
Los Angeles- California- USA
Leo mematikan layar pintarnya setelah tayangan wawancara Ellena usai. Dia hanya tak menyangka anak Ellena kembar.
Ello Khabir dan Ella Zahra.
Dua nama yang manis. Seperti halnya Ellena yang manis. Bagaimana rupa kedua anak itu?
Dan lagi, siapa yang menikahi Ellena sampai harus dirahasiakan. Dia penasaran.
"Roy ..."
"Siap boss"
"Cari tahu Ellena menikah dengan siapa dan bagaimana rupa anak itu!"
"Baik"
Roy pergi begitu saja, sedangkan Leo masih merenung. Kalau Ellena sudah menikah, apa tak ada kesempatan lagi?
Ada rasa bangga dihatinya saat orang tercintanya menjadi sukses. Ayolah, Leo dari Ellena sekolah selalu ingin Ell memiliki masa depan cerah tapi sayang dia harus berpisah dengan wanita itu.
Tak beberapa lama kemudian Roy mengirimi e-mail tentang sang wanita.
Tak ada catatan pernikahan apapun di Korea ataupun di Inggris atas nama Ellena Russel ataupun Ellena Lopez.
Kemungkinan besar Ellena belum menikah lagi, menitik beratkan Dia masih menyandang marga Russel.
Kedua anak kembar Ellena, Ello Khabir dan Ella Zahra juga tak memiliki marga.
Dia sekarang sedang dekat dengan Lee Hyun, seorang pengusaha dari Busan. Tapi mereka berdua tak mengkonfirmasi hubungan mereka.
Dua anak Ellena belum muncul dipublik, data rumah sakitpun sudah dihapus tentang Ellena dan kedua bayinya oleh Ziu Ming. Satu bocoran, mereka tak menerangkan siapa ayahnya.
Jadi apa?
Tentang perasaannya? Ada sedikit rasa lega tapi lebih rasa takut.
Dia takut, suatu hari nanti dia menyesal dengan keputusan ini. Dia takut, sangat takut.
Dia takut keputusannya menjadi boomerang yang siap menerjangnya.
Apa yang harus dia lakukan?
Lelaki itu menyesap sex on the beach-nya lagi, sambil sesekali menyesap rokoknya. Dia sebenarnya ada dipusat casino terbesar di Los Angeles tapi pikirannya berkelebat tentang wawancara tadi. Bahkan wanita penghibur hampir tak berbusana saja tak bisa membangkitkan gairahnya.
Ya semenjak Ellena pergi, gairahnya seperti dibawa pergi juga oleh wanita itu. Bahkan berkali kali dia menyewa wanita penghibur berakhir dia tak berselera. Dia akan menegang dengan Ellenanya. Karena saat dia melihat Ellena didepan COEX Mall dulu, seketika dia menegang. Bahkan ingin menerkam wanita itu disana saat itu juga, kalau akalnya tak bekerja dengan baik.
Bebepa wanita lekas menghampiri Leo, menawarkan malam panas atau hanya menawari menemani main satu ronde dimeja meja sana, tapi Leo tak berminat hanya satu dia akan terbang ke Korea untuk memastikan semuanya.
Tapi sayang, cabang L's International akan dibuka besok dan juga rapat rapat pemegang saham serta rapat berbagai proyek menunggunya.
__ADS_1
"Sial"
Leo pergi begitu saja, membiarkan para wanita itu mendesah kecewa. Santapan kantong tebal mereka sirna.
Leo segera pergi ke villanya di kawasan Hollywood Hills, salah satu daerah Elit di Los Angeles.
Mengendarai Lamborgini Venenonya dia melaju cukup kencang membelah kota, tanpa memperdulikan Liam dan roy yang mencarinya.
Leo's Villa- Hollywood Hills-Los Angeles- California, USA
Setelah memarkirkan mobilnya, Leo segera masuk yang sudah disambut Liam dan beberapa pembantu serta pengawal.
Leo mengernyit, Liam seperti mempunyai ilmu teleportasi, dia dimana mana.
"Sejak kapan kau pulang?"
"Sejak majalah wanita itu menyiarkan sebuah rekaman wawancara yang membuatku penasaran"
"Kau bukan siapa siapanya Ellena kenapa harus penasaran?"
"Hanya ingin tahu, siapa lelaki yang pesonanya melebihimu dan Dav sampai bisa membuatnya bertekuk lutut"
"Menurutmu?"
