Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 67


__ADS_3

...Season 2 - Bab 17. Project Alina...


Beberapa saat setelah Alina tersadar, Jin pun menceritakan semua kejadian yang menimpah ibu angkatnya yang tentu saja hal itu membuat Alina menangis termehek-mehek didalam pelukan Jin.


Setelah Alina tenang, Alina pun melihat kearah Jin.


"Juan, Bukan. Jin, bisakah kamu menyelamatkan ibuku seperti kamu menyelamatkan aku?" tanya harap Alina.


Jin mengelengkan kepalanya, "Maaf."


"Kenapa?" tanya Alina.


"Maaf, aku tidak bisa menjelaskan," jawab Jin yang tersenyum.


Jin saat ini belum bisa mengatakan perihal extraordinary System milik nya terlebih lagi fitur [Ordinary Operation System ] milik Jin hanya memiliki satu Slot yang mana itu sudah terisi oleh Alina dan untuk penambahan nya, Jin belum tahun lantaran Jin belum memahami fitur itu seutuhnya.


Alina pun menghela nafas panjang, "Aku mengerti."


Jin hanya bisa tersenyum melihat kecewanya Alina.


Keesokan harinya, Jin dan Alina menghadiri pemakaman Bu Rahayu dari kejauhan. Mereka tidak bisa menjalankan pemakaman lantaran Bu Rahayu anggota kepolisian yang mana saat itu, pemakaman kepolisian pun diselenggarakan hingga membuat Jin dan Alina tidak bisa mendekat.


Sebenarnya Alina ingin menghadiri pemakaman itu secara langsung namun, Jin menghentikan nya lantaran Jin menduga jika Alina menghadiri pemakaman, dia akan terkena jebakan oleh oknum polisi yang membelot kepada Yakuza.


Alina pun mengerti dan menyaksikan pemakaman itu dari kejauhan dengan air mata yang menetes.


"Ibu, maafkan! Aku sungguh seorang putri yang tidak berguna!" gumam Alina dalam tangisannya.


Jin yang ada disamping Alina, dia pun merangkul Alina dan menaruhkan kepalanya di bahunya.


Sesaat kemudian, Jin pun melihat seseorang yang tidak asing.


"Rania?!" batin Jin.


Tidak selang lama, Alina menghentikan tangisan nya dan melepaskan rangkulan Jin. Lalu, dia melihat makam ibunya dengan tatapan tajam.


"Jin!" panggil dingin Alina.


"Iya," jawab Jin dengan menundukkan kepalanya. Dia tahu, tatapan itu dan nada ibu bukan nada seorang teman melainkan sikap seorang pemimpin.

__ADS_1


"Apa aku sungguh putri dari Goro Dojima, Pemimpin Ryu Go Kuro?!" ucap dingin Alina.


"Iya, kamu memang putri beliau," jawab Jin.


"Jin, bantu aku membalaskan dendam! Aku tidak ingin kedua ibuku mati dengan sia-sia. Dan ..." Alina mengusap air matanya lalu, membalikan badannya, "Bantu aku juga mematikan Alina Naysa dan Alice Dojima hidup kembali!"


"Baik," jawab Jin.


Sesudah itu, Alina pergi meninggalkan pemakaman dan Jin pun menyusul nya.


Beberapa hari kemudian, Jin pun menelepon Fox untuk meminta bantuan nya dan Fox pun membantu nya dengan membuat kematian palsu yang dimana seorang arits terkenal Alina White telah bunuh diri dengan gantung diri dan membakar rumah nya.


Hal ini dilakukan oleh Jin agar semua orang yang ingin membunuh Alina mundur dan tidak mengusiknya lagi.


Di sebuah penginapan kecil, Alina melihat ke cermin dan memandangi dirinya dengan tajam. Lalu, dia pun memotong rambut nya lebih pendek serta menganti warna rambut menjadi hitam.


Diruangan berbeda, Jin berbincang dengan Fox.


"Dengan ini hutang ku lunas!" ucap Fox yang memberikan passport dan identitas palsu Alina kepada Jin.


