
Hari berganti begitu cepat, semua keperluannya dibereskan oleh Ibu mertuanya dan keluarga Wira. Keluarga Lopez hanya menyediakan tempat resepsi.
Dan semakin mendekati hari pernikahannya Ellena merasa terkekang, bahkan Dav menyediakan Penjaga diluar kamar Ellena.
Seperti hari ini, saat dia mengadakan fitting baju pengantin, dibutik itu dijaga ketat dan mobilnya di iring iringi oleh para mobil penjaga.
Ayolah dia bukan ratu ataupun presiden dia hanya calon pengantin.
Dan seperti sekarang, dia termenung disamping jendela menatap deretan ruko, dia akan memilih cincin. Disampingnya sudah ada David yang fokus pada ipadnya. Dia ingin hidup bebas lagi.
Tiba tiba mobil yang mereka tumpangi berhenti mendadak.
"Haih... kenapa berhenti!!!"
"Tuan didepan ada mobil yang menyegat"
Ellena dan Dav menatap kearah depan. Dia tahu siapa yang menyender dibodi mobil itu, dia Lucas. Ya, Dav tahu bagaimana watak Lucas apalagi Ellena dulu menolak mentah mentah lamarannya.
Lelaki itu hampir sama dengan Alleo dan Leo dalam segi umur, dan jauh lebih tua dari Dav.
Lucas tetap menyender melihat anak buahnya bertarung dengan anak buah Dav. Lucas menyalakan rokoknya.
Dav hanya berdecak sebal, acaranya tergannggu oleh baj*ngan tengik.
Sedangkan Ellena lekas takut, dia tahu Lucas sedang mencari masalah dengan Dav.
"Dav.. aku takut"
"Aku ada untukmu"
Dav menggenggam tangan Ell, dia menyalurkan kenyamanan untuk wanita itu.
Lelaki berjas hitam itu berjalan kearah mobil yang ditumpangi Dav.
Lucas mengetuk kaca disamping Ellena, ya kaca itu antipeluru tapi tetap saja Ellena takut. Dia merapat kepelukan Dav.
Ellena baru sekarang melihat Lucas dari dekat, wajah itu jauh terlihat tua dari umurnya. Ada beberapa luka parut diwajahnya mendakan dia sering terlibat perkelahian. Senyum mesum yang menampakkan gigi gigi kuning itu semakin membuat Ellena mual dan muak. Bagaimana bisa dia dulu akan diperistri oleh lelaki hidung belang.
Dav mengecup kening wanitanya dan segera mengusap punggung tangan Ellena untuk memberi kenyamanan.
Sebelum dia membuka pintu itu, Lucas ditodong revolver dari arah belakang.
Ellena tahu itu dari pihak kepolisian internasional. Lucas tak bisa berkutik saat menyadari dia terkepung. Melawan hanya menambah luka dan kaburpun menambah tembakan.
Akhirnya menyerah. Dav keluar dari mobilnya, menatap lelaki itu sengit.
"Maafkan aku tuan Lucas, langkahmu harus berhenti disini!"
Setelah mengucapkan itu, Dav kembali lagi ketempat duduknya dan segera memegang tangan Ellena dan manautkan jarinya.
"Maafkan aku, kau harus merasakan seperti ini"
"Tak apa, yang terpenting kita selamat"
"Ehm..."
Dav tetap memeluk Ellena,menyalurkan rasa nyaman. Dav tahu wanitanya sedang mengalami kilas balik masa masa kelamny dulu. Untung haphephobia Ellena bisa dikendalikan oleh otaknya.
Setelah sampai didepan galery perhiasan, Dav baru saja sadar kalau Ellena tidur didekapannya. Dia tidur begitu damai.
Saat akan membangunkan Ellan, Dav mendapat pesan entah dari siapa.
Aku kembali untuk hubungan kita..
__ADS_1
Dav mengerutkan keningnya,siapa yang iseng mengiriminya pesan.
Dav tak terlalu menganggap pesan itu, dia lalu menyuruh Roy untuk memesankan cincin yang elegan dan paling mahal. Setelah mendapat persetujuhan, mobil yang ditumpangi Dav berbalik arah untuk ke mansionnya. Kasihan Ellena, pasti kelelahan.
Dav segera mengangkat tubuh Ellena dan dibaringkan kedalam kamarnya.
"Kenapa Ellena?"
"Dia kelelahan bu, jadi dia tadi ketiduran dimobil"
"Lalu cincinnya?"
"Aku tadi sudah menyuruh Roy untuk memilih"
"Pernikahan kalian tak boleh gagal apapun yang terjadi Dav"
"Iya bu, aku tahu ... aku akan istirahat"
"Kenapa tak istirahat disini saja?"
"Kami belum menikah, tak boleh"
"Hamili saja dulu agar pernikahan kalian tak batal"
"Hanya kurang beberapa hari bu, tak akan gagal"
"Terserah"
Dav keluar kamar dan segera beristirahat. Dav harus mengurus masalah Lucas juga.
Sedangkan Marge menatap Ellena yang tertidur.
