Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 48


__ADS_3

...Bab 48. Revenge for family...


Ditengah malam, Juan pun berhasil melarikan diri dari pengejaran polisi dan sipir penjara. Lalu, Juan menghentikan langkahnya di Gang kecil untuk membuka borgol di tangan nya dengan alat lock picking yang tersimpan di sistem penyimpanan.


Setelah melepaskan borgol itu, Juan pun memasukan borgol itu ke sistem penyimpanan dan juga berganti baju phantom lengkap dengan topi dan maskernya. Sesudah itu, Juan juga mengeluarkan motornya yang dilengkapi dengan helm.


Semua itu sudah tersimpan di sistem penyimpanan saat Juan masih berada di asrama.


Sesudah semua rapih, Juan pun baru melajukan motornya. Tempat pertama yang di kunjungi nya ialah rumah keluarga nya.


Setibanya disana, Juan melihat rumahnya sudah hangus terbakar serta garis kuning atau police line menutupi pagar dan pintu masuk serta ada dua polisi yang berjaga didalam mobil dekat dengan rumahnya.


Disaat melihat itu semua, Juan pun memutar dan mengentikan lajunya di belakang rumahnya dan disanalah Juan turun dari motor lalu, menaruh motornya di sistem penyimpanan agar tidak di ketahui oleh seseorang.


Sesudah itu, Juan mengunakan skill [ Penyusup ] dan [Parkour] nya untuk masuk ke rumahnya.


Setibanya didalam Juan pun teriris hatinya dimana rumah yang dulu tempat bermain dan berkumpul kini sudah hangus terbakar. Juan pun dengan berat hati melangkah memasuki rumah yang sudah berbau abu dan gosong.


Setibanya didalam rumah, Juan mengambil ponsel dari sistem penyimpanan dan mengunakan senter ponsel untuk melangkah. Juan pun harus melangkah hati-hati lantaran tembok yang sudah rapuh oleh bakaran.


Juan pun terus melangkah hingga di kamar Yuda dan Yuri yang mana, Juan menemukan gelang yang sama dengan yang digunakan Juan. Hal itu mengingat Juan saat dirinya sedang liburan bersama Yuda dan Yuri lalu, membeli gelang kembar tiga.


Juan pun menghela nafas lalu, mengambil gelang itu dan meninggalkan rumah nya.


Saat Juan pergi meninggalkan rumahnya, ada seorang pria yang juga mengendarai motor nya melaporkan sesuatu.


"Target baru meninggalkan rumahnya dan menuju lokasi yang berbeda."


Laporan itu pun sampai kepada pria paruh baya, "Tetap awasi!"


"Baik," ucap pria yang mengikuti Juan. Seusai itu, dia pun melajukan motornya mengejar Juan.


Tempat selanjutnya ialah rumah Alina yang mana dirinya sudah lulus sekolah dan membantu binatu milik ibunya.


Setibanya di sana secara kebetulan Juan melihat Alina dari kejauhan. Dia sedang menutup toko binatu nya.


"Syukurlah, kamu baik-baik saja. Aku merindukan mu," gumam Juan yang terus memandangi Alina dari kejauhan.


Tidak lama kemudian, Juan pun memutarkan motornya dan pergi meninggalkan tempat itu. Alina yang sedang sibuk menutup itu, dia mendengar suara berisik dari motor dan menoleh kebelakang.


Alina hanya melihat seorang pria yang membelakangi nya sedang mengendari motor besar meninggalkan nya. Lalu, dia pun mengabaikan nya dan melanjutkan pekerjaan nya.


Ditengah perjalanan, Juan menekan gelembung untuk mengaktifkan asisten Sistem dan layar udara pun muncul.


Sistem: Ada yang bisa saya bantu?


"Aktifkan navigasi menuju rumah Yagashi Hirano!"


Sesaat kemudian, layar virtual clone smartphone terbuka dan aplikasi navigasi diaktifkan dengan perintah otomatis ke rumah yang dituju. Melihat itu, Juan pun mempercepat laju motornya.

__ADS_1


Hanya dalam beberapa menit Juan pun tiba di sebuah rumah besar yang mana ada dua penjaga yang mengenakan jaket hitam. Dia pun berjalan masuk secara terang-terangan namun, langkahnya dihentikan oleh penjaga tapi Juan pun memaksa untuk masuk dengan memukul kedua penjaga itu dan dengan mudah mereka dijatuhkan.


Juan pun terus melangkah yang mana para penjaga sudah tahu kehadiran Juan sehingga mereka satu persatu menyerang Juan namun, Juan yang memiliki kekuatan dan kemampuan tinggi membuatnya dengan mudah menjatuhkan para penjaga.


Ada pun penjaga yang mengunakan pistol melesatkan pelurunya. Juan yang menyadari itu sontak mengunakan salah satu penjaga disana sebagai human Shield nya Juan. Lalu, Juan pun mengambil pistol dari sistem penyimpanan nya dan melesatkan tembakan kearah lawan dan tepat mengenai tubuhnya hingga penjaga yang mengunakan pistol terjatuh.


Karena serangan itu, Juan pun mendapatkan skill dari sistem.


Kling!


[Anda telah mendapatkan skill: Gunman.]


Melihat pesan itu sontak Juan pun mengunakan nya.


Juan yang mengunakan skill itu dengan mudah dan cepat menembaki semua penjaga dan disaat amunisi abis, Juan mengambil pistol yang digunakan penjaga hingga Juan pun sampai didalam rumah Yagashi.


