Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 65


__ADS_3

...Season 2 - Bab 15. 21 tahun yang lalu....


Jin saat ini sedang bersama ibu angkatnya Alina dan dia pun mulai menceritakan kejadian 21 tahun yang lalu yang mana saat itu dirinya masih bekerja kepolisian, Ibunya Alina bernama Rahayu.


Bersama dengan rekannya, Iko Purnama. Mereka berdua menyusup ke sebuah penginapan kecil yang mana mereka mendapatkan informasi bahwa istri dari pemimpin Yakuza sedang berada di Indonesia dan mereka ingin mengorek informasi tentang lebih jauh tentang organisasi Ryu Go Kuro.


Namun, setibanya di penginapan. Mereka mendengar suara tembakan dan bersembunyi. Ditengah itu mereka berdua melihat seorang pembunuh yang sedang menembaki salah satu Yakuza.


Dengan bahasa Jepang, orang yang terkena tembakan memaki namun, pembunuh yang mengunakan jas serta kacamata hitam tidak mempedulikan nya.


Ciung! Ciung!


Dengan dingin nya, pria pembunuh membunuh orang yang terkapar di lantai.


Melihat itu sontak Iko langsung mengambil tindakan.


"Polisi! Jangan bergerak!" seru Iko seraya menodongkan pistol kearah Pembunuh.


Pembunuh yang melihat gerakan dari Iko sontak melesatkan tembakan.


Ciung!


Iko pun menyadari gerakan itu dan menghindari nya lalu, membalas tembakan kearah Pembunuh.


Dor!


Pembunuh itu pun juga bisa menghindari nya dan melarikan diri.


"Rahayu, Kuserahkan yang lain kepadamu!" seru Iko yang sontak berdiri lalu, lari mengejar pembunuh.


"Siap!" ucap Rahayu yang berlari kearah korban yang jatuh dilantai.


Setibanya di sana, Rahayu ingin menyelamatkan korban yang tertembak itu, "Bertahanlah, saya memangi ambulan!"


Namun, dia mengumpulkan tenaga nya untuk berbicara kepada Rahayu dengan bahasa Indonesia.


"To .. long ... Anak .. it-" sebelum menyelesaikan kalimatnya, pria itu pun mati.


"Oi, Bukalah matamu! Oi!" Rahayu mencoba membangun pria itu tapi tidak berhasil. Pria itu benar-benar sudah mati, "Aishhh ... Sial!"


Rahayu pun sontak membaringkan pria itu ke lantai. Lalu, berdiri dan menelpon rekan.

__ADS_1


"Kami butuh back up! Cepat lah!" seru Rahayu.


Sesudah itu, Rahayu pergi ke ruang sebelah yang ternyata disana sudah dipenuhi oleh Api. Rahayu pun mau tidak mau harus menerobos nya dan dia pun memberanikan untuk menerobos yang menyelamatkan anak yang disebutkan oleh pria yang tertembak.


Beberapa pintu dibuka oleh Rahayu tapi belum ditemukan hingga dia terus menerobos api sampai kedalam salah satu ruangan yang mana Rahayu melihat seorang wanita cantik yang sedang mengendong anak bayi. Dia ketakutan saat melihat Rahayu.


Dalam bahasa Jepang, wanita itu membela diri.


"Aku tidak akan menyerahkan anak ini!"


Rahayu pun berbicara bahasa Jepang, "Tenang saja, saya bukan orang jahat," ucap Rahayu yang mencoba membujuk wanita tersebut.


Wanita itu tidak percaya dan dia pun memutuskan untuk membuang anaknya itu tapi, Rahayu berhasil menghentikan nya.


"Anak itu tidak bersalah! untuk apa dia mati?" bujuk Rahayu.


Wanita itu pun luluh dengan perkataan Rahayu dan memberikan anak tersebut. Akan tetapi, tidak lama kemudian wanita itu jatuh pingsan dan saat Iko dengan beberapa polisi yang lainnya datang menyelamatkan Rahayu juga wanita serta anak itu namun, wanita itu tidak beruntung. Dia pun meninggalkan dunia akibat terlalu banyak menghirup asap sedangkan sang bayi beruntung dalam perlindungan selimut dari ibunya, dia selamat.


Ibunya Alina, Rahayu mengakhiri ceritanya.


"... wanita itu adalah Ibu kandung mu, Joana Dojima dan bayi itu ..." Bu Rahayu pun memegang pipi Alina, "Adalah kamu."


