
Leo segera meninggalkan kantornya dan melajukan mobilnya kearea perumahan tempat Liam tinggal.
Leo tak sabar, satu minggu dia mencari Ellena rupanya wanita itu bersembunyi dirumah Liam.
Leo menendang pintu utama rumah itu dengan perasaan rindu dan juga marah. Kedua wanita yang sibuk bergosip itu terkejut, siapa lagi kalau bukan Hana dan juga Ellena.
Mereka berdua menoleh kearah pintu utama, semakin terkejut kalau yang datang bukan debt. collector ataupun musuh musuh Liam tapi Leo, lelaki yang dirindukannya.
Senyum Ellena hilang saat melihat wajah marah Leo. Dia marah?
"Leo kau tak punya sopan santun, masuk rumah orang tak salam tapi mendobrak pintu? Liam memang bawahanmu tapi disini Liam adalah tuan rumah! Ingat itu!"
Hana menyemprot Leo dengan ucapannya, dia jengkel dengan lelaki ini sedari pertama dia kenal, pasalnya dia arogant dan juga kaku. Bisa bisanya Ellena jatuh cinta dan masuk kekubangan lelaki itu.
"Aku menjemput wanitaku!"
Ellena diam terpaku, menandakan kalau dia cukup terkejut.
Leo sudah sampai didepannya tanpa disadari Ellena yang masih diam.
Pergelangan tangan Ellena dipegangnya dan siap menyeret Ellena.
"Aku tak mau pergi!"
"Kenapa? Kau mau menjadi benalu dirumah ini"
Ellena diam. Leo benar, tapi Ellena juga tak mau ikut Leo, lebih tepatnya Ellena belum siap.
Leo menarik tangan Ellena kasar, mungkin pergelangan tangannya akan membiru.
"Lepas Leo!!"
"Leo!! Jangan kasar! Ellena sedang ha..."
Hana tak sampai menyelesaikan perkataannya, Ellena terburu memelotot untuk membungkam mulut Hana yang ceplas ceplos.
"Ellena sedang apa.. hemm?"
"Ellena sedang emm ahh tak enak badan ya .."
"Aku tak peduli!"
Leo menyeret Ellena agar mengikutinya dan segera memasukkan wanita itu kedalam mobilnya.
Ellena berdoa semoga anaknya tak apa, sudah cukup yang pertama pergi jangan yang ini.
Ellena diam tak memandang Leo atupun berbicara. Dia hanya perlu mengikuti Leo.
Setelah perjalanan pulang yang cukup membosankan, Ellena dimasukkan kedalam kamar yang minggu lalu dibuat Leo bercinta dengan Laura.
"Kau tahu apa kesalahanmu Ell!"
"Maksudmu apa!?"
Leo membuka ponselnya dan melemparkannya pada Ellena. Ellena terkejut saat dia di cafe ada yang memotretnya dan disana ada Rey,
"Ada apa dengan foto ini?'
"Ada apa katamu!! Kau berani berselingkuh dariku hah!! Kau berani bermain main dengan Leonard! Apa kurang yang kuberikan, apa kurang puas kau diranjang!"
"Aku tak berselingkuh!! Aku hanya mampir dicafe itu dan melihat Rey disana"
"Oh nama lelaki itu Rey? Seorang bartender dan juga barista, seleramu rendahan Ell!"
"Apa salah aku berteman! Aku tak berselingkuh!!kau yang berselingkuh!"
"Sejak kapan aku berselingkuh? Kapan Ell, katakan!!"
"Minggu lalu, kamar ini kau gunakan dengan Laurakan?? Aku betul? Kau ingin kembali dengannya dengan cara kamu menyalahkanku? Agar aku terlihat bersalah! Iya? Kamu bajing*n!!"
__ADS_1
"Jaga mulutmu itu!!"
Leo mendorong tubuh Ellena secara kasar, dan segera melucuti bajunya. Dia marah, dia ingin memberitahu hukuman untuk orang yang berani berselingkuh darinya!
Leo menindih perut Ellena. Ellena terjengat.
Dia mulai memperlakukan Ellena dengan kasar tanpa memandang Ellena yang menangis dibawahnya.
Entah jam berapa mereka selesai, Ellena jatuh pingsan. Sebelum kesadarannya hilang, Ellena sempat berkata sesuatu yang didengar jelas oleh Leo.
"Anakku..."
Leo terjengat, Ellena hamil?
Leo segera menyudahi perbuatannya dan segera memakaikan baju Ellena dan dirinya sendiri.
Leo menelpon dokter pribadinya untuk memeriksa Ellena.
Leo panik, Ellena hamil? Anaknya atau anak Rey? Ayolah otak berpikirlah.
Setelah beberapa saat Laras datang dengan tas dokternya.
"Ada apa lagi?"
"Periksa Ellena"
Wanita berkulit sawo matang itu hanya mengangguk dan berjalan kearah ranjang.
Ellena pucat sekali?
