Ellena

Ellena
65


__ADS_3

Leo dan Ellena sudah sampai didepan rumah Pak Rahmad. Setelah menghubungi pak Rahmad, dan menanyakan keberadaan lelaki paruh paya itu, akhirnya Leo melesat kekompleks perumahan menengah didaerah Jakarta.


"Assalamuallaikum..."


"Wa'allaikum salam..."


Terlihat bu Siti dari dalam membukakan pintu.


"Oh.. Leo dan juga Ellena, mari masuk.."


"Terima kasih bu... dimana pak Rahmad?"


"Sedang didalam, sebentar lagi keluar, kalian tunggu disini ya.. saya kebelakang dulu"


"Saya ikut bu"


"Mari.."


Ellena mengikuti bu Siti, sekaligus memberi oleh oleh dari Leo.


Sedangkan Leo tetap diruang tamu, rumah ini sederhana dan banyak pajangan kaligrafinya.


"Assalamuallaikum.."


"Wa'allaikum salam.."


Leo menoleh keluar rumah, rupanya Julia datang. Leo tersenyum pada Julia selaku pemilik rumah, walaupun hatinya sangat kesal dengan wajah sok polos Julia.


"Oh, mas Leo datang, ada apa?"


Emm.. menjaili Julia mungkin sedikit membuatnya terhibur.


"Saya mencarimu dan pak Rahmad, ada yang penting"


"Apa mas? Emm.. mbak Ellena mana?"


"Dia ya... emmm kami tadi bertengkar karena Ellena membatalkan pernikahan"


"Ya ampun... bagaimana bisa? Mbak Ellena ini, bagaimana bisa membatalkan begitu saja.. kan mas Leo baik banget"


"Ya, mau bagaimana lagi..."


"Nak Leo..."


Leo dan Julia menoleh kesumber suara, dari dalam ada pak Rahmad, bu Siti dan juga Ellena.


Julia mengerjapkan matanya, Ellena ada disini?


"Julia, ayah sudah bilang berapa kali, jangan berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram, tak baik"


"Iya yah, Julia mengerti..."


"Bagus... nak Leo dan Ellena, ada perlu apa kemari.."


"Kami ingin meluruskan sesuatu pak, ada salah faham disini?"


"Maksud nak Leo?"


"Kami tadi bertengkar karena Ellena membatalkan pernikahan dan penyebabnya adalag sebuah kalimat begini istri itu penyempurna separuh agama suami dan istri pula yang menjadi pendidikan pertama anak anak"


"Itu benar, lalu apa yang salah?"


"Yang salah penyampaiannya, seorang perempuan dilarang menikah karena kemampuannya tadi tak sederajat dengan lelaki, dan tak akan bisa bersama"

__ADS_1


"Siapa yang mengatakkan itu?"


"Julia, walau Ellena tak mengatakkan siapa yang memberitahukan  dalil konyol itu, tapi aku bisa menebak"


"Julia apa benar?"


"Benar, aku yang mengatakkannya, karena tak mungkin mas Leo yang baik mendapat Ellena yang baru mengenal agama!"


"Kamu salah Julia, Ellena dari lahir dia beragam Islam mengikuti ayahnya, mr. Arsyid dari Turki yang beragama Islam juga... setelah berumur 8 tahu dia berpindah agama mengikuti ibunya, mrs. Ami yang beragama Nasrani karena menikahi Mr. Reynald"


"Anak usia 8 tahun mas, dia belum bisa apa apa!"


"Kamu terlalu banyak bicara Julia, apa kamu percaya apa yang aku katakan? Ellena seorang penghafal Al-Quran diusia itu"


"Aku tak percaya"


"Ellena,, tolong lafalkan surah Ar-Rahman ayat 1-8"


"Baik..."


Ellena melafalkan dengan bagus, dan membuat orang tercengang.


"Pak Rahmad, ada yang salah atau tidak?"


"Tidak.. sangat bagus.."


"Ellena dulu dihipnotis agar melupakan segalanya tentang sang ayah, dan hari ini saya membuka hipnotis itu"


"Hipnotis? Maksudmu bagaimana?"


"Ya, saya mendapat informasi dari kakek Ellena, Robert Rusell.. kalau mamanya sangat ingin menikahi Ayh tirinya sekarang, tapi Ellena bersikeras tak mau menganggapnya, jadilah dia dihipnotis untuk menidurkan ingatannya dan menyukai Ayah tirinya"


"Leo..."


"Aku bicara sesungguhnya Ell... kamu harus tahu semuanya... mr. Arsyidpun masih hidup"


"Ya Ellena, uncle Arsyid masih ada, dia akan menjadi wali nikah kita"


Ellena menghambur dipelukan Leo, dia bahagia. Pelukan mereka terlepas saat suara lembut mengintrupsi mereka.


