
Leo dan Ella berangkat ke play Ground. Ella dengan semangat memamerkan Leo pada teman temannya,
"Aku lelah diejek mereka, mereka kira aku tak memiliki ayah"
Leo tertegun, selama ini anak anaknya dicaci dan Leo tak tahu, Leo merasa menjadi ayah yang buruk.
Sebelum mereka tahu kalau Leo ayah anak kembar itu, Leo begitu disanjung dan digadang gadang wanted man oleh para ibu ibu di playground itu. Bahkan ada yang terang terangan mengerlingkan mata ataupun jatuh didepan Leo.
"Mereka wanita wanita yang memalukan"
Tapi setelah Ella mengatakkan kalau Leo adalah ayahnya, mereka segera saja mencela ibu dan anak itu tanpa memperdulikan disamping mereka ada anak kecil yang meniru mereka.
"Apa kau suami barunya nyonya Ellena tuan?"
"Hati hati tuan, dia hamil diluar nikah"
"Kau tampan dan mapan kenapa mau menerima aib ibu dan anak itu?"
"Lebih baik dengan anak gadisku tuan, dia masih single tak memiliki aib"
Leo geram, Ellapun meremas kedua tangan Leo menandakan dia tak terima dengan itu semua. Leo berjongkok menghadap Ella.
"Anak daddy kamu masuk ya, 3 jam lagi daddy akan jemput, okey princess?"
"Okey dad,,,"
Setelah Leo memastikan Ella pergi dan tak mendengar perkataannya pada ibu ibu itu, Leo segera mengatakkan hal diluar dugaan mereka.
"Maaf nyonya nyonya, saya lebih tua dari pada kalian semua jadi apa yang saya lakukan itu saya tahu.. dan mereka anak kandung saya! Anda bisa saja saya pidanakan gara gara mencela istri dan anak saya!"
Leo pergi begitu saja dengan mobil mewahnya, meninggalkan ibu ibu yang melongo atas perkataan Leo. Dan memang benar mereka semua masih seumuran dengan Ellena atau mungkin lebih tua tapi Leo tahu umur mereka lebih muda darinya.
Ayolah, Leo masih terlihah seperti awal tiga puluh di usianya hampir empat puluh ini.
Leo segera melesat untuk melihat pembangunan proyek yang ditangani oleh seorang pemegang saham lokal.
Dan memang hari ini dia berpakaian biasa tak seresmi biasanya, tapi mereka semua sudah tahu siapa Leo dan bagaimana berpengaruhnya.
Saat ditengah tengah diskusinya dengan Tuan Jung, mereka dikagetkan oleh istri tuan Jung yang mengganggu gara gara uang belanja kurang, karena EL's Galery akan mengeluarkan edisi perhiasan terbaru.
"Yeobo, uang di Atmku kurang...aku ingin membeli berlian dari EL's yang terbaru"
"Kemarin baru kuisi, aku sedang berdiskusi nanti saja kenapa?"
"Tapikan.. ehh kamu bukannya lelaki yang mengantarkan Ella tadi? Oh apa dia mandor baru diproyek ini, cih.. mandor saja kok sok sokan akan memenjarakan aku, untung tak jadi kujodohkan dengan keponakanku, rupanya mandor!!"
"Sayang!!"
"Apa? Aku benarkan?"
"Nyonya Jung, mintalah diskon ke Ellena akan kubayar"
"Memang kamu mampu!!"
Leo hanya tersenyum dan itu malah terlihat menakutkan bagi tuan Jung.
"Diam!! Minta maaf segera... sayang kau harus tahu lelaki didepan kita ini adalah bossku, dialah yang membuat kau bisa membeli barang tak berguna itu!!!"
Istri tuan Jung terpaku ditempat, dia benar benar menyinggung orang penting. Wanita itu segera bersimpuh didepan Leo untuk meminta ampun. Jangan sampai suaminya kehilagan pekerjaan.
Leo membiarkan itu, wanita kalau terlalu dimanja dengan harta pasti menjadi gila ego.
Leo pergi begitu saja, tanpa berkata apapun. Malas meladeni wanita seperti itu.
__ADS_1
Leo melesatkan mobilnya untuk menjemput Ella.
Leo tak keluar dari mobil, dia masih enggan bertemu dengan wanita wanita tukang gosip itu.
