Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 73


__ADS_3

...Season 2 - Bab 23. Jebakan yang terpatahkan....


Jin, Alice dan Dago saat ini sedang mengalami situasi yang kurang menguntungkan yang mana kehadiran Teo Dojima beserta para bawahannya sudah mengepung ruangan tempat Jin dan lainnya berada.


"Apa maksudmu, Teo?!" tanya dingin Dago.


"Saya hanya tidak ingin adanya saingan apalagi." Teo menunjukan jari kearah Alice, "Anak yang tidak tahu asal usulnya dan oyaji berani-beraninya memberikan kursi ketua kepada nya, wanita lemah yang hanya bisa melayani minuman dan ranjang kepada pria," ucap remeh Teo.


"Apa katamu?!" ucap kesal Alice yang menatap tajam Teo.


Jin juga menatap tajam namun, dia tidak berkomentar apapun.


"Jadi, matilah kalian dengan tenang!" ucap begitu juga sinyal untuk bawahannya.


Saat mendengar itu, para bawahannya yang mengepung ruangan itu menodongkan pistol kearah Jin dan lainnya. Sedangkan, Hakuro beserta para bawahannya nya di bawa keluar ruangan.


"Alice -san! Dago -san!" teriak Hakuro yang cemas akan keadaan Alice dan Dago.


Teo pun tertawa senang, "Hahaha ... dengan ini perang usai."


Alice yang cemas akan keadaan dirinya dan Jin. Dia menoleh kearah Jin yang sedang memainkan jari jemari nya.


Sesaat kemudian, Teo pun memberikan perintah nya, "Tembak mereka!"


"Jin!" seru Alice.


Mendengar itu, Jin sontak maju selangkah dan membentangkan kedua tangannya.


"Ciel. Aktifkan fitur Phalanx!"


Disaat bersamaan, seluruh bawahannya Teo melesatkan tembakan.


Dor! Dor!


Alice yang ketakutan, dia pun menutup mata. Setelah beberapa lama, Alice merasakan ada yang aneh yang mana dia tetap mendengar suara tembakan tapi tidak ada peluru yang melesat kearah nya. Dia pun memberanikan diri untuk membuka matanya.


Alice pun terkejut yang mana, banyak peluru yang menempel diudara dan melihat sebuah tembok transparan yang memiliki sama bentuk dengan portal ruang latihan.


"Kisama! apa yang kamu lakukan?!" ucap kesal Teo.


"Just Trick magic." jawab santai Jin yang tersenyum lebar.


"Apa?!" sambung Teo.


Dago pun juga tersenyum dan memegang bahu Jin, "Beruntung, aku tidak bermusuhan dengan mu."


Alice dan Jin pun saling bertukar senyum dengan Dago seakan-akan meremehkan Teo.


"Kalian!" seru kesal Teo.


Sesaat kemudian para bawahannya yang mengunakan pistol kehabisan peluru. Lalu, Jin yang menyadari itu sontak melepaskan Phalanx nya dan Alice pun melancarkan serangan tendangan memutar kearah Teo dan serangan itu tepat mengenai leher Teo yang membuat nya terjatuh.


Para bawahannya yang kehabisan peluru juga pistol yang tidak efesien untuk melawan Jin dan lainnya sontak mereka mengeluarkan pisau dan bersiap untuk menyerang Alice dan Jin.


Jin yang menanggapi situasi, dia pun melihat kearah Dago, "Dago -san, Alice -san. Kalian lebih baik menyusul dan menyelamatkan Hakuro -Jiji. Permasalahan disini, aku yang menangani nya."

__ADS_1


Alice yang mendengar itu, dia pun menyambungnya, "Dago -Niisan. Cepat lah! sebelum Hakuro -Jiji di bawa pergi!"


Jin pun melirik kearah Alice, "Kamu juga!" seru Jin.


"Tidak! Apa kamu ingin menjadi pahlawan seorang diri," ucap ketus Alice.


"Iya, ya. Aku juga ingin berdiri antar pasangan kekasih," ledek Dago.


"Kami bukan kekasih!" ucap serempak Jin dan Alice.


Dago pun tersenyum senang.


Sesaat kemudian, para anak buah Teo mulai menyerang dengan pisau. Alice dan Jin membuka jalan untuk Dago pergi dan dia pun berhasil.


Disana Jin bersama Alice saling jual beli serangan dengan para bawahannya Teo dan sekitar 20 Yakuza berhasil dikalahkan oleh kombinasi serangan Jin serta Alice.


