Ellena

Ellena
73


__ADS_3

Leo sedang menatap Ellena yang masih tertidur. Beberapa jam yang lalu, Ellena sudah keluar dari ruang operasi. Luka diperutnya cukup dalam, untung tak berpengaruh pada organ dalamnya.


Leo mengelus tangan Ellena, kapan wanitanya bangun.


Terdengar suara pintu terbuka, Leo menoleh. Mereka datang. Anak anaknya dan juga orang tuanya.


"Dad... apakah mommy baik baik saja?"


"Mommymu sedang tidur, Ella"


"Kita akan pulangkan dad dengan mom juga?"


"Tentu darl.... kita akan segera pulang, biarkan mommy istirahat disini dulu ya..."


"Baiklah dad..."


"Emm Ello dan Ella, ayo kukenalkan dengan kakek Arsyid"


"Kakek Arsyid?"


"Iya, ini kakek Arsyid, ayah dari mommy kalian"


"Grandpa Reynald?"


"Dia juga grandpa kalian..."


"Hallo kakek, apa kabar?"


Ello dan Ella mendekat pada Arsyid yang baru saja datang, setelah diberi kabar kalau keluarga dari Inggris datang. Dia kira akan bertemu Ami, tapi malah bertemu besan dan juga cucu cucu manisnya.


"Hallo Ella, dan oh lelaki kecil ini pasti Ello"


"Yes Grandpa..."


"Emmm... cucu cucu grandpa sangat cantik dan tampan, apakah kalian suka membaca?"


"Suka, apalagi kalau tentang cerita cerita puteri kerajaan"


"Kalau aku suka tentang teknologi dan sejarah, grandpa"


"Grandpa punya itu semua, mau ikut grandpa?"


"Emmm mau, tapi... bagaimana dengan kakek dan nenek?"


"Kakek dan nenek Dominic bisa ikut juga, kita akan pergi kerumah, agar kalian semua bisa istirahat, bagaimana?"


"Baiklah, ayo kita kesana..."


"Emm..."


"Dad, tolong jaga mommy ya... kami tak akan mengganggu"


"Baiklah...kalian harus menurut dengan kakek dan nenek ya, dan jangan nakal!"


"Baik dad, emm grandpa, apa disana ada komputer?"


"Ello! Tak ada komputer!"


Arsyid hanya terseyum, saat Leo memperingati anaknya karena Arsyid sudah tahu bagaimana cerdasnya cucu cucunya ini.


"Bagaimana kalau selama kalian di Turki, kalian berlibur dari gadget?"


'Hah?"


"Disini banyak hal yang menarik, kalian haru berkeliling..."


"Dengan siapa?"


"Dengan aunty Fatimah, dia akan mengajak kalian berkeliling"


"Aunty Fatimah itu siapa?"


"Aunty Fatimah itu adik dari mommy"


"Oh..."


"Ayo kita segera pergi,"


"Baiklah, bye dad... aku titip mommy ya..."


"Bye princess"


****


Setelah mereka semua pergi, Leo kembali memandangi wajah istrinya. Wajah yang begitu pucat. Kapan pujaan hatinya ini akan bangun?


"Aku begitu merindukan suaramu sayang..."


Leo mengelus pipi Ellena, wanita ini sudah hampir 30 tahun tapi masih saja cantik.


"Aku rindu menatap mata coklatmu ini sayang..."


Leo ganti menggenggam tangan Ellena dan menciumnya.


"Cepatlah sembuh sayang, kita akan hidup nyaman kembali di New York"

__ADS_1


Entah jam berapa, akhirnya Leo tertidur disamping Ellena sambil memegang tangan kanan wanita itu.


Sampai keesokan harinya Leo terbangun karena sebuah sapuan lembut menyapu rambutnya. Leo mendongak, sebuah senyum hangat tersuguh. Ellena sudah bangun.


"Darl? Kau sudah bangun? Ada yang sakit?"


"Tak ada, Leo... kau terlihat lelah?"


"Tak apa... aku merindukanmu"


"Aku juga, anak anak.."


"Mereka sedang berlibur dengan papa, kasihan mereka melihat kamu sakit"


"Terima kasih, Leo, kamu sudah mau membantuku mengurus anak anak"


"Mereka juga anakku Ellena"


"Emm.. bagaimana keadaan Dav?"


"Dia mati"


"Dia pantas mendapatkannya"


"Ellena..."


"Iya?"


"Aku akan memberitahumu sesuatu, tapi aku takut kamu akan kembali sakit"


"Mengatakkan apa? Aku tak apa tenang saja"


"Mommy Ami ada dibalik semua ini.."


"Maksudmu?"


"Mommy Ami tak setuju dengan hubungan kita, setelah tahu kalau kita ada disini, akhirnya memberitahu Dav untuk merebutmu..:


"Mom?"


"Iya, dia mendapat imbalan 45% saham di Wira's Groub"


"Kenapa harus tentang treasure?"


"Darl..."


"Leo, aku bukan barang yang bisa dioper sesuka hati! Aku manusia, punya hati!"


"Tenanglah..."


"Aku tahu perasaanmu sekarang"


"Aku tak habis pikir, kenapa harus mamaku sendiri"


"Kita harus melewati ini bersama ya, kita akan menunjukkan pada mamamu kalau kamu tak salah memilihku"


"Leo..."


