
...Season 3: Bab 02. Extraordinary Market dan Malam yang cerah....
Saat ini kesadaran Jin masih berada di desa Soma dan pada hari pertama nya, Jin sudah ada yang menantang nya meski begitu, Jin berhasil memenangkan nya.
Malam pun tiba, Jin melamun dibawah lantai jerami dengan mengunakan kedua tangan nya sebagai bantalan dan menghadap keatas.
"Bagaimana aku bisa berada disini? Ciel, apa kamu tahu penyebabnya?" batin Jin.
Kling!
[Ini sebabkan oleh kekuatan yang lepas kendali hingga membuat tubuh astral dan tubuh fisik Master terpisah oleh ruang dan waktu.]
Jin pun terkejut mendengar nya, "Eh? begitu parah kah! Lalu, Ciel apakah aku bisa kembali ke tubuh fisik ku?"
Kling!
[Mohon dimaafkan. Jawaban tidak ditemukan.]
Jin yang melihat jawaban itu, dia pun menghela nafas panjang.
"Baiklah, sepertinya aku harus sendiri mencari cara untuk kembali ke bumi," gumam pelan Jin.
Seusai itu, Jin bangun dan duduk bersandar disisi dinding kayu.
"Lebih baik, aku memeriksa kemampuan ku dahulu sebelum ada sesuatu yang terjadi disini," batin Jin.
Setelah itu, Jin membuka menu dan memeriksa keseluruhan sistem nya yang ternyata masih sama baik segi kemampuan ataupun fitur. Hal itu, tentu membuat Jin bernafas lega.
Melihat kesamaan itu, Jin pun mencoba mengunakan Virtual Smartphone namun, Jin tidak bisa memanggil, chat atau aplikasi apapun yang berfungsi untuk berkomunikasi. Meski begitu, Jin tetap mengirimkan email dan pesan.
"Sudah kuduga dan jelas lah, sinyal saja tidak ada," gumam kesal Jin.
Setelah mencoba fitur lama, ada satu fitur baru yang membuat nya penasaran. "Extraordinary Market? apa ini?"
Jin yang penasaran dengan fitur itu, dia pun membuka fitur itu yang mana saat menekan nya muncul layar yang cukup besar sekitar 14 inci lebih besar dibandingkan layar fitur lainnya yang hanya memiliki ukuran 10 Inci yang berisikan berbagai jenis bahan makanan, makanan, peralatan dan sebagainya. Semua barang-barang yang berada di bumi.
Semua produk disana mengunakan nilai tukar yang bernama Extraordinary Point' atau EXP dan Jin bisa mendapatkan EXP dari candy puzzle yang mana sebelumnya Jin mendapatkan USD. Selain itu, Jin terkejut melihat EXP yang sudah memiliki angka 10.240.320 EXP.
Melihat itu Jin pun terheran. "Aneh? ... Ciel, darimana aku mendapatkan Extraordinary Points sebesar ini?"
Kling!
[Jumlah Extraordinary Points milik Master dihasilkan dari konversi tabungan USD dikarenakan Extraordinary Points memiliki nilai yang sama dengan Dollar.]
Jin yang mendengar itu sontak terkejut, "Yang berarti Ciel, disaat aku kembali tabunganku sudah tidak ada lagi?"
Kling!
[Iya, benar sekali.]
__ADS_1
Mendengar itu, Jin menghela nafas panjang. Mau tidak mau dia harus menerima kenyataan itu lantaran jika dihitung dengan rupiah maka tabungan Jin sebesar 150 milliar lebih hilang dan menjadi poin.
Jin pun mengalihkan pemikiran kearah list item lalu, Jin mencoba membeli satu barang di Extraordinary Market dan memilih air mineral seharga 1 EXP.
Sesaat kemudian, muncul pemberitahuan dari Ciel.
Kling!
[Anda mendapatkan 1 botol 2 liter air mineral.]
Pembelian itu pun ditempatkan dalam fitur [Gudang]. Maka, Jin mengambil air mineral itu dan mencicipinya.
"Wuahh ... segarnya. Ini air mineral sungguhan dan." Jin memeriksa botol nya, "Ini tidak bermerk. Ciel dari mana kah sumber barang ini?"
Kling!
[Mohon maaf jawaban tidak ditemukan.]
"Cihh ... sistem yang kurang pengetahuan," gumam Jin.