Beberapa saat kemudian, Teo pun bangun dan mengeluarkan ludah darahnya lalu, berdiri.


"Aku tidak akan monster seperti kalian." Teo pun melesatkan tinju nya kearah Jin.


Jin dengan mudahnya menghindari pukulan itu dan melesatkan pukulan balik kearah perut Teo. Serangan pun tidak berhenti di situ, Jin melihat ada bawahannya yang sedang menodongkan pistol kembali. Dia memutarkan badannya, mengeluarkan pistol kedap suara dari fitur [Storage] nya dan menembak nya lebih cepat.


Ciung!


Disaat yang bersamaan, Alina maju dan melesat kan pukulan uppercut nya yang membuat Teo jatuh lagi.


Melihat situasi yang sudah aman, Jin dan Alice saling bertukar pandang dan menganggukan kepalanya. Lalu, mereka pun pergi meninggalkan ruangan.


"Bedebah, Jangan lari!" seru Teo yang dengan posisi merangkak.


Jin dan Alice pun mau tidak mau harus melawan nya hingga sampai mereka di pintu masuk yang mana para Yakuza sudah mempersiapkan pistolnya.


Jin yang menodongkan pistol nya dihentikan oleh Alice.


"Aku ingin tampil keren," ucap Alice dengan senyuman bangga.


"Apa?"


Alice pun tersenyum lebar lalu, berlari melompati pembatas dan bergelantungan di lampu kristal yang besarnya.


Para Yakuza sontak melesatkan tembakan kearah Alice dan membuat nya berkumpul di sisi titik jatuh lampu kristal.


Setelah posisi siap, Alice melompat dengan tangan yang terkepal dan menjadi salah satu Yakuza menjadi wadah landing lalu, memukulnya.


Sesaat kemudian, lampu kristal jatuh dan mengenai keempat Yakuza lainnya.


Crek!


Alice mendengar suara knop pistol dan saat melihat ke depan, dia melihat Yakuza sedang menodongkan pistol nya kearah nya.


"Gawat!" gumam pelan Alice.


Disaat yang sama, Yakuza itu pun tertembak dan jatuh. Alice pun tersenyum dan melihat kearah Jin.


Jin pun menaruh pistolnya dan menghampiri Alice lalu, memberikan tangan bantuan kepada Alice.

__ADS_1


"Ayo!" seru Jin.


Alice pun menerima tangan itu dan berdiri.


Sesudah itu, Jin dan Alice melangkah keluar.


"Polisi, berhenti di tempat! angkat tangan kalian! Kalian semua masuk kedalam dan tangkap para Yakuza lainnya!" seru seorang wanita dari sisi samping Jin dan Alice.


"Baik!" jawab serempak para polisi yang berpakaian lengkap lalu, masuk kedalam rumah Hakuro Terada


Saat mendengar itu, Jin dan Alice mengangkat tangannya dan mereka pun tidak asing dengan suara seruan itu sontak Alice dan Jin pun melihat kesamping yang dimana Alice dan Jin pun terkejut.


"Rania?!" ucap Alice.


Rania pun terkejut melihat dua orang yang sudah dianggap nya meninggalkan dunia kini ada didepan nya.


"Kak Alina? Kak Juan?"


Alice dan Jin pun hanya bisa tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya.


...# Extraordinary System #...


Hei, sahabat Jin. Terimakasih kepada semua teman-teman sekalian yang sudah membaca serta memberikan like, vote dan gift nya yang mana itu semua menjadi bensin untuk ku tetap update chapter terbaru.


Saat ini, aku membutuhkan pendapat kalian.


Aku ingin membuat lawan dan partner untuk Jin yang luar biasa diantaranya;




Manusia Esper, kemampuan supernatural.




Manusia modifikasi, manusia yang super di modifikasi dengan ramuan atau teknologi canggih.




Aku ingin menggabungkan cerita Yakuza Jin dengan Marvel Universe yang mana tokohnya berhubungan dengan mafia diantara nya Hawkeye, Black Widow, Punisher, Daredevil, Venom, Shang Chi dan tokoh lainnya yang berada di dunia mafia.




Guys, mohon partisipasinya pilihannya untuk chapter perang selanjutnya. Vote komen tertinggi akan dibuat pada chapter kedepan nya dan Jin akan menghadapi mereka.


Terimakasih atas perhatiannya ...


See ya...

__ADS_1


__ADS_2