Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 115


__ADS_3

...Season 4: Bab 15. Tawaran Saga Indraguna....


Saga Indraguna adalah orang terkaya nomor satu di New Indonesia dan Top Ten di dunia. Saga memiliki banyak properti dan usaha yang tersebar di seluruh New Indonesia dan dunia dengan berbagai bidang.


Selain itu, Saga memiliki dua istri yang luar biasa. Tanya Wu, Putri angkat dari pemilik Imperium Tower dan pemilik tanah Golden City.


Sedangkan, Rachel Prima, President Komisaris dari Prima Group perusahaan terbesar nomor dua di New Indonesia setelah Indraguna Group.


Dan, Saat ini sosok pria Extraordinary itu berada di hadapan Alina dan Juan.


Seusai berkenalan, Alina dan Juan duduk di antara Saga Indraguna dan Goro Dojima. Lalu, Alina membuka pembicaraan.


"Ayah, apakah maksud ayah dengan seseorang yang akan membantu ku ialah Ketua Saga?"


"Iya, Alice. Beliau juga ingin meminta bantuan kepada kalian," jawab Goro Dojima.


Saga yang duduk dengan menyilang kan kaki tersenyum. Alina yang melihat itu menjadi tersinggung.


"Ketua Saga, apakah ada yang lucu?" tanya ketus Alina.


Saga mengelengkan kepalanya dengan senyuman, "Tidak, Nona Alina mirip seperti istri kedua ku."


Mendengar itu, Alina juga tersenyum senang. "Terimakasih, Ketua Saga. Aku tersanjung jika dibandingkan dengan Nyonya Tanya Wu."


Alina dan Saga pun saling bertukar senyum. Melihat hal itu, Juan memotong pembicaraan.


"Maaf, aku menyela. Bantuan apa yang ingin anda inginkan? Setahuku, Ketua Saga sosok pria yang sempurna dengan jumlah kekayaan yang tidak terhitung."


Saga menyandarkan badannya seraya senyum memancar diwajahnya. "Meski begitu, aku tidak memiliki kekuatan untuk melawan penyihir dimensi lain dan." tatapan Saga berubah menjadi tajam, "Aku tidak bisa melindungi orang-orang yang kusayangi."


"Apa maksud anda?" sambung heran Alina.


"Maaf, aku tidak bisa menceritakan nya di sini juga sebelum Juan menerima permintaan ku," jawab Saga.


"Berapa biaya nya?" ucap Juan.

__ADS_1


Alina yang mendengar itu sontak melihat Juan dengan tatapan yang mengartikan bahwa Juan telah berkata tidak sopan.


Meskipun begitu, Juan tidak mempedulikan nya.


Saga pun tidak mempermasalahkan nya, "5 Juta USD dengan uang muka 1 juta USD. Bagaimana?"


Alina sontak tercengang saat mendengar perkataan dari Saga.


"Yang berarti, kami akan mendapatkan 80 milliar rupiah!" ucap kaget Alina.


Meski Alina terkejut tapi tidak dengan Juan.


"Aku tidak membutuhkan uang tapi, bisa kah ketua Saga mengabulkan permohonan ku?!" ucap penawaran Juan.


Alina lagi-lagi terkejut mendengar ucapan Juan dan dia pun menoleh kearah Juan. "Juan, apa maksudmu?"


Saga tertarik dengan ucapan Juan dan membuatnya bertanya dengan senyuman, "Apa yang kamu inginkan?"


"Ketua Saga, Aku menginginkan sekolah Utopia High School menjadi milik ku. Apakah kamu bisa mengabulkan nya?" jawab Juan.


"Meski begitu, Aku ingin mengembalikan sekolah Utopia seperti sekolah pada umumnya. Mungkin terdengar naif tapi, aku ingin kesetaraan di sekolah itu."


"Baiklah, kita lihat hasil kerjamu!" ucap Saga.


"Aku mengerti."


Sesudah itu, Juan dan Alina menerima permintaan dari Saga.


Keesokan harinya, Juan dan Alina pergi ke Imperium Tower dengan mengunakan Sling Portal yang mana setibanya disana pengawal setia Saga sudah menunggu kehadiran Juan dan Alina.


"Tuan Juan, Nona Alina. Ketua Saga sudah menunggu di dalam," ucap pengawal setia Saga yang membungkukkan badannya.


"Oh, iya." jawab Alina.


Sesaat setelah itu, pengawal setia Saga mengembalikan posisi badannya lalu, mengantar kan Juan dan Alina ke dalam Imperium Tower.

__ADS_1


Dalam sesaat, Juan teringat akan kejadian pengeboman ruang kerja sekaligus apartemen Hakuo Terada.


Juan dan Alina pun diantar masuk ke dalam lift dengan lantai VVIP B6 yang ditekan setelah menempelkan kartu khusus dan lift turun kebawah.


Tidak lama, pintu lift terbuka yang mana lantai itu memiliki dinding akuarium disisi kanan dan kiri dengan berbagai ikan disana.


Juan dan Alina pun keluar dari lift menghampiri Saga yang sudah berdiri didepan pintu kecil dengan ukiran naga emas dengan senyuman.


Setibanya didekat Saga, langkah pengawal setia Saga berhenti begitu pun Juan dan Alina.


Lalu, pengawal itu membungkuk badannya.


"Ketua Saga, saya sudah mengantar Tuan Juan dan Nona Alina," ucap pengawal setia Saga.


"Terimakasih, Raya," ucap Saga seraya melontar kan senyuman.


"Ketua Saga, apa yang kami harus lakukan?" tanya Juan.


Saga tidak menjawab pertanyaan Juan, dia pun membalikan badan dan menempelkan tangannya ke tengah pintu.


"Operator, buka pintu!"


Sesaat kemudian pintu itu terbuka dengan sendirinya.


"Ayo, Juan, Alina! ikut dengan ku!" seru Saga yang tidak lama, dia masuk kedalam ruangan.


Alina dan Juan tanpa basa-basi mengikuti langkah Saga.


Dan, setibanya didalam Juan dan Alina terkejut melihat sebuah ruangan besar namun memiliki lubang hitam yang tidak sedikit bahkan beberapa ada yang retak dan jatuh ibarat seperti kaca yang terpecah.


"Ini dimana?" tanya Alina seraya melihat sekelilingnya.


"Selamat datang di Chamber of the secret. Dungeon milik ku! Meski, tidak seindah dulu," ucap Saga dengan senyuman kecil dan mata yang berkaca-kaca.


... # Extraordinary System #...

__ADS_1


__ADS_2