Seusai bergumam itu, Jin pun memeriksa semua barang-barang di Extraordinary Market yang mana semua barang yang dijual sama dengan barang-barang di bumi.
Ada satu yang membuat Jin penasaran, "Ciel, disini ada barang elektronik. Bagaimana bisa mengunakan nya disaat dunia ini tidak ada sumber daya energi listrik?"
Kling!
[Sumber daya energi listrik didunia ini bisa mengunakan batu sihir atau Rune. Jika master mengunakan kedua hal itu maka benda elektronik di dunia ini.]
Kling!
[Dimension Home memiliki sumber daya sendiri hingga Master dapat mengunakan benda elektronik disana. Namun, Dimension Home memiliki batasan sumber daya listrik sebesar 10.000 Watts.]
Percobaan selanjutnya, Jin mengunakan fitur [Gate] nya untuk ber teleportasi ke bumi dan secara kebetulan disana ada kaca. Jin menempelkan fitur [Gate] di kaca dan hal itu tidak membuahkan hasil.
"Ciel, kenapa aku tidak bisa teleportasi?"
Kling!
[Master, ini disebabkan anda sedang berada di dunia lain. Kemampuan fitur [Gate] hanya bisa dilakukan di dunia yang sama.]
"Oh, begitu. aku mengerti."
Sesudah mempelajari itu, Jin pun keluar dari rumahnya meski saat itu masih gelap gulita. Lalu, Jin melihat ke langit dan terkagum-kagum lantaran dia melihat banyak bintang menghiasai langit malam bahkan disertai dengan sinar Aurora biru dan ungu.
"Wow, inikah langit malam dunia lain!" gumam kagum Jin.
Ditengah Jin melihat bintang, suara Tomoe menyapa Jin.
"Jin, kamu belum tidur?"
__ADS_1
Jin yang mendengar itu, dia pun melihat kearah Tomoe.
"Iya, mungkin aku sudah lama tertidur jadi sulit tidur lagi," jawab Jin.
"Begitu," jawab Tomoe dengan senyum lebar.
Lalu, Tomoe berdiri disamping Jin mengikuti Jin melihat ke langit. "Malam yang cerah."
Jin mengembalikan pandangannya ke arah langit, "Iya, sangat indah. Di dunia asal ku, langit tidak seindah ini."
Jin dan Tomoe pun bersama-sama memandangi bintang.
Beberapa saat kemudian, seorang pria dengan pakaian yukata yang sudah tersobek-sobek dan berlumuran darah berlari kearah Tomoe dan Jin.
"NONA TOMOE!" teriak pria.
Suara itu pun mengalihkan pandangan Jin dan Tomoe kearah pria yang berlari.
Lalu, disaat jarak sudah dekat pria itu berhenti di dekat Jin dan Tomoe dengan nafas yang terengah-engah.
Tomoe sontak menghampiri pria itu, "Pak Su, ada apa?"
"Nona Tomoe, tolong kami! ada dua pekerja yang terjebak dan diserang oleh demon Wolf di Hutan!" ucap pak Su.
"Apa? Demon Wolf?!" kaget Tomoe.
Jin yang mendengar itu sontak dia ingin membantu disebabkan keramahan warga desa terhadap dirinya.
"Mereka dimana?" tanya Jin.
Saat Jin bertanya itu Pak Su dan Tomoe melihat kearah Jin.
"Dibarat daya hutan," jawab pak Su.
"Aku mengerti," jawab Jin.
Jin pun sontak pergi namun, ditahan oleh Tomoe dengan memegang tangan Jin. Hal itu membuat langkah Jin terhenti dan dia melihat Tomoe.
"Jin, Demon Wolf itu jauh lebih kuat dibandingkan dengan serigala lainnya. Itu berbahaya jika kamu pergi sendiri!" ucap Tomoe yang khawatir kepada Jin.
Jin pun tersenyum, "Aku lebih kuat dibandingkan Demon Wolf."
"Tapi ..." gumam Tomoe.
Jin pun melepas tangan Tomoe dari tangan nya. "Percaya kepadaku!" ucap Jin yang meyakinkan Tomoe.
"Berhati-hati lah!" ucap Tomoe.
Jin pun mengangguk kepalanya dan berlari kearah hutan.
__ADS_1
...# Extraordinary System #...