Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 68


__ADS_3

...Season 2 - Bab 18. Pelatihan Alice...


Ciel memiliki arti langit dan angkasa maka dari itulah nama yang cocok untuk Asisten Extraordinary System karena penamaan itu, Jin mendapatkan peningkatan fitur [Dimension Home] sehingga Jin atau seseorang yang diizinkan bisa masuk dalam nya yang saat ini, Jin sedang berhadapan dengan Alice.


"Sekarang, aku harus melakukan apa? diruangan putih ini?" ucap Alice yang melihat sekelilingnya.


"Pertama berlatih bela diri!" jawab Jin.


"Bela diri? tunggu kamu bercanda! Aku sama sekali tidak bisa bela diri juga waktu kita tidak lah banyak. Bagaimana kalau kamu mengajari untuk menembak saja? Aku sering menonton film-film Yakuza, mereka hanya mengandalkan tembakan saja," ucap Alice.


"Benarkah seperti itu. Baiklah sekarang tembak aku!" seru Jin. Lalu, dia pun mengeluarkan pistol kedap suara dari fitur [Gudang] dan melemparkannya kepada Alice.


"Sekarang, tembak aku!" seru Jin.


"Ehh? tapi ..." ucap ragu Alice.


"Bayangkan jika aku adalah orang yang telah membunuhnya kedua ibumu!" seru Jin yang memperkuat mental Alice.


Alice pun memaksa diri dan menodongkan senjata itu kepada Jin. Lalu, dia pun menarik pelatuk nya dan menutup matanya.


Ciung!


Jin pun dengan mudah nya menghindari tembakan peluru tersebut.


Setelah itu, Alice membuka matanya dan terkejut melihat Jin yang masih berdiri tegak tanpa terluka sedikitpun meski begitu, Alice yang melihat itu sontak panik dan menghampiri Jin.


"Jin, kamu tidak apa-apa kan?" Alice dengan panik memeriksa Jin, "Apakah ada yang terluka?"


Jin pun memegang tangan Alice, "Aku tidak apa-apa, Alice. Sekarang, bagaimana? senjata api bukanlah segalanya," ucap Jin.


Alice pun berhenti memeriksa dan memandang Jin, "Jadi, kapan pelatihan nya?"


Beberapa saat kemudian, Jin dan Alice pun berhadapan.


"Ciel, ubah tema menjadi lapangan Dojo!"


Sesaat kemudian ruangan putih itu menjadi sebuah tempat pelatihan Kendo atau dikenal dengan nama Dojo. Lantai yang sebelumnya putih kini berubah menjadi Kayu.


Alice yang melihat itu semua terkagum-kagum, "Ini sungguhan, bukan game kan?"

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu tapi yang jelas kita bukan virtual. Sekali lagi, aku ingin bertanya kamu percaya kepada ku?"


Alice mengangguk kepalanya, "Iya, aku percaya kepadamu, Jin. Selalu!" jawab Alice.


Jin pun tersenyum dan mengangguk kepalanya.


"Ciel Aktifkan fitur Ordinary Operation System!"


Beberapa saat kemudian, layar udara terbuka. Lalu, Jin mengupload seluruh skill Bela diri nya kepada Alice.


"Alice, kuat dan bertahan lah!" seru Jin.


"Ap-" sebelum Alice menyelesaikan ucapannya tiba-tiba kepala Alice sakit dan bergeram kesakitan dengan memegang kepala nya.


"AAAAA!"


Dalam ilusi Alice, dia melihat banyak jurus bela diri yang semua itu telah di pelajari oleh Jin hingga semua jurus ditampilkan sakit kepala Alice pun mereda.


Jin yang sudah melihat Alice tenang, dia pun menghampiri nya.


"Bagaimana kondisi mu, Alice?"


"Aku tahu kung Fu," jawab Alice.


"Tunjukan kepadaku!" sambung Jin.


Sesudah itu, Jin pun mundur dan Alice memasang kuda-kuda nya.


"Kamu sudah siap, Jin!" ucap Alice.


"Silahkan!"


Jin dan Alice pun saling bertukar senyum lalu, Alice memulai serangan nya.


Alice pun melesatkan pukulan dan tendangan yang cepat dengan percampuran berbagai jurus bela diri meski begitu, Jin juga tidak kalah cepat menangkis dan melakukan serangan balik.


Ronde pertama pun Jin menang dengan serangan tendangan memutar dikombinasikan dengan pukulan memutar.


Alice pun terjatuh dilantai dengan mulut yang berdarah.

__ADS_1


"Alice, sebelum kamu memukul seseorang. Kamu harus merasakan rasanya dipukul meski, aku harus meminta maaf karena telah memukul wanita.


Alice meludah darah nya dan bangkit berdiri, "Jangan meremehkanku karena aku seorang wanita!"


Jin pun tersenyum lalu, mundur beberapa langkah.


"Bagus! seranglah aku!" ucap Jin dengan jari yang memberi kan kode untuk menyerang dirinya.


"Hiyaaa!"


Alice pun melesatkan serangan lagi dengan serangan yang lebih cepat namun Jin masih bisa menahan nya dan suara Ciel terdengar.


[Lapor. Subject telah berhasil mengaktifkan SEED.]


Jin yang melihat itu, dia pun terkejut dan sesaat kemudian, Alina berhasil menangkis serangan Jin dan melakukan tendangan memutar hingga Jin terjatuh.


"Bagaimana? keren bukan!" ucap pamer Alice yang melihat Jin dengan senyuman lebar.


Jin tersenyum lalu, bangkit berdiri dan mengusap bibirnya yang mana ada darah sedikit dari serangan Alice.


"Kerja bagus!"


Alice pun berdiri tegap lalu, membungkukkan badannya, "Terimakasih banyak, Jin. Meski, aku tidak tahu kamu telah mengunakan sihir apa untuk melatih ku."


Jin pun menghampiri Alice, "Alice, tegak lah! Kita adalah teman, bukan!" ucap Jin yang meluruskan tangannya dengan kepalan.


Alice pun tertawa kecil, "Tentu saja, kita adalah teman!" jawab Alice yang mengadukan kepalan Jin. "Tunggu! tapi, bukan kah. Kamu sudah menyatakan perasaan mu kepadaku?"


Jin yang mendengar itu sontak terkejut dan melepaskan tangan dan beralih mengarukan kepala belakangnya. "Eh? ... Itu."


Alice pun tertawa kecil melihat sikap malu Jin.


Jin pun menjadi salah tingkah dan membalikan badan nya. Lalu, membuka [Portal] meninggalkan Alice.


"Jinn! jawab pertanyaan ku!" seru manja Alice yang berlari menyusul Jin.


"Entahlah! saat ini aku lapar!" jawab Jin yang terus melangkah tanpa melihat Alice dibelakangnya.


"Ehhhh?! Aku juga lapar."

__ADS_1


__ADS_2