Setelah 30 menit memeriksa karena juga mengobati lebam lebam akibat perbuatan Leo tadi akhirnya selesai.
"Jaga dia, dia sedang hamil muda"
"Hamil? Berapa usianya?"
"Sekitar 1 bulan, jangan buat stress, Sepertinya dia sudah terlalu banyak menanggung beban"
"Leo, apapun kebahagiaanmu jangan pernah menyakiti orang lain, aku berpendapat sebagai saudaramu"
"Terima kasih"
Leo terduduk dikursi barnya.
Apa benar Ellena berselingkuh dan menghasikkan anak?
Setelah menegak bourbon dari botolnya untuk menghilangkan stressnya.
Dia bahagia saat tahu Ellen benar hamil tapi dia juga ragu.
Dia teringat. minggu lalu sebelum Ellena kabur, dia bilang kalau Leo berselingkuh.
Apa jangan jangan...
Flashback on..
Laura datang kerumahnya, menangis tersedu sedu katanya menyesal meninggalkan Leo. Dia bingung harus apa. Alleo mencampakkannya.
Leo menenangkan Wanita yang dulu istrinya itu. Agak tenang, Leo pergi mengambilkan tisu..
Setelah mengambilkan tisu Laura, Leo mengobrol dan disambut baik oleh Laura.
Tapi setelah Leo meminum minumannya, kepalanya pusing dan dia tak ingat apapun. Dia hanya tahu saat bangun dia dikamar.
Leo mematung jangan jangan itu yang dilihat Ellena sampai Ellena marah besar. Laura pasti sengaja.
Leo memilih tidur dikamar sebelah, sikapnya tadi membuatnya malu.
**
__ADS_1
Ellena melenguh, badannya saki. Ellena membuka matanya dan hari sudah beranjak siang. Tubuhnya hanya tertutup selimut tebal.
Ellena merasa pening dan sedikit nyeri dibawah sana.
Ellena ingat betapa brutal Leo semalam.
"Kau sudah bangun?"
Itu suara Leo, dia edarkan pandangannya. Dilihat Leo didepan balkon menghisap rokoknya. Asap mengepul disekitar wajahnya.
Ellena hanya diam.
"Kau tak punya mulut?"
Ellena hanya diam. Ini mungkin akhir kisahnya.
"Anak siapa yang kau kandung? Anak Rey?"
"Kau tahu pasti ini anak siapa"
Ellena terkejut dengan pertanyaan Leo, selama ini dia setia dan saat hamil ditanyai seperti itu? Wanita mana yang tak sakit.
"Jawab aku b*tch"
"Aku sudah menjawab Leo!"
"Jawaban macam apa itu? Jawab dengan pasti anak siapa yang kamu kandung!!"
"Leo!! Kenapa kamu harus bertanya seperti itu!! Kau tahu ini anak siapa!"
"Kalau kau tak mau menjawab, gugurkan!!"
"Tidak! Aku kehilangan bayiku dulu dan sekarang kau menyuruhku menggugurkan bayiku? Kamu gila"
"Aku tak mau merawat bayi yang bukan darah dagingku!!"
Plaakk....
"Kamu memang brengs*k Leo!!, kalau kamu memang tak mau anak ini, biarkan aku pergi, biar aku rawat anak ini!"
"Pergi? Tidak! Kau tetap disini dan mengugurkan bayi itu"
"Lepaskan aku!! Aku mau pergi!! Aku menyesal mencintaimu Leo!! Aku membencimu!!"
"Pergilah!! Tapi ingat kau tak akan bisa lari dariku!!"
Leo sebenarnya terkejut dengan perkataan Ellena tapi amarahnya sudah memuncak. Kenapa dia harus mempertahankan bayi itu, dia bisa memberi bayi nanti. Sial.. Leo salah bicara.
Ellena berlalu meninggalkan Leo untuk berganti baju. Tanpa sarapan tanpa bercanda bersama seperti dulu. Ellena pergi hanya memmbawa barang barang pentingnya. Kartu kredit dan Atm pemberian Leo dia tinggal. Dia tak mau membawa apapun yang diberi lelaki itu kecuali cincin pemberiannya sewaktu Mereka pacaran dulu.
Dia bertekad membesarkan anaknya jauh dari siapapun. Dia ingin hidup tenang.
Ellena keluar dari rumah tempatnya bernaung dua bulan lebih. Ellena meneteskan air matanya saat mengingat beberapa waktu lalu, dia dan Leo begitu saling mencintai, sekarang mereka saling berpaling.
"Kau kenapa?"
Ellena mendongak, Liam didepannya.
Ellena ternyum.
"Tak apa, terima kasih untuk kebaikanmu dan Hana, sampaikan salamku pada Hana"
"Kalau kau tak merasa baik pergilah kerumahku, Hana pasti senang"
"Aku tak apa, terima kasih"
Ellena berlalu begitu saja, dan berjalan mencari taksi.
"Sabar ya sayang, mommy janji akan mendapat pengakuan Daddy suatu hari nanti"
__ADS_1
*******