Alina pun menangis mendengar itu lalu, dia juga menempelkan tangannya kepada tangan ibunya di pipinya.


Bu Rahayu pun tersenyum dan menitihkan air matanya. Begitu Alina.


Sesaat kemudian, sistem memperingati sesuatu.


Kling!


[Terdeteksi bahaya kecelakaan.]


Jin yang melihat pesan itu sontak menoleh kesamping yang ternyata ada sebuah truk melaju kencang mendekati Jin dan lainnya. Di rumah Alina pada lantai dasar yang merupakan jasa laundry jadi dinding berbahankan kaca.


Jin yang melihat itu sontak melompat kearah Alina dan Bu Rahayu dengan maksud untuk melemparkan mereka berdua disisi ruangan agar tidak tertabrak.


"Bahaya!" teriak Jin.


Alina dan Rahayu pun sontak menoleh kearah Jin yang dimana lampu mobil truk menyinari mereka.


Gubrrakkk!!!

__ADS_1


Truk itu pun menerobos masuk dan Jin gagal menyelamatkan Alina dan Ibunys ke sisi sehingga membuat mereka bertiga terpental.


Sesudah setengah bagian truk masuk kedalam ruangan, dua orang pria yang mengenakan pakaian serba hitam juga masker hitam turun dengan pistol kedap suara nya. Mereka ingin memastikan kematian Alina dan ibu angkatnya itu yang dimana mereka tidak sadarkan diri. Lalu, mereka menodongkan pistol kedap suara nya kepada mereka untuk membuat yakin 100 persen mereka sudah mati.


Dan, saat ingin menarik pelatuknya. Jin menendang tangan nya hingga pistol terjatuh lalu, Jin memukul wajahnya dan menendang berputar hingga terpental ke samping.


Satu pembunuh lagi melesat kan tembakan namun dihalang oleh tangan Jin sendiri sebagai tameng. Meski sakit tapi Jin sudah terbiasa. Lalu, Jin dengan cepat menangkap tangan pembunuh dengan tangan yang lain dan menendang lurus seraya mengambil pistol yang dipegang setelah terambil Jin pun menembaki pembunuh itu.


Ciung!


Begitu juga pembunuh yang terkapar dilantai ingin mengambil pistol tapi Jin menembaki nya terlebih dahulu.


Pertarungan pun usai dan Jin sontak menghampiri Alina yang sedang tidak sadarkan diri.


"Alina, sadarlah!" seru Jin yang mengangkat kepala Alina yang sedang tidak sadarkan diri.


Tidak lama kemudian, unik Skill [ Refresh] berhasil menenangkan Jin dan dia ingin menelepon ambulan namun, jika Jin melakukan itu Alina akan semakin bahaya.


Sesaat kemudian, Jin mengingat salah satu fitur [Check Up].


Sebuah fitur perkembangan dari Skill [Kedokteran], [Apoteker] dan [Kimiawan].


"Sistem gunakan fitur [Check Up]!"


Layar baru pun muncul dengan analisa Alina mengalami keadaan luka kritis 78 persen sedangkan, Rahayu 91 persen. Meski memiliki persentase yang tinggi, Jin mendengar suara Rahayu.


"Ji ... n! Se ... la ... mat ... kan ... A ... Lin-" sesaat mengatakan itu Rahayu meninggal dunia.


"Nyonya!" seru Jin.


Jin pun sontak panik kembali dan berpikir secara berhati-hati lalu, dia pun memutuskan untuk melakukan sesuatu.


"Meski, aku belum tahu bisa tidak nya. Akan kucoba! sistem kupercaya kepada mu," gumam Jin. Lalu, Jin pun menutup matanya. "Sistem, aktifkan fitur [Dimension Home]!"


Beberapa saat pun, dibawah Alina terdapat genangan air transparan yang menenggelamkan Alina. Sesudah seluruh badan Alina tergelam, Jin melihat sosok nya ada di layar udara sedang tidak sadarkan diri di lantai putih.


"Tunggu lah, Alina! aku akan menyelamatkan mu."


Sesudah itu, Jin pun menelepon ambulan dan polisi dari ponsel Ibunya Alina. Setelah itu, Jin pun meninggalkan Rahayu dan rumahnya Alina. Sebelum itu, Jin menoleh kebelakang melihat jasad Ibu Rahayu.


"Maafkan aku Alina, Nyonya!"

__ADS_1


Seusai itu, Jin pun mengenakan helm nya dan melajukan motornya.


... # Extraordinary System #...


__ADS_2