"Lee Hyun itu lumayan tampan loh, dia sukses di Korea!"
"Apa aku peduli, sebelum dia masuk dijajaran pebisnis dunia aku tak pernah ingin tahu"
"Dia muda man, wajar kalau dia belum masuk jajaran CEO tua sepertimu!"
"Mulutmu itu kalau ngomong disaring dulu! Kamu juga sudah tua!"
"Tak apa tua yang terpenting tidak pedofil"
"Maksudmu apa!"
"Kamu pura pura lupa? Siapa yang mengencani anak umur 16 tahun sampai membobol gawangnya juga"
"Ini bukan sepak bola! Lalu kenapa? Itu wajar dude! Kerjakan saja pekerjaanmu atau urus Hana yang makin hari makin rusuh!"
"Tapi dia istriku, hahahaha"
Leo segera saja naik kelantai atas untuk kekamarnya. Leo merebahkan diri sesampainya disana. Rasa pusing melandanya saat mengingat berbagai hal hari ini, apalagi dia penasaran dengan bayi kembar Ellena.
Bagaimana dengan rupanya?
**
Busan- South Korea
Ellena duduk di terasnya sambil menggendong Ello yang sedang tak mau ditinggal lantaran badannya demam. Sedangkan Ella juga ikut manja digendongan tangan kirinya.
__ADS_1
Sudah biasa Ellena harus menggendong kedua anak ini, apalagi seperti sekarang salah satu dari mereka sakit.
"Ello sayang, cepat sembuh ya nak"
Dua bayi berusia 5 bulan itu hanya berceloteh tak jelas. Tangan Ellena rasanya pegal, dia memberingkan keduanya pelan pelan. Ella segera tengkurap siap belajar merangkak, sedangkan Ello tak mau turun.
"Sampai kapan kamu mau menyendiri? Kasihan mereka tumbuh tanpa ayah Ell"
"Aku tak tahu Maria, aku takut lelaki yang kupilih tak memperdulikan anakku"
"Kalau begitu, pertemukan mereka dengan ayahnya"
"Aku takut dia tak diterima"
"Tak diterima bagaimana? Kau terus menyembunyikan mereka, apa yang mau diakui ayah anakmu itu"
"Maria..."
"Cukup Ell, aku tahu kamu sakit hati dengan penolakannya dulu tapi anakmu lebih penting"
"...'
"Kalau saja aku memiliki anak, aku akan melakukan segalanya untuknya bahkan mengorbankan nyawaku!"
"Maria, jangan bilang seperti itu, kau akan hamil"
"Nyatanya aku tak hamil hamil Ell! Jadi kamu lebih beruntung memiliki anak anak yang menggemaskan seperti ini, kenapa tak mau"
"Biarkan dia tumbuh besar terlebih dahulu Maria, biarkan mereka tumbuh dengan baik"
"Baiklah, tapi saat mereka menanyakan ayahnya beritahu mereka, jangan pernah kamu melukai hati malaikatmu itu"
"Iya pasti"
Maria pergi begitu saja, mungkin akan memasak mengingat hari makin sore.
Ellena mengusap wajahnya kasar saat mengingat perkataan Maria, dia harus bagaimana?
Segera saja, Ellena menyusui Ello saat mendengar Ello menangis. Dia takut, Leo akan mengambil mereka darinya.
Ellena ingin sekali mengatakkan kebenarannya, tapi sayang keegoisannya masih menguasai diri. Ketakutan barbagai macam hal dipikirkannya.
Rindu? Pasti,
Cinta? Masih.
rasa cinta Ellena tak pernah hilang, malah makin bertambah besar. Bagaimana hilangnya kalau setiap melihat Ello, lelaki mungil ini seperti kloning dari Leo, warna rambu, wajahnya, warna kulitnya sama hanya matanya yang mengikutinya biru saphier.
Sedangkan Ella perpaduan antara Ellena dan juga Leo, rambut pirang dan warna mata abu abu seperti Leo serta bentuk wajah dan warna kulit putih pucat seperti Ellena.
Bagaimana bisa dia melupakan ayah sang anak kalau wajah mereka berdua saja sangat mirip.
__ADS_1
Ellena segera mengecupi gemas kedua anaknya yang mengoceh tak jelas. itu sedikit membuatnya melupakan Leo.
************