"
"Siapa kawanmu itu All? Aku penasaran"
"Marcus, diapun ada disini"
"Panggilah sang pemilik mercenary kaya itu"
Alleo memanggil seseorang bernama Marcus, dan turunlah seorang lelaki berperawakan sedikit lebih kecil dari Leo, dan nampak terkejut saat melihat siapa yang bertamu itu.
Leo hanya tersenyum miring sedangkan Roy tak tahu menahu tentang Marcus hanya diam saja,
"Oh ini tuan Marcus? Atau aku sapa saja dengan agen X?"
Roy ternganga, rupanya X sang hacker begini bentuknya. Ya dia memiliki tubuh yang hampir sama dengan Roy tapi bopeng diwajahnya sangat tak manusiawi.
"Kau! Kenapa kau disini?"
"Oh apa kau tak tahu? Ini rumah istriku, dan Alleo adalah kakak iparku"
Marcus merutuki kebodohannya yang dengan mudah berpaling dengan iming iming kekayaan berlimpah tapi dia tak memikirkan bagaimana resikonya berkhianat.
Ya mata matanya selama ini adalah X atau dengan nama asli Marcus. Dia diselamatkan Leo, saat dia menjadi budak sex seorang lelaki tyranny. Tapi ini balasan dari kebaikan Leo.
Leo hanya tersenyum miring, untung punya anak lebih jenius.
"Apa kabar tuan Marcus? Bagaimana keadaan disana?"
"Leonard kau!! Kau ********!"
"Wow... aku ********? Lalu kau? Ayolah X, aku dan kau itu tahu bagaimana riwayat hidupmu, dan rahasiamu ada padaku"
Lucas seperti tersulut emosi, karena mengingat bagaimana dia diperbudak untuk kepuasan seorang lelaki kejam, tapi lelaki didepannya ini lebih kejam.
"Kenapa diam saja? Ayolah.. kau tak bisa berbohong denganku"
"Leonard, kau tak adil! Roy dan Liam kau perbolehkan berada disampingmu, sedangkan aku? Kau asingkan aku di Skotlandia, apa kau merasa adil menjadi penguasa!"
"Kau iri?"
"Ya, saat kau meminta informasi selalu menghubungiku kalau tak ada perlu kau tak pernah mencariki,, kau brengsek"
"Kau seperti gadis yang ditinggal berselingkuh, X"
"Sialan kau!"
"Itu kenyataan X, kau seperti itu, bahkan itu hal kecil, dan kau berani berkhianat, dan membeberkan seluruh rencanaku"
"Ya, aku juga kejam Leo"
"Kejam, untuk devinisi seperti ini..."
Dooorrrr...
Leo diam diam menarik pelatuk dari saku jasnya dan mengarah ke kaki kanan X, Leo tersenyum miring.
"Agar kau tak melangkah pada hal yang salah"
"Kau!!!"
Semua orang disana siap siaga termasuk sniper andalan Leo yang telah pada posisi.
Alleo sudah siap menembak, tapi hal yang tak disangka terjadi.
__ADS_1
Doorrr.....
**************