Eternal Promise

Eternal Promise
Part 65


__ADS_3

Waktu terus bergulir hari terus berganti. Tanpa terasa, sudah sekian lama perpisahan Darwin dengan Asmira. Walau hubungan keduanya masih sah sebagai suami istri. Namun, perpisahan sementara membuat jarak antara keduanya semakin terasa. Sekarang Usia kehamilan Asmira sudah memasuki bulan ke 8.


Asmira menghabiskan hari-harinya dengan tenang bersama Evano, meski sekali-kali ia ditinggal pergi oleh Evano ke rumah kakeknya. Marco juga berangsur-angsur membaik. Tidak heran, dokter yang menanganinya khusus didatangkan dari luar negeri.


Sementara Darwin, ia telah kembali ke masa-masa di mana ia dulu merintis usahanya dari nol. Perusahaannya kembali maju, Darwin sudah cukup lama bermain-main, sekarang waktunya ia kembali ke masa kejayaannya.


Sedangkan Yunita, setelah perceraiannya dengan Haris disahkan oleh agama dan negara, ia semakin tak terkendali. Yunita tidak mau diam saja, ia terus mengejar Darwin, wanita itu tak mau melepaskan Darwin begitu saja. Namun justru sebaliknya, Darwin tak peduli, ia semakin sering menjemput Evano serta merayu Asmira agar kembali ke pelukannya.


Asmira sendiri, setelah pengakuan Yun kemarin, bahwa pria itu juga menyukainya, keduanya semakin canggung. Yun hanya datang, jika Bu Ida menghubunginya saja, selebihnya, ia sibuk bekerja di perusahaannya.


Darwin masih terus menyelidiki siapa Yun sebenarnya. Hingga pada suatu hari, ia mengikuti ke mana Yun pergi, rasa penasarannya sudah tak bersahabat lagi.


“Bukannya itu perusahaan Jepang?” Darwin bertanya-tanya saat mobil Yun menuju sebuah perusahaan yang selama ini Darwin cari tahu siapa pemiliknya.


Darwin terus mengikutinya, perasaannya semakin kacau, siapa Yun sebenarnya? Kemarin Pratiwi sempat mengatakan, dua orang yang sedang mereka cari tahu sama sekali tidak ada informasi apa pun. Akankah mereka orang yang sama?


Darwin memberanikan diri untuk masuk ke area kantor tersebut. Dua orang satpam mencegatnya di pintu masuk. Melihat penampilan Darwin yang cukup elegan, sikap mereka sangat ramah terhadapnya.


“Pengendara mobil yang baru saja masuk, saya seperti kenal, sepertinya itu kawan saya, Pak,” ujar Darwin pada kedua satpam tersebut.


“Oh, itu bos kami, Pak. Tuan Yuji,” sahut salah satu dari mereka.


“Apa? Tidak mungkin, Pak. Teman saya cuma seorang sopir pribadi saja,” sahut Darwin terkejut bukan main.


Keduanya tertawa kecil mendengar jawaban Darwin. Lalu salah satu satpam tersebut merogoh ponselnya, ia perlihatkan foto Yun pada Darwin. Jantung Darwin berdegup kencang, jika benar Yun adalah pemilik perusahaan Jepang, rivalnya bukan main.


“Apa ini kawan yang Anda maksud, Pak?”

__ADS_1


Darwin menganggukkan kepalanya. Kedua satpam itu sekali lagi mengulang kata-katanya, membenarkan pria yang ada di foto tersebut adalah Yuji, atau Yun yang dikenal Darwin. Rasanya tak percaya, Darwin lemas mengetahui siapa Yun, rasa percaya dirinya hilang.


Tidak lama kemudian, Yun keluar dari kantornya. Darwin segera menjauh agar Yun tak melihatnya. Saat Yun kembali jalan dengan mobilnya, lagi-lagi Darwin mengikutinya.


Yun berhenti di sebuah toko bunga, setelah membeli seikat mawar, lalu ia melanjutkan perjalanannya lagi. Yun datang ke tempat pemakaman umum di kawasan Delima. Darwin mengerutkan keningnya.


Tiba di sana, Yun segera melangkah masuk ke salah satu makam. Setelah 5 menit kemudian, ia keluar dan pergi dari sana. Karena penasaran Darwin masuk, ia ingin tahu Yun menziarahi makam siapa.