"Aku takkan membiarkanmu meninggalkan Dav, Ell.. lihat saja nanti"
****
Ellena dirias begitu cantik, baju pngantin ala ala Victoria dikenakannya. Memakai riasan tebal, dan segala aksesorisnya. Dia benci sebenarnya cara mereka merias, tapi tak bisa berkutik saat Marge selalu mengawasinya.
"Nak... jangan banyak protes! Turuti saja para perias itu"
"Baik bu"
Ya ibu Dav agak ketus setelah insiden Lucas saat itu, menganggap Ellena tak mau menikah dengan Dav.
"Bisa tinggalkan aku dengan putriku sebentar"
"Kau akan berbuat apa?jangan kau bawa kabur Rey!!"
"Tidak Marge.. bisa tolong tinggalkan sebentar"
"Baiklah"
Setelah mereka semua pergi, Reynald mendekati putrinya. Rona bahagia Ellena sirna.
"Ada apa nak?"
"Tak apa pa"
"Kau tak bahagia?"
"Bahagia pa, hari ini Ellenakan akan menikah"
"Kalau kamu keberatan dengan pernikahan ini, tak apa belum terlanjur"
__ADS_1
"Iya pa.. aku benar benar tak apa..."
"Aku ingin kebahagiaanmu yang utama nak..."
"Iya Ellena tahu..."
"Kalau kamu mantap untuk menikah, mari kita ke Altar, Dav menunggu"
"Baik pa"
Ellena menggandeng Tangan Reynald, berjalan perlahan menuju ke arah Dav.
Melihat sekeliling semua berkumpul di ballroom mansionnya. Ada Alleo dan juga Leo serta Laura.
Tak terasa mereka hampir mencapai puncak altar, Dav menjemputnya dan mengulurkan tangannya.
"Aku serahkan anak gadisku dan juga tanggung jawabku kepadamu nak"
"Aku menerima tanggung jawab ini dengan senang hati pa"
Ellena dan Dav naik keatas altar, menghadap pendeta yang akan memimpin upacara sakral ini.
Ellena dan Dav mengucapkan janji itu dengan sangat khidmat dan juva lancar. Marge dan Ami terharu dan menghambur kepelukan suami masing masing.
Leo melihat haru, mantan kekasih kecilnya sudah dewasa. Sedangkan Alleo entah mengapa nampak kesal melihat kebahagiaan didepannya. Semua orang bahagia kecuali dirinya.
Acara pernikahan itu masih lama, Ellena dan Dav duduk di meja keluarga. Tertawa dan sedikit menggoda pengantin baru.
Saat tiba menyampaikan pesan pesan dan pidato kecil dari para orang tua untuk anaknya.
Ellena dibuat terharu oleh mama dan papa tirinya. Mereka begitu mencintai anak anaknya terlepas dari semua hal yang sudah mereka alami.
Saat orang tua Dav pun berbicara didepan sana, mereka juga terharu bagaimana Dav kecil dulu, dan bagaimana kesusahan Dav saat mamanya dinyatakan tak bisa memiliki anak lagi sampai akhirnya dia bertemu dengan Ellena. Mereka mengucapkan terima kasih pada Ellena.
Saat Dav maju kearah panggung, mereka semua menatap, Dav tak sendiri, Ellena diajak untuk maju kedepan.
"Aku tak akan mengatakan apapun, aku hanya bisa mengatakkan ini adalah hal terindah dan aku teramat mencintai istriku apa adanya, terlepas dari segala kekurangannya yang membuat semua pria meragukannya, aku mencintainya"
Semua bertepuk tangan, dan Ellena juga berbicara.
"I love u too"
Hanya itu, dia tak tahu akan bicara apa, di benaknya kata yang gampang hanya itu.
Semua orang bersorak atas perkataan kedua mempelai. Mereka semua menikmati jamuan, bukan jamuan mewah hanya ada kerabat disana. Tak ada wartawan yang meliput. Dan tak ada kolega yang mengucapkan selamat. Tertutup seperti kemauan Ellena.
"Ellena selamat ya.."
"Terima kasih kak Leo"
"Akhirnya kamu dapat pasangan yang mau nerima trauma kamu ya, hati hati lo Dav, nanti malam paksa aja dia kalau tak mau malam pengantin"
Ellena hanya diam, ya ketakutannya dengan hal seperti itu masih sampai sekarang. Dia harus bagaimana?
perkataan Laura dapat didengar hampir seluruh keluarga inti. Sontak itu membuat Ellena malu.
Keluarga Ellena hanya diam, mereka tak tahu harus bagaimana karena memang kekurangan Ellena itu sangat memalukan.
Sedangkan keluarga David terlihat shock saat tahu kekurangan Ellena itu sudah menjadi rahasia umum. Marge geram, bagaimana mereka akan mendapat keturunan kalau Ellena takut bersentuhan. Dan tiba tiba Marge mendapat sebuah ide yang mengejutkan. Dia harus mendapat penerus dari darah daging David sendiri.
"kalian pasti lelah, istirahatlah...."
ya setelah memikirkan rencana itu, Marge meminta anak dan menantnya itu untuk pergi kekamar agar tak menjadi gunjingan.
__ADS_1
*******