"Mas Leo, tapi Ellena memiliki anak yang diluar nikah dan tak tahu siapa ayahnya"


"Maka dari itu aku segera menikahinya... dan asal kamu tahu, itu anakku! Akibat kecerobohanku, aku membatalkan pernikahan hanya karena foto bodoh yang menyebutkan Ellena berselingkuh"


"Dia mungkin memang..."


"Mereka anakku, setelah bertahun tahun tak bertemu, Ell membesarkan mereka sendiri dan Tuhan mempertemukan lagi saat Ello kecelakaan dan membutuhkan darah, dari situ aku mengetes DNA, hasilnya mereka anak biologis kami"


"Mas Leo..."


"Seberapa besar kamu menjelekkan Ellena didepanku, pandanganku tak akan berubah.. Aku tahu bagaimana Ellena tumbuh, dari seorang gadis kecil yang manis dan pandai menjadi remaja yang mempesona dan cerdas, serta perilaku baiknya itu yang membuat aku yang siap menikah  membatalkan pernikahan dan memilih melakukan dosa besar bersama Ellena, sampai setiap kejadian begitu menyayat hatiku, bagaimana aku membuat aib dengan menghamili Ellena yang masih istri orang lain..."


"Leo... sudahlah.."


"Biarkan Ell, biar mereka tahu bagaimana terjalnya kita, bagaimana besarnya cinta serta kesalahan kita.. apa tak cukup membuat kita berpisah berkali kali, bagaimana aku harus merelakan naik pelaminan, atau jarus kehilangan anak pertama kita, bagaimana aku hancur saat kamu memilih pergi bertahun tahun bersama Ello dan Ella?"


"Leo.. tolong.."


"Aku mempercayai Julia, untuk membimbingmu agar kamu ingat dan faham, tapi dia malah ingin memecah kita..."


Semua orang terdiam, termasuk Liam yang diambang pintu.


Mereka dengan jelas melihat raut wajah sakit, sedih, terluka, kesepian semua menjadi satu.

__ADS_1


"Apa aku salah mengejar cintaku?"


"Julia, tak salah kamu mengejar cinta tapi kamu harus melihat resikonya juga"


"Julia, aku berharap kamu tak mengganggu kami"


"Julia, kamu berpendidikan, baik hati dan cantik, kamu akan mendapat pasangann yang baik pula"


Leo menghembuskan nafas kasar. Lalu dia mengmbl sebuah cek dari sakunya. Semu orang melongo dengan nominal yang diberikan.


"Pak Rahmad,kita sudahi acara pengakuan aib ini... ini ada sedikit uang untuk anda"


"Ini...."


"Ini bukan biaya untuk bimbingan dari Julia, tapi ini ucapan terima kasih saya, anda dan bu Siti telah baik pada Ellena... saya tak memberi uang pada Julia untuk bimbingan, karena kalian melihat sendiri kalau Julia telah gagal membimbing Ellena"


"Leo, maafkan putri saya"


"Pak Rahmad... anda jangan sungkan, Ellena tak perhitungan sama sekali... bahkan dia berkali kali akan dibunuh tetap baik, tenang saja"


Semua terkejut. Bagaimana bisa lelaki didepan mereka membicarakan pembunuhan begitu tenang.


"Kenapa? Apa ada yang salah?"


"Leo, ayo segera pulang, aku harus kekantor untuk melihat barang yang datang"


"Baiklah... pak Rahmad dan semuanya, saya dan Ellena pamit dahulu, assalamuallaikum"


"Wa'allaikum salam..."


Mereka berdua segera pergi dan menuju gedung kantor Ellena.


"Kenapa kamu bicara seperti tadi..."


"Julia keterlaluan, dia mengandalkan agama untuk memisahkan kita"


"Emmm?"


"Perkataan yang benar dan dia buat salah, aku tak suka seseorang dengan lidah seperti ular itu, bercabang"


"Leo... apa benar Papaku masih hidup"


"Tentu benar! Dia di Turki, kita akan kesana besok"


"Hah?"


"Anak anak juga akan ikut kesana untuk melihat kakeknya"


"Apa papa baik baik saja"


"Tentu baik baik saja"


"Terima kasih sudah membuatku merasa berharga Leo"


"Kau memang berharga Ell... aku tak pernah menceritakan masalah kita pada siapapun, bahkan Liam dan Roy pun tak pernah mendengarkan itu.. tapi hari ini aku menceritakan pada orang lain, aku merasa tak bisa menjaga rahasia"


"Hei... aku tak masalah Leo.. aku bahkan sempat terharu dengan ceritamu"


"Ellena terima kasih kau sudah hadir dari dulu, entah kenapa aku bahagia saat menceritakan bagaimana kisah kita"


"Emmm... Leo, I Love U"


"I Love U too darl... aku begitu bahagia, lusa kita akan menikah"

__ADS_1


"Emmm.. ya"


**********


__ADS_2