“Naomi, meninggal dunia tahun 2004.” Darwin penasaran, siapa Naomi tersebut. Adiknya atau siapa? Terlihat umur yang tertera di sana, usia mereka jauh beda.



“Kau kenapa, lagi?” tanya Jessica, setelah makan malam, keduanya berbincang-bincang di ruang tengah. Sementara Valen sedang membacakan dongeng untuk Elia.


Darwin mendengus pelan, pandangannya lurus ke depan. Setelah pulang kantor, ia sengaja ke rumah Jessica, pikirannya tidak tenang, ia butuh solusi dari kakaknya itu.


“Aku takut Mira benar-benar pergi dariku,” sahut Darwin pelan.


“Apa yang kau takutkan, kau ragu cinta Asmira untukmu?” tanya Jessica kemudian.


Darwin menutup wajah dengan kedua tangannya, ia terdiam, yang terdengar hanya suara nafasnya terasa berat.


“Aku takut, Asmira terbawa suasana, ia luluh dengan kebaikan Yun, walau bagaimanapun, pria itu selalu ada untuknya, Mbak,” jawab Darwin.


“Lalu?” tanya Jessica, ia tersenyum simpul.


“Lalu, lalu bagaimana maksudmu, Mbak? Kau tidak tahu itu bisa membuat Asmira jatuh hati padanya!?” tanya Darwin dengan sedikit emosi.

__ADS_1


Jessica tertawa kecil melihat Darwin begitu mudah terpancing emosi. Yah, walau bagaimanapun, Asmira wanita pertama untuknya, Jessica tahu itu. Tidak mudah membuat posisi Asmira tergeser di hatinya.


Jessica menepuk bahu Darwin pelan seraya berkata, “Aku kira kau bisa meluluhkan ia kembali, ternyata aku salah. Hanya sekecil itu cinta kalian berdua?”


Darwin semakin kesal dengan Jessica, tujuannya ke sana bukanlah untuk diejek-ejek seperti itu. Namun, respons Jessica di luar dugaan, ia tertawa terbahak-bahak melihat Darwin seperti itu. Darwin terlihat seperti remaja yang sedang mengejar cinta.


“Dia istrimu, kau tahu apa yang dia suka, apa kegemarannya, buku kesukaannya, dan sebagainya yang tidak diketahui oleh orang lain,” ujar Jessica kemudian.


Darwin terdiam, Jessica kembali melanjutkan kata-katanya, ia menyuruh agar Darwin kembali mengejar Asmira seperti dulu lagi, wanita itu hanya sedang marah padanya. Jessica tahu betul bagaimana perangai adiknya itu, dari kecil mereka berdua. Jessica dapat membaca setiap gerak-gerik Asmira.


“Jika benar Yun telah berhasil meluluhkan hatinya. Kau juga bisa menaklukkan ia kembali. Bersainglah secara sehat, Win. Kau mau mengalah begitu saja dari pria yang baru beberapa bulan ada di kehidupan istrimu?”


“Tentu saja tidak, aku hanya sedang ~”


“Kau hanya sedang terbakar api cemburu, Win,” potong Jessica, lalu ia tertawa kecil.


“Bagaimana aku tidak cemburu, kau tahu siapa Yun sebenarnya? Dia adalah pemilik perusahaan Jepang.” Darwin menggaruk tengkuknya sembari memejamkan matanya.


“Maksud kau tuan Yuji?” tanya Valen yang baru saja bergabung.


“Kau kenal?”


Valen mendekat lalu bergabung dengan keduanya. “Aku baru saja mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan mereka,” sahut Valen.


Lalu seketika suasana hening. Seribu pertanyaan muncul di pikiran mereka, jika Yun seorang pengusaha hebat, kenapa ia menyamar menjadi seorang sopir. Apa latar belakangnya?


“Win, aku takut Asmira dalam bahaya,” ucap Jessica.

__ADS_1


“Itu tidak mungkin, Mbak, Yun mencintai istriku, ia tidak mungkin mencelakainya,” sahut Darwin tersenyum kecut, ia tak percaya dengan kata-katanya sendiri. Pada akhirnya, ia harus mengakui bahwa ada pria lain di hidup istrinya kini.


Jangan lupa like ya ...


__ADS_2