"Terimakasih," jawab Jin yang menerima passport dan identitas itu.


"Jin, apa yang akan rencana mu?" tanya Alina.


Fox pun memotong pembicaraan, "Seperti nya tugas sudah selesai." Fox melihat kearah Alina, "Alina. Bukan. Alice, jaga dirimu!"


Alina pun tersenyum dan menundukkan kepalanya, "Terimakasih atas bantuannya, Kak Fox," ucap Alina.


"Terimakasih, Fox," sambung Jin.


Fox pun tersenyum dan memegang bahu Jin, "Tidak masalah. Beritahu aku jika kalian membutuhkan bantuan ku lagi," ucap Fox.


Alina dan Jin pun mengangguk kepalanya. Lalu, Fox pun meninggalkan kamar penginapan.


Setelah itu, Alina menghampiri Jin. "Lalu, sekarang siapa namaku?" ucap Alina yang berhenti dihadapan Jin dengan menghadap keluar.


"Seperti yang kamu inginkan, Alice Dojima, Kenapa tidak mengunakan nama yang lain?" ucap Jin sambil memberikan passport dan identitas nya.


Alina pun menghadap kearah Jin sambil tersenyum dan menerima passport serta Identitas itu, "Aku ingin mencari pelaku yang membunuh kedua ibuku juga ayah kandungku. Apa kamu bisa membantu ku?"

__ADS_1


Alina mampu mengatakan seperti itu lantaran Jin sudah menceritakan semua nya baik identitas dirinya, surat wasiat serta perebutan kursi presiden di Ryu Go Kuro yang dimana ada tiga kandidat yang bisa mengantikan Goro Dojima satu diantara nya Alice Dojima.


"Tentu saja, aku memang ditugaskan untuk membantumu," jawab Jin yang tersenyum


Alina pun membalasnya dengan senyuman, "Kembali ke topik awal. Sekarang, apa rencana mu?"


"Tunggu disini!" ucap Jin.


Sesaat kemudian, Jin menghadap ke samping dan berjalan beberapa langkah. Lalu, Jin pun membuka fitur menu dan mengunakan fitur [Portal].


Alina yang berada dibelakang Jin bingung dengan gerakan jari Jin, "Jin, apa yang sedang Kamu lakukan?"


Jin tidak menjawab hanya memberikan senyuman kepada Alina. Lalu, sesaat kemudian muncul sebuah dinding transparan dengan ukuran tinggi tiga meter dan lebar satu meter dihadapan Jin. Dinding itu tidak bisa dilihat oleh siapapun meski Alina sekalipun.


Sesudah melihat dinding itu, Jin menoleh kebelakang dan memberikan tangannya kepada Alina.


"Ayo, Alina! aku akan menujukan sesuatu kepadamu!"


Alina pun sempat ragu dengan ajakan Jin meski begitu, Alina lebih mempercayai Jin dan dia pun meraih tangan Jin.


Sesudah itu, Jin pun mengandeng nya berjalan menembus dinding transparan tersebut. Saat mereka masuk, cahaya putih menutup pandangan mereka namun itu tidaklah lama. Cahaya pun memudar dan mereka berada di ruangan serba putih.


Hal itu tentu membuat Alina bingung, "Dimana ini?"


Jin melepaskan tangannya dan berjalan beberapa langkah kedepan. Lalu, berbalik badan dan menghadap Alina.


"Selamat datang di ruang sihir!" ucap Jin dengan penuh senyuman.


"Tunggu! Sihir? apa maksudmu?" tanya bingung Alina yang melihat sekitar ruangan itu.


"Alina. Bukan, Alice. Mulai hari ini pelatih bela diri akan dimulai dan kita tidak punya banyak waktu!" ucap tegas.


Beberapa saat Alina sempat bingung namun, dia pun menganalisa dan menyetujui serta percaya dengan segala rencana Jin.


"Baik, mohon kerjasama!" ucap Alina yang membungkukkan badannya.


Dan, pelatihan pun dimulai ...


...# Extraordinary System #...

__ADS_1


__ADS_2