
Siapa yang menghubunginya tadi kenapa Dav jadi sekalut itu, apa ada masalah darurat. Ellena sangat penasaran tapi dia takut memperunyam masalah, Sepertinya Ellena harus kekamar selagi Dav belum sadar dia menguping.
Setelah sampai kamar Ellena berpura pura tidur, mungkin besok saja dia bertanya tentang masalah apa yang menimpa Dav sampai dia seperti itu.
Tak beberapa lama Dav masuk kekamar dan ikut berbaring disamping Ellena. Dia memeluk wanita hamil itu dengan posesive
"Sayang jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi"
"Lihat dia menendangku sayang"
"Tidur yang nyeyak ya istriku tercinta dan juga anak kesayangan papa"
Dia terus saja berbicara sambil mendekap Ellena, mungkin dia kira Ellena tidur dan tak mendengar perkataan apapun.
Dav memang tak pernah berbuat seperti ini selama kehamilannya, dia tak pernah mengusap perut buncit Ell. Ellena rasa, anaknya melakukan perlawanan karena tendangannya lumayan membuat Ellena meringis
"Maafkan aku El, cup~"
Maaf untuk apa? Apa dia membuat kesalahan lagi.
Entahlah.
***
Keesokan harinya, Ellena terbangun terlebih dahulu, Dav masih memeluknya.
"Dav, ayo bangun kamu gak bekerja"
"Ugh...aku ingin terus bersamamu Ell"
"Tapi aku butuh makan jadi bekerjalah"
"El, aku tidak masuk seminggupun uangku tetap mengalir ke rekeningku"
"Huh... terserah! Dav aku ingin pergi keluar"
"Aku temani ya"
"Kamu harus bekerja"
"Tapi perutmu begitu besar, aku akan menjaga kalian"
"Aku bukan anak kecil"
"Tapi.."
"Pergi bekerja!"
"Baiklah"
Entah kenapa Ellena yang biasanya senang ditemani Dav, hari ini menjadi tak mau ditemani Dav. Ellena ingin sendiri menikmati waktu sebelum sibuk dengan bayinya.
Setelah Ellena mandi dan pergi kemeje makan akhirnya Dav menyusulnya dengan pakaian rapi khas orang kantor.
Dia meminum kopinya dan juga memakan rotinya sebelum beranjak untuk pergi kekantor.
"Aku berangkat ya sayang"
"Iya, hati hati ya dijalan"
"Kau juga Ell, ingat anak kita masih didalam perutmu"
"Iya aku mengerti"
"Aktifkan selalu ponselmu sewaktu waktu aku hubungi"
"Iya sayang"
"Cup~"
Menjadi rutinitas pagi saat Dav berangkat kerja, memberi nasehat yang sama dan juga mencium bibir Ellena sekilas.
____
Setelah bersiap Ellena keluar tanpa pengawalan dan juga sengaja membawa mobil sendiri, Ellena hanya tak mau diikuti siapapun. Sudah lama dia tak sebebas ini, apalagi semenjak kehamilannya.
__ADS_1
Ellena mengitari jalanan kotq Manchester sebelum membelokkan mobilnya kearah parkiran sebuah cafe, Sepertinya Ellena ingin minum secangkir coklat panas dan cheesse cake.
Ellena memasuki cafe itu yang disambut dentingan lonceng, sepertinya cafe itu asyik tempatnya disamping perempatan dan bisa menghadap kejalan.
Sebelum dia masuk, Ellena mampir membeli sebuah tabloid fasion. Hmmm bersantai sejenak sambil membaca adalah hobinya dari dulu.
Ellena masuk kedalam cafe dan terlihat karyawan disana ramah ramah. Ellena memilih duduk didekat jendela samping jalan, pemandangan disini lumayan menyenangkan.
"Selamat siang, silahkan buku menunya"
"Emm saya pesan hot cappuccino dan strawberry cake"
"Ada lagi"
"Oh iya 1 botol air mineral"
"Baik, ditunggu ya"
"Iya"
Tak beberapa lama, pelayan tadi datang membawa pesanan Ellena. setelah melihat buku menu dia tertarik dengan menu menu ini
"Selamat menikmati nyonya"
"Terima kasih"
Ellena lumayan menikmati suasana ini. Membaca sambil bersantai. Sunggu mengembalikan suasana hati yang gundah.
Drrrttt.... drrrttt...
"Hallo Dav"
"Kamu dimana mama dari anak anakku?"
"Hahaha.. terlalu panjang panggilannya Dav, aku di cafe tulip, ada apa?"
"Cepat pulang ya"
"Ada apa?"
"Udahlah, nurut ya sayang, sekarang kamu pulang"
"Pinter, aku tunggu kabar kamu sampai rumah ya"
"Iya Dav"
Ditutup panggilannya, dan Ellena menyesap kembali minumannya. Saat ingim bergegas untuk pergi, dia tertahan karena ada wanita yang menghampirinya.
