
...Season 5: Bab 05. Waktu yang berlalu...
Dua bulan pun berlalu setelah pertarungan Juan dan Key. Dalam dua bulan ini juga banyak kejadian yang terjadi diantara nya.
Sadarnya Goro Dojima dengan kesuksesan Nano Machine di bidang dunia kedokteran.
Perubahan besar-besaran semua teknologi yang diambil alih dan dimonopoli oleh Prakoso Industries dengan barang yang canggih tingkat atas namun harga jual yang murah sebagai contoh saja Smart Tv yang awalnya 3 juta keatas kini menjadi 500 ribu begitu juga elektronik yang lainnya.
Tidak hanya elektronik melainkan beberapa industri yang lain seperti kendaraan transportasi, majalah, komputer, spanduk dan lainnya.
Hal ini berkat Operator Sistem - Viki yang mana OS itu menjadi induk semua sistem di segala bidang Metropolis Jakarta dengan izin walikota Metropolis Jakarta dan President New Indonesia.
Perubahan itu juga tidak lepas dari peran tiga pria jenius.
Saga Indraguna.
Juan Prakoso.
Dan, Rendy Purnomo.
...# Extraordinary System #...
Dipusat kota, seorang gadis kecil berumur 8 tahun bersama dengan seorang pria remaja. sedang masuk ke toko penjual Humanoid di Prakoso Android Store.
Yang mana setibanya disana, wanita dan pria remaja itu disambut oleh Humanoid (VB800) yang memiliki kemampuan sales dan marketing.
"Ada yang-" ucapan Humanoid terhenti saat dia sudah mendeteksi kehadiran sosok salah satu pencipta mereka.
"Tuan Rendy dan" Humanoid melihat kearah gadis kecil, "Nona Fay."
Fay, Putri bungsu dari Saga ini yang memiliki sifat pendiam dan pemalu hingga sapaan Humanoid membuatnya berdiri dibelakang Rendy.
"Sales, tunjukan kepadaku Humanoid AX-400!"
"Baik, silahkan lewat sini!" seru Sales.
Lalu, Rendy dan Fay berjalan masuk kedalam toko itu yang mana terpampang berbagai jenis Humanoid dan langkah Sales terhenti pada sebuah Humanoid wanita yang berambut pendek.
__ADS_1
"Ini AX - 400 yang memiliki fungsi pekerjaan rumah, housekeeping dan menjaga anak-anak. Tipe ini juga dilengkapi dengan 300 bahasa dan mempersiapkan lebih dari 9000 hidangan. Selain itu, tipe ini sangat populer karena kemampuan nya menjaga anak dengan baik, merawat, menghibur dan membantu dalam mengerjakan PR dari sekolah," ucap Sales.
"Baiklah. aku pilih ini!" seru Rendy.
"Dimengerti. Silahkan lakukan registrasi!" seru Sales.
Rendy pun melihat kearah Fay dan memegang bahunya.
"Fay, kamu saja yang registrasi!"
Fay mengangguk kepalanya lalu, melihat kearah Humanoid AX-400.
"Tiara!" panggil Fay.
Humanoid itu sontak melihat Fay dan tersenyum kepadanya.
"Hei, nama ku Tiara. Salam kenal!" jawab Tiara.
Rendy pun membelinya namun Sales menolak dan mengizinkan Rendy untuk mengambil nya secara gratis.
Sesudah itu, Rendy dan Fay kembali ke rumahnya dengan membawa Tiara.
"Fay, kamu yakin ingin tinggal sendiri?"
Fay yang sedang menyadarkan badan dan melihat keluar jendela, dia menjawab hanya dengan mengangguk kepalanya.
"Kenapa? Bukankah, tinggal disana kamu bisa makan enak, tidur ditempat yang nyaman dan kemewahan."
"Aku tidak suka hidup mewah, aku ingin hidup sendiri," jawab dingin Fay.
Rendy yang mendengar itu membuatnya menghela nafasnya.
Sesaat Rendy mengingat permintaan dari Saga yang mengatakan bahwa dirinya untuk menjaga Fay. Lagi-lagi Rendy menghela napas panjang.
"Baik lah." Rendy mengusap-usap kepala Fay, "Kakak akan menjagamu."
Fay pun tidak nyaman dengan sikap Rendy itu dan dia membuang tangan Rendy dari kepalanya.
__ADS_1
Rendy tidak marah akan hal sikap Fay tersebut.
...# Extraordinary System #...
Disaat yang bersamaan, Juan, Yuri dan Alina tiba di rumah perkebunan yang ada di Istimewa Yogyakarta.
Juan pergi kesana tidak mengunakan kostum atau fitur [Gate] melainkan mengunakan mobil sendiri dari Metropolis Jakarta.
Tidak lama Juan dan lainnya turun dari mobil. Lalu, melangkah masuk ke rumah perkebunan tersebut.
"Alina, maaf. Aku lagi-lagi merepotkan mu," ucap Juan kepada Alina dan berjalan disampingnya.
Alina mengelengkan kepalanya dengan senyuman, "Tidak masalah, justru aku senang kamu memilih pindah ke luar kota tidak mengunakan teleportasi. Jadi, kita bisa liburan." Alina sontak menoleh ke Yuri, "Bukan kah begitu, Yuri!"
Yuri tersenyum dan mengangguk kepalanya. Sesaat kemudian, Yuri terpikir sesuatu. Dia mempercepat langkahnya sampai berada di depan Alina dan Juan setelah itu berjalan mundur.
"Kak Alina, bagaimana kalau kakak tinggal disini juga? jadi, kak Juan tidak kesepian," ucap Yuri.
Alina tersenyum, "Aku mau saja tapi itu tergantung pada kakakmu," ucap Alina seraya melirik kearah Juan.
Juan pun juga tersenyum, "Aku tidak masalah selama Alina mau tinggal di pedesaan seperti ini," jawab Juan.
"Yeee!" seru senang Yuri.
Sesaat kemudian, mereka pun masuk ke rumah perkebunan milik kakeknya.
Hei, Guys mulai bab ini dan seterusnya aku akan menampilkan karakter cerita selain Juan.
Karena aku sedikit kebingungan membuat Alur konflik dan perkembangan lagi untuk Juan karena Juan sendiri sudah mencapai titik puncak nya baik dari kejeniusan, kekuatan, sistem dan kekayaan.
Meski Juan terlihat sempurna namun satu yang kurang yaitu romansa dan percintaan nya.
Selain itu, mungkin kalian juga ada rasa sedikit jenuh dan bosan maka dari itu, dengan beberapa main karakter yang baru semoga bisa mengobati kebosanan kalian termasuk aku sendiri. Hehehe
Terima kasih yang sudah membaca, like, vote, gift dan komen nya.
__ADS_1
See You next Chapter...