"Papa tadi bilang, kalau setengah dari harta yanng dimiliki mama adalah milik papa, jadi kita bisa mengambil hak itu dengan alasan harta warisan"


'Apa bisa?"


"Tentu bisa, papa Arsyid dan juga kakek Robert masih hidup, gampang membuktikannya"


"Leo..."


"Yes darl, what?"


"Thanks for everything... damn! Im really lucky...."


"Lucky?"


"Yes... cs you is't my husband and my hero"


"Darl... im just your husband, aku akan melindungimu dan anak anakĀ  menjadi sempurna untuk kalian..."


"Aku tak sabar ingin pulang"


"Dan menikmati ranjang kita lagikan?"


"Leo!"


"Hahaha... aku tak akan melakukannya selagi kamu sakit..."


"Hmmm...?"


"Aku sangat tersiksa saat kamu tidur tak berdaya..."


"Leo, I love U"


"I Love U too..."


Braaakkkkk....


Leo dan Ellena menoleh saat pintu terbuka dengan begitu kasar, rupanya Reynald datang dengan tergesa gesa.

__ADS_1


"Dad? What are u doing?"


"Oh my daugter... kau membuatku jantungan saat mendengar kau tertusuk oleh lelaki kepar*t itu!"


"Aku tak apa dad..."


"Dad sangat menyesal, seharusnya dad mencegah ibumu untuk menerima tawaran Dav"


"Its okay dad,.."


"Tolong Ellena, dia ibumu, ampuni dia"


"Dad, biarkan hukum yang menjelaskan...kalau bukan aku yang menjebloskannya kepenjara, ya orang lain"


"Maksudmu apa?"


"Mommy punya banyak rahasia, aku tak akan bisa menjelaskannya"


"Nak..."


"Dad, kau tenang saja, kami akan mencari solusi"


"Nak, bukan bukannya aku tak menyayangimu, aku sadar Ami mempunyai banyak salah apalagi dia mempertaruhkan nyawamu demi uang, aku bisa mengerti.. Tapi bisakah kau ringankan?"


"Kita lihat nanti dad..."


"Baiklah, aku percaya pada kalian....dan aku ingin memberitahu kalian berita duka"


"Apa dad?"


"Alleo meninggal, dia overdosis obat"


"Obat?"


"Ya, dia pengguna obat obatan penenang, dan selama ini yang membantunya adalah Dav..."


"Maksud daddy?"


"Alleo sengaja dibunuh oleh Dav, karena sudah tak bisa diandalkan lagi, dia sengaja menambah dosis disetiap butir obat agar terlihat overdosis"


"..."


"Kalian tahu? Alleo mendapat meninggal, saat akan membongkar niat tak baik Dav... karena seharusnya 1 minggu yang lalu Alleo sudah pulang, tapi rupanya dia meninggal"


"Dad, kami turut berduka cita..."


"Tak apa, ini lebih baik, anak itu tak akan berbuat salah lagi... aku akan kerumah Arsyid... aku rindu dengan kawan lamaku"


"Baiklah dad, hati hati dijalan"


Setelah kepergian Reynald, Ellena menatap Leo.


"What?"


"Apa benar yang dikatakkan daddy?"


"Benar... dia meninggal setengah jam sebelum kapal berangkat"


"Kenapa bisa?"


"Obat ini memang memiliki dosis yang tinggi, tapi tak berpengaruh, yang sangat berpengaruh adalah zat aktif yang menghancurkan organ dalamnya"


"Obat itu mengandung racun?"


"Iya... racun yang mematikan kalau diminum lebih dari 1 minggu walaupun dalam dosis minimum..."


"Hmmm..."


"Manurut hasil otopsi, Alleo mengkonsumsi lebih dari 2 bulan, karena sampai organ dalamnya tak baik baik saja"


"Apa sudah direncankan?"


"Ya, Dav sudah merencanakan penculikan ini dan juga pembunuhan ini... karena seharusnya Alleo sudah berhenti mengkonsumsinya sejak beberapa bulan lalu"


"Maksudmu bagaimana?"


"Aku menyewa dokter psikolog untuk merawat Alleo, dan 3 bulan lalu Alleo dinyatakan bisa lepas dari ketergantungannya oleh obat. Aku bersyukur akan itu, aku senang sahabatku bisa sembuh lagi Ell, jadi saat Alleo ingin mengunjungi ayah dan ibunya aku setuju saja, dan akan mengungkap bagaimana topeng busuk Dav yang mampun menjebloskan Ami dilautan neraka berselimut surga..."


"Jadi?"


"Ya, otopsi itu hanya beberapa yang benar,, aku merahasiakannya... Alleo bukan overdosis, dia sengaja disuntik pelumpuh saraf"


"Bagaimana bisa? Pulau itu sangat ketat bukan?"


"Benar, dia disuntik saat didepan mansion Lopez"


"Hah?"


"Ya, dari mansion Lopez dia dikirim lagi ke pulau agar kematiannya benar benar dipulau... agar semua mengira kalau aku lalai"


"Bagaimana bisa?"


"Made-man"


******

__ADS_1


tolong klik like dan vote sebanyak banyaknya ya... suwun....


__ADS_2