Dan Ellena tahu sosok dibalik baju kurang bahannya.
Brrraakkk..
"Ada apa ini?"
"Ada apa? Ceraikan Dav sekarang juga"
"Kenapa?"
"Ini!"
Dia menyodorkan selembar kertas rumah sakit kepadaku, saat kubaca Lea positif hamil 2 bulan. Anak siapa? Dav?
"Kamu hamil?selamat ya"
"Bodoh atau bagaimana sih kamu! Ini anak Dav!"
"Lalu?"
"Kamu harus berpisah"
"Aku boleh nyaranin kamu gak? Seharusnya aku yang marah sekarang, menjebloskan kamu kepenjara karena mengganggu rumah tangga orang"
"Dasar!! Seharusnya aku yang menjadi nyonya Wira bukan kamu!! Kamu merebut posisiku dan anakku!! Kalau aku tak bisa, kamu dan anakmu jangan harap!!"
"Akhh"
__ADS_1
Dia menendang perut buncit Ellena cukup keras, lumayan sakit. Ellena memegangi perutnya, bagaimana anaknya sekarang.
Dia menyeret Ellena keluar dari cafe, banyak yang memarahinya karena menyeret wanita hamil. Ellena sudah kesusahan berjalan karena sakit diperutnya dan juga Ellena sedikit panik saat dia tahu kalau dirinya pendarahan.
"Kalian dengar! Dia merebut kekasihku! Aku harus membalas perbuatannya"
"Dia suami sahku akhhh"
"Nona kau akan dihukum berat!"
Teriakkan demi teriakkan Ellea dengar tapi Lea tak menggubris dia terus menyeret Ellena ketepi jalan. Apa yang akan dia lakukan? Ellena terus saja memegangi perutnya, dress putihnya sudah ternodai oleh darah.
Dia mendorong Ellena kejalan raya, Ellena tahu dari sisi kanan ada mobil yang melaju kearahnya.
Ellena bahkan saat ini berfikir, Kalau ini akhirnya akan Ellenaterima, mati bersama anaknya.
Braaakkk..
Sakit, punggungnya sakit, perutnya lebih sakit, bau anyir semakin menyeruak disekitarnya tapi kesadarannya terus saja menurun hanya sayup sayup orang menangkap Lea tapi dia sudah tak berdaya.
"Ell bangun Ell"
"Leeooo"
Ellena tersenyum saat Leo datang, dia selalu jadi dewa penolongknya. Ellena merasa sangat nyaman. Tubuhnya terangkat bersamaan kesadarannya hilang.
-----
Rumah sakit swasta, Manchester
Terlihat Leo sangat cemas dilorong IGD. Apa yang dilakukan Lea sungguh keterlaluan, bagaimana tidak dia berani mencelakai Ellena dan bayinya. Leo murka, dia mengerahkan pengawal untuk menghancurkan Lea dan Dav dalam waktu dekat.
"Suami nyonya Ellena?"
"Saya dokter, bagaimana keadaan Ellena?"
"Dia kritis, kau harus merelakan anaknya kalau ingin dia selamat"
"Lakukan terbaik dok,"
"Baik, akan saya lakukan yang terbaik, silahkan penuhi administrasinya"
"Baik"
Ya Leo terpaksa bilang kalau dia adalah suami Ellena, karena ini keadaan genting dan juga Leo memastika dalam waktu dekat dia akan mendapatkan lagi Ellenanya.
Ya Tuhan anak yang mati matian dilindungi Ellena malah harus lebih dahulu pergi, semoga Ellena sanggup menghadapi ini semua, maafkan daddy nak, daddy tak bisa menjagamu dan mommymu... kelak hadirlah lagi..~Leo
Drrtttt drrtt
"Hallo ada apa?"
"Surat perceraian anda sudah keluar boss"
"Tinggalkan diapartment Roy"
"Baik"
"Beri pelajaran Lea dan juga Dav! Aku mau mereka membayar nyawa anakku dan luka Ellena"
"Boss?"
"Laksanakan!!!"
"Siap boss, pukul 7 malam anda akan menerima laporannya"
"Hmm"
Dav sudah murka tapi tetap harus berfikir dengan jernih, dia bergegas melakukan pelunasan administrasi.
Setalah melakukan itu, Leo menunggu Ellena diluar meja operasi.
Leo memandangi foto foto candid Ellena saat hamil, dia semakin cantik dengan perut besar itu.
Ya Tuhan, berikan yang terbaik untuknya
__ADS_1
Leo terus saja berdoa hal yang baru disadarinya kalau dengan berdoa dia bisa lebih tenang.
********