
...Season 4: Bab 01- Kembali ke Masa Lalu....
Suara gemuruh petir dan hujan deras yang membasahi Jin membuat dirinya sadar serta membuka mata.
Pandangan pertama nya langit malam yang gelap dengan guyuran hujan disertai kilatan dan petir.
"Dimana ini?"
Kling!
[Delta No. 900 - Restoring data system' processing ... Complete.]
Jin tidak begitu mempedulikan nya dan dia pun mengumpulkan tenaganya untuk bangun dan melihat sekitarnya yang mana dirinya sedang berada di minimarket tempat kerja nya dahulu.
"Ini bukan kah di Indodo?" Jin juga memeriksa pakaian nya yang mana juga dia masih mengenakan seragam kerja Indodo. "Mungkin kah sungguhan?! aku kembali ke masa lalu?!"
Jin mengingat kejadian dahulu yang mana pada saat kerja lembur di Indodo lah Jin mendapatkan system' setelah mendapatkan pukulan dari Paul pacarnya Siska.
"Ah, iya. Aku mengingatnya. Yang berarti, aku memang kembali ke masa lalu. Lalu ... " Jin mencoba memanggil Ciel. "Ciel?"
Kling!
[Iya, Master. Ada yang bisa saya bantu?]
Saat mendengar itu Jin tersenyum senang, "Syukurlah, Ciel! Kamu masih ada."
Kling!
[Saya selalu ada.]
Tidak lama Jin berdiri dan melihat sekitarnya lagi. "Ciel, dimana kita sekarang? apa yang terjadi kepadaku?"
Kling!
[Master, anda berada di tahun 2026. Jiwa Master telah mengalami pelintasan ruang dan waktu.]
Mendengar jawaban Jin membuka mata dengan senyuman lebar. "Benar kah?! Yang berarti, Jin Kazuma belum ada dan yang ada Juan Prakoso," ucap senang Jin.
Dan, Jin Kazuma kembali menjadi Juan Prakoso seorang murid SMU kelas 11 yang memiliki hidup yang rendah.
__ADS_1
Sesaat kemudian, Juan teringat akan kedua adiknya yang telah tiada. "Yuda, Yuri?!" Juan pun terpikir untuk mengunakan gate untuk menemui kedua adiknya namun, Ciel memberikan peringatan.
Kling!
[Gelombang Destroyer terdeteksi!]
"Apa?!" kaget Juan lalu, dia merasakan keanehan disamping nya.
Lalu, Juan menoleh kesamping dan melihat genangan air yang melingkar di udara yang berlahan keluar dari genangan itu monster yang tidak asing bagi Juan.
"Demon Wolf?" gumam Juan.
Tidak hanya satu demon Wolf melainkan ada lima yang keluar dari gelombang tersebut.
"Grrrrr!" geraman Demon Wolf dan tidak selang lama para Demon Wolf berlari kearah Juan.
Juan tersenyum dan membanggakan diri, "Aku tidak selemah dahulu."
Sesaat kemudian, ketiga Demon Wolf melompat kearah Juan. Dia pun sontak mengeluarkan Black Katana dan menebas ketiga Demon Wolf itu dengan cepat lalu, Juan berganti senjatanya, "Ciel, Delta 10 - Gun!"
Katana garis hijau yang dipegang Juan berubah menjadi pistol lalu, Juan melesatkan tembakan peluru yang juga berbahan dari garis hijau atau Matrix. Dalam sekejap, kedua demon lain tumbang dan berlahan menjadi debu.
Sesaat kemudian, Juan menghela nafas panjang dan menenangkan diri. Setelah itu, Juan bertanya kepada Ciel.
"Ciel, apakah masih ada gelombang Destroyer lagi?" tanya Juan.
Kling!
[Gelombang Destroyer tidak terdeteksi.]
Gelombang Destroyer ialah gelombang gerbang dimensi dengan waktu dan tempat yang tidak menentu. Hal ini disebabkan keberhasilan Juan menghapus setengah sihir The Lord Strange sehingga sihir itu tidak sempurna.
"Baik, Ciel dan tetap dalam keadaan Siaga!"
Kling!
[Dimengerti!]
Sesudah itu, Juan masuk ke dalam minimarket dan berganti baju disana. Sesudah itu, Juan membuka gate ke dalam rumah kecil Juan dan masuk kedalamnya.
__ADS_1
Dalam kondisi gate yang masih terbuka, Juan menatap kedua adiknya yang sedang tertidur lelap. Hal itu membuat Juan menitihkan air matanya.
"Syukur lah, aku bisa melihat Yuda dan Yuri lagi." Juan mengusap air matanya, "Aku berjanji akan melindungi kalian."
Dalam sesaat Juan mengingat semua kejadian buruk yang menimpah Yuda dan Yuri dari tabrak lari hingga pengeboman di rumah Om Ferdi.
Beberapa saat kemudian, Juan mendengar suara wanita yang tidak asing yang membuatnya tersadar dari lamunan, "Jin, kamu kah itu?"
Mendengar itu, Juan menoleh kebelakang dan melihat dari balik gerbang terlihat Alice yang ada di pintu masuk minimarket dengan basah kuyup.
"Alice!" ucap senang dan haru Juan.
Lalu, Juan membalikan badan dan kembali ke minimarket serta menutup gerbang. Tidak lama, Yuda terbangun dan melihat sekitarnya sambil mengusap kedua matanya.
"Kak Juan, Kakak udah pulang?" gumam Yuda. Namun, Yuda tidak melihat kakak nya dan dia tidur kembali.
Di minimarket, Juan dan Alice saling menghampiri dengan wajah yang penuh senyuman. Lalu, saat jarak dekat. Mereka berpelukan.
"Syukurlah, aku bisa menemui mu lagi! Aku sudah putus asa dan aku merindukan mu, Jin," ucap Alice didalam pelukan Juan seraya menitihkan air mata.
"Maaf, Alice. Hanya ini satu-satunya jalan untuk bisa aku pulang dan bertemu dengan mu. Aku juga sangat merindukan, Alice," jawab Juan didalam pelukan Alice.
Tidak lama kemudian, Juan dan Alice melepaskan pelukannya nya dan saling menatap dengan jarak yang sangat dekat seraya senyuman lebar. Lalu, berlahan wajah mereka saling didekatkan dan mereka pun berciuman untuk melepaskan kerinduan mereka.
...# Extraordinary System #...
Hei, Guys. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam vote komen. Dengan hasil:
A. kembali ke masa lalu, 25 points.
B. Menjadi petani, 7 points.
C. Penjelajah luar angkasa, 4 points.
Maka dengan hasil itu, Aku memutuskan untuk menulis alur kembali ke masa lalu. Seperti yang aku katakan sebelumnya dan misi sebenarnya Juan.
Juan akan merubah masa lalunya dan mengambil jalan damai jika berhadapan dengan sesama manusia. Tidak hanya itu saja, masa lalu Juan juga tidak lagi menjadi orang miskin namun, Dia akan merubah Takdir nya untuk menjadi orang kaya dengan sistemnya.
Tetap stay tune ya untum cerita selanjutnya dan mohon tetap dukungan nya.
__ADS_1
See ya..