Membuka ipadnya untuk melihat email masuk dan melihat beberapa pekerjaan.
Sangking seriusnya, Ella masuk kedalam mobil saja Leo tak tahu.
"Dad...."
"Loh... princess kapan kamu masuk?"
"Sudah dari 15 menit yang lalu, daddy saja yang terlalu serius dengan benda itu"
"Maafkan daddy ya... uncle Liam dan uncle Roykan libur jadi daddy harus mandiri"
"Oh...kita akan kemana dad?"
"Hyundai dept. Store?"
"Ayo...."
Ella segera memakai sabuk pengaman, dan Leo tancap gas untuk menuju ke Daerah Gangnam.
Ella dan Leo tertawa bersama, membahas apapun itu.
Ella saja sampai tak mau berhenti tertawa saat mendengar cerita masa kecil Leo.
"Dad... pasti grandma sangat marah waktu itu"
"Grandma tak marah, tapi grandpa yang mengamuk karena itu makanan yang akan dihidangkan untuk tamu"
"Terus..."
"Kau pasti kelaparan"
"Pastnya tidak, karena sebagian makanan itu kusembunyikan dikamar"
"Daddy benar benar nakal"
"Ya daddy sangat nakal, tapi daddy tak menyesali itu"
"Iyalah tak menyesali, orang sudah terlanjur"
"Benar itu...."
Ella terus saja tertawa. Sejujurnya saat pertama kali Ella melihat Leo, dia takut, karena saat itu tak ada ekspresi lain selain dingin dan pertemuan pertama mereka harus bertengkar dengan sang mommy.
Tapi sekarang dia beruntung memiliki daddy seperti Leo, dia sangat pengertian dan penyayang.
Sekarang Ella dan Leo menyusuri setiap toko didalam Hyundai. Mereka sangat mencolok akibat Leo memang terkenal sebagai pengusaha internasional dan Ella seorang anak dari desainer berlian ternama di Korea.
"Daddy... lihat itu ada transforman ayo belikan untuk Kak Ello"
"Ayo.. pasti kakakmu suka"
"Iya dad... karena kakak sangat suka tapi mommy membatasi mainan kami"
"Jadi sekarang pilih keperluanmu dan kakakmu"
"Baik"
Akhirnya Ella dan Leo membeli apapun yang menurut mereka penting dan mommynya tak mau membelikan.
__ADS_1
Sangking banyaknya, Leo menyuruh 2 pengawalnya untuk datang ke Hyundai dept. Store untuk membawakan seluruh belanjaannya.
"Dad..."
"Yes princess..."
"Kalau kita ke New York, aku mau mengunjungi panti asuhan yang menolong daddy dulu"
"Tapi disana kumuh sayang..."
"Tak apa dad... pasti anak anak disana sangat baikkan?"
"Sangat baik"
"Kalau begitu deal ya kita kesana"
"Iya, setelah kak Ello sembuh dan mommy mengijinkan"
"Okey.."
"Oh iya, daddy akan terbang ke Mexico setelah kak Ello sembuh"
"Kenapa kesana? Tak disini saja menemani Ella?'
"Ada urusan sedikit, kalau sudah selesai daddy akan segera kembali"
"Janji??"
"Janji, uncle Roy kan ada disini untuk menjaga kalian"
"Uncle Liam?"
"Dia sedang cuti di London untuk menemui aunty Hana dan Rio"
"Siapa mereka?"
"Istri dan anak uncle Liam"
"Oh... "
Mereka berakhir di restoran Jepang setelah mereka bergelut dengan area game disana. Ella sangat senang disana.
"Setelah kak Ello sembuh kita jalan jalan lagi ya"
"Iya sayang...."
"Ayo makan, daddy lapar"
"Okey..."
Ella memakan ramennya dengan lahap sedangkan Leo memesan Sushi untuk makan siangnya.
"Setelah ini kita kerumah sakit ya princess.. kasihan kak Ello disana"
"Baik dad... aku juga rindu dengan kakakku itu"
"Okey... daddy juga harus bertemu dokter Natasha untuk menanyakan kondisi Ello"
"Jangan membuat mommy cemburu, dad"
"Daddy tahu little princess"
*********
__ADS_1