Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 126


__ADS_3

...Season 5: Bab 06. Membersihkan rumah....


Juan memutuskan untuk melepaskan pekerjaan dan menyerahkan nya kepada Saga untuk pemasaran dan penjualan nya. Sedangkan, Juan ingin hidup damai di pedesaan.


Dan, tibalah Juan dan lainnya di rumah kakeknya tersebut. Yang mana, Juan dan lainnya disuguhi oleh debu yang tebal, sarang laba-laba yang merambat di sudut-sudut atap rumah.


"Yaa ... Seperti nya kita harus bekerja keras lagi untuk tinggal disini," ucap Yuri.


Juan menoleh kearah Alina, "Kamu tidak masalah jika ikut bersih-bersih?"


"Kenapa tidak?!" Alina melangkah maju sambil mengangkat satu tangan, "Juan, Yuri. Mari kita bekerja! Semangat!"


Juan dan Yuri pun tersenyum melihat sikap semangat Alina.


"Oke, aku siap bantu!" ucap Yuri yang melangkah menyusul Alina.


Juan pun juga mengikuti nya. Lalu, mereka pun bersama-sama membersihkan rumah dari menyapu, mengepel, menghilang kan sarang laba-laba dan melepaskan semua selimut putih yang menutupi perabot lalu, mengelapnya.


Tanpa terasa waktu berlalu dari siang berganti malam.


Juan yang belum mengenal lingkungan maka Juan mengunakan fitur [Extraordinary Market] nya untuk membeli beberapa bahan makanan. Selain bahan makanan, Juan juga membeli beberapa sabun dan alat pembersih yang sebelumnya digunakan Juan dan lainnya.


Pada malam itu, Juan memasak Nasi goreng special dan memberikan nya kepada Alina dan Yuri yang sudah menunggu di ruang makan.


"Wuahh ... seperti nya lezat!" ucap senang Alina.


"Tentu saja, masakan nasi goreng kak Juan itu terbaik!" ucap bangga Yuri.

__ADS_1


Juan hanya memberikan senyuman. Sesudah menghidangkan makanan, Juan duduk dan makan bersama.


Ditengah makan bersama, Alina berbincang kecil.


"Yuri berarti kamu sudah berumur 15 tahun dan sudah kelas 10, bukan?" tanya Alina.


Yuri mengangguk kepalanya, "Iya, kak. Tapi, aku baru lulus dan berencana melanjutkan sekolah menengah atas di sini."


"Oh, begitu. Ya sudah kakak mendukung mu sepenuhnya. Semangat!" ucap Alina.


Yuri tersenyum dan mengangguk kepalanya, "Terima kasih, kak Alina."


"Oiya, dimana Yuda?" sambung tanya Alina.


"Yuda, ada kasus penyanderaan di apartemen mewah," jawab Juan.


Juan dan Yuri tertawa kecil.


"Yuda dari dahulu memang memiliki impian untuk menjadi detektif," sambung Yuri.


"Dan, Yuda memiliki kemampuan untuk itu," sambung Juan.


"Keren," kagum Alina.


Juan, Alina dan Yuri saling bertukar senyum dan tawa kecil.


Rumah perkebunan milik kakeknya Juan itu memiliki tiga Kamar. Maka dari itu, Yuri, Alina dan Juan tidur di kamar masing-masing.

__ADS_1


Waktu pun cepat berlalu, Yuri yang kelelahan sudah tidur terlebih dahulu sedangkan, Juan duduk di kursi teras yang mana pemandangan kebun masih berupa ilalang.


"Seperti nya besok, aku harus merapihkan nya," gumam Juan melihat perkebunan nya.


Tidak lama kemudian, Alina juga keluar dengan membawa dua cangkir.


"Juan, ini teh untuk mu," ucap Alina seraya memberikan satu cangkir kepada Juan.


Juan tersenyum dan menerima cangkir itu, "Terimakasih, Alina."


"Tapi, jangan tanya ini teh dari mana. Soalnya, aku setiap hari selalu membawa teh," ucap Alina sambil duduk disamping Juan.


Juan pun tertawa kecil begitu juga Alina. Sesudah itu, mereka menyeruput teh nya.


Tidak lama, Alina memulai pembicaraannya. "Juan, kami yakin meninggalkan semua nya?"


Juan tersenyum, "Iya, aku yakin." Juan melihat telapak tangan nya. "Selama ini hidupku hanya untuk balas dendam dan membunuh. Key menyadarkan ku. Tidak hanya Automata yang butuh kebebasan namun, aku juga ingin mendapatkan kebebasan."


Seusai mengucapkan itu, tanpa Juan sadari Alina sudah berdiri di depan Juan dan Alina sontak memeluk nya serta Juan cukup terkejut lantaran kepalanya berada di tepat buah dada Alina.


"Apapun keputusan mu, aku akan mendukung mu baik masa lalu atau masa kini dan jika kamu berat menanggung nya sendiri bersandar lah pada diriku." Seusai mengatakan itu, Alina mempererat pelukannya.


Juan pun menitihkan air matanya dan menerima pelukan Alina tersebut.


"Terimakasih, Alina."


__ADS_1


__ADS_2