
...Bab 38. Festival game indie....
Beberapa hari sebelumnya, Juan dan lainnya mendapatkan kabar bahwa game Evil Island terpilih menjadi 20 besar dan Juan serta lainnya diharapkan menghadiri festival game indie dilengkapi dengan 100 copy game disk Evil Island dan beberapa souvernir nya.
Tentu hal itu membuat Juan dan lain sibuk dengan pembuatan itu hingga hari yang ditunggu pun tiba yang mana hari penentuan pemenang game indie. Meski, Juan dan tim klub game nya tidak memiliki libur sekolah namun, mereka dapat izin dari kepala sekolah.
Dipagi hari, Alina sedang sibuk dan bingung dengan pakaian yang akan dikenakan. Hal itu membuat Marcella penasaran.
"Lin, kamu mau ke festival saja sampai bingung seperti," ucap Marcella yang memperhatikan kesibukan Alina.
"Ya, Marcella. Aku harus tampil secantik mungkin karena akan banyak orang disana," jawab Alina sambil sibuk memilah baju.
Marcella pun berdiam sejenak dan terpikir sesuatu, "Hah, aku mengerti karena kamu ingin jalan bersama dengan Juan kan?"
"Bukan... dasar Marcella," ngelak Alina yang tersipu malu.
"Ciie .. Ciee yang jalan sama Juan," ledek Marcella.
"Aishhhh ..." gumam Alina sambil terus memilih bajunya.
Hingga beberapa kemudian, Alina pun keluar dari asrama yang mana Juan, Haruka dan Tae Woong sudah menunggunya.
Juan pun menatap Alina dan sedikit memarahinya, "Lama banget kamu!"
"Berisik! Wuee ..." jawab Alina yang menjulurkan lidahnya.
Juan pun tidak menanggapi nya dan lansung pergi naik taksi online yang sudah dipesan nya
"Dasar pria aneh!" gumam kesal Alina yang mengembangkan kedua pipinya.
Haruka pun menghampirinya dan memeluk tangan Alina.
"Lin, kamu cantik sekali pagi ini," puji Haruka dengan senyuman lebar.
"Kamu juga, Ayo kita berangkat! sebelum otak batu itu mengomel lagi," ucap Alina.
Haruka pun tertawa kecil, "Ayo, Lin!"
__ADS_1
Sesudah itu, Alina dan lainnya menyusul Juan masuk ke mobil dan mereka pun berangkat.
Kepergian Alina itu dilihat oleh Marcella, "Lin, kamu sudah berubah. Aku harap kepada ku tidak berubah," ucap Marcella yang meremas horden jendela.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di festival game indie yang dimana Juan serta lainnya disuguhi oleh banyaknya orang disana.
"Luar biasa, aku tidak menyangka akan banyak yang hadir disini," ucap kagum Alina.
"Selain ada pameran game indie, hari juga banyak acara lainnya seperti live musik, kosplay dan masih banyak lagi," jawab Roman.
"Ayo kita masuk!" potong Juan sambil membawa beberapa barang.
Alina menatap heran Juan, "Kenapa dengan dia?"
"Aku rasa dia gugup," jawab Roman.
"Mungkin saja," ucap Alina yang tertawa kecil.
Tidak lama kemudian, Alina dan lainnya pun masuk. Tim dibagi menjadi dua, Haruka dan Tae Woong bertugas menjaga serta merapihkan stand bazar. Sedangkan, Juan, Roman dan Alina pergi ke ruang pertemuan yang mana acara presentasi game pun dimulai.
Kedua puluh peserta maju satu persatu termasuk tim Nexus. Setelah beberapa peserta memberikan presentasi nya. Kini giliran tim Nexus, Juri beserta pengunjung yang ada di ruang pertemuan terkagum-kagum melihat game buatan tim Nexus.
Sesaat kemudian pengujian pun usai dan host kembali ke panggung.
"Mari kita sambut! ketua dari tim Nexus, Juan Prakoso! Silahkan naik keatas panggung!" seru Host.
Mendengar itu, Juan pun menghela nafas panjang untuk menenangkan ketegangan nya. Roman pun memegang bahu Juan dan menganggukan kepalanya begitu pun Alina, dia pun memberikan semangat.
"Semangat, Juan. Kamu pasti bisa," ucap Alina.
Juan pun tersenyum dan mengangguk kepalanya. Lalu, naik keatas panggung dan menerima mic yang diberikan oleh Host.
"Selamat pagi, Aku Juan Prakoso. Ketua dari tim Nexus."
Sesudah perkenalan itu, salah satu juri meminta Juan untuk menjelaskan rincian dari game itu dan Juan pun menjelaskan semuanya. Lalu, salah satu juri ada yang meragukan keaslian dari game Juan tersebut.
"Bagaimana kamu bisa membuat game secepat itu bahkan membuat grafik dengan tipe Ultra HD seperti itu? bukankah itu sesuatu yang rumit dan mahal! tolong jelaskan padaku!" tanya salah satu Juri.
__ADS_1
Alina dan Roman itu sontak terkejut dengan pertanyaan menjebak seperti itu. Namun mereka tidak bisa berbuat dan Alina sendiri hanya bisa memanjatkan doa.
Juan yang merasa terjebak, dia pun membuka lkon gelembung.
Sistem: Ada yang bisa saya bantu?
"Aktifkan skill penipu."
Sistem: Skill penipu diaktifkan.
Sesaat kemudian, Juan pun bisa menjawab nya dengan penjelasan bahwa dirinya memiliki AI Elixir yang merupakan AI ciptaan Juan sendiri disertai beberapa penjelasan lainnya hingga presentasi Juan pun berakhir
Mendengar itu para juri pun terkagum-kagum serta stand applause diikuti oleh semua penonton. Juan pun tersenyum dan membungkukkan badannya. Sesudah itu, Juan kembali ke belakang panggung. Roman yang ada disana mengacungkan satu jempo begitu juga Alina bahkan mengacungkan dua jempol kepada Juan disertai senyuman.
Juan pun membalasnya dengan senyuman.
Beberapa saat kemudian, pemenang pun diumumkan yang mana tim Nexus menjadi juara pertama dalam festival game indie tahun 2028 dan mendapatkan 50.000 USD.
Tidak hanya itu saja, 100 game disk Evil Island beserta souvernir dalam sekejap ludes terjual dalam waktu singkat.
Selain itu juga klub game berhasil dipertahankan yang membuat Alex kesal hingga melempar semua buku dan dokumen diatas meja.
"Sial! Ini semua karena pria rendahan si Juan itu!" geram kesal Alex yang juga mengepalkan tangannya dengan kuat.
Tidak lama, salah satu murid platinum datang memasuki ruang OSIS. Alex pun menyadari murid yang datang itu.
"Bagaimana kamu berhasil mendapatkan informasi nya?" tanya Alex.
"Sudah," jawab murid platinum sambil memberikan Ipadnya.
Alex pun menerima iPad itu dan tersenyum melihat gambar yang ditunjukkan nya.
"Sudah ku duga. Phantom ialah Juan," ucap Alex yang melihat gambar Juan yang melangkah kembali ke asrama dengan pakaian yang sama dengan phantom.
"Apakah kita melaporkan nya kepada kepala sekolah?" tanya murid platinum.
"Tidak perlu. Kita akan memanfaatkan nya," jawab Alex yang tersenyum senang.
__ADS_1
Dan, masa ujian akhir pun tiba ...