Didalam juga ada banyak penjaga dan beberapa dari mereka mengunakan pedang katana. Juan pun melawannya dengan Skill [Aikido] untuk menjatuhkan katana dan mengambil katana itu dengan berguling sambil menghindari serangan penjaga yang lain.


Saat berhasil meraih katana itu Juan pun mendapatkan skill baru.


Kling!


[Anda telah mendapat skill Iaijutsu (Samurai).]


Juan pun tersenyum sendiri dan langsung mengunakan skill tersebut.


Saling adu pedang pun terjadi namun, Juan berhasil menumbangi satu persatu penjaga itu sambil melangkah menuju ruang santai yang mana Juan melihat Yagashi sedang meminum anggur dan memandangi langit malam tanpa mempedulikan pertarungan anak buahnya.


Sesudah terlihat lengang, Juan berlari menuju ruangan Santai itu dan salah satu penjaga memiliki senjata M416 dan menodongkan nya kearah Juan. Pria itulah yang masuk ke rumah Juan dan menyamar sebagai tukang gas.


Juan yang melihat itu sontak melemparkan katana yang dipegangnya hingga lemparan itu tersangkut pada leher penjaga itu. Lalu, Juan melompat dengan mengunakan Skill [Muay Thai] nya. Penjaga itu pun terjatuh dengan tembakan asal nya.


Juan pun mengambil katananya kembali dan bangkit berdiri menghampiri Yagashi.


Yagashi menyadari bahwa semua anak buahnya telah dikalahkan oleh Juan dan dia pun melirik kebelakang.


"Boleh ku habiskan sebentar minuman ini?" ucap Yagashi.


"Silahkan!" jawab Juan.


Yagashi pun tersenyum dan kembali melihat pemandangan.


Juan pun juga tersenyum lalu, dia memasukkan katana kedalam sistem penyimpanan dan mengambil senjata api M416.


"Lalu, apa pesan terakhir dari Alex?" tanya Yagashi.


"Dia berkata, Aku akan mati begitu juga keluarga dan orang-orang terdekatku dan dia pun benar Ayahnya sungguh kejam membunuh orang kecil yang tidak mengerti apa-apa," jawab Juan yang sedang mempersiapkan senjata M416 nya.


Sesudah itu, Juan menodongkan senjata nya kearah Yagashi dan melesatkan tembakan.

__ADS_1


Dor! Krrkkk!


Juan pun menembaki gelas yang sedang dipegangnya.


"Ah, minuman nya sudah habis. Waktunya pergi ke neraka," ucap Juan yang masih menodongkan senjatanya.


Yagashi pun tersenyum dan bergerak ingin mengambil pistol yang ada diatas meja samping nya. Tapi, Juan menembaki tangan nya.


Dor!


Tangan Yagashi pun tertembak dan mengeram kesakitan.


"Bedebah!" geram Yagashi.


"Up! sepertinya aku meleset," ucap Juan.


Yagashi pun ingin mengambil pistol dengan tangan yang lain tapi, Juan menembaki tangannya.


Dor!


Tembakan itu pun membuat kedua tangan Yagashi tidak bisa digunakan.


"Sialan, bgsat! Kamu tidak akan bisa hidup. Hirano clan berada di bawah Yakuza terbesar di Jepang, Ryu Go Kuro (Lima naga hitam)! hahaha," ucap Yagashi.


"Aku tidak perduli," jawab Juan dan dia pun menembaki kedua kaki Yagashi.


Dor! Dor!


"Aaaaa!" teriak Yagashi yang membuat dirinya tersungkur dilantai dan tidak bisa berdiri.


Juan pun menurunkan senjata nya dan memasukan nya kedalam sistem penyimpanan. Hal itu tentu membuat Yagashi terkejut.


"Apa yang kamu lakukan? siapa kamu sebenarnya?!" ucap panik Yagashi yang mana dia melihat senjata yang hilang dari tangannya Juan.


"Ahh, ini hanya sedikit sulap saja," jawab Juan sambil tersenyum.


Lalu, Juan menghampiri lemari wine yang ada di ruangan itu.


"Aku memiliki prinsip, gigi balas gigi dan mata balas mata. Jadi, karena kamu telah membakar keluargaku maka, aku akan membakar kamu," ucap Juan sambil mengambil beberapa botol wine. Lalu, menghampiri Yagashi dan menumpahkan wine ditubuhnya.


Yagashi pun menjadi ketakutan dan meminta untuk tidak membunuhnya tapi, Juan tidak mempedulikan dan mengambil pematik yang tidak jauh dari Juan.


"Selamat jalan pak Yagashi Hirano. Titip salam kepada anak mu di neraka."


Seusai mengatakan itu, Juan pun menyalakan pematik nya dan menjatuhkan ke tubuh Yagashi hingga tubuh nya pun terbakar dan dia menjerit kesakitan.


Juan pun meninggalkan nya dan membiarkan kondisi api tetap menyala sehingga api pun cepat menyambar dan membakar rumah Yagashi.


Juan pun melangkah keluar dengan api yang berkobar dibelakangnya dan setibanya diluar, tanpa di duga Juan sudah dikepung oleh polisi.

__ADS_1


"Napi 3648. Kamu sudah terkepung! Angkat tangan mu!" seru salah satu Polisi.


Juan pun tersenyum dan mengangkat kedua tangannya lalu, berlutut memasrahkan dirinya. Sesudah itu, Polisi pun mendekati Juan dan menangkapnya.


__ADS_2