
...Season 2 Bab 21. Letnan Satu Kepolisian, Rania...
Golden City, sebuah distrik malam yang damai dikacaukan oleh sebuah bom yang meledak di lantai 49 Imperium Tower.
Hal itu tentu membuat heboh penduduk dan mengunjung disana. Tidak hanya itu saja, awak media, ambulan, polisi dan pemadam kebakaran dengan sigap menangani kejadian tersebut.
Disisi lain Golden City, seorang wanita berambut pendek dengan stelan celana jeans hitam juga jaket hitam sedang mengendap-endap bersama satu rekannya membututi seseorang hingga ke sebuah gedung cafe dan target yang dibuntuti masuk melalui pintu belakang.
Melihat itu, Rania tanpa pikir panjang langsung mengejarnya tapi, langkah Rania dihentikan oleh rekan nya.
"Lettu (letnan satu), bukan kah kita harus menunggu bantuan terlebih dahulu!" ucap peringatan rekan nya.
Rania tidak mendengar kan rekannya, "Din, kamu berjaga disini sampai bala bantuan datang!" seru Rania yang sontak berlari menyusul target.
"Lettu, aku Budi bukan Udin?" gumam rekan nya.
Lalu, Rania pun masuk kedalam gedung itu dengan mata dan sikap yang waspada. Saat berjalan di lorong masuk, tiba-tiba ada pria besar yang mengenakan jas hitam beranjak dari kursi nya setelah itu, pria besar berdiri menghadap Rania.
"Anda siapa?!" tanya pria besar.
Rania pun menunjukkan embelm kepolisian nya. Tapi, pria besar tidak takut malah pria besar itu sontak menyerang Rania namun Rania pun berhasil menghindari nya dan melakukan serangan balik.
Meski lawan Rania memiliki postur badan yang besar jauh melebihi Rania. Namun, teknik bela diri Rania juga tidak lemah lantaran Rania juga mengunakan teknik bela diri gabungan Karate, Taekwondo dan Aikido.
Dan, Rania pun berhasil membuat pria besar itu jatuh pingsan. Rani pun melanjutkan langkahnya sampai Rania tiba di sebuah kasino kecil. Rania pun tidak mempedulikan nya dan terus melangkah dan tiba di ruangan yang mana target yang di ikuti Rania disana.
"Siapa kamu?" tanya target yang di ikuti oleh Rania.
"Rania, polisi bagian kriminal dan kekerasan!" jawab percaya diri Rania.
Mendengar itu sontak para penjaga nya beranjak dari kursi nya dan memasang serta meregangkan tangannya.
"Polisi katamu! Mati kamu! Serang!" seru target.
__ADS_1
Beberapa penjaga disana pun melesat kan serangan nya namun dari segi teknik dan kekuatan Rania lebih unggul dari para penjaga itu dan dia dengan mudah mengalahkan para penjaga.
Hal itu membuat target ketakutan, "Hei, bagaimana kalo kita bernegosiasi? Aaa ... Aku akan memberikan berapa pun yang kamu minta?"
Rania pun tidak menanggapi nya lalu, menghampiri target dengan tatapan tajam dan menendang keras kesamping hingga target terjatuh ke lantai.
"Cihh ... dasar orang tidak berguna!"
Beberapa saat kemudian, rekan polisi bersama dengan polisi lain datang dan memasuki ruangan.
Mereka pun tersenyum dan menggeleng kan kepalanya melihat semua preman yang sudah dikumpulkan.
Rania yang melihat itu, dia menghampiri target.
"Kamu ditangkap atas tuduhan kekerasan, pelesehan seksual, penghindaran pajak dan usaha ilegal!" ucap Rania sambil memborgol target.
Disaat itu tiba-tiba terdengar suara ledakan besar.
Rania yang mendengar itu sontak melihat jendela dan dia pun terkejut yang mana dia melihat kobaran api yang besar.
"Pengeboman kah?!" sesaat kemudian, Rania melihat rekan. "Kirim beberapa personil untuk evakuasi dan laporkan kejadian ini ke kantor!"
"Baik," jawab serentak para polisi yang langsung meninggalkan ruangan.
Pandangan Rania kembali melihat Imperium Tower, "Siapa yang melakukan ini?" gumam Rania.
Keesokan paginya, Rania yang baru saja masuk ke kantor diramaikan oleh kapten nya yang sedang berbincang ditelepon dan Rania pun mendengar percakapan itu yang seperti nya petinggi dari Ryu Go Kuro ada di New Indonesia dan ada seseorang yang harus ditahan nya.
Kapten itu pun ingin menolaknya tapi tidak bisa, dia mau tidak mau harus menuruti nya dan kapten itu pun menutup teleponnya.
"Sial, memang nya polisi tempat penitipan Yakuza!" seru kesal kapten Polisi.
Rania yang mendengar itu, dia pun penasaran dan menanyakan perihal telepon itu. Kapten itu pun menjelaskan semuanya dan Rania pun mengajukan dirinya.
__ADS_1
"Kapten, saya saja," ucap Rania.
"Apa?" sambung bingung kapten nya.
"Saya pikir jika salah satu orang di kelompok Yakuza Ryu Go Kuro Imperial Japan bisa bekerja sama dengan Kita. Saya rasa kita bisa menangkap dan mengumpulkan bukti Swallow Mafia dan pengedaran narkoba nya. Ini kesempatan kita yang mana kedua mafia itu sedang berperang. Kita bisa bekerja sama dengan salah satunya," ucap Rania.
"Rencana yang bagus tapi, kita tidak bisa mengunakan kekuatan kepolisian saat di Imperial Japan," jawab kapten polisi.
"Permasalahan itu izinkan saya untuk melakukan penyelidikan independen!" ucap Rania.
"Kamu yakin, lettu Rania?" tanya kapten.
"Iya, saya yakin," jawab Rania.
"Baiklah, aku izinkan dan berhati-hati lah!" seru Kapten polisi.
"Siap!" jawab Rania.
Ditempat yang berbeda, Jin, Alice dan Dago telah tiba dirumah besar bergaya Tradisional Jepang dengan berpagarkan tembok beton dan pintu kayu yang besar.
"Disinikah tempat markas dan rumah Terada Clan?!" ucap Jin.
"Iya," jawab Dago.
"Semoga para eksekutif nya tidak menyusahkan dan bisa diajak bekerjasama," sambung Alice.
"Iya, aku harap juga begitu. Jika ada Hakuo Ojisan maka masalah cepat selesai. Tapi, Sekarang ..." ucap Dago.
"Tidak perlu khawatir. Apapun yang terjadi, aku akan melindungi kalian," ucap Jin.
Alice dan Dago saling bertukar senyum bangga mendengar perkataan Jin.
Sesaat kemudian pintu pun terbuka, Jin dan lainnya pun masuk kedalam rumah tersebut.
__ADS_1